Share

Bab 2

Penulis: Unknown
Tindakan Anna waktu itu membuahkan hasil. Aku dan Riki benar-benar bercerai.

Tidak ada permasalahan dalam pembagian harta gana-gini. Riki mencoba menghalangiku mendapatkan bagianku. Karena malas repot, aku segera mengemasi beberapa bajuku, lalu menarik koperku keluar pintu rumah.

"Kamu pasti akan menyesalinya, Tisya!" Riki berteriak dari dalam rumah.

Aku menghentikan langkahku sejenak, lalu berbalik dan tersenyum. "Aku sudah dari dulu menyesal."

Setelah itu, tanpa menoleh lagi, aku berjalan keluar melewati pintu.

Hujan kembali turun.

Lututku terasa sakit, sakitnya membuatku nyaris menangis.

Tujuh tahun lalu, nona besar Keluarga Gunawan membatalkan pertunangan demi mengejar cintanya sendiri. Kisah ini sangat menggemparkan. Sebuah kisah tentang si cantik kaya raya dan seorang pemuda miskin. Kisah mereka menjadi perbincangan hangat di kalangan tertentu.

Tujuh tahun kemudian, Riki sukses merintis usaha. Dia meraih ketenaran dan juga prestasi. Sementara aku, kondisiku malah mengenaskan. Aku diusir tanpa membawa apa-apa.

Lucu, lucu sekali.

Aku dan Riki bertemu saat kuliah. Dia adalah mahasiswa teladan yang miskin dan terbilang pendiam. Tapi dia menjadi idola di kampus. Sedangkan aku sendiri, adalah gadis kaya yang anggun tapi sombong.

Aku terbiasa dilayani. Bahkan untuk sekadar membeli jajanan di dekat gerbang kampus pun, aku harus memesan layanan bantuan.

Setiap kali Riki mendapatkan pesanan, dia selalu mendapatkan pesanan untuk melakukan beberapa hal kecil. Semua itu dia lakukan demi dapat sedikit uang. Aku sendiri juga senang bisa membantunya dapat uang.

Kemudian, aku baru tahu kalau sepertinya dia tertarik padaku.

Baik sengaja atau tidak, dia sering ketahuan sedang diam-diam menatapku. Begitu ketahuan, dia akan langsung mengalihkan pandangannya dengan panik. Dia bahkan menulis buku harian yang berisi penuh dengan namaku.

Dia juga akan terlihat cemburu saat aku mengobrol dengan pria lain. Tapi dia juga tidak bisa memprotes. Ekspresinya saat itu membuatku ingin menggodanya.

Ini sangat menarik, jauh lebih menarik daripada tunanganku saat itu.

Dari kecil sampai besar, tidak ada pria yang benar-benar mengejarku. Riki adalah pria pertama yang menunjukkan cintanya. Dia juga yang paling perhatian di antara yang lain.

Di tengah panasnya suhu 38 derajat waktu itu, Riki memakai kostum boneka yang berat dan tebal. Dia lalu menyodorkan selembar kupon undian padaku.

Aku menggosok kupon itu, ternyata dapat hadiah utama.

Aku berjinjit melepas kepala kostum boneka kucing yang dia pakai. Rambutnya sudah menempel di kening karena banjir keringat. Sorot matanya tampak kaget saat aku mencium bibirnya.

Aku pun pacaran dengan Riki.

Hal itu menyebabkan kehebohan, sampai keluargaku sendiri melakukan berbagai cara untuk menghentikannya. Aku dan Riki jadi seperti Romeo serta Juliet yang mencoba menerjang segalanya sama-sama.

Aku diam-diam mendatangi Keluarga Suryawan untuk membatalkan pertunanganku, membenarkan bahwa aku mencintai pria lain. Tunanganku waktu itu, Erwin, bahkan tidak muncul sama sekali. Tapi dia tetap menyetujui pembatalan pertunangan.

Keluargaku memutuskan hubungan denganku dan mengusirku dari rumah. Aku pun menemani Riki merintis usaha. Kami tinggal berdesakkan di ruang bawah tanah yang sempit.

Dari satu bungkus mi instan, kami sengaja membuatnya jadi mi kuah agar bisa dimakan berdua.

Musim hujan terasa menyiksa. Tidak ada AC dan angin dingin menyusup sampai menusuk tulang.

Saat sedang sibuk bekerja siang dan malam, aku tiba-tiba saja pendarahan. Saat itulah aku sadar kalau ternyata ada nyawa yang hadir dalam rahimku. Sayangnya, aku kehilangannya. Waktu itu, kukira haidku sedang tidak teratur saja karena kurang gizi.

Aku tidak akan pernah bisa hamil lagi. Ini hanya satu dari sekian banyak luka yang menumpuk dalam diriku. Soal nyeri lututku yang seperti ditusuk jarum, ini terbilang luka yang sudah biasa kurasakan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 9

    Tim kuasa hukumku menuntut Anna dengan tuntutan hukuman seumur hidup.Setelah insiden itu, aku sedikit memanipulasi opini publik. Kini penculikan itu jadi drama besar keluarga kaya yang penuh intrik.Orang-orang mulai mencari tahu soal masa laluku dan Riki. Mereka bilang ini baru yang namanya drama asli kehidupan. Hal ini juga membuat nama Riki muncul menjadi topik panas di pencarian.Tekanan publik akibat perselingkuhan yang dia lakukan membuat pukulan besar bagi perusahaannya. Sementara aku, berkat imej wanita dewasa yang tegas, aku malah berhasil membuat harga saham Keluarga Gunawan meroket.Tak lama kemudian, perusahaan Riki pun berada di bawah kendali kami, dan aku ikut mengambil bagian dari “hasilnya”.Riki awalnya masih berusaha menghubungiku lagi. Tapi kemudian dia menghilang tanpa jejak.Bertahun-tahun setelahnya, aku kebetulan tahu kalau Anna yang berkelakuan baik di penjara, akhirnya dapat pengurangan hukuman, bahkan sampai dibebaskan. Namun, aku juga tidak pernah bertemu la

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 8

    Semuanya menjadi jauh lebih mudah. Anna langsung diringkus. Aku seharusnya ke rumah sakit, tapi setelah dipikir-pikir lagi, karena lukaku tidak serius dan cuma diberi perban biasa, aku pun ikut pergi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.Di dalam mobil polisi, aku tidak tahan untuk bertanya pada Erwin, "Kok kamu bisa tahu kalau aku kenapa-kenapa?"Sorot matanya jelas menunjukkan kecemasannya saat menatapku. "Aku tadinya mau tanya kamu pengin makan siang apa, tapi kamu nggak balas pesanku. Dari situ aku menebak-nebak kalau kamu mungkin kenapa-kenapa."Erwin mengangkat tangan seperti mau menyentuh perbanku. Tapi dia lalu mengurungkan niatnya dan menarik tangannya lagi. Kemudian dia berkata dengan nada bicara yang seolah ikut tersakiti, "Aku sudah tanya ke asistenmu, tapi nggak dapat kabar apa-apa. Makanya aku langsung lapor polisi. Tapi tetap saja telat."Entah mengapa ucapannya membuatku merasa campur aduk. "Nggak telat juga, kok. Kan aku masih hidup sekarang. Ucapanmu itu seperti

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 7

    Aku terbangun di sebuah pabrik terbengkalai.Aku terikat di kursi dan tidak bisa bergerak. Kepalaku masih pusing, sepertinya aku dipukul sampai pingsan dan dibawa ke sini.Aku menatap ke sekeliling, lalu melihat dua orang pria berpakaian hitam. Mereka bertubuh besar dan terlihat sedang menatapku.Aku berusaha tenang dan memutuskan untuk mencoba bicara dengan mereka berdua dulu. "Mau tebusan berapa? Keluargaku pasti sanggup, jadi jangan bertindak gegabah.""Diam!" Suara sinis seorang wanita terdengar.Anna berjalan masuk dari luar. Wajahnya tampak pucat saat sedang menatap penuh kebencian padaku.Dia berjalan menghampiriku lalu menamparku.Tamparannya kali ini tidak main-main. Aku bisa merasakan ada darah mengalir dari bibirku.Dia mencengkeram kerah bajuku dan berteriak histeris, "Kenapa! Kenapa! Kenapa! Bahkan setelah kalian bercerai, dia masih saja kangen sama kamu! Padahal aku sudah hamil! Dia malah menyuruhku menggugurkannya. Dia menggugurkan anakku dan mau kembali ke kamu! Kenapa!

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 6

    Aku kembali dengan sangat percaya diri dan memukau. Aku berhasil meninggalkan kesan bagus di depan orang-orang yang akan jadi rekanku kelak.Aku harus melakukan yang terbaik dan menjadi sukses. Dengan begitu, masa laluku tidak akan menjadi kelemahanku. Malah akan dianggap sekadar cerita cinta sepele.Setelah pesta berakhir, para tamu pergi satu per satu. Kecuali satu orang yang tetap tinggal.Erwin berdiri di samping ayahnya. Dia terlihat memejamkan mata, entah apa yang sedang dia pikirkan.Aku mencoba menebak-nebak apa yang akan dia lakukan. Benar saja, karena setelah ini ayahku angkat bicara."Tisya, Erwin bilang kamu sudah bercerai sekarang. Tapi pertunanganmu sama Erwin masih bisa dilanjutkan. Bagaimana menurutmu?"Usai kalimat barusan terlontar, Erwin terlihat membelalakkan mata dan menunggu jawabanku.Aku mengerjapkan mata dan tersenyum pada ayahku, lalu berkata, "Tunangan dan yang lainnya itu urusan nanti. Aku masih mementingkan karierku. Aku rasa kurang bagus untuk perkembangan

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 5

    Aku pulang ke rumah sebelum jam makan malam, tapi sudah banyak makanan hangat yang terhidang di atas meja makan.Aku suka makan udang, tapi Riki alergi udang. Aku baru mengingat ini saat melihat ada sepiring besar udang yang tersaji di tengah meja makan.Ah, aku sudah tujuh tahun tidak makan udang.Begitu ibuku melihatku, dia langsung meneteskan air mata."Ayo makan dulu." Dia mengusap air matanya dan tidak mau membahas hal buruk itu.Aku mengangguk. Aku lupa rasa masakan rumah, tapi begitu makanan ini masuk ke mulutku, aku langsung ingat.Aku berusaha mengerjapkan mata agar tidak menangis, dan lanjut memakan makanan ini sesuap demi sesuap."Kenapa menangis?" Ayah berjalan dari ruang tamu.Dia memasang wajah dingin, hawa dingin di luar juga masih melekat di bajunya."Menangis terus, bisanya cuma menangis. Kan sudah kubilang dari awal, kamu sendiri yang nggak mau dengar. Dulu kamu nekat menikah sendiri, sekarang malah menangis!"Ibuku mendorong ayahku sambil bilang, "Mana ada orang yang

  • Tujuh Tahun yang Salah   Bab 4

    Aku sempat mengira kalau Riki akan memukul Erwin, tapi ternyata tidak.Karena kemudian Anna datang.Aku baru sadar kalau Riki datang ke Pestaria bersama Anna.Lucu, aku sudah tujuh tahun menikah dengannya. Tapi dia tidak pernah mengajakku ke sini sama sekali. Bahkan meskipun aku sangat mengenal tempat ini, dia tidak mau aku datang ke sini lagi. Namun, dia sendiri malah mengajak selingkuhannya jalan-jalan."Pak Riki, semuanya sudah menunggu …. " Anna menghentikan kalimatnya saat melihat suasana di sini. Dia lalu tertawa."Katanya cuma buat merayakan kehamilanku? Masa harus sampai minum sebanyak ini?" Nada bicara Anna terdengar aneh. Dia lalu berjalan maju untuk memegangi Riki. Tapi dia tetap melirikku dengan tatapan memusuhi. "Sudah, sudah. Kamu sudah mabuk begini, ayo pulang saja."Kepalan tangan Riki perlahan terbuka. Dia masih terus menatapku sampai akhirnya senyum di bibir Anna membeku. Kemudian pria itu seolah tersadar dan akhirnya merangkul pinggang Anna."Ayo, kita pulang."Riki

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status