Short
Cinta Tanpa Gema

Cinta Tanpa Gema

By:  Teh SantaiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Seluruh dunia tahu bahwa Fian Prasada adalah seorang maestro piano yang memiliki kemampuan untuk mengenali nada tanpa bantuan apa pun. Namun, tidak ada yang tahu Fian tidak bisa mengenali suara istrinya sendiri, yang sudah dinikahinya selama lima tahun. Saat bulan madu, aku terpisah dari rombongan dan tidak membawa ponsel. Aku meminjam ponsel orang untuk menghubungi Fian, tetapi Fian langsung membentakku, "Penipu!" dan langsung menutup teleponnya. Aku berjalan kaki selama tiga jam sebelum akhirnya sampai di hotel. Fian sudah menunggu di lobi. Saat itu untuk pertama kalinya, Fian kehilangan kendali dan terlihat sedih di depan umum. Suatu kali, aku menyelinap untuk menonton konsernya. Saat acara berakhir, aku terjatuh karena terdorong oleh para penggemarnya yang fanatik. Aku berteriak minta tolong di belakang Fian dengan sekuat tenaga. Namun, hingga aku jatuh pingsan, Fian tidak pernah menoleh sekalipun. Saat itu Fian tidak tidur dan tidak beristirahat di samping tempat tidur rumah sakit. Dia menemaniku selama tiga hari penuh. Begitu melihatku tersadar, dengan mata memerah, Fian mengangkat sebuah alat perekam suara dan mengucap janji dengan sungguh-sungguh, "Aku akan merekam semua suaramu. Lain kali … aku pasti akan mengenali suaramu." Hingga suatu saat, aku menemaninya mengikuti sebuah acara televisi. Tim produksi merekam 20 sampel suara yang mirip, termasuk suaraku. Hanya dengan satu suara saja, Fian langsung bisa mengenali suara kekasih impiannya yang sudah bertahun-tahun tidak dia temui. Baru pada saat itulah aku mengerti …. Alasan Fian tidak bisa mengingat suara adalah karena suara untuk diingatnya ... sudah ada pemiliknya sendiri. Kali ini, adalah kali ke-99 Fian tidak mengenali suaraku.

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah pembawa acara mengumumkan jawabannya, suasana di bawah panggung langsung heboh.

Mata si sutradara berkilat. Dia langsung mengambil keputusan dan memberikan instruksi kepada pembawa acara melalui earpiece, "Cepat, hubungkan secara langsung. Hubungkan kedua belah pihak."

Detik berikutnya, ponselku berdering.

"Bu Alisha." Pembawa acara langsung bertanya, "Menurut Anda, apa Pak Fian bisa mengenali suara Anda?"

Aku berusaha keras untuk tersenyum, lalu berkata, "Nggak."

"Kenapa begitu?"

"Hari itu aku flu berat. Suaraku berubah. Fian sedang tur di luar kota …. Dia belum pernah mendengarnya." Rasa malu membuat suaraku sedikit bergetar. "Wajar saja … kalau dia nggak mengenalinya."

Setelah sambunganku diputus, layar besar menampilkan panggilan video dengan Lavina Gamali.

"Halo, Lavina." Nada bicara pembawa acara menyiratkan sedikit rasa ingin tahu. "Fian berhasil mengenali suaramu dengan tepat di antara 20 suara yang mirip. Ada yang mau kamu sampaikan?"

Lavina tersenyum tenang ke arah kamera. "Aku dan Fian terikat oleh musik sejak kecil. Kami adalah belahan jiwa di perjalanan musik masing-masing."

"Kami bisa mengenali suara satu sama lain dengan mudah, persis seperti garpu tala yang bergetar pada frekuensi khususnya sendiri. Ini adalah reaksi naluriah."

Kamera sutradara beralih ke Fian. Fian menatap layar besar lekat-lekat dengan tatapan penuh pujian. Fian pun tersenyum, mengangguk pelan sebagai tanda setuju.

Kata-kata pembelaan yang kuucapkan sebelumnya, kini terasa seperti tamparan dingin yang menghantam keras wajahku sendiri.

Ternyata, yang mempermalukan diri sendiri di sini hanyalah aku.

Setelah acara tersebut ditayangkan, tagar-tagar terkait seperti: [Citra Fian Dengan Kemampuan Mengenali Nada Hancur], [Pasangan Fian dan Lavina Susah Move On], [Lavina Si Belahan Jiwa] begitu viral, sampai hampir menguasai topik yang sedang trending.

Fian memutus komunikasi denganku. Dia tetap di kantor, sibuk menghapus topik yang sedang trending tersebut dan tidak pulang selama beberapa hari.

Ponselku juga dibanjiri telepon dari penggemar fanatik pasangan itu. Cacian kasar mereka membuatku tidak berdaya.

Tiba-tiba, muncul sebuah pertanyaan yang mengguncang opini publik: [Lavina tahu betul Fian sudah nikah. Tapi, dia tetap menyebut dirinya sebagai "belahan jiwa". Kelakuan macam apa itu?]

Tak lama kemudian, Fian bersama manajernya muncul di rumah setelah sekian lama.

"Kak Alisha." Manajer itu pun berkata dengan nada sedikit menyalahkan. "Kak Fian sudah beberapa hari nggak tidur demi menangani kekacauan ini."

Aku diam dan tidak menanggapi. Biasanya, aku pasti akan mendekat dan bertanya dengan penuh perhatian.

Fian pun mengerutkan kening dan memecah keheningan. "Alisha, masalah ini bermula dari kita, tapi Bu Lavina yang nggak bersalah ikut terseret. Bahkan, memengaruhi kariernya."

"Kita akan adakan konferensi pers untuk meminta maaf secara langsung kepadanya." Fian menghindari tatapanku, tetapi nada bicaranya tidak menerima bantahan.

"Aku … minta maaf padanya?" Aku mengulang kalimat itu berkali-kali dan hanya rasa pahit yang memenuhi mulutku.

"Suaraku dan suaranya sangat mirip. Kamu bisa mengenali suaranya dengan tepat, tapi malah nggak bisa mengingat suaraku. Bukankah harusnya kamu kasih aku penjelasan?"

"Kami cuma selaras dalam musik, itu saja." Nada bicara Fian terdengar tidak sabar. "Turuti saja kata-kataku. Bersiap-siaplah. Besok aku akan menjemputmu."

Setelah berkata seperti itu, Fian berbalik pergi bersama manajernya.

Aku jatuh terduduk dengan lesu di sofa. Namun, ujung jariku menyentuh logam yang dingin. Itu adalah alat perekam suara milik Fian yang tertinggal.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status