Share

UNACCEPTED
UNACCEPTED
Penulis: adelsbl

The Three Beauty

Tiga primadona sekolah sedang tertawa ringan sambil berjalan memasuki area kantin. Sontak, hampir semua murid cowok langsung melihat ke arah bidadari – bidadari itu. Mereka tidak mau menyia – nyiakan kesempatan untuk melihat cewek – cewek cantik.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi beberapa cowok yang sedang makan bersama pacarnya. Karena jika ketahuan melirik, kuah bakso mereka akan berubah menjadi lautan api akibat penuh dengan sambal. Sebagai hukuman yang diberikan oleh sang pacar karena sudah melirik cewek lain.

Siapa yang tidak kenal dengan cewek – cewek cantik itu? Mereka adalah Nessa, Dara, dan Kayra. Tiga cewek yang selalu bersama – sama dimanapun mereka berada. Tiga cewek paling cantik dan paling terkenal di sekolah, sehingga banyak yang menyebut mereka sebagai primadona sekolah.

Tiga primadona tersebut memesan tiga mangkuk bakso kepada Pak Iqbal lalu mencari – cari meja kosong. Namun nihil, semua meja telah terisi.

“Bebeb Nessa, sini,” panggil Miko, cowok dengan julukan Crocodile Boy itu tengah melambaikan tangannya, memberi isyarat pada Nessa supaya ikut bergabung bersama geng-nya.

Nessa memusatkan pandangannya ke arah Miko. Kursi panjang yang sedang diduduki Miko masih tersisa untuk dua orang lagi. Di depan Miko terdapat Eza dan Regar, si ketua OSIS yang sangat dingin kepada Nessa. Padahal, Nessa adalah wakil ketua OSIS, seharusnya Regar bisa ramah pada Nessa mengingat mereka akan sering terlibat kerja sama.

Tanpa pikir panjang, Nessa segera berjalan menghampiri meja Regar diikuti Dara dan Kayra. Bukan apa – apa, Nessa hanya ingin mengakrabkan diri dengan si ketos supaya mereka bisa lancar dalam bekerja sama.

“Hai, Regar,” sapa Nessa saat sudah duduk di depan Regar.

Bukannya menjawab, Regar malah asik menyeruput es jeruknya.

“Pura – pura budeg apa budeg beneran?” tanya Nessa sarkas.

Sudah berkali – kali Nessa dicueki Regar seperti ini. Tidak sadarkah Regar jika Nessa adalah wakilnya? Nessa hanya ingin bekerja sama dengan damai. Selama ini, Regar terlihat tidak suka saat bekerja sama dengan Nessa. Padahal, Nessa merasa mereka berdua tidak pernah terlibat masalah.

“Lagi sibuk,” jawab Regar tanpa menatap Nessa, seolah es jeruk lebih menarik daripada cewek cantik di hadapannya saat ini.

“Kesibukan lo receh banget, ya,”

“Terserah,”

Nessa memutar bola matanya malas. Tak lama kemudian, Pak Iqbal datang mengantarkan bakso pesanan Nessa dan teman – temannya, lalu kembali lagi ke kiosnya.

“Heh, Regar si agar – agar yang terasa hambar, disapa cewek cantik, tuh, nengok, dong, jangan nunduk terus ngeliatin es jeruk,” protes Miko.

Akhirnya, Regar mengangkat kepalanya menatap Miko, “kenapa lo ngatur?”             

“Ya masa lo ngga happy, sih, disapa cewek cantik nan jelita seperti bebeb Nessa?” terang Miko sambil menoleh pada Nessa dengan senyum genitnya.

“Apa, sih, Miko. Gue bukan cewek lo, ya, jadi jangan panggil gue bebeb. Alay,” sahut Nessa sambil memasang raut jijik.

“Sekarang emang kita bukan siapa – siapa. Tapi, kita, kan, nggak tau masa depan. Bisa aja nanti bebeb Nessa yang jadi ibu dari anak – anak Miko,”

Mendengar itu, Nessa ingin memuntahkan bakso yang sedang dikunyahnya, “Miko, kita itu nggak selevel. Otak gue di kepala sedangkan otak lo di dengkul. So, nggak usah banyak ngarep,”

Risih mendengar suara Nessa, Regar pun beranjak dari kursinya.

“Kemana, Gar?” tanya Eza.

“Cabut,”

“Elah bentar dulu, Gar. Masih ada bebeb Nessa, nih,”

“Miko udah gue bilang jangan panggil gue kayak gitu!” protes Nessa geram.

“Ya kalo lo masih mau disini terserah lo. gue mau ke ruang OSIS,” Regar melangkahkan kaki menuju ruang OSIS disusul Eza.

Ck, Regar nggak pengertian banget, sih, sama temen,” Miko mendengus kesal, “Bebeb Nessa, aku pergi dulu, ya, babay, muah,”           

“Ewww,” jawab Nessa, Dara, dan Kayra bersamaan. Mereka pun lanjut menikmati bakso di hadapan mereka masing – masing.              

Saat ingin mengambil saus, mata Dara menangkap sebuah dompet kulit berwarna coklat tua, “eh, ini dompet siapa?” Dara pun membuka dompet tersebut dan mengambil KTP atas nama Regardi Martin, “oh, punya Regar,”           

Nessa langsung merebut KTP milik Regar. Terlihat foto Regar dengan wajah datar. Terlihat sekali jika Regar sangat malas saat melakukan foto KTP. Namun, sedatar apapun ekspresi Regar, pesona cowok itu tetap terlihat.          

Tiba – tiba muncul ide dalam otak Nessa, ia pun tersenyum miring, “biar gue yang balikin dompet itu.”

Komen (1)
goodnovel comment avatar
Felicia Aileen
nice opening.. boleh kasih tau akun sosmed ga ya soalnya pengen aku share ke sosmed trs tag akun author :)
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status