Share

Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya
Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya
Penulis: Rainina

BAB 1

Penulis: Rainina
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-12 11:00:01

“Dia membuka matanya!” 

Suara dari dua orang perawat yang berjaga di kamar Sophie terdengar memenuhi ruangan. Sophie masih berusaha menggerakkan tangannya yang terasa berat, mencoba memahami tempatnya berada.

Tapi tidak peduli berapa lamapun dia menatap langit-langit di atasnya, ia masih merasa warna putih yang memenuhi penglihatannya terasa begitu asing.

Rasa sakit yang sebelumnya tidak terasa mulai menjalar ke seluruh tubuh Sophie. Lehernya terasa sakit seolah ia baru saja terbangun dari tidur yang panjang. Jemarinya sulit digerakkan.

“Segera hubungi keluarganya!” 

Perintah lain menyusul suara derapan kaki yang bergerak mendekatinya. Seorang dokter datang beberapa saat kemudian untuk memeriksa Sophie telah dikerumuni perawat. 

“Bisakah Anda menggerakkan tangan Anda? Bisakah mengikuti gerakan pena ini dengan mata Anda?” dokter itu menanyakan satu per satu sambil mencatat setiap gerakan. Sophie berusaha mengikuti, tubuhnya masih bergetar mencoba mempertahankan posisi duduknya yang terasa menyiksa.

“Apa anda mengingat sesuatu yang menyebabkan anda berakhir di sini?”

Sophie hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sudah berusaha untuk mengingat sejak tadi, tapi yang bisa ia ingat hanya memori saat ia baru saja kembali dari merayakan ulang tahun Ryan, kekasihnya, di sebuah restoran mewah yang dipilih oleh pria itu sendiri.

Tapi selanjutnya terasa begitu kosong. Tidak ada hal lain yang bisa ingat sesudahnya.

“Anda sudah mengalami koma selama tiga tahun.” ucap sang dokter dengan tegas.

“Ti.. tiga tahun?” Suara Sophie bergetar. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Apakah ia adalah lelucon?

Tapi kalender yang berdiri di atas meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya berkata lain. Angka 2025 tertulis dengan pasti di dalamnya.

Tunggu, bukankah sang dokter berkata bahwa ia telah mengalami koma selama tiga tahun? Ia mengingat dengan jelas tanggal kemarin, 27 April 2021, tepat di ulang tahun Ryan.

“Kecelakaan anda terjadi pada Juli 2022. Apa anda tidak mengingat apapun pada hari itu ataupun hari sebelumnya?”

Sophie mengerjap. Dadanya naik turun cepat, kepalanya berdenyut hebat seperti ada palu yang menghantam dari dalam. “Juli… 2022?” Ia berbisik pelan, suaranya nyaris hilang. “Tidak… tidak mungkin. Kemarin… aku masih bersama Ryan. Ulang tahunnya… 27 April 2021…”

Sophie melihat secara sekilas dua orang perawat tadi saling bertukar pandang di belakang dokter yang duduk di hadapannya dengan tatapan saling bertanya-tanya.

Sang dokter menghela nafas panjang dan melepaskan kacamatanya, manatap Sophie dengan tegas.

“Sepertinya anda mengalami amnesia sebagian,” ucapnya. “Hal seperti ini biasa terjadi apabila anda mengalami koma dalam waktu yang lama. Beberapa memori anda akan tetap utuh, namun sebagian lain… bisa hilang, kabur, atau terputus.”

Mata Sophie terbelalak tidak percaya, amnesia sebagian? Apa hal seperti itu bahkan masuk akal? Lalu di mana orang tuanya? 

Sophie merasa gejolak di dalam dirinya, dia membutuhkan seseorang. Siapapun. Untuk menyadarkannya bahwa ini semua bukanlah mimpi.

Tapi belum sempat ia mengatakan apapun sang dokter kembali membuka mulutnya. “Kami sudah menghubungi keluarga anda, dan sepertinya suami anda juga sedang berada dalam perjalanan kemari.”

“Apa? Suami…?” Sophie berkata tidak percaya. Apa dia sudah menikah dengan Ryan di masa yang tidak mampu ia ingat itu? 

Belum sempat Sophie menguasai dirinya dari keterkejutan yang timbul karena perkataan sang dokter, pintu ruangannya terbuka secara tiba-tiba. 

Seorang pria dengan tubuh tinggi yang tegap berdiri di depan pintu. Pakaiannya rapi dengan jas yang terlihat mahal. Matanya yang tajam menatap Sophie seolah menghakimi.

Tapi tidak peduli sekuat apapun Sophie mencoba mengingat, ia tidak bisa meraih ingatan tentang pria itu. Apakah ia adalah rekanan bisnis orang tuanya? Atau seseorang yang ia temui di masa-masa yang tidak bisa Sophie ingat?

Tapi kenapa dia menatap Sophie dengan begitu jijik seolah ia telah melakukan kesalahan pada pria itu?

“Hm, tidak terduga.” Suara berat pria itu akhirnya terdengar, kedua lengannya menyilang di depan dada, menunjukkan dengan utuh ketidaksukaannya. “Akan lebih baik kalau kau tidak pernah membuka matamu lagi.”

Sophie yang mendengarkannya merasakan darahnya berdesir, matanya melirik ke arah dokter dan perawat yang masih di sana. Tapi tidak ada seorangpun yang menunjukkan keterkejutan atas apa yang baru saja dikatakan oleh pria itu.

“Nona Sophie, Tuan Lucas, suami anda sudah tiba.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 131

    Lucas terpaku. Matanya membelalak lebar, seolah tidak mempercayai pendengarannya sendiri. Namun perlahan, keterkejutan di wajahnya meluruh, digantikan oleh tatapan yang begitu lembut."Ulangi sekali lagi," pintanya dengan suara serak.Wajah Sophie memanas, semburat merah menjalar hingga ke telinganya. Ia menunduk malu, menghindari tatapan intens suaminya. "Aku sudah mengatakannya dua kali, Lucas."Lucas menangkup wajah Sophie, memaksanya untuk kembali menatapnya. "Sekali lagi saja. Aku ingin mendengarnya."Sophie menarik napas panjang, memberanikan diri. "Aku... men…"Belum sempat kalimat itu selesai, Lucas menunduk dan menyambar bibir Sophie. Ciuman itu dalam, seolah Lucas mencoba menumpahkan segala perasaan yang selama ini tertahan di antara mereka.Saat tautan bibir mereka terlepas, Lucas menempelkan keningnya pada kening Sophie, napas mereka beradu."Sophie, aku juga mencintaimu," bisiknya parau.Lucas memundurkan wajahnya sedikit, memberi jarak agar ia bisa menatap manik mata ist

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 130

    Tubuh Sophie melayang di udara, matanya terpejam rapat, pasrah pada hantaman yang tak terelakkan.Namun, apa yang ia harapkan tidak terjadi. Alih-alih rasa sakit dari benturan beton yang dingin, Sophie merasakan sepasang lengan menangkap tubuhnya di udara dengan sentakan keras. Napas hangat menerpa wajahnya, diikuti oleh aroma yang sangat ia kenali.Lucas.Pria itu berhasil melompat menaiki beberapa anak tangga terbawah dan menangkap Sophie tepat sebelum tubuh istrinya menghantam beton. Keduanya terhuyung hebat, tapi Lucas berhasil mehan tubuhnya sendiri untuk tetap berdiri sambil tetap menahan Sophie.“Lucas…?” bisik Sophie, suaranya gemetar hebat. Ia mencengkeram kemeja Lucas sekuat tenaga, belum berani membuka mata sepenuhnya.“Aku di sini.” jawab Lucas parau. Napasnya memburu, jantungnya berdegup kencang seolah ingin meledak di dalam dada. Ia mendekap kepala Sophie ke dadanya.Ketika Lucas mendongak, tatapannya yang terarah pada Maya dan Elena begitu mematikan.Di sana, Maya berdi

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 129

    Malam telah larut ketika Sophie akhirnya mematikan lampu di ruang kerja barunya. Keheningan menyelimuti ruangan besar yang kini sepenuhnya menjadi miliknya itu.Sophie meregangkan tubuhnya, tumpukan dokumen perusahaan yang menggunung seharian ini akhirnya selesai ia periksa. Meski lelah, ada kepuasan tersendiri yang menjalar di dadanya.Ia melirik ponselnya yang bergetar di atas meja mahoni. Sebuah pesan singkat dari Lucas baru saja masuk.[Aku sudah dekat.]Senyum kecil terukir di bibir Sophie. Lucas, dengan segala sifat protektifnya, seolah tahu bahwa Sophie sedang bersemangat untuk segera pulang. Pria itu benar-benar tidak bisa mengabaikannya sedikit pun bahkan walau ia masih marah.Dengan langkah ringan, Sophie menyambar tasnya dan berjalan keluar ruangan. Lobi gedung Elman Corp sudah sepi. Pencahayaan utama telah dimatikan, menyisakan lampu yang hidup di beberapa tempat. Hanya ada satu dua penjaga keamanan yang mengangguk hormat saat Sophie lewat.Pintu kaca otomatis terbuka. Ud

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 128

    Suara pena yang digoreskan di atas kertas terdengar begitu nyaring di ruang rapat yang sunyi itu. Tidak ada percakapan basa-basi, tidak ada senyum ramah tamah. Hanya ada ketegangan yang mengisi ruangan.Sophie duduk di ujung meja, menatap lurus ke arah ayah dan sepupunya. Di hadapannya, tergeletak dokumen pengambilalihan penuh Elman Corp.Sophie akhirnya telah mengambil alih perusahaan itu sepenuhnya untuk dilebur ke dalam Campbell Industries.“Ini gila, Sophie!” Matthew akhirnya meledak. Ia membanting pulpennya ke meja, wajahnya memerah karena amarah dan rasa malu. “Kau tidak bisa menghapus nama ‘Elman’ dari perusahaan ini! Kakek membangunnya dari nol! Aku bekerja keras siang malam untuk…”“Bekerja keras untuk apa?” potong Sophie dingin. Tatapannya tajam, menusuk langsung ke mata Matthew yang bergetar. “Untuk menyalurkan dana ke rekening penipu? Untuk memalsukan laporan keuangan? Atau untuk menjual informasi tentang sepupumu sendiri demi menutupi kebodohanmu?”Matthew tercekat. Mulut

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 127

    Lucas melangkah masuk ke ruangan Sophie tak lama setelah sambungan telepon itu terputus. Sorot matanya masih sedingin pagi tadi, namun kehadirannya di sana adalah bukti bahwa Lucas tidak mengabaikan Sophie sepenuhnya.“Apa yang mereka katakan?” tanya Lucas datar, menyembunyikan kekhawatirannya di balik suaranya.Sophie menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. “Mereka ingin menyerahkan Elman Corp padaku,” ujarnya pelan, Sophie terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Sepenuhnya… dan tanpa syarat.”“Oh,” tanggap Lucas singkat, wajahnya tak terbaca.Sophie menatap suaminya dengan ragu. “Bagaimana menurutmu, Lucas?”“Terserah padamu,” jawab Lucas acuh tak acuh, seolah keputusan besar itu hanyalah masalah sepele.Sophie menghela napas, ada kekecewaan tipis keluar dari dalam dirinya melihat respon dingin itu. Namun, fakta bahwa Lucas membiarkannya mengangkat telepon dari ayahnya, bahkan menyusulnya ke ruangan ini untuk bertanya langsung, cukup menjadi bukti bagi Sophi

  • Usai Tidur Panjang, Aku Menjadi Istrinya   BAB 126

    “Tidak mungkin!” seru Matthew, suaranya meninggi karena panik yang tak bisa lagi ia bendung.Ia melempar dokumen di tangannya ke atas meja dengan kasar. “Paman, Sophie membenci kita! Dia bahkan tidak sudi melihat wajah kita lagi. Paman lupa perjanjian yang Paman tanda tangani dengan Lucas Campbell? Kita dilarang mendekatinya!”Robert tertawa, namun tawa itu terdengar hampa. Ia bangkit dari sofa, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke kota, membelakangi Matthew.“Perjanjian itu dibuat karena kita berada di posisi yang lemah, Matthew. Tapi keadaan sudah berubah. Sekarang, kita bukan hanya lemah, kita sedang sekarat,” ujar Robert tanpa menoleh.“Dan soal kebencian… uang dan kekuasaan bisa menyembuhkan banyak luka lama. Jika aku menawarkan posisi ini padanya, posisi yang seharusnya menjadi hak lahirnya, dia mungkin akan mempertimbangkannya.”“Tapi aku CEO-nya di sini!” bantah Matthew, wajahnya memerah padam. “Aku yang menjalankan perusahaan ini selama dia koma! Aku yang…”“

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status