Home / Romansa / VENDETTA / MULAI PEDEKATE

Share

MULAI PEDEKATE

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-06-20 19:28:58

Aditya dan Nadia bersama-sama memeriksa barang yang baru saja tiba di halaman rumah. Mereka meneliti satu per satu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas bahannya. Dan ternyata semua pas, tidak ada yang meleset sedikit pun dari lembar pesanan atau order form yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Aditya.

"Besok mulai pasang?" tanya Nadia, menoleh ke arah Aditya yang masih memegang catatan barang.

"Besok pegawaiku akan koordinasi denganmu soal penataan ruang main, baru sete

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • VENDETTA   GARA-GARA CUCU EYANG

    Di dalam mobil yang sejuk, suasana canggung yang sempat membayang langsung mencair begitu deru mesin mulai terdengar konstan. Ima duduk di kursi penumpang, sesekali melirik profil samping Nadia yang fokus pada kemudi."Nad," panggil Tante Ima membuka obrolan, nadanya terdengar renyah, jauh dari kesan menghakimi. "Tante itu sebenarnya dari tadi penasaran. Kamu ini kan dosen teladan nasional, pintar, sibuknya luar biasa, apalagi sekarang megang bayi kembar dua sekaligus. Rahasianya apa sih kok muka kamu tetap segar begini? Tante yang cuma nungguin rumah saja kadang merasa jompo kalau kurang tidur."Nadia tertawa kecil, melirik sekilas ke arah Tante Ima. "Aduh, Tante bisa saja. Rahasianya cuma satu, pura-pura bahagia kalau malam-malam begadang!" kelakar Nadia, yang langsung disambut tawa renyah dari calon ibu mertuanya itu. "Enggak kok, Tante. Kuncinya memang harus dinikmāti saja, lagipula di rumah banyak yang bantu sayang sama Angga dan Anya."Ima tersenyum hangat, menyandarka

  • VENDETTA   DOSEN TELADAN NASIONAL

    Empat bulan ini hubungan Aditya dan Nadia seperti HTSatau hubungan tanpa status.Mereka masing-masing merasa terikat, khususnya Aditya, namun dia belum berani mengungkapkan perasaan yang dia miliki, mengingat dia sangat tahu trauma Nadia terhadap sosok lelaki, yang dianggap sebagai makhluk paling menjijikan.Di pihak Nadia, kadang dia sangat suka akan attensi Aditya, namun kadang dia langsung mundur dan menarik diri bila ingat kegagalan rumah tangganya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈Achmad terduduk lesu di depan televisi miliknya. Televisi super besar untuk rumah super kecil type 21 yang sekarang dia tinggali.Dia melihat Ikhsan dan Galih, duduk sebagai tamu kehormatan. Dia melihat Nadia, kini dipuja satu negara.Di sampingnya,Rahma gemetar hebat. Perempuan itu mendekap anaknya

  • VENDETTA   DOSEN TERBAIK NASIONAL VS SAMPAH MASYARAKAT

    "Kamu jangan tegang begitu! Senyum dong!"Saat Aditya mencoba rileks dan menunduk untuk mencium pipi Angga, bayi kecil itu tiba-tiba merespons dengan senyum lebar yang sangat menggemaskan."Wah, pas banget! Kamu cium pipi Angga, dia langsung senyum lebar. Bagus banget fotonya!" seru Nadia kegirangan melihat hasil jepretan di layar ponselnya.Nadia seolah tak mau kehilangan momen itu. "Aku ikut ya, kita foto bertiga!"Tanpa henti, Nadia terus mengatur posisi Aditya, menuntun pria itu agar masuk ke dalam frame yang pas. Dengan penuh semangat, dia mengambil swafoto tanpa tongsis.Karena posisi yang sangat dekat, wajah mereka hampir berhimpitan dalam satu bingkai. Nadia terus berpose berkali-kali, mengabadikan kebersamaan mereka bertiga bersama Angga yang tampak sangat nyaman dalam dekapan Aditya."Coba aku lihat," pinta Aditya. Dia melangkah lebih dekat ke arah Nadia, mencondongkan badannya untuk mengintip layar ponsel yang dipegang

  • VENDETTA   MULAI PEDEKATE

    Aditya dan Nadia bersama-sama memeriksa barang yang baru saja tiba di halaman rumah. Mereka meneliti satu per satu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas bahannya. Dan ternyata semua pas, tidak ada yang meleset sedikit pun dari lembar pesanan atau order form yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Aditya."Besok mulai pasang?" tanya Nadia, menoleh ke arah Aditya yang masih memegang catatan barang."Besok pegawaiku akan koordinasi denganmu soal penataan ruang main, baru setelah itu karet lantainya dipasang. Lapisan untuk furniture di sana juga akan dipasang, agar anak-anak tak celaka atau terluka bila sampai terbentur lemari di ruang main nanti," jelas Aditya panjang lebar, memastikan aspek keamanan untuk si kembar benar-benar terjaga.Nadia mengangguk paham. Di ruang bermain itu memang sengaja ditaruh sebuah lemari pakaian darurat yang berisi beberapa helai pakaian ganti. Tujuannya agar baby sitter tidak perlu jauh-jauh berjalan ke kamar tidur utama hanya u

  • VENDETTA   MENGEMBALIKAN SORAYA

    Malam itu juga, tanpa menunda-nunda waktu, Achmad langsung memboyong dan mengantar Soraya kembali ke rumah ibu mertuanya. Di sana, di hadapan sang ibu mertua yang terkulai sakit serta disaksikan oleh perwakilan keluarga yang berkumpul, Achmad menjatuhkan kalimat yang tidak bisa ditarik kembali."Malam ini, Soraya saya talak tiga!" ucap Achmad lantang, memutus hubungan pernikahan mereka secara total dan mutlak.Sebelum melangkah pergi meninggalkan rumah yang mendadak riuh dengan kepanikan itu, Achmad berbalik dan memberikan penegasan terakhir dengan suara dingin, "Dan perlu kalian ketahui, tidak akan ada harta gono-gini sepeser pun yang bisa dibawa oleh Soraya. Sebab, seluruh aset yang tersisa bahkan masih sangat kurang untuk menutupi semua kerugian dan kehancuran yang sudah Soraya lakukan selama ini!”≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈"Kalau rumah ini dijual, kita tak punya apa-apa lagi," ucap Achmad dengan suara berat yang terdengar sangat lelah."Tapi kita harus tetap punya rumah, sebab Papa enggak

  • VENDETTA   APA HAL ITU MASUK AKAL?

    Kerugian Immateriil sebesar Rp1 Miliar, sebagai bentuk penebusan atas seluruh kesalahan, tekanan psikologis, dan kerusakan nama baik yang telah diderita oleh Nayaka akibat kelakuan kotor perempuan itu.Biaya Pengacara dan Penyelidikan, Rahma juga dituntut untuk membayar penuh seluruh biaya operasional yang telah dikeluarkan Nayaka untuk menyewa law firm tersebut.Di bagian akhir surat, tertulis peringatan keras bahwa Rahma diberi waktu 7 hari untuk merespons somasi tersebut secara baik-baik, atau Nayaka akan langsung mendaftarkan gugatan ini ke pengadilan perdata untuk menyita seluruh aset yang dimiliki Rahma.Tangan Rahma seketika gemetar, kertas di genggamannya terasa begitu berat."Apa angka 1M dan biaya pengacara itu fix tak bisa ditawar, Pa?! Aku uang dari mana?!" teriak Rahma histeris. Dia melempar surat itu ke atas meja dengan tangan gemetar, seakan kertas tersebut adalah monster mengerikan yang siap menelan hidupnya bulat-bulat.Napas Rahma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status