Share

Bab 7

Auteur: Putrisyamsu
last update Dernière mise à jour: 2026-02-27 14:21:13

          "Tiga hari," bisik Lyra, suaranya masih menggantung di udara lembab gua karang. Perasaan berat itu kini berubah menjadi ledakan aksi. Armada Wraith-Raiders tidak menyia-nyiakan waktu. Dalam dua minggu berikutnya, samudra utara Aethelgard yang dingin menjadi medan perburuan tanpa henti.

           Mala telah pergi, memimpin tim kecil yang berani menuju jantung wilayah Houtman. Keputusan itu menusuk Lyra, meninggalkan kekosongan yang dingin di pusat komando. Namun, Mala juga telah meninggalkan sebuah perintah. Ciptakan kekacauan yang akan mengalihkan pandangan Houtman dari misi Mala. Dan Lyra, sebagai Komandan Utama Inong Balee, berniat memenuhi perintah itu dengan kehancuran.

            Malam itu, dingin dan penuh ancaman. Lyra menunggangi Shadow, Leviathan-nya yang besar, memimpin formasi sepuluh Wraith-Raiders lainnya. Mereka bergerak seperti pisau melalui air, menuju benteng perbatasan utama Houtman yang menjulang seperti gunung es logam yang busuk di lepas pantai utara. Sebelum benteng itu, konvoi kapal uap industri, membawa bahan bakar alkimia untuk mesin pembeku, bergerak perlahan. Sasaran empuk.

           "Formasi sayap kiri, serang kapal pembawa suplai!" perintah Lyra melalui resonansi ikatan mereka, suaranya keras dan tanpa kompromi. "Tarik mereka menjauh dari benteng! Kita inginkan kepanikan, bukan pertahanan terkoordinasi!"

           Dua Wraith-Raiders melesat. Leviathan mereka, makhluk bayangan di bawah permukaan, melepaskan gelombang kejut air yang merobek baling-baling kapal uap. Ledakan uap panas mengikuti, dan air di sekitarnya mendidih.

          "Mata-mata Houtman! Mereka mengaktifkan Zirah Uap Hitam!" lapor salah satu Wraith-Raiders, Rima, suaranya sedikit tegang.

            Lyra menyipitkan mata. Ia melihatnya. Prajurit-prajurit Alchemist Legion yang bersenjata lengkap, dengan Zirah Uap Hitam mereka yang tebal, bergegas ke dek kapal. Baja alkimia itu memantulkan cahaya redup, tampak tak tertembus.

           "Ingat pelatihan kita!" Lyra membentak. "Jangan targetkan pelat bajanya! Cari titik lemah, sambungan hidrolik! Di sana Void-Fire bersirkulasi, di sana mereka rentan!"

            Serangan itu bukan lagi manuver pengepungan yang hati-hati. Ini adalah badai. Tujuh Leviathan yang tersisa menyerbu ke depan, menerobos formasi konvoi. Lyra memimpin Shadow untuk menghantam kapal uap terbesar, The Chimera. Baja tebal itu berderit, namun tidak pecah.

           "Sasar kemudinya!" Lyra berteriak, mengarahkan Shadow untuk menukik lebih dalam. "Kaelia! Kau harus tetap tenang, Ratu sedang memimpin dari jauh. Kita akan tunjukkan pada Houtman kekuatan Inong Balee!" Kaelia, Leviathan Mala yang dipinjamkan kepada Lyra untuk misi ini, meraung, merasakan amarah Lyra.

           Beberapa prajurit Houtman melompat dari kapal, zirah mereka menghasilkan jet uap hitam yang mendorong mereka melalui air. Mereka dilengkapi dengan tombak energi Void-Fire.

"Para saudari, mundur dari tombak itu! Itu bisa menguras resonansi kalian!" teriak Lyra, menarik Shadow ke atas. Dia melihat Sera, salah satu Wraith-Raider termuda, terlalu lambat bereaksi. Tombak Void-Fire menghantam sirip Leviathan-nya. Makhluk itu melengking kesakitan.

           "Sera, jangan berdiam diri!" Lyra memerintah, rasa dingin di perutnya. Mala akan menuntut pertanggungjawaban. "Serang balik! Gunakan momentummu!"

          Sera, ketakutannya berubah menjadi amarah, mengangguk. Leviathan-nya, yang terluka, tiba-tiba membalikkan badan dengan kecepatan yang mengejutkan. Ia menghantam prajurit Alchemist Legion yang menembaknya, mengirimnya menabrak lambung The Chimera. Baja alkimia zirah prajurit itu hancur di bagian belakang, persendiannya patah, mengeluarkan percikan api ungu.

           "Bagus, Sera!" Lyra memuji, bangga. Anggota Sisterhood bukan lagi wanita yang ketakutan di Tebing Black Rock. Mereka adalah prajurit.

           Dua minggu berlalu dalam gelombang serangan seperti itu. Benteng-benteng perbatasan Houtman di utara terus-menerus diserang. Lyra dan Sisterhood dengan cepat belajar. Mereka menemukan bahwa Zirah Uap Hitam yang kuat memiliki kelemahan pada sambungan hidrolik dan celah uap di bawah pelat. Rencora, belati tulang naga, terbukti efektif menembus titik-titik ini, menyalurkan Hydro-Resonance untuk membuat komponen alkimia di dalamnya mendidih.

            Kepercayaan diri para Wraith-Raiders tumbuh. Mereka menenggelamkan konvoi demi konvoi, menghancurkan generator benteng, dan bahkan berhasil menonaktifkan menara sonar Houtman. Nama Inong Balee yang awalnya dibisikkan dalam ketakutan, kini diucapkan dengan amarah dan kewaspadaan oleh Alchemist Legion.

           Benteng utama di lepas pantai utara, The Blacktooth, akhirnya menjadi target. Setelah dua minggu serangan yang menguras, pertahanan mereka melemah. Malam itu, Lyra memimpin serangan final. Mereka bergerak dengan sinkronisasi sempurna, Leviathan mereka membentuk dinding air yang tak terlihat.

           "Serangan utama pada gerbang inti, para saudari!" teriak Lyra. "Ini untuk Aethelgard! Ini untuk Ratu!"

          Ledakan demi ledakan mengguncang The Blacktooth. Gerbang baja alkimia yang besar retak di bawah tekanan kolektif Hydro-Resonance dan hantaman Leviathan. Para prajurit Alchemist Legion di dalam tidak siap untuk serangan yang begitu terkoordinasi dan brutal.

Akhirnya, dengan jeritan baja yang terkoyak, gerbang The Blacktooth runtuh. Benteng itu tidak tenggelam, tetapi lumpuh total, generator intinya meledak, memuntahkan asap hitam ke langit. Bendera Inong Balee, kain biru tua dengan simbol gelombang putih, dikibarkan di atas reruntuhan. Kemenangan pertama yang signifikan.

            Lyra dan Sisterhood berkumpul di reruntuhan benteng, kelelahan namun puas. Mereka telah membuktikan diri. Mereka telah memenuhi perintah Ratu mereka. Lyra memerintahkan beberapa Wraith-Raiders untuk mengambil data dari konsol komando benteng yang hancur.

             "Rima, pastikan tidak ada data yang terlewat," perintah Lyra, mengawasi beberapa anggota yang menggeledah. "Kita harus tahu setiap detail rencana Houtman."

            Setelah beberapa jam, Rima kembali, memegang kristal data yang berkilau redup. "Ini dia, Komandan. Beberapa data kunci tentang logistik dan... peta."

          Lyra mengambil kristal itu, hatinya dipenuhi perasaan campur aduk antara kebanggaan dan keprihatinan atas Mala. Dia perlu melaporkan ini. Dia perlu kembali ke gua karang, tempat Mala menunggu, bersiap untuk misi bunuh dirinya.

             Setibanya mereka di markas rahasia, Mala sedang berdiri di depan peta holografik, menelusuri jalur laut yang tidak biasa. Ketika Lyra masuk, menyerahkan kristal data, Mala segera memproyeksikannya. Cahaya biru memenuhi ruangan.

           "Benteng Blacktooth lumpuh, Ratu," Lyra melaporkan, suaranya dipenuhi kemenangan. "Konvoi suplai mereka hancur. Kita telah mengalihkan perhatian mereka, tepat seperti yang kau perintahkan."

           Mala mengangguk, namun matanya terpaku pada peta yang kini muncul. Itu adalah peta hidrografi, menunjukkan detail dasar laut dan arus yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Dan di tengahnya, sebuah anomali. Lingkaran yang sangat besar, dengan garis-garis konstruksi yang kompleks.

The Behemoth.

           Ukuran dan detail konstruksi itu membuat darah Mala membeku. Itu bukan kapal. Itu adalah kota terapung raksasa, jauh lebih besar dari ibu kota Aethelgard. Dan di tengah diagram, ada indikasi pembangunan yang hampir selesai. Di sekelilingnya, garis-garis energi dingin menyebar, mengancam untuk membekukan seluruh samudra.

            Ini bukan hanya perang wilayah.

           "Lyra," suara Mala bergetar, tatapannya beralih dari peta ke Lyra, matanya dipenuhi ketakutan yang dingin. "Houtman tidak hanya membangun benteng. Dia membangun dunia baru.”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 7

    "Tiga hari," bisik Lyra, suaranya masih menggantung di udara lembab gua karang. Perasaan berat itu kini berubah menjadi ledakan aksi. Armada Wraith-Raiders tidak menyia-nyiakan waktu. Dalam dua minggu berikutnya, samudra utara Aethelgard yang dingin menjadi medan perburuan tanpa henti. Mala telah pergi, memimpin tim kecil yang berani menuju jantung wilayah Houtman. Keputusan itu menusuk Lyra, meninggalkan kekosongan yang dingin di pusat komando. Namun, Mala juga telah meninggalkan sebuah perintah. Ciptakan kekacauan yang akan mengalihkan pandangan Houtman dari misi Mala. Dan Lyra, sebagai Komandan Utama Inong Balee, berniat memenuhi perintah itu dengan kehancuran. Malam itu, dingin dan penuh ancaman. Lyra menunggangi Shadow, Leviathan-nya yang besar, memimpin formasi sepuluh Wraith-Raiders lainnya. Mereka bergerak seperti pisau melalui air, menuju benteng perbatasan utama Houtman yang menjulang seperti gunung es logam yang busuk di lepas pantai utara.

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 6

    Rasa dingin yang ditinggalkan tawa Houtman, yang menggema melalui kristal penangkap sinyal, masih melekat di telinga Mala. Ia mencengkeram artefak itu erat-erat sepanjang perjalanan pulang. Setiap sentuhannya memancarkan denyut Void-Fire yang sama, yang mengingatkannya pada penderitaan Krael. Sisterhood kembali ke markas rahasia mereka di dalam gua karang, cahaya biru lembut dari lumut laut memantul di dinding batu yang basah, kontras dengan kegelapan yang menyelimuti hati Mala. Para Wraith-Raiders lainnya, meski kelelahan, merasakan aura kemarahan yang berbeda dari Ratu mereka. Mereka tahu sesuatu telah berubah. Mala, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, langsung menuju area perencanaan, tempat peta dan hologram taktis biasa melayang di udara. Lyra mengikutinya, matanya penuh pertanyaan. "Ratu, kita sudah berhasil menenggelamkan Iron Maw," lapor Lyra, suaranya berusaha terdengar seperti laporan kemenangan, namun getaran tawa Houtman masih berdesir di ika

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 5: Misi pembebasan Krael

    Rasa dingin yang ditinggalkan tawa Houtman masih membekas di tulang Mala. Setelah penemuan mengerikan itu. Krael yang hidup sebagai baterai, perintahnya tidak lagi datang dari strategi, melainkan dari sebuah kebutuhan fisik untuk menghancurkan. "Kaelia, bawa aku ke arah sumber resonansi terkuat. Lyra, tarik mundur semua unit pengintai, kita lakukan penyerbuan penuh!" perintah Mala, suaranya kini kembali tegas, menekan setiap getaran kepedihan yang mengancam untuk melumpuhkannya. Lyra, yang masih merasakan getaran tawa tiran itu melalui ikatan resonansi mereka, mengangguk kaku. "Mengerti, Ratu. Semua unit, bersiap untuk serangan ke utara. Kita akan menjadi dinding air di hadapan uap hitam mereka!” Keheningan sejenak di antara Sisterhood pecah menjadi pusaran aktivitas yang cepat. Mereka tidak lagi melakukan patroli. Ini adalah perang yang dipercepat, didorong oleh kepastian bahwa Krael masih bernafas di suatu tempat di dalam sarang musuh. Me

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 4: Ratu ditebing Black Rock

    Kegelapan dan cahaya biru yang menusuk mata bersaing di puncak Tebing Black Rock. Darah Mala yang menetes di batu seolah menjadi konduktor, memanggil kekuatan yang jauh lebih tua dari kerajaan mana pun. Leviathan-Hatchlings yang menjulang tinggi masih menggeram, energi lapar mereka terpancar seperti panas yang menakutkan, namun mata kuning mereka kini terfokus pada Mala. Mala berdiri tak bergerak. Dia tidak menarik tangannya dari energi yang ia pancarkan. Sebaliknya, dia mendorong lebih keras. Dia tidak lagi memohon, dia memerintah. Rasa sakit fisik dari pengorbanan itu adalah harga kecil untuk dominasi atas makhluk purba ini. "Aku adalah Ratu kalian sekarang," desis Mala, suaranya nyaris tenggelam oleh deburan ombak liar yang dipanggil oleh ritual itu. "Aku telah kehilangan segalanya demi lautan ini. Kalian akan melayani tujuanku. Kalian akan menjadi perisai dan tombakku." Leviathan tertua itu menyentakkan kepalanya maju, hampir menyentuh dahi Mala

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 3: Dendam yang berkobar

    Air laut yang dingin terasa seperti jutaan tusukan es pada kulit Mala yang melepuh. Dia terdampar di pantai berbatu yang terpencil, jauh dari Teluk Abyss. Pasir di sini berwarna hitam pekat, hasil dari erosi gunung berapi kuno. Aroma amis darah bercampur dengan bau belerang dan sisa-sisa sihir industri yang mencekik. Tiga minggu. Tiga minggu sejak Aethelgard lenyap, tiga minggu sejak Krael ditarik ke dalam kehampaan ungu. Setiap gerakan menyakitkan. Luka bakar Void Fire di lengan dan punggungnya meninggalkan bekas ungu kehitaman yang terasa seperti kulit mati yang tertarik. Mala mengusap wajahnya, air mata yang mengering bercampur dengan lumpur garam. Di sekelilingnya, puing-puing kapal yang terseret ombak, sisa-sisa para Ksatria Badai yang gugur menjadi saksi bisu kehancurannya. Keputusasaan seharusnya menjadi jurang, namun anehnya, di dalam dirinya tumbuh sesuatu yang keras dan tajam. Kebutuhan untuk menuntut balas. Jika dia kembali ke tradisi Aethelgar

  • WANITA PENAKLUK SAMUDRA   Bab 2: Menghilangnya Krael

    Suara sirene peringatan membelah malam di Teluk Abyss. Bukan lagi dentuman monster laut mekanik dari perbatasan. Ini adalah ratapan panjang, serak, menandakan invasi skala penuh. Malam yang seharusnya menjadi penutup perayaan kemenangan kecil kini berubah menjadi pembantaian. Mala dan Krael berdiri di anjungan The Jormungandr, kapal yang baru saja ia selamatkan dalam keajaiban Ghost Drift. Di bawah mereka, armada Aethelgard yang bangga kini tampak seperti kumpulan anak domba yang dikepung. Di hadapan mereka, bukan sekadar kapal perang, melainkan benteng industri terapung yang dikelilingi oleh awan asap hitam berbau belerang. Itu armada Cornelis de Houtman, Alchemist Legion. "Mereka datang dari dimensi yang berbeda," Krael berbisik, matanya menyipit menatap kilatan energi ungu yang keluar dari haluan kapal Houtman. "Itu bukan sihir biasa, Mala. Itu Void Fire." "Ayahku bilang itu mitos, Krael. Kutukan yang ditinggalkan para industrialis zaman kuno,"

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status