Jantung The Jormungandr berdenyut lambat, denyutan kristal Aether yang menjadi penopang hidup kapal perang terbesar Aethelgard. Mala merasakan getaran itu melalui telapak kakinya, sensasi yang akrab dan menenangkan. Ia bersandar pada dinding ruang mesin utama, sebuah ruang yang seharusnya hanya bisa dimasuki oleh insinyur senior dan, tentu saja, ayahnya. "Kau tidak seharusnya ada di sini, Mala," suara ayahnya, Laksamana Theron, memecah keheningan yang tebal. Nada suaranya tidak marah, hanya mengandung kelelahan yang sudah lama terpendam. Mala menarik napas, udara di ruangan itu terasa terlalu kaya akan energi mentah. "Ayah, aku harus memastikan resonansinya stabil. Lihatlah pembacaanmu; itu sedikit miring ke arah frekuensi negatif." Theron mendengus, menggeser pandangannya dari diagram yang melayang di udara. "Itu hanya gangguan sisa pelayaran. Kau terlalu sensitif, Nak. Kekuatanmu itu anomali, bukan barometer kapal." Anomali. Kata itu selal
Terakhir Diperbarui : 2026-02-13 Baca selengkapnya