LOGINAnya Alovra Welaxzander, remaja yang terlahir dari keluarga mapan dan bermartabat. Benar kata sebagian orang, bahagia itu tidak selalu diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki. Anya membuktikannya sendiri. Bagaimana ia menjalani kehidupan kejam yang penuh akan sandiwara. Dibenci oleh seluruh anggota keluarganya, bahkan ibunya sendiri amat membencinya. Hanya ada Oma Stefi yang selalu melindunginya dari perlakuan buruk Opa Bram dan kedua kakak kembarnya. Ayahnya tidak pernah menemaninya di rumah, dia sibuk sendiri di luar kota. Musuh teraneh Anya, ialah Devan Adhrama. Lelaki tampan yang mempunyai kekurangan dengan fungsi pendengarannya, Anya biasa memanggilnya, 'Si Tampan Tuli'. Sebuah fakta besar membuat Anya semakin membenci Devan. Anya rasa, lelaki itu mempunyai otak yang tidak beres, sudah tahu jika mereka saling membenci, Devan malah mengungkapkan perasaannya kepada Anya. Sinting memang, sudah jelas jika Anya tidak pernah menyukainya, masih saja nekat. Ingat! Perasaan tidak akan ada yang pernah tahu, bahkan Anya sekalipun. Raungi terus kehidupan Anya yang tak sempurna. Akan kutunjukkan kepadamu, siapa kawan sebenarnya dan mana lawan sesungguhnya. Kalian juga akan mengetahui fakta besar tersembunyi yang tersimpan rapi di sini.
View MoreSuara bising kicauan burung cukup membuat telinga Anya pengang. Gundukan hijau, pepohonan lebat menjulang tinggi menyambut penglihatan Anya yang tampak sedikit buram. Hal yang pertama ia rasakan saat membuka mata adalah seluruh tubuh yang terasa pegal dan sedikit nyeri, terutama pada kepala bagian belakangnya yang terbalut perban."Aww," ringis Anya saat jari telunjuknya tak sengaja tersangkut di ikatan perban yang membuatnya terlepas sebagian. "Apa yang terjadi?" gumamnya sembari mengingat kepingan-kepingan kejadian di pagi buta tadi.Terlalu fokus memperhatikan luka di sekujur tubuhnya, Anya tidak sadar akan posisinya sekarang. Baru saat kakinya bergerak tak sengaja menginjak ranting kayu, ia terkejut."Sejak kapan Anya ada di sini?" gumamnya seraya menatap betapa lebatnya pohon di hutan itu.Kakinya mulai melangkah dengan terseok, terkadang tersandung akar pohon hingga terjatuh. Harapannya hanya satu, menemukan jalan keluar dari tengah hutan. Anya send
Anya melangkahkan kaki gontai, mukanya sedikit lesu seusai pulang dari perayaan di sekolahnya. Ia sangat menyesal telah mengikuti kegiatan tadi, pasalnya hal memalukan menghampirinya, dan itu semua karena ulah Reno. Anya tak habis fikir dengan lelaki aneh itu. Bisa-bisanya dia memalukannya di depan umum. Kejadian tadi terus terngiang-ngiang di pikirannya."Anya, mungkin ini udah yang kesekian kali gue nyampain hal ini ke lo. Gue cuman mau bilang, kalau gue masih mengharapkan jawaban tulus dari lo. Jadi, gimana?"Suara sorakan terdengar seiring pernyataan yang keluar dari mulut ketua osis yang terkenal tampan nan dingin itu. Bukan hal aneh lagi jika Reno sangat mengharapkan Anya, bahkan semua siswa di SMA Cakrawangsa pun tahu.Gadis yang sedang menjadi pusat perhatian itu tampak geram. Berulang kali ia menegaskan kepada Reno jika dirinya tak akan pernah membalas perasaan lelaki itu, tetapi orang itu tetap dalam pendiriannya."Cepet sana pulang! Malu-
Gadis dengan surai kecokelatan itu duduk mendekam di dalam kamarnya dari pagi hingga siang. Ia tidak tahu ingin melakukan apa, pasalnya hari ini sekolahnya diliburkan. Dan sebagai gantinya, nanti malam semua murid di SMA Cakrawangsa diwajibkan untuk masuk. Hal ini selalu dilakukan setiap perayaan sekolah, berangkat ke sekolah pada malam hari, demi mengambil moment yang tepat.Anya mengedarkan pandangannya ke arah jendela kamarnya yang terpantul cahaya matahari sedikit redup karena hari sudah menjelang senja. Acara dilakukan tepat pada pukul tujuh malam, ia harus bersiap-siap sekarang meski sangat malas bergerak.Tidak banyak yang Anya persiapkan, kecuali mentalnya. Ia tahu jika perayaan sekolah tahun ini akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, ia harus siap menghadapi perayaan nanti.Pihak sekolah tidak menentukan kostum untuk nanti malan, hanya saja harus terlihat sopan. Anya tampak sangat cocok dengan balutan sweter rajut abu-abu dan celana jeans
"Ayah?" gumam Anya tak percaya dengan yang dilihatnya sekarang.Sosok yang selama ini telah menghancurkan kepercayaannya, tetapi Anya selalu merindukan kedatangannya. Dan sekarang, tepat di ruang tamu, ayahnya berdiri menatapnya dengan jarak tiga langkah.Anya menangis saat Irfan melangkahkan kaki mendekatinya. Gadis itu semakin terisak saat ayahnya merengkuhnya ke dalam pelukan, menyalurkan sirat kerinduan yang selama ini dipendam. "A-ayah?" ujar Anya memastikan bahwa yang di depannya benar-benar ayahnya.Irfan mengangguk, dia menangis sambil mencium kening dan pipi Anya bertubi-tubi. Memeluknya erat seakan tak ingin melepaskannya lagi.Bayangkan saja, lima tahun Irfan tidak mengunjungi putrinya. Rindu yang dipendam sudah mencapai puncaknya sehingga dia memutuskan untuk pulang."A-ayah kenapa gak pernah pulang?" desak Anya bertanya.Irfan hanya menggeleng pelan mendapat pertanyaan dari putrinya yang sedang menatap kecewa di balik matanya. "
Anya keluar sekolah tepat pada pukul empat sore. Biasanya sekolah bubar pada pukul tiga, tetapi hari ini gadis itu mengambil les menari balet untuk mempersiapkan lombanya yang mendatang.Matanya celingukan mencari supir yang biasa menjemputnya, namun hasilnya nihil. Ah, ia lupa jika supirny
Pagi ini, Anya bersiap ke sekolah dengan sedikit tergesa karena bangun kesiangan. Tadi malam dirinya bergadang hingga jam setengah tiga, bodoh memang. Pikirannya kacau semenjak Kella dan Kelly mendatangi kamarnya dengan langkah tergesa. Anya memikirkan semua dugaan hingga tidak sadar jika sud
Sepuluh tahun telah berlalu dengan kesan yang biasa-biasa saja. Dari dahulu sampai sekarang tetap saja sama, tidak ada yang spesial di hidup Anya. Masih dengan kemalangannya yang dibenci oleh keluarganya sendiri.Kella dan Kelly tidak pernah berhenti menyiksanya, Anya selalu memikirka
Pagi yang damai telah menyambut bumi. Matahari mulai berinteraksi dengan pepohonan, memamerkan cahayanya kepada mereka.Di luar sana boleh saja tampak damai. Tetapi tidak dengan kondisi rumah Anya. Beberapa pecahan kaca tampak berceceran di lantai putih. Suara teriakan kian menggema memenuh






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore