Share

29. Sebuah Lelucon?

Author: Novian_Wu
last update publish date: 2024-02-11 10:12:41

Flashback On :

Jakarta ( Beberapa jam sebelum Aynur menyusul Ihsan ke Solo)

Aynur tidur telentang dengan satu lengan berada di atas kedua matanya yang tertutup, otaknya sedang bergelut memilih antara mengikuti Ihsan atau mengantar Bobby.

"She!! gimana? belum dapet solusi juga?" Aynur masuk membawa camilan dan dua gelas jus jeruk segar.

"Gue bingung Va, gue pengen nemenin Ihsan, tapi gue ga mungkin ga nganterin Bobby."

Aynur menghela nafasnya sebelum akhirnya duduk sambil memakan camilan yang d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   41. Perasaan yang Mulai Tumbuh

    Ihsan berdiri menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Saat itu baru pukul 03.15, tapi dia sudah rapi mengenakan kemeja koko, sarung serta pecinya. Pagi ini Ihsan ada jadwal mengisi kultum di pondok pesantren milik mertuanya.Ihsan mengetuk pintu kamar Aynur. Namun tak ada jawaban, ia mencoba memutar gagang pintu yang tak terkunci. Kamar Aynur hanya bercahaya redup, wanita itu tampaknya masih tertidur pulas.Ihsan mendekat, ia lalu berjongkok di samping ranjang menatap wajah cantik istrinya. Memori semalam kembali terlukis jelas di benak Ihsan, membuat senyumnya mengembang. Perasaannya sungguh bahagia."Saat ini aku tak bisa mengartikan perasaan ini. Semoga Kau tak keberatan menjalani semua ini seperti air yang mengalir. Aku senang bersamamu Aynur..." Ihsan bergumam lirih, menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Aynur.Ihsan meraih jam beker yang telah distel berdering pukul 04.00, tepat saat waktu subuh. Ihsan kemudian berdiri bergegas meninggalkan kamar, tapi tubuhnya terhenti

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   40. Dingin atau Hangat?

    Ihsan tertawa tertahan mendengar ucapan Maya yang menganggap Aynur adalah tantenya. Melihat reaksi Ihsan, Aynur memelototinya dengan sebal. Ihsan menarik nafas lalu berkata dengan jelas."Perkenalkan, dia itu ist---" belum selesai Ihsan bicara, Aynur sudah memotongnya."Perkenalkan, saya adalah kakak dari mas dosen ganteng kalian ini!!" jelas Aynur dengan senyum yang dibuat buat. Seketika mata Ihsan membelalak kepada Aynur."Tuh, kan!! Apa gue bilang!!!" Maya tersenyum puas merasa tebakannya benar.Aynur segera kembali ke dapur menyiapkan spagetti spesial untuk suaminya. Dia ngedumel tak jelas karena masih tersinggung dengan ucapan Maya."Dasar si paling mudaaaa..." cibir Aynur membuat Mei tertawa, rupanya dia juga mendengar apa yang sebelumnya di bahas oleh anak didik Ihsan tersebut.Drrrttt....Drrrttt...Aynur mengambil ponsel di kantongnya, ada pesan masuk dari Ihsan.Ihsan :Maksud Kamu apa? Kakak??Aynur :Iya, daripada TANTE!! Ihsan :Tp klo gini dikiranya q bner2 msh single!A

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   39. Tante?

    Lagu Perfect milik Ed Sheeran yang dinyanyikan dengan musik akustik diputar pelan di sebuah kafe dengan konsep Library-Cafe. Kafe yang mengusung warna black and white itu mayoritas dikunjungi oleh mahasiswa dan pelajar. Desain simple dengan pencahayaan yang pas memang diperuntukkan bagi mereka yang suka dengan suasana nyaman dan tenang. Aynur duduk di belakang meja kasir ditemani oleh Ziva yang hari ini mengambil cuti kerja. Sore ini dia akan mulai rawat inap untuk operasi usus buntu yang rencananya dilakukan besok pagi. Sejak sebulan terakhir Ziva mengalami keluhan di perut sebelah kanan. "Kamu beneran ga sakit,nih? bukannya tiduran di rumah malah kesini," tanya Aynur menatap wajah lesu sahabatnya. Ziva menyandarkan kepalanya di kursi kerja dengan punggung tinggi di sebelah Aynur. Sejak dua bulan ini Ziva mantap berhijrah. Berawal dari nazarnya untuk berhijab dan mengenakan gamis jika Aynur benar-benar menikah dengan Ihsan, lama-lama Ziva merasa nyaman. "Gue gabut di rumah mul

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   38. Perasaan Apa Ini?

    Ihsan menatap kedua gadis di depannya.Aisyah si pemegang toples berisi kue kering adalah satu satunya gadis yang masih menghuni seluruh ruang di hatinya. Sedangkan Aynur, dia bukanlah siapa-siapa di hati Ihsan, tapi statusnya saat ini membuat Ihsan harus melindungi dan menjaga baik-baik perempuan itu."Kau alergi terhadap kacang, ya.. Maaf karena aku baru mengetahuinya." Aynur menaruh kembali toples berisi kacang ke atas meja, tak ada gunanya bersaing dengan Aisyah, tanpa ditanyapun Ihsan akan memilih apa yang dibawa Aisyah."Nur, bisakah Kau mengambilkan beberapa potong kue untukku?" pinta Ihsan tiba-tiba. Aynur terkesiap mendengar ucapan Ihsan, ia lantas menatap mata pria itu untuk sekedar memastikan bahwa Ihsan sedang tak salah bicara."Bisa?" ulang Ihsan. Aynur segera mengangguk, ia meraih piring kecil di atas meja lalu menatap Aisyah seolah meminta izin padanya untuk mengambil kue dari toples yang masih dipegangnya.Aisyah membeku, ia tak percaya mendapat perlakuan di luar dugaa

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   37. Goyah?

    Aynur merapatkan bibir, rona merah terkuras dari wajahnya. Bahunya terkulai menanggapi pertanyaan dari Nissa."Kenapa mbak Nur diam? sebenarnya apa yang kalian sembunyikan? Nissa sudah curiga sejak mas Ihsan mengatakan alasan mbak Nur ga mau ikut pulang ke Solo beberapa bulan yang lalu. Dia bilang mbak ga mungkin merelakan waktu berharga atau apalah... Memangnya waktu itu mbak Nur dimana, sama siapa?" Nissa semakin berapi api membuat Aynur semakin kelimpungan.Astaga!!! kepo banget nih anak, aku harus jawab apa!!Di tengah kebingungannya, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Beberapa saat kemudian Ihsan membuka pintu menampakkan wajahnya."Say-yang, ayo tidur.." ucapnya manis namun terdengar aneh.Sayang???" pupil Aynur seketika melebar. Belum lagi terjawab kebingungannya, Ihsan sudah berjalan mendekat ke arahnya, mengangkat lengan Aynur yang terkulai di atas kasur."Aku sudah ngantuk. Lanjutin besok lagi ya, Niss..." Ihsan beralih menatap adiknya yang memicingkan mata ke arahnya.

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   36. Sisi Lain

    Ihsan menatap Aynur yang melambaikan tangan ke arahnya. Ihsan bertanya pada dirinya sendiri. Apa Kau menyayanginya? Ya, sama seperti aku menyayangi Nissa, saudara perempuanku. Apa Kau peduli padanya? Ya, karena dia istriku. Apa Kau mencintainya? Tidak. Hanya Aisyah yang ada di dalam hati ini. Apa Kau siap melepaskannya beberapa bulan lagi?? ---------------------- Ihsan terdiam tak bisa menjawab pertanyaan yang muncul di otaknya sendiri hingga suara Sofi membuatnya kembali tersadar dari pergolakan batin yang ia alami. "Saya tahu pasti akan sulit menjawabnya ustaz.... Saya pun memaklumi jika rasa itu memang benar-benar ada. Namun, saat waktunya tiba nanti, tolong relakan Aynur bersama Bobby. Putraku tak bisa hidup tanpa istrimu..." pinta Sofi sungguh-sungguh. Ihsan meneguk salivanya, Aynur memang istrinya tapi bukan dia yang memiliki hati wanita itu, sebagaimana Ihsan sendiri yang berstatus suami Aynur tapi hatinya sepenuhnya milik Aisyah. Maka sudah sepantasnya Ihsan me

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   07. Sebuah Berita

    Aynur tiduran sambil menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan perbincangan ayahnya dengan Ihsan siang tadi. Tawaran menjadi menantu? Apakah ini berarti sebelumnya ayahnya sudah mempunyai niatan untuk menjodohkan dirinya dengan Ihsan? Menikah dengan jalan ta'aruf bukanlah hal

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   03. Calon Istri Ustaz

    "Bagaimana? apa kamu siap menjadi imam untuk Aynur?" tanya Kyai Mustafa lagi setelah menunggu beberapa saat dan tidak menerima jawaban dari Bobby.Lidah Bobby kelu tak bisa menjawab pertanyaan kyai Mustafa. Aynur tersenyum kecut."Heh!! ternyata elo memang pengecut Bob!" kata Aynur."Pak kyai.. tol

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   02. Putri Sang Kyai

    "Jika dia jodoh saya. Saya tidak akan menolak!!" jawab Ihsan pasti membuat semua orang yang ada disitu melongo, tak terkecuali Aynur dan Bobby.Meskipun Ihsan mengatakan hal itu dengan lantang, faktanya di dalam hati kecilnya dia tak ingin mempunyai istri seperti Aynur. Ya Allah, jauhkan hamba dar

  • Wanita Barbar Sang Ustaz   01. Wanita Barbar

    "Hallaah!!! Wanita model begituan siapa yang bakal mau jadi suaminya??" "Iya!! Untung aku ga punya menantu modelan begitu!! bisa bisa mati muda aku nanti!! Sudahlah jeng!! Suruh putus!! Masa mas Bobby mau nikah sama yang kaya beginian!!"Kumpulan ibu-ibu berkerudung itu tak hentinya melontarkan ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status