/ Romansa / Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan / Bab 1. Perjodohan yang Dibenci

공유

Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan
Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan
작가: Dera Tresna

Bab 1. Perjodohan yang Dibenci

작가: Dera Tresna
last update 게시일: 2026-02-01 10:36:53

Seorang pria berumur 55 tahun dengan rambut yang mulai memutih, keluar dari sebuah mobil mewah. Mobil tersebut hanya dibuat 5 unit di dunia ini dan Reagan Rodriguez adalah salah satu pemiliknya. Sebuah karpet merah tergelar di hadapannya, jajaran petinggi D. R. T. Corp berdiri di sepanjang pintu masuk dengan membungkukkan badan mereka.

Hanya satu orang petinggi di perusahaan tersebut yang tidak terlihat batang hidungnya. Dia adalah presiden direktur D. R. T. Corp, putra dari Reagan Rodriguez. Pria berumur 30 tahun yang bernama Theodor Rodriguez, malah memilih bersenang-senang bersama wanitanya dibanding menyambut kedatangan Papanya.

Tidak ada senyum di bibir Reagan Rodriguez, bahkan dia tidak peduli dengan semua sambutan dari seluruh jajaran petinggi D. R. T. Corp. Dia berjalan cepat diikuti oleh dua pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitam serta mengenakan kacamata hitam. Siapapun pasti tahu jika kedua pria itu adalah pengawalnya. Tujuannya datang ke perusahaan tersebut untuk satu tujuan. Dengan rahang yang mengeras serta tatapan dingin, dia menuju ke sebuah ruangan untuk mendapatkan tujuan tersebut.

Sebuah desahan keras terdengar menjijikkan, terdengar dari sebuah ruangan yang dituju oleh Reagan. Dengan kasar Reagan membanting pintu ruangan tersebut. Suara pintu yang berdebum keras, mengagetkan sepasang pria dan wanita yang berada di dalam ruangan tersebut.

Wanita yang berada di dalamnya, berteriak kaget sambil menutup tubuhnya yang masih dalam keadaan setengah telanjang. Sedangkan pria di depannya tampak santai dengan pakaian yang berantakan. Bahkan dia tidak perlu repot untuk merapikan pakaiannya, saat sepasang mata menatapnya dengan tatapan membunuh.

“KELUAR DARI RUANGAN PUTRAKU SEKARANG JUGA ...! DASAR WANITA JALANG ...!” teriak Reagan dengan marah.

“Perkataanmu terlalu kasar untuk seorang wanita, Papa,” kata Theodor tanpa benar-benar membela wanita yang baru saja memuaskannya. Bahkan Theo masih duduk dengan santai di kursi kebesarannya, tanpa rasa hormat pada Papanya.

“DIAM KAMU, THEO ...!”

Theodor hanya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dan tidak berkomentar lagi.

“Bawa wanita jalang ini keluar dari sini!” kata Reagan pada kedua bodyguard-nya. Kedua pria berpakaian hitam itu langsung memegang lengan wanita yang berada di dekat Theodor dan menyeretnya keluar dari ruangan pria itu.

“Theo, tolong aku,” teriak wanita itu memohon.

“Maaf Sayang, aku tidak berani membantah Papaku,” jawab Theodor dengan nada yang dibuat-buat, tidak ada keinginan sedikit pun darinya untuk menolong wanita yang baru dikenalnya itu. Bahkan saat ini dia sudah lupa, siapa nama wanita yang datang ke ruangannya tersebut.

Setelah Reagan hanya berdua dengan putranya di dalam ruangan, pria itu mengajak bicara putranya. “Berhenti bermain-main, Theo. Sadarlah dengan umurmu, tahun ini kamu sudah berkepala tiga dan kamu tidak pernah serius dengan wanita manapun.”

“Aku khawatir nantinya akan kecewa, Papa. Ekspektasiku selalu berbeda dengan ekspektasi Papa dan Mama. Berapa wanita yang aku bawa ke rumah untuk aku perkenalkan pada kalian dan akhirnya kalian menolaknya? Aku sudah lelah dengan sikap kalian yang terlalu mengatur hidupku,” Theodor berusaha membela diri.

“Itu karena wanita yang kamu bawa hanyalah wanita murahan yang hanya menginginkan hartamu. Tidak ada yang benar-benar mencintaimu,” jawab Reagan.

Theodor tertawa keras mendengar perkataan Papanya. “Apakah Papa sekarang beralih profesi sebagai peramal yang bisa menebak isi hati orang lain? Bagaimana Papa bisa tahu isi hati wanita yang aku perkenalkan pada kalian, jika menatapnya saja kalian tidak bersedia. Jangan melucu di depanku, Pa!”

“Dimana ponselmu? Beberapa hari aku menelponmu, tapi kamu tidak menjawab. Apakah kamu menyimpannya di tempat sampah?” sindir Reagan yang mengalihkan pembicaraan. Dia terlalu lelah berdebat dengan putra tertuanya itu.

“Aku sedang sibuk dengan semua wanitaku, sebelum hal itu dilarang oleh mu,” jawab Theodor tanpa rasa bersalah.

“Nanti malam pulanglah! Mamamu merindukanmu,” kata Reagan dengan nada sedikit melembut.

“Aku akan usahakan untuk pulang dan makan malam bersama kalian. Apakah hanya itu yang ingin Papa katakan hingga harus jauh-jauh datang ke sini?”

“Tentu saja tidak, ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Sudah aku duga. Apakah Papa akan menjodohkan aku lagi setelah kejadian yang terakhir kali?”

Reagan tidak langsung menjawab pertanyaan putranya. Dia mengeluarkan selembar foto dari saku bajunya lalu meletakkan foto tersebut di depan Theodor.

Mata Theodor menatap sekejap wanita di foto tersebut. Wanita cantik dengan rambut merah menyala, tersenyum menatap dirinya. Matanya sangat indah, berwarna biru dengan semburat hijau membentuk lingkaran unik di sekelilingnya. Untuk sejenak, Theodor mengagumi wanita tersebut, tapi wajahnya kembali memasang tampang dingin di hadapan Papanya. Dia tidak mau Papanya merasa menang karena mengetahui dirinya mengagumi wanita di dalam foto tersebut.

“Gadis itu bernama Revina Sanchez. Selama ini keluarga Sanchez menyembunyikan putrinya demi keselamatan gadis tersebut. Mereka tidak mau kejadian kakaknya terulang kembali,” jelas Reagan.

“Keluarga Sanchez lagi? Tidak, aku tidak ingin berhubungan dengan mereka. Kamu bisa mencarikanku wanita kaya raya untuk menimbun kekayaanmu, tapi tidak untuk keluarga dengan banyak musuh seperti keluarga Sanchez,” tolak Theodor.

“Mereka membutuhkan pertolonganmu, Theo.”

“Tidak, mereka membutuhkan pertolonganmu, bukan pertolonganku. Kamu bisa menikahkan gadis itu dengan putramu yang lain. Masih ada Reviano dan Kenric yang sudah cukup matang untuk menikah. Lagi pula berapa umur gadis itu? 24... 23...?”

“22 tahun,” jawab Reagan.

“What...? Bahkan Delano masih pantas untuknya, dia terlalu kecil untukku. Aku tidak mau disebut pedofil saat berjalan dengannya. Aku yakin, dia bahkan belum tahu apa-apa soal ranjang. Kamu tahu sendiri Pa, gairahku sangat besar di ranjang, hanya wanita berpengalaman yang bisa memuaskanku.”

“THEO ... JAGA UCAPANMU ...!”

“Aku hanya mencoba berbicara jujur pada mu, Pa.”

“Aku tidak mau dibantah. Kamu adalah putra tertuaku dan umurmu sudah terlalu tua untuk menikah. Aku akan memberi kabar kapan kalian bisa bertemu. Saat ini, dia masih ada di luar negeri dan dalam beberapa bulan lagi dia akan pulang, saat itulah kalian akan bertemu.”

“Papa tidak bisa mengaturku seperti ini, aku sudah dewasa.”

“Tentu saja Papa bisa, Nak. Kedudukan presiden direktur yang kamu emban bukanlah halangan buat Papa untuk memaksamu berjalan sesuai dengan aturan yang telah keluarga Rodriguez jalankan selama ini. Perusahaan besar yang kamu jalankan saat ini hanya kerikil kecil di kaki Papa.”

“Hati-hati Pa, kerikil kecil kadang lebih menyakitkan daripada batu besar yang kamu tendang.”

“Apakah kamu sedang ingin melawan Papamu, Nak? Berapa lama kamu menjalankan bisnis ini? 5 tahun? 10 tahun? pengalamanmu belum bisa menandingi pengalamanku,” ancam Reagan dengan senyum sinis.

Rahang Theodor mengeras, mendengar ancaman Papanya. Selama ini hubungan mereka memang tidak begitu baik, hanya seperti atasan dan bawahan. Bahkan Theodor sampai lupa kapan dia memeluk Papanya dan bilang jika dia mencintainya.

“Simpan foto itu, siapa tahu akan berguna untukmu. Jangan lupa nanti malam pulanglah, 3 saudaramu juga akan ada di rumah,” kata Reagan yang kemudian berbalik memunggungi putranya. Dengan langkah penuh percaya diri dan kesombongan, pria tua itu meninggalkan ruangan putranya.

Tangan Theodor mengepal kuat menahan amarah. Untuk kedua kalinya dia dijodohkan, apakah kali ini akan berakhir sama dengan perjodohan pertamanya yang gagal? Bahkan wanita itu mati di pelukannya, sebelum Theodor menikahinya. 

Tangan Theodor mengambil foto yang Papanya berikan, menatapnya sekali lagi wanita itu, kemudian meletakkan foto tersebut di laci meja. Dia tidak akan pernah menyentuh wanita yang Papanya sodorkan. Lebih baik dia menikah dengan wanita jalang yang dia temui di pinggir jalan daripada menyenangkan hati Papanya dengan menikahi gadis yang dijodohkan Papanya. Apalagi harus kembali berurusan dengan keluarga Sanchez, semua itu mustahil untuk dia lakukan.

Thomas dan Rebeca Sanchez sedang berada di bandara, suami istri itu tampak gelisah menunggu putri mereka yang datang dari luar negeri. Hampir 6 tahun keluarga itu tidak saling bertemu karena mereka sengaja menyembunyikan putri mereka dari penjahat yang ingin melukai putri mereka. 

Thomas adalah seorang detektif polisi, sedangkan Rebeca adalah seorang jaksa. Mereka mempunyai dua orang putri, yang pertama bernama Lalita Sanchez dan yang kedua adalah Revina Sanchez. Lalita Sanchez meninggal, seminggu sebelum acara pernikahannya digelar. 

Dia tertembak tepat di bagian dada saat pergi bersama teman-temannya. Pelakunya adalah bandar narkoba yang tangan kanannya ditangkap oleh Thomas dan sedang menjalani proses pengadilan dengan Rebeca sebagai jaksa penuntutnya. Semenjak saat itu, keluarga mereka selalu menerima ancaman. 

Demi keselamatan putrinya, Thomas dan Rebeca mengirim Revina Sanchez pada Aunty Moore dan mengganti nama putri mereka menjadi Sara Moore. 

Setelah dianggap aman, Revina akhirnya bisa pulang dan berkumpul bersama keluarganya. Seharusnya Revina pulang beberapa bulan lagi, tapi karena dia diterima kerja di sebuah perusahaan besar di kota kelahirannya, wanita itu memutuskan untuk pulang lebih awal.

Pesawat yang dinaiki oleh Revina baru saja mendarat, mata Thomas dan Rebeca mencari putri mereka di gerbang kedatangan. Mereka mencari wanita berambut merah yang selalu mudah ditemukan di antara banyak orang, tapi setelah beberapa menit menunggu, tidak terlihat wanita yang mereka cari.

Tangan Rebeca mulai gemetar, memikirkan hal negatif yang kemungkinan terjadi pada putrinya. Thomas yang tahu kegelisahan istrinya, menggenggam tangan istrinya dengan lembut, mencoba menenangkan kegelisahan istrinya. 

Air mata Rebeca menggembang di pelupuk matanya saat orang terakhir dari penerbangan putrinya sudah turun dan tidak terlihat putri mereka berada di antara orang-orang itu.

“Thom, dimana putri kita?” gumam Rebeca di pelukkan suaminya.

“Mungkin Revina sedang ke toilet lebih dulu, kita tunggu sebentar lagi. Tenanglah!” jawab Thomas yang sebenarnya juga khawatir dengan keadaan Revina.

“Mama ... Papa …!” panggil seorang wanita dengan rambut hitam legam sebahu, serta sepasang mata coklat yang tidak dikenal oleh Thomas dan Rebeca. Ditambah lagi kacamata bulat besar yang menutupi kecantikan wanita tersebut.

“Revina ...?” kata Rebeca seakan tidak percaya dengan putrinya yang sudah merubah penampilannya.

“Yes, I’am Revina,” jawab wanita itu dengan senyum manis.

“Bagaimana kamu bisa berubah seperti ini? Mama sampai tidak mengenalimu,” kata Rebeca dengan perasaan lega dan senyum bahagia karena putrinya tiba dengan selamat.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 277. Berkumpul dalam Kebahagiaan

    Dokter yang memeriksa Celsea melanjutkan perkataannya. “Meskipun Nyonya Smith tidak bersedia makan, dia tetap harus makan demi kandungan dan kesehatannya. Anda bisa memilih beberapa makanan bergizi yang bisa diterima oleh istri Anda tanpa menimbulkan rasa mual.”“Baik Dok, aku akan memastikan Celsea tetap makan. Apalagi yang harus aku lakukan agar istriku bisa kembali pulih?” tanya Evans.“Cukup makan, cukup istirahat, emosi terjaga dan jangan lupa memberikan vitamin yang saya berikan pada Nyonya Smith. Jika Anda berencana untuk pulang ke negara Anda, saya sarankan untuk memeriksakan kandungannya lebih dulu ke dokter kandungan,” papar dokter yang menangani Celsea.“Apakah keadaan Celsea sangat mengkhawatirkan sehingga aku harus membawanya ke dokter lagi?”“Bukan begitu Tuan Smith, hanya saja penerbangan yang terlalu lama akan memperngaruhi kandungan Nyonya Smith. Lebih baik Anda bisa memastikan jika kandungan istri Anda memungkinkan untuk melakuka

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 276. Berita Kehamilan Menyempurnakan Kebahagiaan

    “Istriku manja sekali, apakah perutmu tidak merasa lapar dengan apa yang semalam kita lakukan? Energimu pasti terkuras habis, kamu butuh kalori untuk tubuhmu,” ucap Evans sambil mengusap punggung telanjang istrinya dari balik selimut tebal mereka. “Perutku terasa tidak nyaman, aku sedang tidak ingin makan. Aku hanya ingin merasakan aroma tubuhmu yang terasa menenangkan dan membuatku nyaman,” jawab Celsea. “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Evans yang tiba-tiba merasa khawatir dengan kondisi istrinya, lalu menyentuh kening wanita itu. “Aku baik-baik saja, hanya perutku saja yang merasa kurang nyaman. Aku akan tidur sebentar, tetaplah bersamaku di sini! Jangan tinggalkan aku,” pinta Celsea. “Aku akan tetap di sini bersamamu. Tidurlah!” Mendengar perkataan tersebut, Celsea membenamkan wajahnya di dada telanjang suaminya dan merasakan aroma tubuh Evans yang menenangkan. Tidak lama kemudian, hembusan nafas teratu

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 275. Godaan yang Tak Bisa Ditahan

    Matanya mulai berkunang dihiasi kembang api yang seakan meledak di langit, menambah keindahan aurora yang dilihatnya. Apa yang Evans katakan memang benar, aurora itu menjadi jauh lebih indah dengan gerakan dirinya di atas tubuh suaminya.Erangan Evans terdengar saat miliknya diremas kuat oleh dinding milik Celsea. Dia sekuat tenaga bertahan dengan remasan tersebut. Hingga akhirnya terdengar teriakan kencang dari bibir Celsea, wanita itu terkulai lemah di pelukannya.Kepala Celsea bertopang sepenuhnya di bahunya, sedangkan wajah wanita itu terbenam di ceruk lehernya. Sadar jika istrinya sudah tidak berminat lagi dengan auroranya, dia menggeser posisi duduk mereka dan menutup pintu tenda.Tenda dengan penghangat di dalamnya dan baju hangat yang melindungi mereka, membuat udara dingin di luar, tidak berani mendekat. Evans membaringkan Celsea dan memiringkan tubuh istrinya. Selimut tebal masih menutupi tubuh mereka.Dia berbaring di belakang tubuh Cel

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 274. Bulan Madu di Tengah Pekerjaan

    “Evans, stop! Aku tidak bisa bernafas.” Celsea menjauhkan bibirnya dan menahan dada suaminya.“Kita pulang sekarang!” ucap Evans tidak sabar.“Sekarang? Apakah kamu tidak makan malam bersama Mamamu?”“Tidak, kita akan makan malam di rumah.”“Kenapa?” Celsea khawatir jika suaminya masih membuat dinding dengan Mamanya.“Karena aku menginginkanmu,” bisik Evans yang membuat mata Celsea terbelalak.“Tapi ...”“Kita pulang sekarang!” ucap Evans yang tidak bisa dibantah lagi oleh Celsea.Paginya, Celsea terbangun dengan kepala terbenam di bantal putih yang empuk. Tubuhnya tertutup selimut tebal hampir sampai leher. Dia membuka mata dan merenggangkan tubuhnya, tapi seketika mengernyit merasakan rasa sakit yang menyengat di inti miliknya.Dia mengingat kejadian malam panasnya bersama suaminya dan menggigit selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Wajahnya merona malu

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 273. Hubungan yang Kembali Baik

    Evans kemudian melirik ke arah Delano yang seakan tidak peduli dengan apa yang sedang dibicarakan istrinya. Pria itu malah terus sibuk dengan makanan di depannya. “Tidak masalah. Aku pantas menerimanya. Aku berterimakasih pada Delano karena dia tidak membunuhku dan kini aku bisa memperbaiki dan membangun kembali hubunganku dengan Celsea.” “Membunuhmu tidak ada untungnya bagiku. Aku malah akan membusuk di penjara,” sambung Delano tanpa mau menatap Evans membuat Evans terdiam. “Sebaiknya kita makan dulu. Jika kalian ingin bicara, kalian bisa bicara nanti setelah kita makan,” tegur Theodor yang akhirnya membuat seluruh orang duduk di meja makan tersebut terdiam. Untuk beberapa lama, tidak ada seucap kata pun yang terdengar. Meja itu begitu sunyi, hanya ada suara sendok yang berbenturan dengan piring. Setelah makan malam selesai, semua anggota keluarga Rodriguez pindah ke ruang keluarga untuk menikmati minuman hangat dan makan

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 272. Pukulan Demi Mendapat Restu

    “Tapi aku tidak meminum obat itu,” ucap Celsea yang teringat jika Evans menolak mempunyai anak darinya.Mendengar perkataan Celsea, mata Evans menatap nanar wajah istrinya yang berada di bawahnya. Matanya berkaca-kaca, merasa bersalah karena keegoisannya.“Maafkan aku, kamu pasti kecewa dan terluka karena hal tersebut,” gumam Evans dengan ekspresi penuh penyesalan.Tangan Celsea terangkat dan menangkup wajah suaminya. “Aku bisa mengerti tekanan yang kamu alami dan rasakan. Jangan meminta maaf! Jadikan aku bagian dari rasa sakitmu sehingga aku menyatu denganmu,” kata Celsea dengan lembut hingga menyentuh hati Evans yang terdalam.Dengan masih terus bergerak di dalam Celsea, Evans berkata, “Izinkan aku untuk menjadi bagian dari dirimu dengan menanam benihku di rahimmu.”Perkataan itu membuat jantung Celsea yang sudah berdebar kencang, semakin berdebar lebih kencang lagi. Tanpa sadar air matanya mengalir deras dengan kebahagiaan yang membunc

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status