공유

Dimana Lyra?

작가: Vellichor_Ann
last update 최신 업데이트: 2025-11-26 22:03:53

"Ya ampun, Lo tenang dulu dong. Gimana gue mau bantu kalau Lo malah gini."

"Gimana gue bisa tenang? Abang gue pasti lagi berduaan sama Lyra. Gue gak terima ada orang yang sentuh dia selain gue."

Jonan mengusap wajahnya kasar. "Iya gue ngerti. Tapi Lo harus mikir pake kepala dingin. Gue jadi ga bisa bantu mikir liat Lo mondar-mandir kayak tadi. Pusing gue liatnya."

Harry mulai mengatur nafas. Dia duduk di sebelah Jonan. Setelah mengantar Domini pulang Harry langsung mencari Lyra ke apartemennya namun tak ada di sana. Domini yang sudah marah meminta Harry membawa Lyra pulang malam ini. Pria tua itu merasa cucunya sudah berubah semenjak mengenal pria baru, menjadi lebih keras kepala.

Harry tak tau dimana Lyra saat ini. Bahkan setelah bertanya pada Kinan, wanita itu juga tak tau keberadaan Lyra. Kini Harry meminta Jonan ikut mencari Lyra. Mungkin saja dia pernah mendengar cerita Lyra yang pergi dengan Victor.

"Gue juga udah coba telepon dia tapi gak di angkat. Kalau dia emang sama Abang
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Pembuat masalah dan solusi

    "kamu tenang dulu ya, aku yakin masalah ini ga akan semakin besar. Kakek pasti bakal ngelakuin segala cara supaya beritanya ga nyebar."Lyra menatap Kinan dengan tatapan letih. "Kakek cuma peduli sama nama baiknya. Dia peduli sama kerjaaanya itu, bukan aku.""Ra, itu cuma karena lagi emosi.""Kamu belain aku apa Kakek?"Kinan terdiam dan menutup mulutnya rapat. Sepertinya bukan waktu yang pas untuk berbicara. Biarlah temannya ini tenang dengan sendirinya. Lagipula dia tak membela atau menyudutkan siapapun. Hanya ingin menjadi penengah, karena tak ada yang benar-benar salah atau benar.Beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu kamar dan suara Harry yang memanggil. "Ra, kamu di dalam? Boleh aku masuk?""Aku buka kuncinya ya?" tanya Kinan yang mendapat anggukan.Saat pintu terbuka Jonan langsung masuk ke dalam kamar sementara Harry masih berdiri di ambang pintu menatap wajah Lyra. Pipinya masih merah, matanya berkaca-kaca. Harry yakin wanita itu pasti ketakutan saat mendapat tampara

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   penghancur hubungan keluarga

    Plak!"Keterlaluan kamu!"Lyra memegangi pipinya yang terasa panas. Air matanya menetes begitu saja setelah tamparan yang didapatnya. Untuk pertama kali dalam hidupnya seseorang menampar wajahnya. Semarah apapun kakeknya dia tak pernah seperti ini, tapi kali ini tandanya sebuah kesalahan besar.Melihat kejadian di depannya Harry yang ada di sana berniat menghampiri Lyra, sayangnya Domini menahan dan meminta orang-orang di sana keluar ruangan meninggalkan dirinya berdua dengan sang cucu. Yang ternyata di sana juga memang sudah ada Kinan dan Jonan. Mereka mendapat kabar ini justru lebih awal."Kurang ajar Abang Lo kalau dia sampe nyebar berita kayak gitu. Mana jelas-jelas foto mesra yang malah bikin orang berpikir buruk," ucap Jonan menggerutu.Kinan nampak kurang setuju. "Tapi kayaknya bukan dia. Coba deh logika aja. Bukannya Harry sendiri bilang kalau abangnya gak pernah koar-koar kalau dia punya istri? Tapi jelas di postingan itu udah ada orang komen kalau beberapa tau tentang status

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Untung atau buntung?

    "Selamat datang, Pak. Maaf karena Pak Johan belum datang. Dia masih di jalan terjebak macet.""Tidak apa-apa. Saya bisa tunggu.""Silahkan masuk ke dalam."Domini masuk ke ruang meeting setelah mendapat sambutan hangat. Di dalam ruang meeting sana sudah ada beberapa kolega yang sudah berkumpul. Salah satunya ada pria termuda yang ada di sana. Victor."Wah, akhirnya bertemu lagi secara langsung. Aku kira sudah digantikan dengan cucumu itu," celetuk seorang pria berumur dengan rambut yang ditutupi uban hampir setengahnya. "Dia belum siap, katanya masih muda. Takut belum bisa tanggung jawab.""Padahal kalau sudah turun ke dunianya bakal lebih mudah. Nanti juga bisa menyesuaikan."Domini hanya tersenyum. Dia tentu tak akan memaksa Lyra. Baginya keputusan Lyra untuk mengambil alih perusahaannya harus atas keinginan sendiri. Domini tak mau karena memaksanya justru menjadi beban untuk cucunya itu.Pria tua itu duduk di samping Victor yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang sulit diar

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Penyebar rahasia

    "Kakek mau kemana pagi-pagi udah rapih?" Lyra meletakkan sendoknya di atas piring dan menatap pria tua itu keluar kamar."Ada meeting penting di kantor. Kamu ke butik?""Iya. Aku gak enak sama karyawan di sana karena aku jarang datang ke butik. Pasti di sana repot."Domini tersenyum. Tangannya menggenggam erat tongkat kayu yang membantu langkahnya. "Suatu hari nanti kamu juga harus ambil alih usaha Kakek, semua. Kakek udah tua, gak bisa ngurus semuanya terus menerus."Lyra mengangguk pelan, hampir tak terlihat. Dia belum siap dengan tanggung jawab yang lebih besar. Mengurus butik saja terkadang masih kewalahan. Sayangnya mau tidak mau hari itu akan tiba. Kakeknya benar, umur setua itu tidak mungkin terus mengurus perusahaannya. Lyra pasti akan menggantikannya secepat mungkin."Kamu mau berangkat bareng?" tanya Domini sambil melangkah pergi."Duluan aja, aku mau makan dulu."Suara dentingan sendok kembali terdengar. Domini tau Lyra tak ingin semua ini, tapi yang dia punya sekarang hany

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Akankah tersebar?

    Victor berdiri menatap rumah megah di hadapannya. Dia ingin masuk ke dalam sana dan bertemu dengan seseorang yang mungkin akan merubah alur. Hidupnya sudah berantakan, jadi ia rasa sudah terlanjur. Kenapa tidak langsung membawa dirinya ke hal yang lebih ekstrim?"Mau bertemu siapa, Pak? Biar saya sampaikan ada tamu," ucap satpam menghampiri Victor yang sejak tadi diam di depan gerbang. "Tidak perlu. Saya pacarnya Lyra, dan udah buat janji ketemu sama kakeknya."Pria paruh baya itu mencoba mengingat wajah Victor dan dia ingat jika pria ini pernah datang bersama Lyra. Saat itu ia bahkan melihat sendiri Lyra digendong masuk ke dalam. Sepertinya tidak perlu laporan lagi."Kalau begitu langsung masuk saja, Bapak ada di dalam. Non Lyra dan teman-temannya juga ada.""Teman-temannya?"Victor menyadari jika ada mobil Harry di sana. Bibirnya tertarik membentuk senyum misterius. Akan lebih menyenangkan jika ada adik kesayangannya di sini.Langkah kakinya berjalan dengan tegas masuk ke area peka

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   malaikat penjaga

    Huek...Kinan dan Jonan terbangun mendengar suara Lyra yang muntah-muntah. Dengan cepat Kinan menghampiri Lyra ke kamar mandi, sementara Jo berniat membangunkan Harry namun pria itu tak ada di sana."Kamu kenapa?""Kayaknya gara-gara kebanyakan minum semalam." Lyra mencuci mulutnya dan mengambil tisu di dekat wastafel."Kamu ingat kejadian semalam?"Wanita itu menatap dirinya di cermin sambil mengangguk. Wajahnya memerah. Dia pikir Victor berbeda. Sampai nanti ia bertemu lagi dengan orang itu Lyra berjanji untuk membalasnya. "Yang penting Kakek jangan sampai tau semua ini.""Kakek?" Kinan teringat sesuatu. "Astaga! Ini jam berapa? Kakek kan pulang pagi ini, kamu harusnya udah pulang sekarang.""Ya ampun aku lupa."Mereka kembali ke kamar dan melihat Jonan sedang berbicara dengan Harry di depan pintu masuk. Ternyata Harry sudah bangun sejak tadi. Setelah mendengar alarm di ponsel Kinan pria itu pergi ke luar mencari udara segar.Harry yang melihat Lyra berniat mendekatinya tapi Kinan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status