Share

19. terluka

Author: Mint Boy
last update publish date: 2026-03-29 22:48:38

"humm"

Vannya bergumam kegirangan merasakan cake matcha yang sudah di idam-idamkan. Suapan demi suapan terasa sangat lezat untuk di nikmati.

Di ruang makan yang hanya di sinari cahaya tamaram dari lilin, Jovan terus memperhatikan istrinya yang begitu gembira menikmati cakenya.

Bukannya Jovan tidak mau menghidupkan lampu, tapi Vannya yang mencegahnya karena katanya dia lebih suka makan jika tempatnya tidak terlalu terang.

"Jangan terlalu banyak"

Van
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita Tuan Presdir    25. Kesiangan

    Pagi ini Vannya terbangun dengan sedikit rasa tidak nyaman, tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk di gerakan, tapi suasananya terasa jauh lebih hangat dari biasanya.Matanya perlahan terbuka, menangkap setiap tempat di sisinya dan menyadari kehadiran suaminya di atas ranjang yang sama.Mata Vannya terbuka semakin lebar, hampir saja keluar dari tempatnya karena terkejut. Jovan Fedorov yang selalu terkenal dingin itu tidur tepat di sisinya, tertidur pulas dengan wajah damai dan hembusan nafas yang hangat.Rona merah perlahan merambat di wajahnya, malu sekali saat mengingat dirinyalah yang meminta Jovan untuk menemaninya tidur semalam. Kini ia terbangun dengan Jovan yang masih memeluk pinggangnya, mungkin karena tidak tidak sadar, tapi Vannya tetap saja merasa berdebar karena terlalu dekat.Vannya tidak berani mengusik tidur Jovan, ia memilih untuk tetap diam dan menahan gejolak di dalam dadanya. Vannya sadar ia mulai bergantung kepada Jovan, tapi buk

  • Wanita Tuan Presdir    24. Teman tidur

    "jadi... Kau tidak sengaja menidurinya?"Jovan tidak menyahut, justru fokus menonton tv dan membiarkan kedua temannya membereskan semua kekacauan yang telah mereka buat. Lagi pula jarang sekali Jovan memiliki waktu santai seperti ini, sesekali ia ingin menikmati waktu luangnya.Aldo dan Kevin menghela nafas, Aldo sibuk menyapu sedangkan Kevin mengumpulkan semua sampah, Jovan bilang harus benar-benar bersih jika tidak mau di tendang paksa."Bagaimana bisa tidak sengaja meniduri seorang gadis?" Kevin sekali lagi ingin mencari jawaban atas rasa penasarannya, tapi Jovan belum juga mau menjelaskan.Sedangkan Vannya, ia fokus mengikuti alur cerita di televisi, tampaknya kehadiran Aldo dan juga Kevin tidaklah penting untuk wanita itu, asal Jovan sudah pulang maka ia bisa bersantai.Hanya saja... Vannya merasa terharu karena Jovan mengakui anak di dalam kandungannya sebagai anaknya, dia mengakui kesalahan adiknya yang bresek dan tidak bertanggung

  • Wanita Tuan Presdir    23. Pelayan?

    Vannya benar-benar tidak tahu jika Jovan telah menyiapkan segalanya, bahkan pakain dan seluruh kebutuhannya sudah tersedia di dalam apartemen ini, semuanya masih baru termasuk pakaian rumahan yang Vannya kenalan saat ini.Hari sudah sore dan menjelang malam, Vannya tidak tahu apa suaminya lembur atau tidak, masalahnya ia menginginkan sesuatu tapi tidak enak jika mengatakannya kepada Jovan."Apa tidak masalah jika aku minta langsung?"Vannya terus bergumam bimbang sejak satu jam yang lalu, ia menatap ponselnya yang di letakan di atas meja sofa, sedangkan dirinya tidak bisa duduk dengan tenang. Meskipun Jovan memang memperlakukannya dengan sangat baik, tapi Vannya tetap akan takut jika harus hidup mendampingi pria seperti itu.Sungguh Vannya belum menemukan sisi terbaik pria itu, padahal katanya dia menyukai Vannya, tapi sikapnya masih sama saja. Kevuali...Senyumannya yang tadi siang itu, apa dulu Angela juga sering melihatnya? Melihat sen

  • Wanita Tuan Presdir    22. Hadiahnya

    Di dalam mobil Vannya hanya menunduk, sesekali melihat keluar jendela hanya untuk menghindari kontak mata dengan suaminya.Jovan duduk diam di sampingnya, terdengar pria itu menghela nafas beberapa kali untuk meredakan emosi. Wajahnya yang sangat dingin ketika sedang marah itu bahkan membuat sopir merinding, ia benar-benar seperti iblis yang siap menerkam siapa saja."Jangan bergaul dengannya lagi" itu adalah kalimat pertama setelah menempuh jalanan berkilo-kilo meter."Saya tidak suka istri pembangkang" Jovan melanjutkan kalimatnya, masih dengan amarah yang tersisa.Lavannya yang duduk tepat di sampingnya hanya bisa menunjukan raut wajah bersalah. "Maaf" dan hanya kata maaf yang sanggup ia sampaikan.Jovan diam membuat suasana di dalam mobil kembali hening. Merasa situasinya sudah lebih tenang, Vannya akhirnya berani menoleh dan melihat kepada suaminya.Sebenarnya apa yang membuat Jovan begitu marah? apa karena Adeline membawa V

  • Wanita Tuan Presdir    21. Menjemput istri

    "kau bukan tipenya, sangat berbeda dengan Angela yang selalu glamor""Kau hamil duluan, apa itu bukan karena kau yang menggoda Jovan?""Iya kan? Bisa saja kau jalanh yang sengaja menjebaknya agat mau tidur bersamamu. Kalau tidak mama mungkin Jovan mau dengan wanita seperti dirimu""Hah" Vannya menghela nafas berat, rasanya ia tidak akan bisa bernafas jika masih di dalam ruangan ini.Situasinya semakin kacau, Vannya tidak bisa menghentikan mulut mereka yang tajam itu. Semua perkataan buruk mereka keluarkan hanya untuk menghina Vannya, rasanya sesak sekali."Vannya ngomong-ngomong keluargamu pasti bahagia menantu kaya raya kan? Berapa uang yang mereka minta setiap bulannya?"Vannya diam, tidak menjawab satupun ucapan mereka. Bahkan jamuan yang katanya di adakan untuk menyambut Vannya ini, nyatanya ia bahkan tidak mencicipi satupun makanan yang tersedia.Sementara itu, ibu mertua yang duduk di sampingnya jauh lebih banyak tersenyum, ia bahagia melihat para sepupu dan keponakan jauhnya mu

  • Wanita Tuan Presdir    20. sambutan untuk menantu

    Pagi itu seperti biasanya, Jovan sudah rapih dengan stelan kerjanya, hanya perlu sedikit merapikan rambut dan memakai sepatu."Tuan" Vannya memanggilnya, saat itu ia juga sudah selesai mandi, hendak memakai beberapa skincare sebelum menggunakan make-up seperti biasanya. "Hari ini apa aku boleh mengambil cuti?"Jovan yang saat itu sedang menata tambutnya sontal menatap Vannya dari pantulan cermin. Hanya ada satu meja rias di kamar Jovan, jadi mau tidak mau mereka harus tetap berbagi dan menggunakannya bersama."Apa masih sakit?" Jovan melirik ke arah kaki Vannya yang baru malam tadi mendapat luka.Sebenarnya bukan itu alasan Vannya meminta cuti, tapi berhubung  situasinya pas sekali jadi Vannya akan menggunakannya sebagai alasan."Hum.. sedikit" lirihnya sambil melihat kakinya yang sudah menggunakan perban baru."Perlu saya panggilkan dokter?"Buru-buru Vannya menoleh dan menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, istirahat s

  • Wanita Tuan Presdir    18. hadiah

    Kini sepasang pasutri itu terjebak dalam suasana canggung di dalam mobil, Vannya sepertinya juga agak takut karena Jovan baru saja marah-marah tadi siang."Ingin sesuatu?" Ah tapi sepertinya sikap Jovan mulai berbeda ketika berbicara pada Vannya, pria itu terkesan sedikit merendahkan nad

  • Wanita Tuan Presdir    16. saya menyukainya

    Malam semakin larut, Vannya yang tadi tampak kurang sehat saat ini justru duduk di samping Jovan dan membantu suaminya menyelesaikan pekerjaan.Seperti ucapannya, Jovan tidak akan mengatur atau melarang Vannya melakukan apapun, ia bebas sepenuhnya tanpa kekangan selama masa pernikahan.

  • Wanita Tuan Presdir    15. cemburu?

    Menunggu ayah ternyata bukan hanya ayah mertuanya yang datang, melainkan juga bersama dua orang wanita yang juga Vannya kenali.Disisinya ada Adeline Fedorov, istri Antonio yang sukses berkarir bersama suaminya, Ia terus menemani Antonio kemanapun, meski terkadang juga harus berpisah unt

  • Wanita Tuan Presdir    14. fakta

    Ini adalah kali pertamanya untuk Jovan menghadapi seorang wanita hamil. Banyak hal yang tidak ia ketahui, bahkan waktu awal-awal ia pikir Vannya keracunan makanan karena terus mual dan muntah.Vannya juga tidak mengerti bagaimana bisa pria sedingin bongkahan es itu rela begadang sepanjan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status