Share

Bab 15

Author: Jayden Carter
"Nggak perlu!"

Faris melongo. Dia memang punya kedudukan dan sokongan, tetapi dibanding Rayanza, si orang terkaya Kota Naldern, jelas mereka beda kelas!

Meskipun Rayanza tidak bisa menjatuhkannya hanya dengan sepatah kata, dengan kekayaan Rayanza, bisa dibilang dia sanggup membuat hidup Faris lebih buruk dari kematian. Kekuatan uangnya bukan main-main!

Rayanza malah bersikap begitu sopan terhadap Arlo. Sebenarnya siapa anak muda ini?

Sampai Rolls-Royce itu pergi jauh, barulah Faris tersadar.

"Kak, jangan cari masalah lagi sama orang kayak Arlo ini!" Jerry yang baru saja dibantu berdiri, maju dengan dahi berkerut.

"Ya, ya! Sam, bawa anak buahmu yang waktu itu ke Keluarga Hanafi buat minta maaf!" Faris langsung membuat keputusan di tempat.

Saat berbicara, dia melangkah ke pintu besar. Begitu sampai di sana, papan nama yang tergantung di atas tiba-tiba jatuh.

Papan itu nyaris mengenai kepalanya. Kulit kepalanya langsung sobek, darah membasahi wajahnya.

Kalau bukan karena Jerry sigap menendangnya ke dalam, mungkin darahnya sudah berceceran di mana-mana!

Dengan wajah penuh darah, Faris menatap Jerry. Keduanya teringat ucapan Arlo barusan. Itu bukan ancaman, tetapi peringatan keras!

"Berengsek! Sam, siapkan barang-barang. Aku sendiri yang akan ke rumah Keluarga Hanafi buat minta maaf ...."

....

Di sisi lain, Rayanza mulai melihat Arlo dengan cara berbeda. Sejak Arlo menyembuhkan Fellis, dia sebenarnya sudah mencari tahu tentang pemuda itu. Awalnya dia hanya pasrah saat memercayakan pengobatan Fellis.

Namun, sekarang Rayanza merasa penasaran sekaligus timbul kepercayaan yang aneh terhadap Arlo. Manusia memang cenderung lebih percaya pada orang yang kuat!

Siapa Faris itu? Dia penguasa dunia mafia yang sudah bercokol lama di Kota Naldern. Namun, Arlo nekat datang sendirian dengan tangan kosong dan hasilnya Faris tunduk begitu saja.

Kemampuan dan ketegasan semacam itu jelas bukan kemampuan yang dimiliki orang biasa. Pemuda ini ternyata pintar sekali menyembunyikan diri!

Vila Keluarga Soraya berdiri di kompleks vila terbesar di Kota Naldern. Bangunan enam lantai itu berdesain megah dengan interior elegan. Dari luar terlihat kalem, tetapi sebenarnya menyimpan kemewahan kelas atas.

Begitu masuk bersama Rayanza, ruang tamu terlihat sepi. Fellis tak terlihat. Yang ada hanya seorang wanita berpenampilan anggun sekaligus mewah.

Tatapannya menilai Arlo dari atas sampai bawah, sorot matanya jelas penuh keraguan. Masih muda begini, bahkan mungkin belum tamat S3 kedokteran. Sejauh mana sih kemampuan medisnya?

"Rayanza, ini dokter yang kamu datangkan?" tanya wanita itu.

Arlo hanya menaikkan alisnya, tidak berbicara.

Rayanza mengangguk. "Waktu itu Fellis salah didiagnosis di rumah sakit. Untung ada Pak Arlo yang menemukan kejanggalannya. Kalau nggak, nyawanya pasti sudah melayang."

Kemudian, dia memperkenalkan, "Ini mantan istriku, Sienna."

Arlo mengangguk singkat, sekadar tanda salam.

Namun, Sienna tampak kesal. Latar belakang keluarganya luar biasa. Bahkan setelah bercerai dengan Rayanza, orang-orang di luar tetap menjilatnya. Pemuda ini malah berani bersikap dingin. Apa karena status mantan istri itu?

"Depresi itu penyakit psikologis. Katanya dia dokter pengobatan tradisional. Aku belum pernah dengar ada dokter pengobatan tradisional yang bisa sembuhkan depresi!" Sienna langsung melontarkan keraguannya.

Rayanza mengernyit. "Jaga ucapanmu! Pak Arlo punya kemampuan luar biasa, bahkan Pak Leonard pun mengakui keahliannya!"

"Kemampuan? Dia cuma bocah ingusan, bisa apa sih?" Sienna masih ngotot.

Rayanza tahu sifat keras kepalanya dan malas memperdebatkan lagi. "Pak Arlo, Fellis ada di kamar atas. Aku antar ke sana."

"Aku nggak izinkan dia ketemu Fellis!" Sienna langsung menghalangi.

Saat keduanya hampir beradu mulut lagi, terdengar suara Fellis dari interkom di lantai atas. "Biarkan dia naik."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 149

    Buana tertawa sinis, lalu memerintah dengan tegas, "Habisi mereka!"Chairil terkejut hingga wajahnya pucat pasi. Dia memandang Arlo. Chairil tidak tahu kenapa Arlo begitu percaya diri sampai-sampai terus memprovokasi Buana.Arlo melepaskan jaketnya dengan tenang dan berpesan kepada Chairil, "Pegang jaketku biar nggak ternodai darah. Takutnya kita nggak bisa pergi makan."Arlo hanya memakai singlet putih sehingga otot lengan dan bahunya terlihat. Buana dan para pengawalnya tertawa terbahak-bahak.Otot Arlo memang cukup kekar, tetapi kulitnya putih dan mulus. Dia terlihat seperti sebagian besar pemuda metropolitan biasanya. Jangankan ahli bela diri, bahkan otot Arlo tidak sekekar penggemar kebugaran biasa. Entah kenapa Arlo berani membual seperti itu.Beberapa pengawal menyunggingkan senyuman provokatif, lalu melepaskan jaket mereka. Otot yang besar menunjukkan tenaga mereka yang kuat. Tubuh mereka juga dipenuhi bekas luka. Ada luka bekas tusukan, tembakan, bahkan luka bakar.Orang-orang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 148

    Amarah Buana baru sedikit mereda. Dia mengira tadi dirinya salah paham.Siapa sangka, perkataan Arlo selanjutnya membuat Buana mengamuk. "Maksudku, kamu bayar ganti rugi psikis sebesar 10 miliar untuk temanku, lalu serahkan semua barang yang kuminta. Mungkin aku akan membiarkanmu hidup beberapa hari lagi karena suasana hatiku bagus."Begitu Arlo melontarkan perkataannya, ekspresi semua orang di tempat langsung berubah drastis. Arlo benar-benar arogan!Chairil menelan ludah. Arlo masih tangguh seperti waktu sekolah. Hanya saja, Chairil merasa mereka tidak bisa keluar dari tempat ini lagi setelah mendengar perkataan Arlo.Bam! Buana yang marah menggebrak meja dan berdiri. Dia membentak, "Arlo, kamu mempermainkan aku ya? Kamu kira aku nggak berani menghabisimu sekaligus?"Setelah Buana membentak Arlo, delapan pengawal langsung mengeluarkan pisau yang memancarkan cahaya dingin. Selain itu, pintu ruangan kantor juga dibuka.Sekitar 40 orang buru-buru masuk. Mereka membawa tongkat kejut list

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 147

    Buana benar-benar orang yang tidak tahu malu! Chairil adalah pegawai rendahan di perusahaan, jadi dia tidak pernah melihat sifat asli bosnya. Chairil sangat kesal sampai-sampai tubuhnya gemetaran.Sementara itu, Arlo tetap bersikap tenang. Bahkan senyum di wajahnya makin lebar.Buana meneruskan, "Adrian mengeluarkan 2 miliar untuk membuat temanmu sial. Bukannya adil kalau kamu mengeluarkan 10 miliar untuk membuat temanmu beruntung? Chairil cuma pegawai rendahan, sedangkan Zaki itu pebisnis muda. Kalau aku membatalkan tawarannya, seharusnya kalian memberiku bayaran lebih tinggi.""Tentu saja, kalau kamu rela membayar 100 miliar, aku bisa serahkan bukti Zaki mencelakai temanmu. Nantinya dia yang celaka. Kalau kamu membayar 1 triliun, aku bahkan bisa bantu kamu mencelakai Adrian," lanjut Buana.Arlo mencebik dan menanggapi, "Mahal sekali."Buana mengangkat bahunya sambil melontarkan perkataan yang mengandung makna tersirat, "Masa? Adrian itu penguasa bisnis perhotelan di Kota Naldern. Kal

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 146

    Ekspresi Chairil menjadi serius saat melanjutkan, "Apa kamu paham? Aku cuma pegawai rendahan di perusahaan, jadi informasi yang aku tahu cuma sedikit. Tapi, aku tahu jelas dia sama saja dengan Adrian.""Kalau begitu, justru kita harus bertemu dengannya!" balas Arlo. Dia tersenyum, lalu menjalankan mobilnya.Sekarang perusahaan menuntut Chairil atas penyalahgunaan jabatan. Tentu saja mereka harus menghadapi perusahaan ini. Chairil terpaksa memimpin jalan karena Arlo bersikeras ingin pergi.Perusahaan itu terletak di kawasan pusat bisnis yang paling terkenal di Kota Naldern. Mereka menyewa gedung perkantoran sebanyak 11 lantai. Perusahaan mereka termasuk perusahaan besar di kawasan pusat bisnis ini.Ruangan kantor bos terletak di lantai paling atas. Saat Chairil dan Arlo sampai di depan pintu ruangannya, mereka dicegat beberapa pria kekar yang terlihat seperti satpam. Beberapa pria itu membawa pentungan dan tongkat kejut listrik dengan ekspresi waswas.Arlo hanya melirik mereka sekilas.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 145

    Namun, baru saja Sheila hendak menempelkan tubuhnya ke Arlo, tiba-tiba terasa ada seseorang lewat di belakang. Arlo refleks menegang, seluruh tubuh terasa kaku."Pff ... bocah, kamu mau bikin aku ketawa sampai mati ya!" Sheila tertawa cekikikan dan mundur beberapa langkah.Wajah Arlo memerah. Dia benar-benar tidak mengerti apa sebenarnya hobi perempuan ini!Sheila kemudian mengembalikan ekspresi seriusnya. "Aku bicara hal penting. Pardus sudah mati.""Mm.""Keluarga Sriwandi mencurigai itu ulahku.""Oh?" Arlo hanya mendengus pelan dari hidung."Pardus disuruh Keluarga Sriwandi menculik aku. Anak buahnya malah ketahuan dan gagal. Aku punya motif, dan di mata mereka, di seluruh Kota Naldern cuma aku yang punya kemampuan menghabisi Pardus."Arlo mengangkat sedikit matanya, tapi tetap tidak berbicara.Perempuan ini ... jelas bukan orang biasa.Kalau Keluarga Sriwandi sampai yakin cuma Sheila yang sanggup membunuh Pardus, itu sudah menunjukkan terlalu banyak hal!"Selama bertahun-tahun Kelu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 144

    Saat memikirkan hal itu, mata Adrian langsung memancarkan kilatan membunuh. Keponakannya itu ... harus mati!Adrian menekan nomor Beruang Eta. Tetap tidak ada jawaban.'Beruang Eta sialan, apa yang dia lakukan sebenarnya?'Tujuh Beruang Akasa adalah organisasi pembunuh bayaran khusus dari daerah Akasa. Tujuh bersaudara itu memakai kode nama Beruang Alfa sampai Beruang Eta. Selama ini, mereka sudah sering bekerja untuk Adrian dengan efisien, rapi, dan tak pernah gagal.Itulah sebabnya kali ini Adrian menyuruh Beruang Eta untuk menghabisi Arlo. Namun sudah dua hari berlalu, masih tidak ada kabar!Adrian memijat pelipisnya. Apa jangan-jangan Beruang Eta belum mendapat kesempatan untuk turun tangan?Setelah berpikir beberapa saat, dia tetap merasa tidak tenang. Dia pun menekan nomor Pardus. Putranya sendiri dipatahkan kakinya, bagaimana mungkin Pardus bisa tenang seperti tidak terjadi apa-apa?Namun, telepon itu juga tidak diangkat.Semakin dipikir, rasanya semakin janggal. Adrian akhirnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status