Share

Bab 14

Author: Jayden Carter
Arlo menahan leher Faris dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengambil ponsel yang berdering.

Di ujung telepon, terdengar suara Rayanza. Sebelumnya Arlo sudah janji akan datang ke ruang rawat, tetapi tak kunjung muncul.

"Pak Arlo, belum sampai? Fellis rewel minta pulang. Aku suruh orang jemput kamu ke rumahku saja, boleh?"

Arlo membalas dengan santai, "Maaf, tadi ada urusan. Kirim mobil ke Rumah Besar Faris saja."

Rayanza adalah orang yang lihai. Begitu mendengar nama Rumah Besar Faris, dia langsung tahu itu tempat seperti apa. Dia segera berkata, "Pak Arlo, ada masalah apa? Mau aku bantu selesaikan ...."

Arlo hanya mengatakan tidak usah, lalu menutup telepon.

Wajah Faris sudah merah padam karena tercekik, perlawanannya semakin melemah. Semua orang yang hadir menatap Arlo dengan ngeri.

Jerry beberapa kali berusaha bangkit untuk menolong bosnya. Namun, dengan tiga tulang rusuk patah, dia tidak berdaya.

"Gila, kamu benar-benar gila!" gumam Jerry.

Mereka bukan tidak pernah membunuh orang, tetapi mereka tidak mungkin berani membunuh seseorang yang punya status sosial seperti Faris di depan semua orang. Akibatnya sungguh tak terbayangkan.

"Bro ... eh, Bos .... Ini cuma salah paham!" Sam sudah pucat. Dia langsung bersujud di depan Arlo, lalu kepalanya bolak-balik menempel ke lantai.

Jerry pun coba menenangkan, "Kawan, dengan kemampuanmu, hidupmu bisa penuh kemewahan. Untuk apa mempertaruhkan nyawamu?"

"Kali ini bos kami memang sudah gegabah. Aku akan suruh dia minta maaf padamu! Alangkah bagusnya kalau kita bisa berdamai. Di Kota Naldern ini, kalau Bos Faris di pihakmu, banyak urusan yang bisa diselesaikan dengan mudah!"

"Benarkah?" tanya Arlo dengan santai.

"Benar! Asal kamu maafkan Bos Faris, kami semua akan setia dan membantumu!" Sam buru-buru meyakinkan. Melihat Faris sudah hampir tak sadarkan diri, dia benar-benar panik.

Arlo mendengus, lalu melepaskan cengkeramannya. Faris terjatuh ke lantai, terengah-engah, dan terbatuk. Air matanya sampai berlinang.

"Benar begitu?" Arlo menatap Faris dengan sinis.

"Ya, ya, kami akan setia melayanimu!" Faris juga orang yang bisa beradaptasi dengan cepat.

Arlo malah tertawa dingin. "Melayani? Kita lihat saja bisa sampai kapan. Garis di titik tertentu di wajahmu menunjukkan umur pendek dan malapetaka. Ada tiga tanda hitam. Satu itu aku, dua lagi mungkin akan menyusul. Kalau lolos, statusmu bisa melesat. Kalau nggak, ya nasibmu bakal buruk."

Faris membelalak. Apa maksud omongan itu? Haruskah dia melayani Arlo supaya bisa selamat? Omongan itu terasa seperti ancaman yang mengikat. Namun, Faris juga tidak mau dipermalukan begitu saja. Dia keras kepala dan tidak mau menjadi bawahan sembarangan orang!

Tak lama kemudian, sebuah mobil Rolls-Royce menuju gerbang. Semua mata tertuju ke jalan masuk. Faris juga mengangkat sedikit kelopak mata. Hanya beberapa orang di Kota Naldern yang bisa memakai mobil semewah itu.

Segera, mobil berhenti dan Rayanza turun dari mobil. Matanya menyapu keadaan halaman yang porak-poranda, lalu menatap Arlo yang berdiri tenang dan Faris yang tampak menyedihkan. Rayanza cukup terkejut melihat pemandangan itu. Dia sempat menduga Arlo berkonflik dengan Faris, tetapi tidak bisa menebak seperti apa akhirnya.

"Pak Arlo, kamu baik-baik saja?" tanya Rayanza.

Arlo mengangguk, lalu berkata dengan singkat, "Ayo, kita pergi."

Rayanza mengangguk. Dengan nada penuh makna, dia bertanya, "Perlu aku bantu urus sisanya?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yanto Sriloka
keberuntungan mulai mengikuti
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1370

    Semangat bertarung terpancar kuat dari mata Arlo. "Kalian memang tahu sedikit tentangku, tapi jelas pemahaman kalian masih jauh dari lengkap.""Oh?" Zolon melangkah maju. Kedua tangannya disilangkan, sementara kilatan petir terus meletup di antara telapak tangannya."Aku nggak pernah mundur sebelum bertarung! Lagi pula, kalian semua masih bukan tandinganku!"Arlo tersenyum penuh percaya diri.Kalau ucapan seperti itu keluar dari mulut orang lain, siapa pun yang berada di sana pasti akan menertawakannya. Namun ketika Arlo yang mengatakannya, ekspresi mereka justru berubah serius.Grandmaster nomor satu Doraia yang mampu mengungguli Dewa Perang Utara, kekuatannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Seseorang dengan pencapaian seperti itu memang pantas memiliki kepercayaan diri yang luar biasa.Eliza mengangkat kedua tangannya. Seketika, belasan tombak es menghujam di sekitar kaki Arlo, membentuk semacam pagar es yang mengurungnya di tengah."Memang benar, kalau kami ingin membunuh ahli sep

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1369

    Ucapan itu sebenarnya sama sekali tidak berlebihan. Yorgi adalah pendekar pedang nomor satu Korlia dan memiliki kedudukan di militer Korlia yang mirip dengan Dewa Militer di Doraia.Dengan statusnya yang begitu tinggi, bahkan kalau Keluarga Lingga ingin meminta bantuannya, itu masih bergantung pada suasana hatinya."Master Arlo nggak perlu terus menyindir kami! Setelah mencapai tingkatan seperti kami, memengaruhi politik dan perekonomian sebuah negara kecil bukanlah masalah. Bahkan kami sudah cukup berpengaruh untuk berdialog langsung dengan negara besar. Master Arlo seharusnya sangat paham kenapa kami datang!" seru Zolon dengan dingin.Ada ungkapan bahwa seorang grandmaster tidak boleh dihina. Prinsip ini bukan hanya berlaku di dunia bela diri Doraia.Segelintir orang yang telah mencapai tingkatan grandmaster ke atas praktis sudah berada di puncak kekuatan manusia. Hal yang sama juga berlaku bagi para pengguna kemampuan super.Di dunia ini, hanya sedikit orang yang mampu menghadapi me

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1368

    Tatapan Arlo menyapu tiga orang yang baru saja muncul dari belakang.Zolon tersenyum tipis. "Aku lupa memperkenalkan mereka kepada Master Arlo. Ini Buck, si Black Tiger, manusia terkuat nomor satu di Marika. Dia mampu membalikkan truk seberat beberapa ton dengan tangan kosong."Begitu ucapannya selesai, salah satu pria kulit hitam bertubuh kekar melangkah maju. Tanah di bawah kakinya seolah sampai amblas akibat injakannya.Tingginya mencapai dua meter. Otot-otot di sekujur tubuhnya menonjol. Kaus longgar yang dikenakannya bahkan tampak seperti pakaian ketat di tubuhnya. Di bawah sinar matahari, kulitnya memancarkan kilau yang aneh. Seluruh tubuhnya mengeluarkan aura mengerikan.Pria kulit hitam bertubuh seperti itu cukup sering terlihat di arena tinju bawah tanah Erupa dan Marika. Namun, jelas sekali kekuatannya seratus kali lebih mengerikan daripada petinju mana pun yang disebut sebagai juara dunia. Dia membuat gerakan menggorok leher ke arah Arlo.Zolon kemudian menunjuk seorang wani

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1367

    Ronny dan istrinya saling berpandangan. Keduanya melihat ketakutan di mata satu sama lain.Mereka sudah bertahun-tahun berada di Keluarga Lingga, jadi tentu saja mereka pernah menyaksikan betapa banyak hal besar yang dilakukan Aspen dengan kemampuannya itu.Mereka juga tahu betapa Keluarga Lingga menghargai Aspen karena kemampuan tersebut. Bahkan sebagai anggota keluarga cabang, dia dipercaya untuk mengelola bisnis terpenting milik perusahaan.Namun sekarang, Aspen terduduk lemas di lantai dalam keadaan mengenaskan, seolah seluruh kebanggaannya telah hancur berkeping-keping."Sial! Sial!"Wajah Aspen dipenuhi kebencian dan penyesalan.Dia menyesal karena terlalu meremehkan lawannya. Namun, yang lebih membuatnya membenci Arlo adalah pria itu sama sekali tidak memandang Grup Lisung dan langsung menghancurkan fondasi kekuatannya.....Setelah membereskan Aspen dengan mudah, Arlo bersiap berkendara menuju kediaman Keluarga Parham untuk menghadiri jamuan makan malam.Arlo sebenarnya tidak m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1366

    Bukannya Aspen belum pernah mendengar kemampuan Arlo. Teknik sihir dan bela diri Arlo termasuk yang terbaik di antara para ahli dunia sekuler Doraia. Artinya, di dunia ini hanya ada segelintir orang yang mampu menandingi Arlo.Aspen tentu saja tidak termasuk di antara segelintir orang itu. Karena itu, sejak awal dia memang tidak berharap bisa membunuh Arlo. Namun, kemampuan super yang dibangkitkannya adalah kekuatan mental yang luar biasa kuat.Dia sudah membangkitkan kemampuan super sejak kecil. Ditambah lagi, dia berasal dari keluarga besar seperti Keluarga Lingga di Korlia. Setelah keluarganya mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan super, mereka langsung memberinya pelatihan terbaik.Bisa dikatakan bahwa dia sama sekali berbeda dengan para pengguna kemampuan super yang berkembang sendiri tanpa bimbingan. Sejak kecil, dia sudah mendapatkan metode kultivasi khusus bagi pengguna kemampuan super dan terus melatih serta menempa kemampuan supernya.Di usia muda, dia sudah mencapai pering

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1365

    Arlo tidak terlalu memedulikan masalah itu. Dia hanya menyetujui untuk makan malam bersama Keluarga Parham, lalu kembali menatap Bagas."Baiklah, lanjutkan."Saat itu, wajah Bagas dipenuhi amarah dan aura membunuh. "Orang-orang ini benar-benar sudah gila! Tadi malam, puluhan orang menyerbu basis produksi Cairan Kehidupan. Kalau Kelompok Naga nggak tiba tepat waktu, garis pertahanan kita hampir saja ditembus!"Arlo hanya bergumam pelan, "Orang dari pihak mana?""Keluarga Lingga dari Korlia!" jawab Bagas dengan geram."Mereka tahu tempat itu dijaga pemerintah, tapi masih mengerahkan begitu banyak orang untuk menyerbu. Bukankah itu sama saja dengan sengaja mengantarkan nyawa?" Arlo tertawa geli.Dia sama sekali tidak meragukan kemampuan pemerintah. Di wilayah Doraia, menyerbu basis yang dijaga militer sama saja dengan mencari mati."Sekarang berbagai pihak mulai bergerak. Banyak kekuatan menggunakan segala macam koneksi untuk mendapatkan formulanya. Ada yang terang-terangan menawarkan tra

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status