تسجيل الدخول"Sheila adalah putri Keluarga Margono. Dia datang ke Keluarga Candra sebagai tamu bersama keluarganya. Keluarga Candra sama sekali tidak pernah berniat menyanderanya.""Ucapan yang beredar sebelumnya juga hanya bertujuan mengundang Master Arlo datang berkunjung. Hanya saja telah dipelintir oleh orang luar."Pria tua berjubah hitam itu tetap tenang. Kalimat demi kalimat yang diucapkannya berhasil menghapus semua tuduhan yang dilontarkan Arlo seolah tidak pernah ada.Arlo mencibir, "Kalau begitu, sekarang aku sudah datang. Apa yang ingin Keluarga Candra bicarakan denganku?"Pria tua berjubah hitam itu tetap tanpa menunjukkan perubahan ekspresi, lalu berkata perlahan, "Keluarga Candra bersedia memperlakukan Master Arlo sebagai tamu kehormatan, setara dengan leluhur kami, dan menerima penghormatan dari seluruh anggota Keluarga Candra.""Kami juga bersedia menghadiahkan 30 persen aset Keluarga Candra kepada Master Arlo. Di dunia luar, Keluarga Candra pun bersedia berdiri di pihak Master Arl
Setelah Arlo secara terang-terangan menantang Keluarga Candra.Seluruh kediaman Keluarga Candra, beserta para praktisi bela diri di sekitarnya, langsung gempar.Di dalam kompleks keluarga itu, tampak sosok demi sosok memelesat ke udara. Tak terhitung banyaknya praktisi bela diri Keluarga Candra berhamburan keluar.Ibob dipenuhi keterkejutan, sementara Julia antara marah dan syok.Saat ini, Arlo bagaikan pedang tajam yang baru terhunus. Auranya menjulang tinggi, ketajamannya terpancar jelas dan langsung menusuk pandangan semua orang. Wibawanya yang meremehkan semua orang, membuat siapa pun tak berani menatapnya lama.Jadi ... inikah Raja Hareast, Arlo?Benar-benar memancarkan aura penguasa!Kata pertama yang tanpa sadar muncul di benak semua orang adalah "berwibawa"."Kamu ... beraninya kamu bersikap sesombong ini!"Javian gemetar karena marah, tetapi tetap tak berani maju walau hanya selangkah.Keluarga Candra sudah menerima kabar bahwa Arlo telah membunuh Sadali beserta putranya, sert
Begitu kata-kata itu terucap, semua orang menatap Arlo dengan wajah penuh keterkejutan.Pemuda ini benar-benar punya nyali besar.Javian adalah tuan muda Keluarga Candra, orang dengan kedudukan terhormat. Dengan wibawa Keluarga Candra di daerah ini, jangankan jalan sepanjang 500 meter di depan gerbang, sekalipun dia mengatakan seluruh kota ini milik Keluarga Candra, orang lain hanya bisa menerimanya.Mana mungkin orang yang berani menantang tuan muda Keluarga Candra tepat di depan gerbang mereka bisa berakhir baik?Julia langsung mengenali Arlo, lalu mencibir. "Ternyata kamu lagi. Di area istirahat tadi sudah berpura-pura misterius, sekarang datang ke sini cari masalah lagi.""Pertarungan grandmaster seperti ini, tapi orang kecil sepertimu malah sibuk mencari perhatian."Sambil berbicara dia menoleh kepada Javian, "Kak Javian, kalau di tempat kami, orang begini sudah kupatahkan tangan dan kakinya, lalu kubuang."Semua orang langsung memandang Arlo dengan rasa iba.Di saat pertarungan g
"Kami semua datang untuk menyaksikan pertarungan!"Seseorang di tengah kerumunan menjawab. Yang lain pun mengangguk setuju.Sebagai praktisi bela diri, menjadi grandmaster adalah impian yang hampir mustahil. Di antara jutaan praktisi, mungkin hanya satu yang mampu mencapainya.Sebagian besar praktisi bela diri bahkan tidak akan pernah menyentuh tingkat semi-grandmaster sepanjang hidup mereka.Karena itu, siapa pun yang telah mencapai tingkat tenaga dalam pasti menyimpan rasa kagum dan hormat kepada seorang grandmaster.Arlo adalah bintang baru yang bangkit dari dunia bela diri dan dikabarkan belum pernah mengalami kekalahan. Sementara Keluarga Candra memiliki tiga grandmaster, tokoh-tokoh senior dari keluarga bela diri yang telah terkenal sejak lama.Pertarungan seperti ini sendiri sudah cukup menarik perhatian.Ditambah lagi, Arlo datang demi menyelamatkan wanita yang dicintainya.Kisah seorang pria yang rela mempertaruhkan segalanya demi cinta itu kebetulan terjadi bersamaan dengan K
Wajah Ibob semakin muram.Saat itu, salah seorang bawahannya seolah baru teringat sesuatu dan berbisik, "Kalau di Hareast nggak ada orang yang bernama sama, kemungkinan besar orang yang mereka sebut ini adalah orang yang dulu menggemparkan Hondaria hingga hampir membuat Keluarga Prijaya musnah."Daerah tempat tinggal mereka memang berdekatan dengan Hondaria. Hubungan antarkeluarga kaya di kedua wilayah itu cukup erat, sehingga informasi juga mudah beredar.Ibob sama sekali tidak meragukan laporan bawahannya. Dia pun menjadi semakin bimbang apakah harus mengubah rencana perjalanan mereka."Hmph! Memangnya Keluarga Prijaya itu apa? Mana pantas dibandingkan dengan Keluarga Candra dan Keluarga Budiono! Aku justru ingin melihat sehebat apa Master Arlo itu!""Keberanian Nona Julia memang luar biasa! Bagaimanapun hebatnya Master Arlo, dia nggak mungkin bisa melawan banyak orang sekaligus," sahut si pemuda sok jago di samping menyanjungnya.Mendengar itu, mata Julia langsung berbinar. Dia mema
Saat semua orang masih mengobrol, tujuh atau delapan mobil mewah memasuki area istirahat. Seketika, perhatian semua orang tertuju ke sana.Dari sebuah Mercedes antipeluru yang telah dimodifikasi di tengah rombongan turun seorang pemuda berpakaian mewah. Di belakangnya mengikuti seorang wanita muda yang dipenuhi perhiasan mewah.Tak lama kemudian, belasan pengawal juga turun dari mobil. Dua pengawal wanita mengawal wanita muda itu menuju toilet."Wah, yang ini gayanya lebih hebat lagi. Mobil mewah, pengawal pula. Sepertinya bukan orang Cangga.""Terlahir di keluarga kaya memang butuh keberuntungan. Jangan-jangan anak orang kaya ini juga mau ke Keluarga Candra?"Arlo dan Zaem ikut melirik sekilas, tetapi keduanya sama sekali tidak mengenal pemuda itu.Sebaliknya, Neisya tampak tertegun.Orang dari Keluarga Budiono datang?Untuk sesaat dia tidak tahu apakah perlu mengingatkan Arlo atau tidak.Sementara semua orang masih berbisik-bisik, salah seorang pengawal pemuda itu juga sedang membisi
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







