Share

Bab 473

Penulis: Jayden Carter
Fabio terhempas ke tanah dengan sangat mengenaskan. Darah menyembur dari hidung dan mulutnya, wajahnya dipenuhi keterkejutan dan ketakutan.

Arlo terlalu kuat. Jauh lebih kuat daripada semi-grandmaster mana pun yang pernah dia hadapi.

Mungkinkah Arlo adalah grandmaster Tenaga transformasi? Tidak, itu mustahil. Pria ini terlihat baru berusia 20-an.

"Kalau bukan karena Pak Dandy bilang kamu keturunannya dan aku menghormati Pak Dandy, kamu sudah jadi mayat sekarang," dengus Arlo dingin, lalu kembali
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Agan Romo Sulaksana
kapan bareng isyana lagi...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1378

    Itu adalah Tinju Pemecah Langit Elemen Air.Teknik tinju ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan pukulan Tinju Delapan Ekstrem. Namun, pada tingkat Arlo saat ini, ketika digerakkan dengan kekuatan elemen air, kekuatannya sudah jauh melampaui itu hingga berkali-kali lipat.Kekuatan tinju itu menciptakan lingkaran demi lingkaran riak di udara, seperti riak air. Namun, riak hitam itu sebenarnya adalah retakan pada ruang.Siapa pun atau apa pun yang berada di dalamnya akan tercabik-cabik.Menghadapi pukulan ini, Atlas langsung memucat karena terkejut. Tubuhnya berkelebat di udara dan menyatu dengan sebuah bayangan hitam.Sesaat kemudian, dia menghilang.Pada detik berikutnya, dia tiba-tiba muncul di sebelah kiri Arlo dan menusukkan belatinya ke arah leher Arlo.Arlo hanya tersenyum tipis. Tangan kirinya membentuk dua jari seperti pedang, lalu menusuk ke arah dada Atlas.Atlas sekali lagi menyelinap ke dalam bayangan, sementara energi negatif di sekitarnya semakin pekat.Jika lawannya adal

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1377

    Arlo yang kini berada di hadapannya itu benar-benar bukan manusia!Namun, Atlas jelas berhasil melarikan diri. Di dalam bekas telapak tangan itu bukan hanya tidak ada mayat, bahkan setetes darah pun tak terlihat.Serangan Arlo tak mengenai sasaran, tetapi ekspresinya tetap datar."Kamu nggak akan bisa kabur!"Sebelum kata-katanya selesai, sebuah telapak tangan yang sama kembali menghantam dari atas, seolah langit runtuh menimpa bumi.Daerah ini jarang dilalui orang. Kalau sampai ada yang melihat pemandangan ini, mungkin mereka akan ternganga karena kaget.Saat ini, seorang pemuda Doraia berseragam militer yang sedang menyaksikan pertarungan dari atas pohon di kejauhan saling memandang dengan Margo. Keduanya sama-sama sangat terkejut."Kalau Tetua bertarung dengannya saat berada di puncak kekuatan dulu, seberapa besar peluang menangnya?" Pemuda itu tak mampu menahan diri untuk bertanya.Margo mengangkat lima jarinya. Lima puluh banding lima puluh!Di masa jayanya, Margo sudah mencapai t

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1376

    Dalam sekejap, Arlo membunuh empat pengguna kekuatan super tingkat S.Dia melakukannya dengan santai, seolah hanya membunuh empat ekor ayam. Saat ini, pandangannya tertuju pada sebuah bayangan di kejauhan. Dia lalu berkata dengan nada datar, "Aku paling benci orang yang suka bersembunyi."Dia seolah yakin bahwa Atlas berada di balik bayangan itu."Gimana kamu bisa menemukan keberadaanku?" Bayangan itu bergetar hebat, lalu Atlas keluar dari dalamnya.Wajahnya tampak serius. Tatapannya yang tajam tertuju lurus pada Arlo, seperti seekor serigala liar.Zolon yang berdiri di sampingnya juga sama.Siapa pun yang melihat pengguna kekuatan super tingkat S dibunuh semudah menyembelih ayam pasti akan ketakutan setengah mati.Atlas dan Zolon memang merupakan para ahli super yang sangat terkenal di barat, tetapi bahkan mereka tidak mampu membunuh Black Tiger, Ratu Es, pendekar pedang nomor satu Korlia, dan Manusia Mesin Celtic hanya dengan sekali gerakan seperti yang dilakukan Arlo!Petir masih me

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1375

    Saat itu, Arlo memilih Buck sebagai sasaran.Menghadapi Buck yang menerjang hingga tiba di hadapannya, Arlo mengayunkan satu telapak tangan.Buk!Tubuh Arlo sedikit bergoyang, sedangkan Buck seolah baru saja menabrak kereta api. Tubuhnya mendadak membeku selama beberapa detik, sementara sorot tidak percaya melintas di matanya. Dia menunduk dan menatap telapak tangan Arlo yang menekan dadanya, seakan tidak mengerti mengapa telapak tangan yang tampak begitu biasa itu mampu menghentikan terjangannya.Detik berikutnya, tangan itu menembus daging di dadanya, mematahkan tulang belakangnya, lalu menciptakan lubang yang menembus hingga ke punggung. Lubang itu bahkan menyerupai bentuk telapak tangan Arlo."Mati!"Arlo kembali melontarkan satu kata. Sambil menarik tangannya, dia menoleh dan tersenyum kepada Caesar. "Sekarang giliranmu!"Caesar sudah terpaku melihat pemandangan tadi. Tanpa sadar, dia ingin menarik kembali lengan mekanis yang sudah diayunkannya. Namun, dalam pertarungan hidup dan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1374

    Saat itu, Buck mengeluarkan sebotol cairan obat yang tidak diketahui jenisnya, lalu menenggaknya.Detik berikutnya, dia mengeluarkan lolongan seolah sedang menahan rasa sakit yang luar biasa. Dia memukuli dada dan mengentakkan kaki dengan liar, sementara tubuhnya tiba-tiba membesar. Otot-otot di sekujur tubuhnya membengkak drastis hingga seluruh pakaiannya robek. Tulang-tulang yang baru saja patah seolah menyatu kembali di bawah pengaruh obat tertentu.Kejernihan sudah lenyap dari matanya. Yang tersisa hanyalah kegilaan seekor binatang buas."Si Besar mulai mengamuk!" Zolon tersenyum puas. Kilatan petir kembali muncul di matanya, sementara cahaya dan percikan listrik terus menyambar di sekeliling tubuhnya, seolah seluruh tubuhnya akan berubah menjadi kumpulan petir.Arlo tetap tanpa ekspresi dan melangkah maju. "Sudah kubilang, kalian semua harus mati!"Nada bicaranya sangat dingin. Tiba-tiba dia melangkah maju, seolah mampu menyusutkan jarak dalam sekejap. Dalam sekejap mata, telapak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1373

    Yorgi sontak terkesiap.Seberapa kuat sebenarnya tubuh Arlo? Bahkan Buck, yang konon tubuhnya tidak bisa ditembus peluru sekalipun, tetap bisa dia belah dengan tebasan ini!Keterkejutan dalam hati Yorgi sudah mencapai puncaknya.Karena sudah menyetujui untuk ikut dalam misi ini, tentu saja dia sudah mempelajari informasi tentang Arlo yang dimilikinya dengan serius. Dia juga sudah tahu bahwa tubuh Arlo sangat kuat. Namun, dia percaya diri pada pedang panjangnya, terlebih lagi pada teknik pedangnya.Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa pedangnya bahkan tidak mampu menembus kulit Arlo.Sebelum sempat memperingatkan yang lain, cambuk petir Zolon yang berada dalam genggaman Arlo sudah dilemparkan olehnya. Kilatan listrik langsung menghantam Yorgi hingga terpental.Zolon buru-buru menghentikan tekniknya sehingga Yorgi nyaris berhasil diselamatkan.Saat itu, Buck sudah menerjang seperti harimau dan macan tutul.Buck benar-benar menempuh jalur sebagai perisai hidup. Manusia super dengan kemam

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status