Share

Bab 693

Author: Jayden Carter
Melihat Arlo membunuh tanpa ragu, Tirta dan Jarnawi ketakutan setengah mati. Keduanya berasal dari keluarga kaya besar di Hondaria. Ayah dan para senior di keluarga mereka adalah pendiri atau pewaris perusahaan besar yang terkenal.

Biasanya di kalangan atas Hondaria, mereka bertindak seenaknya, bahkan tokoh seperti Iqbal atau Wahid pun harus bersikap sopan kepada mereka.

Namun sekarang, semua kebanggaan dan kehormatan mereka diinjak-injak, karena pemuda dari Kota Naldern di depan mereka ini meme
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Byanca
bagus ceritanya ayoo lanjutkan kk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 970

    Kilatan dingin melintas di wajah Arlo saat dia menatap Bados dan kelompoknya dengan ekspresi datar.Matahari yang terik bagaikan bilah pisau, menyinari wajahnya yang tenang. Di dalam tatapannya terkandung niat membunuh yang begitu pekat, tetapi tidak terlihat sedikit pun kegelisahan.Tangannya mengepal dengan santai. Ini seperti ketenangan menyesakkan sebelum badai besar datang dan menyimpan amukan yang paling dahsyat."Kalau begitu, jangan salahkan kami kalau kami bertindak tanpa belas kasihan!" Bados mengibaskan tangannya.Para pria berjubah putih yang dibawanya langsung berpencar membentuk formasi. Mereka berdiri dalam susunan Formasi Tujuh Bintang dan masing-masing mengeluarkan pedang lentur yang melingkar di pinggang mereka. Semuanya memiliki kekuatan semi-grandmaster.Namun, dengan dukungan Formasi Pedang Tujuh Bintang, kekuatan mereka mampu menyamai grandmaster tenaga transformasi.Bados melompat maju. Dia tidak menggunakan pedang lentur. Karena bagi grandmaster tenaga transform

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 969

    Lebih dari sepuluh orang mengepung dan menyerang secara bersamaan. Setelah Bados melancarkan satu pukulan ke arah Arlo, muncul rentetan ledakan udara di langit akibat kekuatan pukulannya.Sesaat kemudian, dia melompat mundur dan mendarat di tengah kelompoknya sendiri.Sambil mengernyit, dia berkata dengan suara lantang, "Master Arlo, aku sarankan kamu pikirkan dengan jernih! Kenapa nggak mendengarkan saranku saja?""Pil Jiwa Kehidupan itu kalau ditinggalkan di sini, juga akan jatuh ke tangan penyelenggara, bukan menjadi milikku. Anggap saja kamu telah berkontribusi untuk Doraia!""Kalau kamu meracik pil untuk Sekte Bayangan kami, tentu manfaat yang kamu peroleh juga cukup besar.""Kalau kamu terus bertindak gegabah seperti ini, kamu hanya akan mempersempit jalanmu sendiri. Untuk apa?""Belum lagi, dengan kekuatanku sebagai grandmaster tenaga transformasi tingkat enam, kamu bukan tandinganku. Bahkan di antara orang-orang yang kubawa juga ada banyak ahli.""Jangan lupakan sebesar apa Sek

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 968

    Bados berbicara dengan nada seolah-olah sedang membujuk dengan sabar."Jadi maksudmu, di tempat ini kamu yang paling berkuasa? Bahkan kekuasaanmu lebih besar daripada pihak militer dan penyelenggara konferensi?" tanya Arlo sambil menyipitkan mata."Perkenalkan, aku Bados dari Sekte Bayangan. Entah Master Arlo memahami dunia sekte misterius tingkat atas atau nggak. Kalau nggak, aku bisa menjelaskannya ...."Bados tersenyum, lalu berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Anggap saja begini. Keluarga misterius tingkat atas dan sekte misterius tingkat atas berada di atas hukum serta aturan dunia biasa ...."Arlo mengangguk pelan. "Oh. Jadi setelah bicara panjang lebar, intinya kalian ingin menginjak-injak kepalaku, begitu?"Begitu kalimat itu selesai, tinju Arlo melesat seperti naga yang mengamuk.Boom! Tinju itu langsung menghantam ke arah Bados. Gelombang energi yang dahsyat meledak di dalam stadion.Melihat Arlo tiba-tiba menyerang, Kaisan merasakan kepuasan yang luar biasa. Sejujurnya, di

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 967

    Begitu kata-kata itu terucap, seluruh arena langsung hening. Menurut peraturan konferensi, memang benar demikian. Namun, aturan itu sebenarnya memiliki syarat, yaitu bahan untuk meracik pil harus disediakan oleh pihak penyelenggara.Sementara itu, Arlo menggunakan bahan miliknya sendiri.Namun pada saat ini, syarat itu justru diabaikan oleh semua orang. Pengabaian itu pun dilakukan dengan sengaja. Sifat tamak yang menjadi salah satu naluri tergelap manusia mulai bangkit.Kaisan berhasil menangkap keserakahan yang tersembunyi di dalam hati semua orang. Dia menyeringai, lalu menatap Arlo tanpa rasa takut. "Melucu? Kurasa justru Master Arlo yang nggak memahami aturan dengan jelas!"Arlo tersenyum. Kilatan niat membunuh yang mengerikan melintas di matanya. "Bahannya milikku sendiri, pilnya juga aku yang racik. Sekarang kamu bilang aku harus meninggalkan dua butir pil milikku karena itu aturan Konferensi Pengobatan Tradisional?"Kaisan tetap tidak peduli. "Kalau nggak ada api bumi, gimana k

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 966

    "Benar! Benar! Kami semua tertarik!"Bagi keluarga-keluarga kaya biasa, benda yang dapat memperpanjang umur adalah harta paling berharga di dunia.Sementara itu, para ahli bela diri yang hadir menunjukkan ekspresi penuh gairah. Terutama para praktisi sihir, mata mereka sampai berbinar-binar.Pil Jiwa Kehidupan mampu memperkuat jiwa dan roh. Dengan kata lain, pil itu dapat meningkatkan kekuatan spiritual seseorang. Itu adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kekuatan mereka.Selain itu, salah satu syarat mutlak untuk membentuk fisik surgawi adalah menempa jiwa dan kekuatan spiritual.Bahkan setelah mencapai tingkat transenden, proses penempaan jiwa baru saja dimulai. Pil Jiwa Kehidupan tetap merupakan tonik luar biasa yang sangat bermanfaat.Baik grandmaster tenaga transformasi, ahli tingkat sejati, maupun ahli transenden, semuanya menginginkan benda ini!Bagi sebagian besar orang, menyelesaikan sembilan tahapan grandmaster, menembus ranah bawaan, lalu melangkah ke tingka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 965

    Melihat langit yang dalam sekejap dipenuhi gumpalan awan, semua orang terpaku oleh fenomena aneh di depan mata mereka.Kaisan dan Gonzali mendongak ke langit dengan ekspresi tidak percaya.Para petinggi militer di tribune, para pria berjubah putih, serta para ahli dari kalangan bela diri dan praktisi sihir juga sama-sama tercengang."Ini ... ini benar-benar awan pil!" Mata Bados berkilat penuh keterkejutan.Dhira begitu bersemangat hingga janggut putihnya bergetar. Dia bergumam pelan, "Anak ini adalah seorang ahli yang menapaki jalan Tao melalui ilmu pengobatan. Ya, pasti begitu!""Dhira, apa yang kamu katakan?" Mendengar gumaman itu, Bados langsung mengernyit."Bukan apa-apa." Dhira segera menggeleng. Namun di dalam hati, keyakinannya justru semakin kuat.Kemampuan medis yang luar biasa, pencapaian alkimia yang mengagumkan, bahkan mampu membunuh seorang grandmaster, dan mengendalikan berbagai teknik sihir dengan mudah. Semua kemampuan itu jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 251

    Cakra menangkap celah kecil dalam ucapan Arlo, lalu tertawa meremehkannya. "Yang palsu nggak akan pernah jadi asli? Kalau begitu, akan kubuktikan padamu.""Dasar orang berwawasan sempit. Kamu nggak tahu kalau Giok Darah Jenderal memiliki khasiat khusus, ya?""Bukan hanya bisa mengusir bala dan roh j

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 244

    "Orang yang bentrok dengannya itu bernama Ghazi. Akhir-akhir ini di Kota Naldern, bisnisnya sedang sangat maju. Dia keponakan Nawas!"Welly merasa agak heran dan tak bisa menahan diri untuk bertanya, "Siapa Nawas? Hebat banget ya?"Vijay meneguk minumannya, lalu tersenyum tipis. "Wilayah jalanan klu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 248

    Yudha yang merupakan penyokong Nawas selama ini, tiba-tiba mengubah ekspresinya. Dia berbalik dan melayangkan satu tamparan keras ke wajah Nawas. "Dia menamparmu seperti ini?"Nawas menutup wajahnya dengan tidak percaya.Tanpa memberi Nawas kesempatan berbicara, Yudha kembali menendangnya dengan ker

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 249

    Maybach hitam berhenti dengan mantap di depan Paviliun Surgawi. Setelah menerima kabar, Omran dan Sheila datang bersama. Yang mengikuti di belakang mereka adalah Prasetya, yang sebelumnya pernah berurusan dengan Arlo."Arlo, maaf sekali, sampai-sampai harus merepotkanmu datang ke sini." Omran melang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status