로그인Arlo tidak berkata apa-apa. Pandangannya hanya beralih ke arah toilet.Yusa sudah pergi beberapa menit. Kenapa dia belum kembali?"Perlu aku periksa?" Yolanda mengikuti arah pandangannya dan langsung mengerti."Nggak perlu!" Arlo menggeleng."Kamu ternyata cukup percaya sama gadis Gorasa itu. Ckck, memang beda ya kalau sudah pernah tidur sama dia? Hati-hati kalau kamu dijebak lalu dijual tanpa sadar!""Nada bicaramu sinis sekali. Jangan-jangan kamu iri karena belum pernah tidur denganku? Kalau memang mau, bilang saja. Aku bisa memuaskanmu. Nggak usah nyinyir begitu."Arlo menggodanya sambil mencibir. Dia memang paling suka melihat Kinta kesal tetapi tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.Saat keduanya sedang berbicara, Yusa akhirnya berjalan kembali dengan langkah lambat. Kepalanya masih sedikit tertunduk dengan ekspresi lembut dan penurut seperti biasa. Dia terlebih dahulu berjalan ke konter pembuatan minuman untuk mengambil pesanan mereka, kemudian kembali membawa tiga gelas minuman
Arlo mengangguk pelan sebagai balasan salam.Nirina adalah gadis yang periang. Dia langsung duduk di meja sebelah dan berkata sambil tersenyum, "Nagiya sebesar ini, aku kira kita nggak bakal ketemu lagi! Kalian baru turun setelah mengunjungi kuil, atau justru baru mau naik?"Firza ikut duduk di sampingnya dan mencibir. "Kalau dilihat penampilan mereka, sudah pasti mereka baru mau naik! Sayangnya, kalian juga bakal datang sia-sia!"Teman yang mengikuti mereka berdua adalah seorang wanita berusia 20-an. Meskipun mengenakan kimono, dia mampu berbicara bahasa Doraia dengan fasih."Mereka teman kalian? Hari ini kuil tiba-tiba ditutup dan nggak menerima pengunjung lagi. Kalau kalian berteman, kita bisa pergi main ke tempat lain sama-sama."Arlo menggeleng sambil tersenyum. "Nggak perlu. Kuil itu ditutup justru untuk menyambutku. Kalau aku nggak naik, bukankah mereka akan kecewa?"Nirina langsung terkejut. "Benarkah? Kalau begitu, boleh bawa aku ikut? Katanya kuil ini cukup manjur. Aku memang
Arlo mendengus pelan.Bahkan sebelum tubuhnya ditempa oleh elemen kayu, orang sekelas Atlas bisa dia bunuh semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi sekarang kekuatannya sudah meningkat pesat. Keluarga Kaga yang tidak seberapa sama sekali bukan ancaman baginya.Namun, mata rubah Kirani itu agak menarik. Apakah itu semacam pengendalian mental? Atau mampu menciptakan ilusi di dalam pikiran seseorang?Kalau cuma pengendalian mental sih, itu hanya trik kecil yang tidak berarti. Namun, kalau ternyata dia bisa menciptakan ilusi, berarti kemampuan itu memang cukup istimewa.Dengan kekuatan kesadaran spiritual Arlo saat ini, selama masih berada di bawah tingkat transenden, tidak mungkin ada orang yang mampu melampauinya dalam hal kekuatan mental ataupun kekuatan jiwa.Kecuali jika lawannya mendapat dukungan formasi besar yang mampu membatasi kesadaran spiritualnya.Perihal cara para ninja yang sering menggunakan racun ... setelah tubuh Arlo ditempa oleh elemen air dan kayu, tubuhnya sudah ti
Sosok hitam itu bergerak luar biasa cepat dan melompat menuju semak-semak di belakang. Pada saat bersamaan, sebuah bom berbau busuk meledak di udara.Bau menyengat yang luar biasa busuk menyebar bersama kepulan asap hitam, menghalangi pandangan semua orang dan sepenuhnya menyembunyikan jejak sosok tersebut."Masih mau kabur?" Arlo mencibir.Tangannya berputar di udara, lalu telapak tangannya berubah membentuk cengkeraman.Seketika, sebuah tangan raksasa berwarna hijau keputihan muncul di udara dan menerobos kepulan asap hitam. Kekuatan dahsyat menimbulkan embusan angin tajam yang dalam sekejap menghalau seluruh asap hitam.Sosok hitam yang sedang melesat mundur itu tiba-tiba membeku. Sesaat kemudian, tubuhnya justru terbang mundur ke arah Arlo, seolah dikendalikan oleh kekuatan tak kasatmata.Yusa menutup mulut kecilnya dengan tangan, matanya dipenuhi kekaguman.Yolanda tetap terlihat tenang dan hanya melirik sosok hitam yang terhempas ke tanah.Dia adalah seorang pria bertubuh pendek
Sekecil apa pun Gorasa, tempat itu tetaplah sebuah negara. Di hadapan kekuatan negara dan persenjataan modern, sehebat apa pun seseorang, dia tetap mungkin terbunuh hingga jiwa dan raganya musnah."Balas dendam? Kalau memang untuk membalas dendam, kenapa dia belum pergi?" tanya Kirani penuh makna.Yasuchika tiba-tiba berdiri. "Dia pasti mengincar Musashi!""Musashi? Kalau begitu, dia datang demi rahasia setelah mencapai tingkat transenden?" Pria berpakaian samurai itu mengernyit dan bergumam.Kirani memandang keduanya dengan bingung. "Rahasia apa setelah tingkat transenden?"Yasuchika tidak menjawab.Pria berpakaian samurai itu perlahan berkata, "Di zaman sekarang, semua kultivator yang telah melampaui tingkat transenden menghilang tanpa jejak. Selain Dewa Militer dari Doraia, nggak ada seorang pun lagi. Selama puluhan tahun terakhir, kita hanya mendengar bahwa ada ahli kuat di sekte-sekte tersembunyi Doraia, tetapi berapa banyak orang yang pernah benar-benar melihat mereka?""Dulu per
"Siapa sebenarnya? Siapa yang mampu menghancurkan Keluarga Miyamoto sampai seperti ini? Apa benar Arlo yang datang?"Yasuchika, mantan kepala Keluarga Miyamoto sekaligus ahli onmyoji tersohor di Gorasa, baru saja menerima kabar bahwa Yusa membawa seseorang kembali untuk menyerang keluarga mereka. Kepala keluarga tewas dan ratusan anggota elite kehilangan nyawa."Dengan kekuatan bersenjata Keluarga Miyamoto, bahkan aku saja nggak mungkin menundukkan mereka dalam waktu singkat. Terlebih lagi, ada Takahara yang menjaga tempat itu. Apa Arlo benar-benar memiliki kemampuan sehebat itu?"Seorang pria berpakaian samurai mengernyitkan kening. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa badai seolah sedang bergolak di dalam mata Yasuchika.Yasuchika memang sudah tua, tetapi sebagai seorang onmyoji yang menekuni teknik roh gaib, penuaan tubuh fisiknya tidak memengaruhi kemurnian kekuatan sihirnya."Aku nggak bisa memastikan karena orang di dalam foto bukanlah dirinya. Aku hanya mendengar bahwa Takahara g
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







