로그인Setelah menutup telepon, dia benar-benar tidak bisa menahan diri lagi. Jari yang menunjuk ke arah Arlo dan Chairil gemetar hebat."Kalian ... kalian ini berani sekali! Itu 'kan tuan muda Keluarga Wiyoko!""Kalian bahkan berani memukulnya! Masih berani menantang leluhur Keluarga Wiyoko! Apa kalian sudah gila?"Lalyah langsung berlutut di depan pria tua pincang itu."Paman, kamu kepala Suku Kiora. Mengingat hubungan dengan ibuku, tolong selamatkan keluarga kami!"Orang-orang Suku Maia dari Klan Tekukur selama bertahun-tahun memasok bahan obat untuk Sekte Tabib Hantu. Ibu Tuan Kedua juga berasal dari Klan Tekukur. Di Provinsi Rimawe, ada cukup banyak cabang Suku Maia yang tinggal di pegunungan dan hidup miskin. Hanya Klan Tekukur yang hidup cukup sejahtera karena bergantung pada Sekte Tabib Hantu.Sebagai kepala suku, meskipun Anam hanya seorang pria tua pincang, tetap saja dia punya wibawa.Dulu Nenek Buta pernah punya sedikit hubungan dengan Anam di Sekte Pengendali Mayat. Entah syarat
Arlo membawa Chairil dan Diana, langsung kembali ke rumah duka milik Keluarga Taslim.Di perjalanan, Diana tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada Arlo, "Kak Arlo, melakukan ini benar-benar nggak bakal bawa masalah untuk kamu?"Dari sudut pandangnya, meskipun Arlo punya kemampuan dan keahlian bertarung, Keluarga Wiyoko tetaplah pemilik perusahaan puluhan triliun, orang kaya papan atas di Provinsi Rimawe, dan juga punya identitas serta kemampuan yang aneh."Masalah ini juga nggak sepenuhnya karena kalian berdua. Aku memang punya beberapa konflik bisnis dengan Sekte Tabib Hantu yang harus diselesaikan!"Arlo tersenyum santai dan berkata jujur.Diana mengangguk pelan, lalu tersenyum getir, "Aku benar-benar minta maaf, masalahnya malah jadi semakin besar! Entah bisa diselesaikan atau nggak, aku akan mengingat kebaikan Kak Arlo seumur hidup!""Eh ... sebenarnya nggak perlu begitu. Asal kamu bisa menikah sama aku dengan lancar, usaha Arlo ini nggak sia-sia."Chairil sengaja mendekat ke
Bagya merasa Arlo tidak semenakutkan yang dibayangkan. Dia menggerakkan lehernya sedikit, lalu berkata, "Diana sudah dijanjikan oleh keluarganya untuk diberikan kepadaku. Dia datang ke perusahaanku dan minum beberapa gelas dengan tamu, itu bukan masalah besar.""Ini urusan antara aku dan keluarganya. Tapi karena Master Arlo sudah bicara, aku anggap saja masalah ini selesai demi menghormatimu!"Arlo tersenyum. "Demi menghormatiku ya?""Kalau itu orang lain, hari ini aku nggak akan semudah ini diajak bicara. Ini sudah termasuk bentuk penghormatanku padamu!""Sekte Dokter Hantu kami memang nggak punya grandmaster tenaga transformasi, tapi kami juga nggak takut ...."Belum selesai berbicara, tinju Arlo sudah menghantam wajah Bagya. Padahal Bagya juga seorang ahli sihir dan memiliki kemampuan tingkat kegelapan, tetapi tinju Arlo tetap tidak sempat dia hindari.Satu pukulan demi satu pukulan menghantam wajahnya, tulang hidungnya langsung patah, darah muncrat ke mana-mana."Kamu ini siapa sih
Arlo tersenyum. Tampaknya Sekte Dokter Hantu bukan sepenuhnya tidak tahu tentang dirinya. Itu justru menghemat banyak energinya.Namun, Hariyan dan beberapa orang asing itu sama sekali belum pernah mendengar nama Arlo.Hariyan sudah lama tidak pernah dipermalukan seperti ini. Dia langsung menambahkan bumbu di depan Bagya. "Tuan Kedua, ini orangnya! Dia sama sekali nggak menghormati Sekte Dokter Hantu, bahkan terus-menerus menyebut keluarga Tuan sebagai anjing, juga menghina Ketua!"Kevin juga memasang ekspresi berlebihan sambil meringis. "Pak Bagya, kami dipukuli seperti ini, kamu harus memberi kami penjelasan! Kalau nggak, perusahaan kami pasti akan menghentikan kerja sama!"Sudut mulut Bagya berkedut. Untuk sesaat, dia hanya berdiri di tempat, tidak berkata apa-apa, hanya menatap Arlo lekat-lekat, seolah-olah Arlo adalah sosok luar biasa yang menarik perhatiannya sepenuhnya.Melihat ekspresi Bagya, Arlo langsung tahu Mak Cik sudah menyampaikan pesannya. Dia tersenyum simpul."Aku sud
Hariyan adalah salah satu murid terbaik di antara murid dalam, itulah sebabnya dia bisa menjadi direktur umum di Farmasi Holistic sekaligus tangan kanan Bagya dalam urusan bisnis.Dia sudah lama tenggelam di dunia bisnis dunia fana dan kemampuan bela dirinya nyaris terbengkalai. Kalau benar-benar bertarung, mungkin dia tidak lebih kuat dari kepala satpam tadi, tetapi soal pengamatan, dia masih mampu.Sekali lihat, dia langsung tahu Arlo adalah seorang ahli bela diri. Bisa menjatuhkan ahli puncak tenaga dalam hanya dengan satu gerakan, itu minimal sudah setingkat semi-grandmaster!Bagi dirinya, semi-grandmaster sudah termasuk tingkat legenda karena dia berkutat di dunia bisnis dan hampir tidak pernah berhubungan dengan ahli bela diri sejati."Ternyata seorang ahli! Sepertinya aku tadi salah menilai!" Hariyan tersenyum tipis, lalu ekspresinya sedikit berubah."Kalau kamu memang orang dunia persilatan, seharusnya kamu tahu Provinsi Rimawe adalah wilayah Sekte Dokter Hantu, bukan tempat or
Chairil sudah lama menahan amarah. Begitu Arlo memberi isyarat, dia langsung menghantamkan botol minuman ke kepala orang asing yang tertawa paling keras.Hariyan dan Zosami langsung terpaku. Begitu sadar, wajah Zosami memerah, lalu dia berteriak, "Kamu cari mati ya?"Urat di dahi Chairil menonjol. Dia mengayunkan botol melewati meja, langsung ke arah Zosami. "Sialan kamu! Diana sudah berbaik hati manggil kamu kakak sepupu, tapi bukannya membantu, kamu malah dorong dia ke lubang api?"Zosami sigap, langsung melompat menghindar. Namun, Chairil benar-benar marah. Lemparannya penuh tenaga.Botol itu menghantam dinding, pecah berkeping-keping. Serpihan kaca dan minuman muncrat ke wajah dan tubuh Hariyan serta Zosami.Zosami menunjuk Chairil. Wajahnya merah padam karena marah. "Diana, aku sudah bantu kamu demi nenekmu, tapi temanmu ini malah keterlaluan sekali!""Cepat minta maaf ke Pak Hariyan dan para tamu! Kalau nggak dapat maaf dari mereka, kalian jangan harap bisa keluar dari ruangan in
"Master Anta!" Saat Levin menyebut nama itu, ketenangannya lenyap, digantikan rasa hormat dan kagum.Melihat Keluarga Pramono sama sekali tidak tahu apa-apa, Levin langsung kehilangan minat. Awalnya dia mengira Mutia adalah sepupu Isyana, berarti ipar dari orang itu. Namun, sepertinya "nilai" para k
Risty pun tampak benar-benar tidak percaya. Dia sudah beberapa kali melihat Anies menggunakan benda itu. Bisa dibilang selalu berhasil. Tidak pernah ada orang yang bisa keluar sebelum Anies sendiri menarik kembali artefaknya.Yang paling dia ingat adalah kejadian di Hondaria. Belasan tentara bayaran
Levin mengernyit. Itu adalah barang pertama yang diminati Arlo. Dia sebenarnya berniat menghadiahkan barang itu. Melihat Risty masih terus memprovokasi, dia langsung hendak mengangkat papan untuk menawar lagi.Namun tepat saat itu, Arlo menarik lengannya."Kamu bodoh ya? Barang ini bahkan nggak lebi
"Kalau kita dapat bukti konkret, itu cukup untuk langsung menghabisi si licik itu!""Aku selidiki dulu, sekalian saja bantu kamu untuk nekan Keluarga Sriwandi sampai mampus!"Arlo mengerutkan kening, "Selidiki? Gimana caranya?"Sheila terkekeh manja, "Aku sudah melacak identitas salah satu orang Gor







