MasukDi dalam Sekte Dokter Hantu, tidak ada seorang pun yang tidak tahu tentang Teknik Jarum Samawi!Teknik ini dulu diciptakan oleh ahli besar Gunung Mahuda khusus untuk menekan aliran guna-guna mereka.Kalau bukan karena leluhur aliran guna-guna mencuri bagian akhir teknik itu dan kemudian Gunung Mahuda kehilangan warisannya, mereka sudah lama dimusnahkan oleh Gunung Mahuda.Sekarang, teknik pemungkas yang menjadi musuh alami Sekte Dokter Hantu justru berada di tangan Arlo!"Kita harus berdamai dengan Arlo! Apa pun kompensasi yang dia minta, kita berikan!" Yukta menutup mata, bersandar di kursinya, dan tidak berkata apa-apa lagi.Semua orang di tempat itu hanya bisa menunduk menerima kenyataan. Di wajah Bagya sempat terlintas rasa tidak rela ........Keesokan paginya, Arlo dan Chairil sudah lebih dulu pergi menjemput Diana. Menurut Arlo, menemui kakak sepupu itu sama sekali tidak ada artinya.Namun, karena keluarga Diana bersikeras, Arlo juga tidak ingin membuat Chairil terjebak di tenga
"Memangnya kenapa kalau itu Arlo? Mau sekuat apa pun dia, apa dia bisa menahan delapan ahli tingkat kegelapan kita?""Suruh Keluarga Sinaga kirim beberapa ahli semi-grandmaster terbaik untuk mengepungnya! Sekalipun kekuatannya sudah setara tingkat grandmaster tenaga transformasi, dia tetap akan mati di Provinsi Rimawe!"Di kursi utama sisi kanan, seorang pemuda berwajah garang memecah kesunyian. Dia adalah Wakil Kepala Sekte Dokter Hantu, Bagya, yang juga dikenal sebagai Tuan Kedua oleh Nenek Buta.Begitu dia menyatakan sikap, suasana langsung kembali ramai."Anak sombong yang baru sedikit berkuasa itu terlalu meremehkan Sekte Dokter Hantu. Dulu bahkan aliran Tao Gunung Mahuda yang kuat pun nggak berani bicara seperti itu tentang kita!""Beberapa tahun ini, Sekte Dokter Hantu terlalu fokus pada pengobatan sampai orang luar lupa kalau kita dulunya juga bagian dari aliran guna-guna. Bahkan tiga aliran besar Tao pun nggak bisa menghancurkan kita!"Delapan orang yang duduk di kursi di kedu
"Setelah masuk SMA, aku sadar semua itu nggak mungkin. Jadi aku mikir, aku ingin punya apartemen di pusat kota, di lantai paling tinggi, terus satu dinding penuh dibikin kaca.""Berdiri di depan dinding kaca sambil pegang gelas anggur, lihat lampu kota yang terang benderang, terus kamu ketuk pintu, bawa belasan model cantik, dan kita main bareng!""Tapi kenyataannya? Sialan, aku bukan siapa-siapa. Aku cuma orang paling biasa di dunia sialan ini!""Aku pacaran bertahun-tahun, pacarku ikut susah, senang, dan capek bertahun-tahun. Baru saja aku bisa numpang sama kamu buat cari duit, eh mau nikah susahnya kayak mau ambil kitab suci!"Arlo mendengarkan Chairil mengoceh sambil menyalakan rokok. Di balik asap yang mengepul, dia tiba-tiba menyeringai."Kalau kamu masih ingin jadi orang hebat, masih ingin hancurin dunia sialan ini, berarti kamu bukan pria payah!""Sepuluh tahun minum es pun nggak akan memadamkan darah panas! Selama darah panas itu masih ada, jiwa muda juga masih ada!""Apa yang
Nenek Buta tidak berkata apa-apa, hanya menunduk dan ikut naik ke mobil. Saat datang, di dalam mobil hanya ada dua orang, saat pulang sudah menjadi empat orang.Mobil berhenti di rumah Diana. Setelah turun, Nenek Buta langsung berjalan menuju toko persiapan pemakaman tanpa berkata apa pun.Chairil merasa agak kesal dan bergumam, "Setidaknya bilang terima kasih dong!"Mungkin karena kematian tuannya membuatnya sedikit menyimpan ganjalan terhadap Arlo, atau karena takut pada Sekte Tabib Hantu, atau mungkin setelah kembali ke kota dan teringat bahwa dia tetaplah nenek Diana, sikap wanita tua itu jadi agak aneh."Jangan-jangan kalian mau mengambil nyawa tuaku ini juga?" Setelah berkata begitu, dia langsung masuk ke dalam toko.Diana buru-buru berkata kepada Arlo, "Kak Arlo, maaf .... Nenekku ... sudah agak pikun ...."Arlo menggeleng. Dia tidak sampai harus mempermasalahkan hal seperti itu dengan seorang nenek tua."Bu, kalian kok balik lagi?" Lalya kaget melihat ibunya dan Diana masuk sat
Hanya saja, Sekte Tabib Hantu ini bersekongkol dengan Keluarga Sinaga sehingga sedikit banyak juga menimbulkan masalah bagi Arlo.Kali ini kebetulan bertemu, Arlo juga tidak keberatan sekalian menyinggung Sekte Tabib Hantu.Adapun soal yang disebut Kamil tentang menaklukkan beberapa aliran besar pengobatan tradisional, untuk sementara Arlo belum memasukkannya ke dalam rencana.Namun, sebagai pewaris Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, Arlo adalah penerima manfaat dari pengobatan tradisional kuno. Jika benar ada kesempatan untuk mengembangkan pengobatan tradisional, Arlo juga bersedia mencurahkan seluruh kemampuannya.Arlo tidak banyak menjelaskan, tetapi tetap berjalan ke arah Lintang, lalu kembali mengeluarkan beberapa jarum akupunktur dari cincin penyimpanannya."Biar aku bantu atasi racun mayatmu! Hmm, aku hanya akan melakukannya sekali. Kamu rasakan sendiri!"Lintang tertegun, lalu melihat gerakan Arlo saat menusukkan jarum. Gerakan Arlo sangat lambat, seolah-olah sengaja agar Lintang
Pemandangan seseorang yang tercabik-cabik dengan cara seperti itu tepat di depan mata benar-benar membuat semua orang di tempat terpaku ketakutan.Akhirnya Dabir tidak lagi bersuara dan para mayat hidup itu langsung terhenti total setelah Arlo menusukkan beberapa jarum perak di tubuh mereka.Seluruh tubuh Nenek Buta gemetar. Rasa takut yang datang dari lubuk hatinya muncul tanpa bisa ditahan.Keluarganya Dabir adalah penyelamatnya, perasaannya terhadap Sekte Pengendali Mayat sangat rumit. Sejak kecil dia dibesarkan di sana, mempelajari berbagai kemampuan. Baik atau buruk, dia sudah terbiasa dengan rasa hormat dan takut terhadap mereka.Arlo berbalik. Bukan hanya Nenek Buta yang tidak berani menatapnya, bahkan Lintang pun mulai merasa segan terhadap pemuda di hadapannya.Semua orang di dunia takut pada kekuatan!Di Provinsi Rimawe, Tuan Muda Sekte Pengendali Mayat adalah sosok yang menggetarkan satu daerah, tetapi kini dibunuh begitu saja oleh Arlo tanpa ragu.Meskipun Sekte Pengendali
"Ayah, nggak usah ngomong lagi. Masih belum jelas juga? Dia pasti ketakutan, lalu pura-pura ke toilet padahal kabur!" ejek Luke.Artha menyeringai sinis. "Kak, bukan aku yang bicara sembarangan, tapi kalau nanti kamu mau menyerahkan saham perkebunan ini ke Arlo, aku pasti nggak akan setuju! Harta Ke
Saat Arlo kembali ke rumah, Keluarga Hanafi sudah beristirahat. Dia mencuci muka dan berganti pakaian, lalu kembali ke kamarnya untuk mulai bermeditasi. Dalam Kitab Medis Abadi tertulis sebuah kalimat, "mencari jalan menuju pencerahan itu sulitnya setara dengan naik ke langit, tidak boleh ada kelala
Isyana mengangguk kecil, lalu mengikuti Arman dan Ramos masuk ke gedung Grup Leopard.Meski dari luar tampak seperti gedung kantor resmi, begitu masuk, suasananya sama sekali tidak seperti perusahaan normal. Dari satpam sampai karyawan, hampir semuanya pria bertampang beringas. Begitu Isyana dan ked
"Kamu tunggu saja! Kalau hari ini kamu masih bisa keluar dari pintu ini, aku bukan lagi Keluarga Raliansyah!" Saking kesakitan, dahi Renaldi sampai dipenuhi keringat dingin. Dia bergerak mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang para pengawal sambil memberi isyarat agar mereka menelepon ora







