Share

Bab 9

Author: Jayden Carter
Selesai berpakaian, di wajah cantik Isyana masih tersisa rona merah malu sekaligus kesal. Dia tidak berkata apa-apa, langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi.

Kamar itu punya kamar mandi dalam. Arlo duduk di tepi ranjang. Suara gemericik air dari dalam kamar mandi membuat pikirannya jadi liar.

Isyana punya wajah menawan, tubuhnya juga luar biasa. Arlo merasa di saat seperti ini, pria mana pun pasti akan sulit menahan gejolak.

Namun, sebentar lagi mereka akan tidur seranjang. Apa itu tidak terlalu cepat?

Tak lama kemudian, Isyana keluar dari kamar mandi, mengambil kasur lipat dari lemari, lalu meletakkannya di lantai. Arlo seketika berhenti berkhayal.

Di sisi lain, Isyana berbaring di lantai dan mematikan lampu. Semuanya berlangsung dengan cepat dan tegas. Keduanya tak bertukar satu kata pun.

Arlo tahu, baik dirinya maupun Isyana, sepertinya masih belum benar-benar menerima satu sama lain. Dia tidak menampik kalau dia memang punya perasaan pada Isyana. Selama tiga tahun ini, dia bisa merasakan perhatian Isyana.

Justru karena itu, Arlo tidak mau ada paksaan. Hubungan ini akan berlanjut ke mana, dia ingin membiarkannya mengalir sendiri.

Malam begitu sunyi. Suara mereka membalikkan badan di ranjang dan di lantai terdengar begitu jelas.

"Besok aku antar kamu ke rumah sakit, terus mobilnya sekalian aku bawa ke bengkel ya."

"Oke."

Satu kalimat singkat, lalu keheningan kembali menyelimuti.

Keesokan paginya, Arlo benar-benar mengantar Isyana berangkat kerja. Ketika melihat keduanya berangkat bersama, Victor senang sampai matanya berbinar-binar.

Di samping, Renata malah melontarkan kata-kata dingin, "Jangan senang dulu. Bukannya mau cari sepupuku buat bantuin beresin masalah kemarin? Aku mau pergi belanja sayur dulu! Kamu siapkan mentalmu, sepupuku itu tukang peras!"

"Mau gimana lagi? Aku dengar, Faris itu orangnya pendendam sekali. Masa kita nunggu dia balas dendam ke Arlo?" Victor mengernyit.

"Heh! Orang yang tahu bakal bilang dia itu menantumu, tapi yang nggak tahu mungkin bakal kira dia anak harammu!"

"Bicara apa kamu ini?"

Sesampainya di rumah sakit dan baru masuk ruangannya, kepala perawat yang akrab dengannya, Minnie, langsung menarik Isyana ke sudut dan berbisik, "Kamu sudah dengar belum? Pak Ibrahim lagi diperiksa pihak berwajib!"

"Hah?" Isyana cukup kaget. Memang Ibrahim tidak bersih, tetapi kemarin Rayanza baru bilang mau lapor. Hari ini benar-benar langsung ditangani. Sehebat itukah pengaruh seorang konglomerat?

Mengingat perkataan Arlo tempo hari, yang bilang akan menyembuhkan penyakit depresi Fellis, hati Isyana mendadak diliputi kecemasan.

"Kudengar suamimu sudah sembuh?" tanya Minnie lagi.

"Ya." Isyana sudah terbiasa dengan gosip rumah sakit. Setelah melihat jam, dia langsung menuju ruang praktik.

Hari ini giliran dia berjaga. Setelah melayani beberapa pasien ....

Seorang pemuda berambut pirang dengan gaya urakan masuk. Pemuda itu memakai kaus oblong tanpa lengan, seluruh tubuhnya penuh tato.

Isyana bertanya sesuai prosedur, "Keluhannya apa?"

"Bawahku gatal, bantu periksa dong!" Pemuda itu menyeringai nakal. Sambil berdiri, dia hendak menurunkan celana.

"Berhenti! Kasus seperti ini langsung saja ke departemen kulit dan kelamin!" bentak Isyana.

Pemuda itu mendengus tak senang. "Kamu nolak periksa aku? Percaya nggak, aku bisa laporin kamu?"

"Kamu berhak lapor!" Isyana langsung berdiri, menarik pintu ruang praktik. "Ini ruang IGD, hanya untuk pasien gawat darurat. Kasusmu nggak mengancam nyawa, jadi bukan kategori darurat. Silakan langsung ke departemen kulit dan kelamin!"

"Aku maunya kamu yang periksa! Coba kamu tolak lagi kalau berani!" Pemuda itu marah besar dan menendang kursi hingga terbang.

Setelah itu, dia berpura-pura menjadi korban, berdiri di depan pintu sambil berteriak, "Dokter sialan nolak periksa pasien! Dokter busuk! Tempat ini ada yang urus nggak sih?"

Beberapa teriakan kemudian, tujuh hingga delapan pemuda urakan lainnya langsung menyerbu masuk.

Isyana ketakutan, refleks meraih ponsel untuk menelepon Arlo. Nomor sudah terhubung, tetapi jarinya malah membeku.

Di saat seperti ini, kenapa yang pertama kali dia pikirkan justru Arlo? Apakah pria itu tanpa sadar sudah memberi rasa aman padanya?

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Djarot Budiyanto
jangan putus yaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 792

    Setelah menutup telepon, dia benar-benar tidak bisa menahan diri lagi. Jari yang menunjuk ke arah Arlo dan Chairil gemetar hebat."Kalian ... kalian ini berani sekali! Itu 'kan tuan muda Keluarga Wiyoko!""Kalian bahkan berani memukulnya! Masih berani menantang leluhur Keluarga Wiyoko! Apa kalian sudah gila?"Lalyah langsung berlutut di depan pria tua pincang itu."Paman, kamu kepala Suku Kiora. Mengingat hubungan dengan ibuku, tolong selamatkan keluarga kami!"Orang-orang Suku Maia dari Klan Tekukur selama bertahun-tahun memasok bahan obat untuk Sekte Tabib Hantu. Ibu Tuan Kedua juga berasal dari Klan Tekukur. Di Provinsi Rimawe, ada cukup banyak cabang Suku Maia yang tinggal di pegunungan dan hidup miskin. Hanya Klan Tekukur yang hidup cukup sejahtera karena bergantung pada Sekte Tabib Hantu.Sebagai kepala suku, meskipun Anam hanya seorang pria tua pincang, tetap saja dia punya wibawa.Dulu Nenek Buta pernah punya sedikit hubungan dengan Anam di Sekte Pengendali Mayat. Entah syarat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 791

    Arlo membawa Chairil dan Diana, langsung kembali ke rumah duka milik Keluarga Taslim.Di perjalanan, Diana tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada Arlo, "Kak Arlo, melakukan ini benar-benar nggak bakal bawa masalah untuk kamu?"Dari sudut pandangnya, meskipun Arlo punya kemampuan dan keahlian bertarung, Keluarga Wiyoko tetaplah pemilik perusahaan puluhan triliun, orang kaya papan atas di Provinsi Rimawe, dan juga punya identitas serta kemampuan yang aneh."Masalah ini juga nggak sepenuhnya karena kalian berdua. Aku memang punya beberapa konflik bisnis dengan Sekte Tabib Hantu yang harus diselesaikan!"Arlo tersenyum santai dan berkata jujur.Diana mengangguk pelan, lalu tersenyum getir, "Aku benar-benar minta maaf, masalahnya malah jadi semakin besar! Entah bisa diselesaikan atau nggak, aku akan mengingat kebaikan Kak Arlo seumur hidup!""Eh ... sebenarnya nggak perlu begitu. Asal kamu bisa menikah sama aku dengan lancar, usaha Arlo ini nggak sia-sia."Chairil sengaja mendekat ke

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 790

    Bagya merasa Arlo tidak semenakutkan yang dibayangkan. Dia menggerakkan lehernya sedikit, lalu berkata, "Diana sudah dijanjikan oleh keluarganya untuk diberikan kepadaku. Dia datang ke perusahaanku dan minum beberapa gelas dengan tamu, itu bukan masalah besar.""Ini urusan antara aku dan keluarganya. Tapi karena Master Arlo sudah bicara, aku anggap saja masalah ini selesai demi menghormatimu!"Arlo tersenyum. "Demi menghormatiku ya?""Kalau itu orang lain, hari ini aku nggak akan semudah ini diajak bicara. Ini sudah termasuk bentuk penghormatanku padamu!""Sekte Dokter Hantu kami memang nggak punya grandmaster tenaga transformasi, tapi kami juga nggak takut ...."Belum selesai berbicara, tinju Arlo sudah menghantam wajah Bagya. Padahal Bagya juga seorang ahli sihir dan memiliki kemampuan tingkat kegelapan, tetapi tinju Arlo tetap tidak sempat dia hindari.Satu pukulan demi satu pukulan menghantam wajahnya, tulang hidungnya langsung patah, darah muncrat ke mana-mana."Kamu ini siapa sih

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 789

    Arlo tersenyum. Tampaknya Sekte Dokter Hantu bukan sepenuhnya tidak tahu tentang dirinya. Itu justru menghemat banyak energinya.Namun, Hariyan dan beberapa orang asing itu sama sekali belum pernah mendengar nama Arlo.Hariyan sudah lama tidak pernah dipermalukan seperti ini. Dia langsung menambahkan bumbu di depan Bagya. "Tuan Kedua, ini orangnya! Dia sama sekali nggak menghormati Sekte Dokter Hantu, bahkan terus-menerus menyebut keluarga Tuan sebagai anjing, juga menghina Ketua!"Kevin juga memasang ekspresi berlebihan sambil meringis. "Pak Bagya, kami dipukuli seperti ini, kamu harus memberi kami penjelasan! Kalau nggak, perusahaan kami pasti akan menghentikan kerja sama!"Sudut mulut Bagya berkedut. Untuk sesaat, dia hanya berdiri di tempat, tidak berkata apa-apa, hanya menatap Arlo lekat-lekat, seolah-olah Arlo adalah sosok luar biasa yang menarik perhatiannya sepenuhnya.Melihat ekspresi Bagya, Arlo langsung tahu Mak Cik sudah menyampaikan pesannya. Dia tersenyum simpul."Aku sud

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 788

    Hariyan adalah salah satu murid terbaik di antara murid dalam, itulah sebabnya dia bisa menjadi direktur umum di Farmasi Holistic sekaligus tangan kanan Bagya dalam urusan bisnis.Dia sudah lama tenggelam di dunia bisnis dunia fana dan kemampuan bela dirinya nyaris terbengkalai. Kalau benar-benar bertarung, mungkin dia tidak lebih kuat dari kepala satpam tadi, tetapi soal pengamatan, dia masih mampu.Sekali lihat, dia langsung tahu Arlo adalah seorang ahli bela diri. Bisa menjatuhkan ahli puncak tenaga dalam hanya dengan satu gerakan, itu minimal sudah setingkat semi-grandmaster!Bagi dirinya, semi-grandmaster sudah termasuk tingkat legenda karena dia berkutat di dunia bisnis dan hampir tidak pernah berhubungan dengan ahli bela diri sejati."Ternyata seorang ahli! Sepertinya aku tadi salah menilai!" Hariyan tersenyum tipis, lalu ekspresinya sedikit berubah."Kalau kamu memang orang dunia persilatan, seharusnya kamu tahu Provinsi Rimawe adalah wilayah Sekte Dokter Hantu, bukan tempat or

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 787

    Chairil sudah lama menahan amarah. Begitu Arlo memberi isyarat, dia langsung menghantamkan botol minuman ke kepala orang asing yang tertawa paling keras.Hariyan dan Zosami langsung terpaku. Begitu sadar, wajah Zosami memerah, lalu dia berteriak, "Kamu cari mati ya?"Urat di dahi Chairil menonjol. Dia mengayunkan botol melewati meja, langsung ke arah Zosami. "Sialan kamu! Diana sudah berbaik hati manggil kamu kakak sepupu, tapi bukannya membantu, kamu malah dorong dia ke lubang api?"Zosami sigap, langsung melompat menghindar. Namun, Chairil benar-benar marah. Lemparannya penuh tenaga.Botol itu menghantam dinding, pecah berkeping-keping. Serpihan kaca dan minuman muncrat ke wajah dan tubuh Hariyan serta Zosami.Zosami menunjuk Chairil. Wajahnya merah padam karena marah. "Diana, aku sudah bantu kamu demi nenekmu, tapi temanmu ini malah keterlaluan sekali!""Cepat minta maaf ke Pak Hariyan dan para tamu! Kalau nggak dapat maaf dari mereka, kalian jangan harap bisa keluar dari ruangan in

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 437

    Marcela kegirangan setengah mati. Dia mengangguk berkali-kali lalu buru-buru kembali ke kantor penjualan untuk mengambil berkas. Wajah Mahira sampai terdistorsi oleh rasa iri. Bahkan Hendy pun merasa gaya Arlo yang pamer kekayaan ini sudah agak keterlaluan.Meski Keluarga Pramono hanya keluarga kela

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 452

    Atas undangan hangat Omran, Arlo menikmati jamuan ikan di resor. Setelah itu barulah dia bersiap kembali ke kota.Saat keduanya berjalan ke area parkir untuk mengambil mobil, Arlo tanpa sengaja melihat mobil Isyana.Kenapa perempuan ini bisa sampai ke sini? Bukankah sudah dibilang jangan ke mana-man

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 438

    Begitu mendengar Arlo bicara soal hidup berdua, pikiran Isyana langsung kosong. Jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas.Beberapa saat setelah telepon ditutup barulah dia tersadar. Kartu ATM yang diberikan Arlo padanya cukup untuk membeli rumah? Maksudnya, di kartu itu ada 140 miliar? Bagaimana

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 443

    "Gimana? Sudah lihat itu?" Jivano menatap Thariq sambil bertanya.Thariq tahu betul bahwa Jivano adalah praktisi sejati, bahkan termasuk tipe yang mampu bertarung langsung melawan pendekar tingkat transformasi."Teknik Master Jivano sungguh setara dengan ilmu para dewa dan roh. Di jalur praktisi, ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status