Share

Demi Menenangkan Raja

Auteur: Anna Frey
last update Date de publication: 2026-02-28 14:50:37

“Aku mengerti. Kesehatan Duchess harus diutamakan,” jawab Cedric tenang. “Duchess, selamat beristirahat.” Ia membungkuk hormat.

Corentine menggandeng Alize menjauh.

Musik mereda ketika para tamu mulai bergerak menuju ruang supper. Percakapan mengalir, gelas-gelas berdenting pelan, dan aroma daging panggang serta roti hangat memenuhi udara.

“Kau mau makan atau minum sesuatu?” tanya Corentine.

Alize menggeleng. Ia hanya ingin sendirian untuk meredakan perasaannya yang campur aduk karena kehadiran
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Berita Kebangkrutan

    Ketika kereta Tuan Rufus Mills akhirnya meninggalkan Kastil de Mably beberapa jam kemudian, Alize sudah terlalu penasaran untuk berpura-pura tidak peduli. Begitu Tyron keluar dari ruang kerja Duke, Alize langsung masuk tanpa mengetuk. Corentine yang sedang berdiri di dekat meja besar penuh dokumen bahkan tidak terlihat terkejut melihatnya. “Kau terlihat seperti seseorang yang baru saja akan menginterogasi tahanan,” katanya datar. Alize mengabaikan komentar itu. “Ada apa, Duchess?” Pertanyaannya diucapkan dengan lembut. Alize merasa lega. Setidaknya suaminya sedang dalam suasana hati yang bagus. “Kenapa sepupumu datang?” tanya Alize tanpa basa-basi. “Rufus?” tanya Corentine santai. “Kurasa aku tidak perlu bertanya dari mana kau tahu dia sepupuku.” “Lady Gwen,” sahut Alize. “Tuan Mills orang penting di istana. Apakah ada hubungannya dengan kekacauan di kastil ini?” Corentine menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berjalan ke meja kecil dekat jendela dan menuangka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tamu dari Istana

    Alize nyaris tidak tidur malam itu. Kalimat Mirelle terus berputar di kepalanya. “Aku sudah melakukan semua yang Anda minta.” Dan yang paling mengganggu, Mirelle terdengar takut, alih-alih terlihat puas atau bangga. Hal itu menghancurkan hampir seluruh keyakinan yang selama ini coba dibangun Alize sedikit demi sedikit. Karena jika Mirelle memang terlibat… mengapa pelayannya itu malah tampak seperti seseorang yang sedang terjebak? Pagi harinya, Alize akhirnya menyerah pada satu hal: ia tidak bisa terus menyimpan semuanya sendiri. Corentine sudah bangun lebih dulu dan sedang berada di ruang kerja ketika Alize datang. Ruangan itu dipenuhi aroma tinta, kulit buku, dan tanah basah yang dibawa masuk angin pagi melalui jendela. Beberapa dokumen terbuka di meja besar kayu gelap, sementara Tyron tampaknya baru saja pergi beberapa menit sebelumnya. Corentine mengangkat kepala begitu melihat Alize masuk. Biasanya Alize akan mengetuk dulu, tetapi hari ini tidak. Hal itu membua

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Siapa yang Ia Temui?

    Mirelle buru-buru melipat suratnya. Alize mengernyit ketika menyadari bahwa pelayan itu jelas-jelas melanggar peraturan baru Duke de Mably, yang memerintahkan setiap pelayan tidak boleh berjalan sendirian meski di dalam kastil. Alize berdiri membeku beberapa detik setelah melihat wajah pucat Mirelle. Surat itu masih berada di tangannya. Entah kenapa, naluri Alize langsung mengatakan sesuatu sedang terjadi. Sesuatu yang buruk. Lalu, ia melihat Mirelle beranjak meninggalkan tempat itu. Alize tahu seharusnya ia memanggil pengawal, atau Corentine. Atau siapa pun. Namun sebelum sempat berpikir lebih jauh, kakinya sudah bergerak mengikuti Mirelle diam-diam. Lorong belakang kastil jauh lebih sepi malam itu. Sebagian pelayan pasti sedang makan malam. Sebagian lagi mungkin sedang bekerja berkelompok di bagian dalam. Karena biasanya tak ada seorang pun yang berani melanggar perintah Duke de Mably. Hanya cahaya lilin redup di beberapa dinding batu dan suara hujan lembut di luar je

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Seperti Menunggu Hukuman Mati

    “Akhirnya.” Troy menjatuhkan dirinya ke kursi di depan Alize sambil mengibaskan sarung tangannya ke meja kecil ruang baca. Wajahnya tampak puas karena berhasil membawa sesuatu yang penting. Alize langsung menutup bukunya. “Jadi bagaimana?” Troy mengeluarkan sepotong kain kecil yang selama ini mereka simpan hati-hati—sobekan yang ditemukan tersangkut di surai Snow malam pencurian pertama. “Kawanku akhirnya membalas suratku,” katanya. “Dan ternyata dia benar-benar mengenali kain ini.” Alize mengernyit. “Memangnya kain ini istimewa?” “Cukup istimewa sampai membuatku sadar kenapa harganya terasa menyakitkan bahkan hanya untuk sepotong kecil,” gumam Troy. Alize nyaris memutar mata. “Fokuslah.” Troy terkekeh pelan sebelum melanjutkan. “Kain ini didatangkan dari seberang benua.” Ia mengangkat potongan kain itu sedikit. “Bukan produksi Montveraine, atau negara-negara tetangga kita. Kain ini didatangkan dari tempat yang sangat jauh.” Alize langsung memperhatikan leb

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Mantel Bulu Mink

    Alize juga menyambar mantel luarnya dan tanpa berkata apa pun mengikuti di belakang Corentine,. Corentine hanya menoleh sebentar, lalu meneruskan langkahnya, karena ia tahu akan percuma melarang Alize yang sedang menggebu-gebu. Tyron yang memahami prosedur segera memposisikan diri berjalan di belakang Alize untuk mengawal. “Siapa saksi mata ini?” tanya Alize pada Tyron, tanpa menoleh. “Dia seorang pencari kayu dari Eastmore, desa terdekat dari rawa itu,” jawab Tyron. “Rupanya dia sedang terburu-buru pulang sehingga mengambil jalan potong melintasi rawa, dan sempat melihat June dan orang itu.” Mereka tiba di ruangan kapten dan melihat seorang pria setengah baya berwajah kusut, duduk dengan gelisah di kursi kayu. Di sebelahnya Lace berdiri, seolah sedang menjaganya. “Yang Mulia…” Pria itu segera berdiri dan membungkuk hormat. “Saya… saya hanya melihat saja. Saya tidak…” “Tenanglah,” potong Corentine. Suaranya tanpa emosi. “Kau bukan tertuduh. Aku hanya ingin bertanya tenta

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Teman Lama Tidak Menyentuh

    “Ada beberapa kemungkinan,” ujar Corentine datar. “Saya sudah mulai menyusun daftar siapa saja yang bisa dicurigai.” “Dan Anda percaya begitu saja pada seorang pemberontak?” tukas Cedric. “Reagan adalah seorang kriminal, Duke. Jangan lupa bahwa dia pernah menculik Duchess dan tanpa ragu membakar sebuah desa.” “Saya tidak lupa, Lord Courcy,” sahut Corentine. “Saya juga tidak lupa bahwa Anda mengarahkan kelompok pencari Duchess ke arah lain, sementara bagian Anda tidak ditelusuri dengan maksimal.” Suara Corentine terdengar dingin. “Dan justru di tempat itulah saya menemukan jejak Duchess. Saya bisa saja memasukkan Anda ke dalam daftar kecurigaan saya…” Corentine terdiam sedetik. “Tapi tidak. Saya tidak memasukkan nama Anda, tentu saja.” Saat Alize menoleh, wajah Cedric tampak merah padam. Kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya dengan buku-buku jari memutih. Marquis Deschanel melirik Cedric, lalu berdeham. “Lebih baik kita fokus pada masalah terbaru.” “Saya sangat

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Yang Mulia, Kau Egois

    “Egois?” ulang Alize tak percaya.“Ya,” balas Gwen, kini tak lagi sepenuhnya manis. “Kau ingin semuanya, kan? Seorang Duke yang terhormat untuk menjamin posisimu… dan seorang Viscount yang memujamu untuk menghangatkan hatimu.”“Lady Gwen!” sentak Alize, tercengang mendengar ucapan itu. “Itu kesimpu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sebuah Godaan

    Lady Gwen melangkah mundur. Sikapnya di mata Alize cukup mencurigakan. “Aku teringat ada beberapa instruksi yang harus kusampaikan pada pelayan,” ujarnya sembari membungkuk sopan. “Demi kesehatanmu, jangan terlalu lama di bawah matahari, Duchess.”Dan dengan langkah tenang, Lady Gwen berbalik, m

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ketegangan di Ruang Makan

    Pagi datang terlalu cepat, lagi-lagi Corentine telah lebih dulu bangun. Seperti biasa, Mirelle muncul di kamarnya, ia membawa gaun berwarna merah bata di tangannya. “Yang Mulia, Lady Gwen telah memilihkan gaun pagi yang ini.”Alize menatap gaun itu sekilas, dahinya mengernyit melihat warnanya. “T

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Viscount dari Adarlan

    “Corentine, bolehkan aku menghirup udara segar sebentar?”Corentine menatapnya sejenak lebih lama dari biasanya. Musik masih mengalun lembut di sekitar mereka, pasangan lain terus bergerak dalam pola minuet yang anggun di sekeliling mereka.“Tentu saja,” jawabnya sembari mengurai rengkuhan tanganny

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status