Share

Melapor Kepada Raja

Penulis: Anna Frey
last update Tanggal publikasi: 2026-08-19 21:12:17

“Siapa?” tanya Corentine.

Tatapannya masih tertuju pada sosok wanita muda yang baru saja turun dari kereta.

Greta membantu Fran menapakkan kakinya ke tanah. Wanita itu tampak sedikit canggung menghadapi halaman istana yang luas, tetapi tidak menunjukkan rasa takut. Ia justru menatap ke sekeliling dengan rasa ingin tahu yang polos.

Alize memperhatikan suaminya. Ia sudah menduga reaksi seperti ini.

Tidak mungkin Corentine langsung mengenali Mirelle hanya dari wajah yang telah berubah begi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Di Ruang Bawah Tanan

    Alize menunggu ayahnya menjelaskan lebih jauh, tetapi Lord Deschanel justru berjalan menuju perapian. Ia mengambil cangkir tehnya yang telah mendingin, menyesap sedikit, kemudian meletakkannya kembali tanpa minat. “Sebagian besar dokumen keluarga kita memang hanya mencatat urusan tanah, perjanjian dagang, dan korespondensi dengan keluarga bangsawan lain,” katanya. “Namun, ada sejumlah catatan lama yang ditulis menggunakan bahasa sandi. Beberapa bahkan tidak disertai keterangan mengenai siapa yang menulisnya atau kapan dokumen itu dibuat.” Troy mengerutkan kening. “Dan kita masih menyimpannya?” “Tentu saja. Mengapa harus membuang dokumen keluarga hanya karena kita tidak lagi memahami isinya?” “Karena mungkin isinya tidak penting?” Lord Deschanel menatap keponakannya dengan ekspresi datar. “Kalau begitu, kau tidak perlu bersusah payah membacanya.” Troy langsung mengangkat kedua tangan, menyerah sebelum perdebatan mereka berkembang lebih jauh. Alize menahan senyum. Hubungan aya

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kenapa Kau Pulang?

    “Tidak ada masalah yang mengharuskanku datang terburu-buru,” jawab Alize sambil tersenyum. “Aku hanya ingin mengunjungi Ayah.” Marquiz Deschanel mengangkat sebelah alis. “Begitu saja?” Alize menahan tawa kecil. “Ayah, apakah aku harus membawa alasan khusus untuk mengunjungi rumah keluargaku sendiri?” “Tidak. Tetapi mengingat betapa sulitnya membujukmu pulang beberapa waktu lalu, kedatangan mendadak ini tentu patut dicurigai.” Beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka saling melirik, berusaha menyembunyikan senyum. Alize mengembuskan napas pura-pura pasrah. “Ayah bahkan belum mempersilakanku masuk, tetapi sudah mulai menginterogasiku.” “Kalau begitu, aku akan menundanya sampai kita berada di dalam.” Sang marquiz mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi putrinya sekilas, sebuah gestur sederhana yang jarang ia tunjukkan di hadapan orang lain. Kemudian, ia mengangguk kepada Greta dan menyapa Lace serta para pengawal yang mengiringi Alize. “Selamat datang di Deschanel M

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kembali ke Rumah

    Alize mengangkat alis.“Karena kau terlalu sibuk memikirkan cara membuat Lord Courcy bicara?”“Bisa jadi.” Corentine mengakui itu dengan senyum tipis. “Aku terus berusaha mencari tahu apa yang dia sembunyikan, sampai lupa bertanya siapa yang mungkin berada di belakangnya.”Ia mengulurkan tangan, menggenggam jemari Alize yang terletak di atas sofa.“Kau sangat pintar.”Pujian itu disampaikan begitu lugas hingga Alize sempat terdiam. Kemudian, sudut bibirnya terangkat.“Jangan terlalu memujiku. Aku baru mengajukan sebuah dugaan.”“Dugaan yang layak kita selidiki.”Corentine mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. Tatapannya masih menyimpan kekaguman, tetapi kini ada keseriusan baru di baliknya.“Kalau arsip keluargamu menyimpan sesuatu tentang perselisihan lama atau transaksi yang mencurigakan, kita mungkin bisa menemukan petunjuk di sana.”“Itulah yang kupikirkan.” Alize membalas genggamannya. “Ayah menyimpan banyak dokumen keluarga. Tetapi yang terutama adalah niat kita semula. M

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Katakan Padaku

    Corentine mengangkat alis. “Apa maksud Bibi?”“Aku curiga Lord Courcy berkomplot dengan seseorang.” Lady Julia melirik Corentine, seolah-olah heran mengapa hal itu belum menjadi perhatian utamanya. “Dan sekarang, orang itu pasti sudah mengetahui bahwa Courcy tertangkap. Kau pikir dia akan duduk diam dan membiarkan Courcy membocorkan semua rahasianya?”Corentine tidak langsung menjawab.Ia meletakkan pisaunya dan menyandarkan punggung ke kursi. Alize menatap Lady Julia. Ucapan wanita itu bukan tanpa dasar. Jika Cedric memang memiliki kaki tangan, penangkapannya bisa memaksa orang itu mengambil tindakan sebelum penyelidikan mereka berkembang lebih jauh.Namun, mereka belum mengetahui siapa orang tersebut, apalagi apa yang sebenarnya ingin disembunyikannya.“Bisa jadi,” jawab Corentine akhirnya. “Karena itulah aku sudah memerintahkan penjaga untuk memperketat pengawasan di sekitar selnya.”Alize yang sejak tadi mendengarkan percakapan itu akhirnya mengangkat wajah.“Aku juga memikirkan

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Alasan Pembunuhan

    Ruang kerja Corentine terasa muram ketika mereka kembali ke lantai atas. Beberapa dokumen masih tergeletak di atas meja, belum sempat diperiksa sejak pagi. Di dekat jendela, tirai bergerak pelan tertiup angin. Corentine melepas sarung tangannya, lalu meletakkannya di samping tumpukan surat sebelum mempersilakan Alize duduk. Namun, Alize tidak segera mengambil tempat. Ia berjalan menuju jendela, kemudian berhenti di dekatnya. “Menurutmu, apa maksud Cedric ketika mengatakan seseorang menyimpan dendam sangat besar terhadap keluarga de Mably?” Corentine berdiri di belakang mejanya. “Aku tidak tahu.” Jawaban itu membuat Alize menoleh. “Kau benar-benar tidak punya dugaan?” “Dugaan ada banyak. Bukti yang mendukungnya, belum tentu.” Corentine menarik kursinya, tetapi belum duduk. “Keluarga de Mably telah berdiri selama ratusan tahun. Dalam waktu selama itu, ada banyak orang yang pernah bekerja sama dengan keluargaku, berbisnis, bersaing, berselisih, bahkan bermusuhan.” Ia mengambi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Dendam yang Belum Terungkap

    Alize memperhatikan wajah Cedric yang mendadak pucat. Pria itu masih berdiri di dekat ranjang, tetapi kedua tangannya kini mencengkeram sisi kemejanya. Matanya terpaku pada Alize, seolah-olah ia sedang berusaha memastikan bahwa perempuan yang berdiri di balik jeruji itu tidak sedang mempermainkannya. “Kau bilang... Mirelle sudah kembali?” Alize mengangkat alis. “Bukankah tadi kau mengatakan tidak tahu di mana dia berada?” Cedric membuka mulut, tetapi tidak segera menjawab. Pandangannya bergerak dari Alize kepada Corentine, lalu kembali kepada Alize. “Kapan kau menemukannya?” tanyanya akhirnya. “Di mana?” Alize tidak langsung menjawab. Ia justru mengamati wajah pria itu, mencoba membedakan keterkejutan yang sungguh-sungguh dari kepanikan seseorang yang rahasianya hampir terbongkar. “Bukankah seharusnya kau sudah tahu jawabannya?” “Tidak!” Cedric menyahut terlalu cepat. “Aku bersumpah, Alize. Aku tidak tahu di mana dia berada.” “Benarkah?” “Aku memang tidak tahu!” Ia menggel

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Izin yang Tak Terucap

    Hanya namanya. Diucapkan Corentine dengan segenap perasaan. Lalu bibir mereka bertemu. Perlahan. Tidak terburu-buru. Sentuhan bibir Corentine pada bibirnya tidak menuntut, tidak juga mendominasi. Sentuhan itu lembut dan menahan diri. Ada jeda sesaat. Ia seharusnya mundur. Namun alih-alih ber

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sesuatu di Taman Roadburry

    “Phillipa.” Duke Pelton menyapa gadis itu. “Kau bersembunyi di mana barusan?” “Bersembunyi?” Gadis itu mengangkat alis. “Aku sedang mencari senjata yang bisa kugunakan. Koki menyarankan pisau daging. Tentu saja aku tidak mau. Aku mencari pedang Rupert. Rupanya semuanya dia bawa ke ibukota. Pelit s

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pertanyaan yang Aneh

    “Selamat pagi, Yang Mulia. Rupanya Anda sudah bangun.” Kepala pelayan istana menyapanya tepat di depan pintu kamar. “Sssh!” Alize memberi tanda dengan jari telunjuk. “Duke masih tidur. Tolong jangan dibangunkan.” “Saya mengerti. Anda ingin saya menyiapkan minuman hangat di ruang duduk?” “Tidak,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Malam Pertama di Kamar Utama

    “Kau suka pesta perkenalanmu, Duchess?” Pertanyaan itu ditanyakan Corentine begitu Alize tiba di ruang makan. Nada Corentine terdengar santai. Terlalu santai untuk seorang pria yang semalam berpura-pura mengklaim telah tidur sekamar dengan istrinya. Alize membiarkan pelayan menarik kursi untuk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status