Share

Nama Samaran Duchess

Author: Anna Frey
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-13 21:46:44
Alize masih terdiam setelah mendengar kalimat terakhir Corentine.

Status yang tepat. Tidak menderita.

Entah kenapa, pikiran itu terasa lebih berat daripada yang seharusnya.

Karena selama ini Corentine selalu menunjukkan kepeduliannya dengan cara yang sama—berdiri di depannya, memastikan tidak ada bahaya yang mendekat, memastikan semua hal berada dalam kendalinya.

Namun kali ini berbeda.

Ia tahu ia tidak bisa ikut ke Dunholm.

Dan sebagai gantinya, ia menyiapkan segala sesuatu ag
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Biarkan Aku Menemuinya

    Corentine tetap berdiri di tempatnya. Pintu kayu itu akhirnya tertutup, menyisakan keheningan dan bau obor yang terbakar. Tyron belum beranjak dari dekat pintu ketika Corentine kembali ke kursinya. Ia duduk, tetapi tidak segera mengambil dokumen yang tergeletak di atas meja. Pikirannya masih tertuju pada satu kalimat yang diucapkan Courcy. Mungkin karena masalah pribadi. Mengapa ia menyebutkan alasan itu? Alize yakin Fran adalah Mirelle. Corentine pun mulai meyakini hal yang sama. Akan tetapi, jika Courcy mengetahui sesuatu tentang kepergian Mirelle, apakah ia juga mengetahui apa yang terjadi setelah perempuan itu menghilang? Apakah ia tahu bagaimana Mirelle bisa berakhir di Biara Dunholm tanpa ingatan yang utuh? Ia mengangkat pandangan kepada Tyron. “Pastikan Courcy tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Periksa setiap orang yang mendekatinya, termasuk penjaga yang bertugas di penjara bawah tanah.” “Apakah Anda menduga dia memiliki kaki tangan di dalam kastel?

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bicara Terlalu Banyak

    Nama itu membuat Courcy terdiam. Perubahan pada wajahnya hanya berlangsung sesaat, tetapi Corentine melihatnya. Tatapan pria itu beralih ke meja. Bahunya menegang, lalu ia mengembuskan napas seolah-olah nama tersebut hanyalah gangguan lain yang tidak ingin dibahasnya. “Mirelle?” Courcy mengulang nama itu. “Saya tidak tahu apa-apa tentang dia.” Corentine tidak melepaskan pandangannya. “Dia menghilang pada waktu yang berdekatan dengan kejadian di kastel. Anda berada di sana, kemudian pergi tanpa penjelasan. Saya ingin tahu apa yang Anda ketahui.” “Tidak ada.” Corentine mengamati wajahnya dengan saksama. Jawaban itu terdengar masuk akal jika dilihat sepintas. Mirelle memang seorang pelayan, tidak lebih. Namun, ada perbedaan antara tidak mengingat seseorang dan mengetahui sesuatu tentang alasan kepergiannya. Corentine belum mengajukan pertanyaan mengenai alasan Mirelle menghilang. Ia sengaja memulai dari kejadian di kastel, lalu membiarkan Courcy berbicara. Jika pria itu benar-be

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Rahasia Sang Viscount

    Corentine memberi isyarat kepada pengawal agar membawa pria itu menuju kuda yang telah disiapkan. Lalu ia kembali menatap Lord Courcy. “Anda akan tetap menjawabnya. Hanya saja, mungkin dengan cara yang kurang menyenangkan.” Ia menaiki kudanya, lalu menoleh kepada Tyron. “Kita kembali ke kastel.” Tyron mengangguk dan segera mengatur posisi para pengawal. Beberapa saat kemudian, rombongan itu bergerak meninggalkan penginapan. Lord Courcy ditempatkan di antara dua pengawal, dengan kedua tangannya tetap terikat. Corentine menatap jalan gelap di hadapan mereka. Malam itu, ia akhirnya berhasil menangkap buronan yang selama ini mereka cari. Namun, ia belum tahu apakah penangkapan tersebut akan membawa mereka lebih dekat kepada kebenaran… atau justru membuka persoalan yang jauh lebih besar. Ruang interogasi di Kastel de Mably terletak di bagian bawah bangunan utama, jauh dari ruang-ruang yang biasa digunakan keluarga bangsawan. Dinding batunya lembap, udara terasa dingin, dan cahay

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Cedric Tertangkap

    Wajah pemilik penginapan berubah.“Pedagang kulit?”“Dia datang dengan kereta tua yang ditarik dua ekor kuda.”Pemilik penginapan tampak berpikir sejenak.“Ada beberapa pedagang yang menginap di sini, Yang Mulia. Namun, memang ada seorang pedagang kulit yang tiba beberapa hari lalu dengan kereta seperti yang Anda sebutkan.”Corentine memperhatikan perubahan ekspresinya.“Di kamar mana dia menginap?”“Lantai dua, kamar paling ujung di sebelah timur.”Corentine memberi isyarat kepada Tyron.“Bawa dua orang ke tangga. Jangan biarkan siapa pun keluar dari lantai dua.”Tyron segera memberi perintah kepada pengawal yang mengikutinya.Sementara itu, Corentine tetap berdiri di hadapan pemilik penginapan.“Siapa namanya?”“Dia memperkenalkan diri sebagai Tuan Harland.”Corentine tidak bereaksi, tetapi nama itu tidak berarti apa-apa baginya.“Apakah dia sendirian?”“Sejauh yang saya tahu, ya. Dia tidak banyak bergaul dengan tamu lain. Biasanya dia makan di kamarnya dan hanya turun jika membutuh

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Penyergapan

    Tyron segera memahami maksudnya. “Lalu bagaimana jika dia tidak berada di sana?” “Kalau begitu, kita akan memeriksa tempat itu dan mencari petunjuk lain.” Corentine mengambil surat yang tadi ditemukan di gerbang. “Tetapi jika Hobbs mengatakan yang sebenarnya, aku tidak ingin memberi Lord Courcy kesempatan untuk melarikan diri lagi.” Lace membungkuk. “Saya akan menyiapkan pasukan.” “Pastikan mereka siap dalam satu jam.” Kedua pria itu segera meninggalkan ruang kerja untuk melaksanakan perintahnya. Corentine kembali ke meja dan memeriksa peta ibu kota yang terbentang di atasnya. Ia menemukan jalan menuju gerbang barat, kemudian menelusuri beberapa jalur kecil yang menghubungkan jalan utama dengan penginapan-penginapan di luar tembok kota. Jika Lord Courcy memang bersembunyi di sana, ia telah memilih tempat yang cukup cerdik. Tidak terlalu jauh dari ibu kota, tetapi cukup terpencil untuk menghindari perhatian para penjaga. Corentine mengetuk salah satu titik di peta. M

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Penangkapan Si Pemeras

    Malam telah menyelimuti ibu kota ketika kantong kulit kecil diletakkan di dekat gerbang belakang Kastel de Mably. Di dalamnya terdapat sepuluh keping emas palsu, dibuat dengan ukuran dan berat yang menyerupai uang sungguhan. Jika seseorang memeriksanya sekilas, ia tidak akan menemukan sesuatu yang mencurigakan. Corentine berdiri di balik jendela ruang pengawasan, mengamati halaman belakang yang diterangi cahaya obor. Beberapa pengawal berjaga di dekat gerbang, sementara anggota pasukan khususnya bersembunyi di tempat-tempat yang tidak mudah terlihat. Ia telah memerintahkan mereka untuk tidak bertindak sebelum orang yang mengambil kantong itu benar-benar tertangkap. Ia tidak ingin seseorang melarikan diri hanya karena salah satu pengawalnya terlalu terburu-buru. “Apakah semua orang sudah menempati posisi?” tanyanya. Tyron yang berdiri di sampingnya mengangguk. “Sudah, Yang Mulia. Tidak ada seorang pun yang bisa mendekati gerbang tanpa melewati pengawasan kita.” Corentine

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pesta Untuk Duchess Baru

    “Tolong jangan bergerak-gerak dulu, Yang Mulia.” Alize berusaha berdiri diam sementara penjahit istana memutari tubuhnya. Dengan hati-hati si penjahit menusukkan jarum-jarum kecil penanda di gaun setengah jadi yang dipakai Alize. Lututnya goyah karena pegal. “Masih lama?” "Saya harus mengu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kau Boleh Bercerai, Tapi...

    Upacara pernikahannya di kapel istana dilakukan dengan sangat sederhana. Hanya beberapa orang dari pihak keluarga masing-masing yang hadir. Ayahnya dan Lord George de Mably berdiri berjauhan, menahan diri untuk tidak saling membentak seperti biasa. Alize masih ingat ketika Corentine dengan cangg

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pernikahan Dua Musuh Bebuyutan

    “Skandal yang memalukan. Aku benar-benar kecewa.” Suara Raja Aldred, penguasa Montveraine, menggema di ruang audiensi. Tegas dan tajam. Di balik kumis dan janggut peraknya, wajahnya memerah, menahan marah. Putra Mahkota―Pangeran Godwyn berdiri di sebelah singgasananya dengan wajah kaku. “Desc

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tertangkap Basah

    “Apa maksud kata-katamu barusan, Augustus?” Bentakan itu memecah aula jamuan Putra Mahkota Kerajaan Montveraine yang tadinya dipenuhi denting gelas dan tawa sopan para bangsawan. Lady Alize Marie Deschanel yang duduk di ujung meja langsung menegakkan punggungnya. “Oh, tidak,” gumamnya. “Merek

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status