Share

Penemuan di Rawa

Author: Anna Frey
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-16 08:22:02

“Pengawal patroli menemukan sesuatu di dekat aliran sungai tua sebelah timur.”

Kalimat Tyron langsung menghapus sisa ketenangan Alize. Ia berdiri dari sofa. “Apa?”

“Salah satu pengawal menemukan jejak di area rawa dangkal.” Tatapannya sempat bergerak pada Alize. “Setelah diikuti… jejak itu mengarah pada sesosok tubuh wanita.”

“Tidak,” desis Alize. Firasatnya muncul seperti hentakan keras di dadanya. “Jangan bilang kalau itu….”

Ia tidak berani meneruskan kalimatnya, tetapi menguatkan dir
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kabar yang Mengejutkan

    Pertanyaan itu membuat Alize tertegun. Beberapa detik kemudian, bibirnya meloloskan tawa kecil yang terdengar sedikit gugup. Corentine jelas-jelas sudah menyimak apa yang tadi ia katakan tentang Fran. Pria itu mungkin hanya sengaja menggodanya. Atau mungkin... Alize menelan ludah. ...dia juga merasa sedikit canggung setelah apa yang baru saja mereka lakukan. Sebuah pikiran nakal melintas begitu saja di benaknya. Mungkin kami memang harus lebih sering melakukannya agar tidak canggung lagi. Pipi Alize langsung memanas. “Pipimu merah sekali.” Suara Corentine yang tenang membuatnya semakin salah tingkah. “Aku tidak merah.” Alize buru-buru menunduk. Corentine justru tampak semakin terhibur. “Kau yakin?” Alize meliriknya dari balik bulu mata. “Jangan menggodaku.” “Aku hanya mengatakan apa yang kulihat.” Alize mengembuskan napas panjang, lalu mundur selangkah sebelum dirinya semakin kehilangan kendali atas percakapan itu. “Aku akan kembali ke kamar.” “

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Aku Merindukanmu

    Alize tidak segera menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Fran yang berjalan perlahan di antara hamparan bunga, sesekali berhenti untuk menyentuh kelopak yang menarik perhatiannya. Greta mungkin benar. Selama Mirelle menghilang, hampir seluruh penyelidikan yang dilakukan Alize dan Corentine selalu berakhir pada nama yang sama. Mirelle. Ada terlalu banyak hal yang mengarah kepadanya. Tetapi Alize juga tahu sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Mirelle mungkin terlibat. Namun bukan berarti Mirelle bertindak atas kemauannya sendiri. Beberapa petunjuk yang mereka temukan justru menunjukkan bahwa seseorang telah memengaruhinya. Bahkan mungkin memanfaatkannya. Dan Corentine bukan orang yang akan menjatuhkan hukuman hanya berdasarkan kecurigaan. Terlebih ini bukan medan perang. Ini rumahnya sendiri. “Jangan khawatir,” ujar Alize akhirnya. Ia menatap Fran di kejauhan lalu beralih ke wajah Greta yang menunduk. “Kalau Fran benar-benar mendapatkan kembali seluruh ingatan

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Duke Mungkin Akan Mencecarnya

    Alize baru saja melangkah menuju pintu utama kastil. Pintu itu tiba-tiba terbuka, dan ketika seorang wanita bergegas keluar dari dalam. “Duchess.” Lady Julia menyambutnya. Tatapannya memindai seluruh tubuh Alize seolah mencari sesuatu yang tampak tak biasa. “Syukurlah kau sudah kembali,” ujarnya kemudian. Alize tersenyum. “Senang bertemu dengan Anda lagi, Lady Julia.” Lady Julia masih belum melepaskan tatapannya kepada Alize, seolah ia belum puas untuk memastikannya semuanya baik-baik saja. “Perjalananmu tidak terlalu melelahkan? Kau tidak sakit?” “Saya baik-baik saja,” sahutnya tenang. “Biara Dunholm sangat nyaman.” “Baguslah.” Lady Julia mengembuskan napas lega. “Rasanya kastil ini baru benar-benar kembali menjadi rumah setelah kau pulang.” Alize sempat menoleh ke sekeliling. Ada sesuatu yang memang terasa berbeda. Lebih sepi. Beberapa wajah pelayan yang biasa menyambutnya tidak kelihatan sejak tadi. Lady Julia rupanya menyadari tatapannya. “Beberapa pe

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kembali ke Kastil de Mably

    Corentine tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Alize, tetapi kali ini tidak ada kehangatan seperti ketika mereka bertemu di halaman istana tadi. Wajahnya perlahan menjadi serius, seolah ia sedang berusaha memahami sesuatu yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal. “Aku tidak melihatnya.” Alize mengerutkan kening. “Tidak melihat apa?” “Kesamaan antara Fran dan Mirelle.” Corentine mengembuskan napas pendek. Ia memalingkan wajah sejenak, kemudian kembali menatap Alize dengan sorot mata yang sulit dibaca. “Bahkan jika kau memberitahuku bahwa dia adalah Mirelle, aku tidak akan langsung mempercayainya.” Alize sudah menduga jawaban itu. Namun tetap saja, mendengarnya membuat perasaannya sedikit kecewa. Corentine melanjutkan dengan suara tenang. “Jadi kau membawanya pulang karena mengira dia pelayanmu?” Alize diam. Ia tidak merasa perlu menyangkal. Corentine menatapnya beberapa detik sebelum berkata, “Alize, Mirelle mungkin masih hidup. Mungkin d

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bagaimana Jika....

    Alize terdiam sesaat. Kemudian senyum tipis muncul di bibirnya. Menarik? Kalau Yang Mulia Raja tahu apa saja yang terjadi di Biara Dunholm, mungkin kata menarik adalah cara yang terlalu sederhana untuk menggambarkannya. Alize berjalan beberapa langkah mendekati meja kerja Raja. Ia merapikan ujung sarung tangannya sebelum menjawab dengan sikap tenang. “Pelayan saya sudah menyerahkan map laporan kepada sekretaris Yang Mulia. Saya mencatat semua yang saya temukan selama berada di Dunholm, termasuk persoalan-persoalan kecil dalam urusan logistik.” Ia menundukkan kepala sedikit. “Saya berharap Yang Mulia berkenan membacanya.” Raja mengangguk. “Aku akan membacanya.” Namun ekspresinya menunjukkan bahwa ia belum puas. “Tapi aku ingin mendengar darimu sendiri. Apa inti persoalan di sana?” Alize menarik napas pelan. “Pada awalnya, tidak ada sesuatu yang benar-benar mengkhawatirkan.” Ia melirik sekilas kepada Corentine. “Biara itu berjalan dengan baik. Para

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Melapor Kepada Raja

    “Siapa?” tanya Corentine. Tatapannya masih tertuju pada sosok wanita muda yang baru saja turun dari kereta. Greta membantu Fran menapakkan kakinya ke tanah. Wanita itu tampak sedikit canggung menghadapi halaman istana yang luas, tetapi tidak menunjukkan rasa takut. Ia justru menatap ke sekeliling dengan rasa ingin tahu yang polos. Alize memperhatikan suaminya. Ia sudah menduga reaksi seperti ini. Tidak mungkin Corentine langsung mengenali Mirelle hanya dari wajah yang telah berubah begitu banyak. Terlebih lagi, selama beberapa minggu, Alize sendiri bahkan membutuhkan begitu banyak petunjuk untuk berani mempercayai ingatannya. “Dia...” Alize menarik napas pelan. “Salah satu pasien di Biara Dunholm.” Alis Corentine terangkat. “Pasien?” Alize mengangguk. “Namanya Fran. Dia ditemukan di depan gerbang biara dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ketika terbangun, dia tidak mengingat siapa dirinya.” Corentine memandang Fran sekali lagi. Lalu tatapan pria itu berpindah kepa

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lima Puluh Pucuk Senjata

    Keheningan menyelimuti ruang kerja. Alize merasa seolah udara di dalam ruangan mendadak menjadi lebih berat. “Senjata api?” ulang Corentine perlahan. Kedua pengawal itu mengangguk. “Ya, Yang Mulia.” Wajah Tyron juga tampak tertegun. Ia menoleh pada anak buahnya. Corentine berdiri tegak di

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Yang Akhirnya Pergi

    Alize menghela napas pelan. Ia sudah mengira reaksi Lady Julia akan seperti ini. “Lady Gwen ingin lebih banyak berada di rumah untuk merawat ibunya,” jawab Alize, mengulang alasan yang disampaikan Gwen. Ekspresi Lady Julia langsung berubah. “Oh.”Nada suaranya melunak. “Lady Cleremont memang sed

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Izin Untuk Berhenti

    “Aku ingin mengundurkan diri sebagai pendampingmu, Duchess,” ujar Lady Gwen pelan. Untuk beberapa detik, Alize hanya menatap Lady Gwen. Ia mengira dirinya salah dengar. “Apa?” Alize mengerutkan kening. “Kau bercanda terlalu pagi, Lady Gwen.” Lady Gwen tersenyum kecil. “Saya tahu ini mendada

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Permintaan yang Tak Terduga

    Alize terdiam dan mengerutkan kening. “Aku tidak mengerti,” ujar Alize. “Bukankah kita harus menelusuri semua yang terlihat masuk akal sebagai petunjuk?” Cedric menghela napas pelan. “Tidak. Itu tidak masuk akal.” Jawaban itu justru membuat Alize kesal. “Menurutmu seorang gadis muda yang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status