مشاركة

Perjalanan dalam Gelap

مؤلف: Anna Frey
last update تاريخ النشر: 2026-04-03 11:05:43

Di ujung lorong mereka berhenti. Sebuah kereta kuda sudah menunggu dalam kegelapan.

Reagan memberi isyarat kepada dua pria itu. Mereka mengikat tangan Alize di depan—tidak ketat, tapi cukup kuat sehingga ia tidak bisa melepasnya sendiri. Kain penutup mata diikatkan sebelum ia sempat memperhatikan suasana sekitar.

“Maaf atas ketidaknyamanan ini, Duchess.” Suara Reagan terdengar sopan. “Ini hanya selama perjalanan saja.”

Alize tidak menjawab.

Ia membiarkan mereka menuntunnya naik ke kereta—menapa
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Biarkan Aku yang Bicara

    Ia seharusnya sudah menduga ayahnya akan menanyakan hal itu. Penangkapan Cedric Courcy tentu bukan perkara kecil, terlebih mengingat kedekatan keluarga Courcy dengan keluarga Deschanel selama bertahun-tahun. Alize memang sengaja tidak langsung menceritakannya sejak tiba di rumah. Bukan karena ia ingin menutupi sesuatu dari ayahnya, melainkan karena ia belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut. Bagi Lord Deschanel, Cedric bukan sekadar seorang bangsawan yang berhubungan dengan keluarga mereka. Pria itu telah lama menjadi bagian dari keluarga mereka saat masih kecil. Kedekatan itu bahkan membuat Lord Deschanel memperlakukan Cedric hampir seperti anak sendiri. Memberitahunya bahwa orang yang selama ini disayanginya kini ditahan di ruang bawah tanah Kastil de Mably bukanlah perkara yang bisa dilakukan sambil lalu di tengah makan malam. Alize meletakkan gelasnya di atas meja kecil. “Benar, Ayah. Lord Courcy memang sudah ditangkap.” Raut wajah Lord Deschanel be

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ada yang Belum Kau Ceritakan

    Alize mengangkat wajah dengan cepat. “Kalau kau terus berbicara, aku akan meminta Ayah mengirimmu ke ruang arsip besok pagi untuk membersihkan semua peti seorang diri.” Troy tertawa terbahak-bahak. “Baiklah, baiklah. Aku menyerah.” Alize menghela napas, lalu menoleh kepada ayahnya. Ia bermaksud membalas gurauan itu dengan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru membuatnya sendiri terdiam. “Mungkin Ayah harus mulai berhenti bertengkar dengan Lord George de Mably.” Lord Deschanel mengangkat alis. “Kenapa tiba-tiba membicarakan George?” Alize memaksakan senyum, berusaha meneruskan kalimatnya dengan nada ringan. “Karena kalau suatu hari nanti aku punya anak, aku tidak ingin anakku merasa malu setiap kali kedua kakeknya bertemu. Bayangkan kalau kalian terus bertengkar di hadapannya.” Troy langsung menyeringai. “Jadi, kau sudah mulai memikirkan masa depan anakmu?” Alize hendak membalas, tetapi kata-katanya t

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kapan Memberiku Cucu?

    Sepupunya menghampiri sambil membawa buku catatan dan dua lembar perkamen. “Ada apa?” “Lihat ini.” Alize menunjukkan sebuah dokumen yang tulisannya terdiri atas rangkaian simbol, garis pendek, dan huruf-huruf yang tampaknya diletakkan tanpa pola jelas. Di bagian bawah, terdapat lambang keluarga Deschanel yang sudah sedikit pudar. Troy membungkuk untuk mengamati tulisan tersebut. “Ini jelas bukan catatan biasa.” “Dan lambang keluarga kita ada di bawahnya.” Troy menarik sebuah kursi, lalu duduk di samping Alize. “Baiklah. Mari kita lihat apakah kemampuan membaca sandi keluarga kita masih berguna.” Alize tersenyum kecil. Mereka mulai membandingkan dokumen itu dengan beberapa catatan lama yang tersimpan di peti terdekat. Pada awalnya, pekerjaan tersebut berjalan lambat. Simbol yang sama kadang muncul dengan arti berbeda, sementara beberapa bagian teks tampaknya menggunakan singkatan yang tidak lagi mereka kenali. Troy mencoba menyusun simbol berdasarkan frekuensi kemunculannya,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Di Ruang Bawah Tanah

    Alize menunggu ayahnya menjelaskan lebih jauh, tetapi Lord Deschanel justru berjalan menuju perapian. Ia mengambil cangkir tehnya yang telah mendingin, menyesap sedikit, kemudian meletakkannya kembali tanpa minat. “Sebagian besar dokumen keluarga kita memang hanya mencatat urusan tanah, perjanjian dagang, dan korespondensi dengan keluarga bangsawan lain,” katanya. “Namun, ada sejumlah catatan lama yang ditulis menggunakan bahasa sandi. Beberapa bahkan tidak disertai keterangan mengenai siapa yang menulisnya atau kapan dokumen itu dibuat.” Troy mengerutkan kening. “Dan kita masih menyimpannya?” “Tentu saja. Mengapa harus membuang dokumen keluarga hanya karena kita tidak lagi memahami isinya?” “Karena mungkin isinya tidak penting?” Lord Deschanel menatap keponakannya dengan ekspresi datar. “Kalau begitu, kau tidak perlu bersusah payah membacanya.” Troy langsung mengangkat kedua tangan, menyerah sebelum perdebatan mereka berkembang lebih jauh. Alize menahan senyum. Hubun

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kenapa Kau Pulang?

    “Tidak ada masalah yang mengharuskanku datang terburu-buru,” jawab Alize sambil tersenyum. “Aku hanya ingin mengunjungi Ayah.” Marquiz Deschanel mengangkat sebelah alis. “Begitu saja?” Alize menahan tawa kecil. “Ayah, apakah aku harus membawa alasan khusus untuk mengunjungi rumah keluargaku sendiri?” “Tidak. Tetapi mengingat betapa sulitnya membujukmu pulang beberapa waktu lalu, kedatangan mendadak ini tentu patut dicurigai.” Beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka saling melirik, berusaha menyembunyikan senyum. Alize mengembuskan napas pura-pura pasrah. “Ayah bahkan belum mempersilakanku masuk, tetapi sudah mulai menginterogasiku.” “Kalau begitu, aku akan menundanya sampai kita berada di dalam.” Sang marquiz mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi putrinya sekilas, sebuah gestur sederhana yang jarang ia tunjukkan di hadapan orang lain. Kemudian, ia mengangguk kepada Greta dan menyapa Lace serta para pengawal yang mengiringi Alize. “Selamat datang di Deschanel M

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kembali ke Rumah

    Alize mengangkat alis.“Karena kau terlalu sibuk memikirkan cara membuat Lord Courcy bicara?”“Bisa jadi.” Corentine mengakui itu dengan senyum tipis. “Aku terus berusaha mencari tahu apa yang dia sembunyikan, sampai lupa bertanya siapa yang mungkin berada di belakangnya.”Ia mengulurkan tangan, menggenggam jemari Alize yang terletak di atas sofa.“Kau sangat pintar.”Pujian itu disampaikan begitu lugas hingga Alize sempat terdiam. Kemudian, sudut bibirnya terangkat.“Jangan terlalu memujiku. Aku baru mengajukan sebuah dugaan.”“Dugaan yang layak kita selidiki.”Corentine mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. Tatapannya masih menyimpan kekaguman, tetapi kini ada keseriusan baru di baliknya.“Kalau arsip keluargamu menyimpan sesuatu tentang perselisihan lama atau transaksi yang mencurigakan, kita mungkin bisa menemukan petunjuk di sana.”“Itulah yang kupikirkan.” Alize membalas genggamannya. “Ayah menyimpan banyak dokumen keluarga. Tetapi yang terutama adalah niat kita semula. M

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lady Gwen Sakit

    Tubuh Hector segera dipindahkan dari barak pengawal. Dua orang pengawal membawa tandu sederhana yang ditutupi kain gelap, sementara dokter kastil dipanggil tergesa dari tempat tinggalnya di sayap belakang. Udara malam terasa semakin dingin. Dan suasana di sekitar barak berubah begitu sunyi hi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Nyonyamu Tidak Mati

    Suara benturan keras kembali menghantam sisi kereta. Kali ini disusul suara siulan tajam di udara. “Panah!” teriak salah satu pengawal. BRAKKK! Sebuah anak panah menembus jendela samping dan menghantam dinding bagian dalam kereta hanya beberapa inci dari tempat Alize duduk tadi. Alize membe

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pernikahan Dua Musuh Bebuyutan

    “Skandal yang memalukan. Aku benar-benar kecewa.” Suara Raja Aldred, penguasa Montveraine, menggema di ruang audiensi. Tegas dan tajam. Di balik kumis dan janggut peraknya, wajahnya memerah, menahan marah. Putra Mahkota―Pangeran Godwyn berdiri di sebelah singgasananya dengan wajah kaku. “Desc

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tertangkap Basah

    “Apa maksud kata-katamu barusan, Augustus?” Bentakan itu memecah aula jamuan Putra Mahkota Kerajaan Montveraine yang tadinya dipenuhi denting gelas dan tawa sopan para bangsawan. Lady Alize Marie Deschanel yang duduk di ujung meja langsung menegakkan punggungnya. “Oh, tidak,” gumamnya. “Merek

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status