Short
Último deseo: Todos juntos

Último deseo: Todos juntos

에:  Wild Wheat참여
언어: Spanish
goodnovel4goodnovel
10챕터
1.1K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

El día que mi hermana gemela, Alexia Cavanaugh, y yo cumplimos veintidós años, me desplomo y descubro que tengo cáncer en etapa avanzada. Ignorando el consejo del médico de ser ingresada, salgo del hospital. Todo lo que quiero es pasar un último cumpleaños con mi familia sin una sola preocupación. Pero cuando llego a la fiesta, un mesero me detiene en la puerta y me dice que el lugar ha sido reservado exclusivamente para Alexia. No se permite la entrada a personas ajenas. A través del cristal, observo cómo mi hermano sostiene un pastel y mi padre le coloca un gorro de cumpleaños en la cabeza a Alexia. Incluso mi novio está allí, sonriendo mientras Alexia pide un deseo. Me quedo allí durante media hora, apretando mi teléfono, hasta que mi novio finalmente responde mi llamada. —Estuve en el hospital. Yo... Él me interrumpe. —Ophelia, siempre has estado sana. Hoy es el cumpleaños de Lexi. Deberíamos hablar más tarde. ¿Acaso hoy no es también mi cumpleaños? Mi madre murió al darme a luz. El médico explicó más tarde que yo privé a Alexia de nutrientes antes de nacer, lo que la dejó frágil desde el principio. Y así, sin más, todos decidieron que yo siempre debía hacerme a un lado por mi gemela, que nació cinco minutos antes que yo. Hago una bola con el informe de mi diagnóstico de cáncer y lo arrojo a la basura. He terminado de dejar que su favoritismo me lastime. Nunca he recibido su amor de todos modos, así que elijo irme para siempre.

더 보기

1화

Capítulo 1

Hari ini Jihan Lionel kembali dari luar negeri. Wina Septa, kekasih rahasia Jihan, langsung dibawa ke Rumah Mansion No. 8.

Seperti yang disepakati sebelumnya, Wina harus membersihkan dirinya terlebih dahulu agar tidak ada aroma parfum maupun bedak kosmetik.

Wina dengan ketat memenuhi semua kesukaan Jihan. Setelah membersihkan diri dan mengenakan piama sutra, Wina masuk ke kamar tidur di lantai dua.

Jihan sedang duduk di depan komputer melakukan pekerjaannya. Tidak ada emosi yang terlihat dari matanya ketika dia melihat Wina masuk.

"Kemari."

Nada suaranya juga terasa tidak ada emosi apa pun. Hal ini membuat Wina merasa sedikit menyedihkan.

Jihan dikenal sebagai orang yang tidak banyak bicara dan bertemperamen tidak stabil. Karena takut dia marah, Wina tidak berani berlama-lama dan langsung berjalan menghampirinya.

Sesampai di depan Jihan, pinggangnya langsung ditarik mendekat dan dagunya dicubit.

Jihan menunduk dan mencium bibir merah Wina. Selanjutnya, Jihan membuka paksa giginya dan mengisap aroma mulutnya dengan gila-gilaan.

Jihan selalu enggan berbicara dan tidak lembut padanya. Setiap melihat Wina, Jihan langsung bercinta dengannya tanpa melakukan banyak pemanasan.

Jihan terlihat mulia dan sempurna. Akan tetapi, ketika menyangkut hal di ranjang, sifatnya langsung berubah menjadi sangat agresif.

Jihan pergi ke luar negeri untuk urusan kerjaan dan tidak menyentuh seorang wanita selama tiga bulan. Hal ini membuat Wina tahu malam ini Jihan tidak mungkin akan melepaskan dirinya dengan mudah.

Seperti yang Wina duga, Jihan lebih gila dari biasanya.

Jihan bercinta dengannya berkali-kali di sofa dan ranjang.

Setelah Wina tertidur karena kelelahan, Jihan baru puas.

Saat Wina bangun, tidak ada orang di sampingnya, tetapi terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.

Wina menoleh ke sana, terlihat bayangan tubuh terpantul di kaca buram kamar mandi.

Hal ini membuat Wina sedikit terkejut. Jihan selalu pergi setelah bercinta dengannya, tidak pernah menunggu dia bangun, tetapi kenapa kali ini berbeda?

Wina memaksakan diri untuk duduk di atas kasur, dia menunggu Jihan keluar dari kamar mandi dengan tenang.

Beberapa menit kemudian, suara air di kamar mandi tiba-tiba berhenti. Jihan keluar hanya dengan melilitkan handuk di area bawah tubuh.

Air di ujung rambut menetes ke kulit berwarna seperti madu. Dengan perlahan, mengalir ke otot-otot perut yang terlihat sangat memesona.

Dengan wajah yang sangat tampan dan simetris, lalu mata gelap dan tajam yang seakan-akan bisa menembus hati itu, Jihan terlihat sangat baik.

Namun, aura dingin yang terpancar dari tubuhnya membuat orang lain tidak berani mendekatinya.

Ketika melihat Wina sudah bangun, Jihan menatapnya dengan dingin.

"Mulai sekarang, kamu nggak perlu datang kemari lagi."

Mendengar itu, Wina tertegun sejenak. 'Apa maksudnya nggak perlu datang lagi?'

Jihan berbalik, mengambil sebuah dokumen dan menyerahkan kepada Wina. "Kontrak ini berakhir lebih awal," ujarnya.

Setelah melihat kontrak menjadi kekasih rahasia itu, Wina akhirnya mengerti bahwa Jihan ingin mengakhiri hubungan tersebut.

Ternyata Jihan tidak langsung pergi bukan karena ingin menunggu Wina bangun, melainkan karena ingin putus.

Wina sudah bersamanya selama lima tahun, dia tahu hari seperti ini akan tiba, tetapi dia tidak ingin berakhir seperti ini.

Tanpa alasan dan penjelasan apa pun, tetapi hanya sekadar pemberitahuan.

Menahan rasa sakit di hati, Wina perlahan menengadah, melihat Jihan yang sedang mengenakan pakaian dan berkata, "Masih sisa enam bulan lagi, apa nggak bisa tunggu sampai selesai?"

Wina diberi tahu oleh dokter bahwa dirinya masih ada tiga bulan untuk hidup. Oleh karena itu, dia ingin menemani Jihan sampai akhir hayatnya.

Jihan tidak menjawab dan hanya menatap Wina dengan dingin. Tidak terlihat sedikit pun ekspresi berat hati. Hal ini membuat Wina merasa seakan-akan dia didepak begitu sudah bosan dimainkan.

Melihat Jihan diam membisu, Wina pun langsung sadar diri.

Sudah lima tahun, tetapi dia tetap belum bisa meluluhkan hati Jihan. Oleh karena itu, dia harus berhenti bermimpi lagi.

Wina mengambil kontrak itu. Dengan pura-pura santai, dia tersenyum manis dan berkata, "Jangan serius begitu, aku bercanda doang."

"Aku sudah lama ingin putus darimu. Aku malah senang kamu minta kontraknya berakhir lebih awal," tambahnya.

Tangan Jihan berhenti membetulkan lengan bajunya, alis matanya sedikit terangkat dan matanya yang dingin itu menatap Wina.

Melihat tidak ada sedikit kesedihan, tetapi malah sedikit kegembiraan dan lega di wajah Wina, Jihan mengernyit dan bertanya dengan datar, "Kamu sudah lama ingin mengakhiri hubungan ini denganku?"

Wina pura-pura tidak peduli, mengangguk dan berkata, "Ya, aku sudah nggak muda lagi. Sudah waktunya untuk menikah dan punya anak. Aku nggak mungkin terus bersamamu tanpa status yang jelas, 'kan?"

Di kehidupan ini, menikah dan memiliki anak merupakan hal yang mustahil bagi Wina. Namun, dia harus terlihat punya harga diri di depan Jihan.

Memikirkan hal tersebut, Wina tersenyum dan bertanya kepada Jihan, "Sekarang kontrak sudah berakhir, berarti ke depannya aku boleh punya pacar, 'kan?"

Tidak ada emosi yang terlihat dari mata Jihan. Setelah melihat Wina beberapa saat, dia mengambil jam tangan Blancpain yang diletakkan di samping kasur, berbalik dan pergi.

"Terserah kamu," jawabnya singkat sebelum pergi.

Sambil melihat punggung yang semakin menjauh itu, senyuman Wina perlahan memudar.

Wina tahu Jihan paling benci orang lain menyentuh barang-barangnya. Melihat tidak ada reaksi dari Jihan ketika mendengar dirinya ingin punya pacar, Wina merasa sepertinya Jihan benar-benar sudah bosan dengan dirinya.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.

댓글 없음
10 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status