Short
ما عاد للّيل في قلبي مكان

ما عاد للّيل في قلبي مكان

By:  باوزي يأكل الأرزCompleted
Language: Arab
goodnovel4goodnovel
26Chapters
2.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

في السنة الخامسة من زواجها، شعرت بسمة القيسي أن فيتامين سي الذي اشتراه زوجها مر جداً، فأخذت زجاجة الدواء وذهبت إلى المستشفى. نظر الطبيب إليها، لكنه قال إن ما بداخلها ليس فيتامين سي. "أيها الطبيب، هل يمكنك قول ذلك مرة أخرى؟" "حتى لو كررته عدة مرات فالأمر سيان،" أشار الطبيب إلى زجاجة الدواء، "ما بداخلها هو ميفيبريستون، والإكثار من تناوله لا يسبب العقم فحسب، بل يلحق ضرراً كبيراً بالجسم أيضاً." شعرت بسمة وكأن شيئاً يسد حلقها، وابيضت مفاصل يدها التي تقبض على الزجاجة بشدة. "هذا مستحيل، لقد أعده زوجي لي. اسمه أمجد المهدي، وهو طبيب في مستشفاكم أيضاً." رفع الطبيب رأسه ونظر إليها بنظرة غريبة جداً، تحمل معنى لا يمكن تفسيره، وفي النهاية ابتسم. "يا فتاة، من الأفضل أن تذهبي لزيارة قسم الطب النفسي. نحن جميعاً نعرف زوجة دكتور أمجد، لقد أنجبت طفلاً قبل شهرين فقط. أيتها الشابة لا تتوهمي، فلا أمل لكِ."

View More

Chapter 1

الفصل 1

Aku mengerjapkan mata selama beberapa saat, cukup terusik dengan suara getaran ponsel yang tak bisa berhenti bergetar entah sejak kapan. Rasanya aku baru saja memejamkan kedua mata ini setelah kulewati hari ini dengan berat, apalagi jika melakukan banyak tugas dari Daniel Noel, atasanku sendiri.

Kuraih ponsel itu dan kulirik dengan enggan, namun dalam hitungan detik aku membulatkan mataku karena yang kulihat adalah nama yang terlihat di layar ponselku.

"Mr. Noel?!! Ada apa malam-malam begini dia telepon? Ini sudah pukul 11 malam, astaga!" gerutuku merasa dongkol.

Kutarik nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol hijau di layar ponselku.

"Ya, hallo Mr. Noel?" jawabku dengan suara berat.

"Hallo, benar ini Miss. Lucy Watts?" Sebuah suara pria asing terdengar menyahut. Aku mengerjapkan mata beberapa saat merasa bingung.

"Ya, benar. Maaf ini dengan siapa? Bukankah ini nomor ponsel Mr. Noel?" tanyaku memastikan.

"Maaf, Miss. Watts. Saya tak bisa menjelaskan panjang lebar di sini tapi bisakah Anda datang ke bar X sekarang juga? Ini sangat penting! Karena tuan pemilik ponsel ini sekarang sedang bersama dengan saya dan tak sadarkan diri!" suara pria di seberang sana menyahut dengan panik.

"A-apa?! Tidak sadar? Bagaimana bisa?!" aku berseru kaget.

"Baiklah, aku akan segera ke sana sekarang juga! Tolong kirimkan lokasinya padaku dan jaga Mr. Noel sampai aku sampai untuk menyusulnya!" pintaku seraya bangkit dari ranjang dan segera bersiap-siap.

..

..

Selama kurang lebih 30 menit dengan gerak cepat akhirnya aku bisa sampai di tempat yang dituju, sebuah bar dan klub mewah di Los Angeles. Setelah turun dari taxi aku segera berlari menuju titik lokasi yang ditujukan sang penelepon tadi. Dan benar saja, saat aku sampai di sana aku melihat pemandangan yang cukup mengejutkanku. Kulihat Mr. Noel tampak terbaring di sofa tak sadarkan diri di salah satu ruangan klub vvip dengan kondisi masih memakai setelan jas kerja yang dipakainya pagi tadi. Seorang pria muda dengan memakai seragam waitress hitam putih berdiri di sebelahnya dengan wajah gelisah.

"Apa yang terjadi?" tanyaku dengan wajah panik pada pria muda itu.

"Anda Miss. Watts?" pria itu bertanya memastikan dan aku hanya mengangguk.

"Maaf sebelumnya Miss. Saya tidak tahu harus menghubungi siapa lagi selain Anda di telepon milik tuan itu. Karena hanya Anda yang merespons cepat saat saya menelepon Anda untuk meminta bantuan," ucapnya dengan ekspresi wajah bingung.

"Aku? Bagaimana bisa? Apa kau sudah mencoba menghubungi nomor ponsel lain sebelumnya tadi?" aku bertanya memastikan.

"Sudah Miss, saya hanya menghubungi tiga nomor yang ada di panggilan terakhir di ponsel ini tapi hanya Anda yang cepat meresponsnya. Sedangkan yang lain tidak bisa dihubungi," ujar pria itu seraya memberikan benda berbentuk pipih edisi terbatas milik atasanku, Daniel Noel.

Tangan cekatanku menyentuh layar ponsel guna memeriksa panggilan dalam kontak ponsel milik atasanku itu. Dan benar saja yang dikatakan pria itu tadi, ia sudah menghubungi nomor milik Helen Noel, istri dari atasanku dan Larry Onselan, seorang teman dari atasanku itu.

"Baiklah, tak apa. Bisa ceritakan padaku apa yang terjadi?" tanyaku ingin tahu.

"Saya tidak tahu pastinya Miss, yang jelas saat sebelum tuan ini tak sadarkan diri, dia meminta bantuan saya yang kebetulan lewat di ruangan ini agar ia diamankan dan menghubungi seseorang di telepon miliknya," sahut waitress itu menjelaskan.

Aku pun memeriksa sosok tubuh pemilik perusahaan besar Noel di kota Los Angeles. Wajah tampannya yang tegas dan rambutnya yang hitam legam tampak lusuh dan kusut. Kurasa dia hanya mabuk karena aku bisa mencium bau alkohol menyengat dalam tubuhnya sekarang.

Astaga, sejak kapan Daniel Noel jadi pemabuk berat seperti ini? Karena selama tiga tahun aku bekerja dengannya dan mengenalnya, pria ini tidak pernah semabuk ini. Apakah yang terjadi sebenarnya?

"Bisakah kau membantuku memapahnya sampai ke dalam mobil? Dan ini sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah menjaga tuan ini dengan baik,” ucapku pada pria muda yang masih tampak berdiri di depanku itu seraya memberikan beberapa dolar untuknya

"Oh, baiklah Miss. Terima kasih,” sahut pria itu kemudian ia pun mulai membantuku memapah tubuh tinggi kokoh pemilik perusahaan raksasa Noel Corporation di Los Angeles, California.

Aku memapah Mr. Noel ke dalam mobil taxi yang sudah di pesan, dan saat itu pun Mr. Noel tersadar.

"Ahh, aku ada di mana?" tanyanya serak dengan mata setengah terpejam.

"Sir, ini saya Lucy sekretaris Anda. Anda akan saya antarkan pulang ke mansion sekarang,” sahutku seraya membenarkan posisi duduknya.

"Jangan! Antarkan aku ke villa Blue Moon!" perintahnya.

"T-tapi, Sir..?"

"Lakukan Lucy, cepat!" perintahnya tegas padaku.

"Baik."

Maka segera saja, kami meluncur menuju ke villa Blue Moon, villa milik keluarga Noel yang letaknya ada di pinggiran kota Los Angeles. Setahuku villa itu jarang dikunjungi oleh keluarga Noel, jika tidak ada hal penting. Lalu kenapa kali ini Mr. Noel memerintahku untuk ke sana? Apakah istrinya ada di sana sekarang, Karena itu ia memintaku untuk mengantarkannya ke sana?

"Ssstt..., sial! Daniel Noel mengumpat kasar.

Kulihat dahinya mulai mengeluarkan butiran keringat. Nafasnya pun mulai terdengar memburu dan panas. Ia tampak gelisah dan berkali-kali melonggarkan dasinya kemudian membuka beberapa kancing atas kemejanya dengan tak sabaran.

"Sir, apakah Anda baik-baik saja? Apa perlu kita ke rumah sakit saja sebaiknya?" tanyaku cemas.

"Jangan, tak perlu. Aku hanya merasa tak nyaman dan panas," sahutnya dengan tatapan sayu.

Perjalanan menuju villa yang hampir setengah jam pun akhirnya sampai. Keadaan Mr. Noel sudah tak karuan. Saat itu aku bisa merasakannya ketika aku berusaha membantunya berjalan menuju ke dalam villa.

Tubuhnya panas dan nafasnya semakin memburu.

"Bawa aku ke dalam kamar,” perintahnya serak.

"Apakah Mrs. Noel ada di sini, Sir?" tanyaku ingin tahu.

"Tidak, dia sejak berada di Canada,” jawabnya lirih.

Mendengar jawaban itu, aku pun enggan bertanya kembali. Karena sekarang aku tahu, kenapa istri Mr. Noel tak merespons saat waitress itu meneleponnya tadi. Ternyata sekarang Mrs. Noel sedang berada di luar negeri, dan urusan apalagi jika bukan untuk syuting atau pemotretan? Karena memang Helen Noel adalah seorang selebriti Hollywood papan atas yang sudah tak diragukan lagi kesibukannya.

"Bisa tolong kau isi air di dalam bathub, Lucy? Aku ingin berendam...,” pinta Mr. Noel, kali ini suaranya lirih dan tatapannya semakin sayu. Nafasnya pun tak beraturan seperti menahan sesuatu yang ia rasakan dalam tubuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi?

Namun, aku berusaha menepis keingin tahuanku, maka dengan cepat aku pun menuju ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar mewah villa milik Daniel Noel itu dan mengisi penuh bathub dengan air hangat.

Saat aku hendak berbalik badan, aku menjerit kaget karena tiba-tiba Mr. Noel sudah ada tepat di depanku, dan yang membuatku semakin terkejut kini ia sudah melepas jas kerja yang dikenakannya hingga tinggal tersisa kain segitiga dengan logo branded, di pusat tubuhnya yang kini dapat kulihat dengan jelas tampak begitu menonjol, sesak dan terasa penuh seperti ingin keluar dari sarangnya.

"Mr. Noel?! Maaf, sebaiknya saya permisi keluar,” ucapku gugup dengan mengalihkan pandangan kotorku ke area terlarang yang sempat kulihat tadi dan berjalan keluar.

"Tunggu! Bisa kau bantu aku Lucy?" Mr. Noel memegang tanganku tiba-tiba sebelum aku melangkah keluar.

"Bantu??" Aku mengerjapkan kedua mataku berulang kali saat tatapanku bertemu dengan dua mata biru tajam yang kini tampak sayu milik pria berwajah manly dengan wajah rupawannya yang luar biasa.

"Tolonglah aku agar lepas dari rasa tak nyaman ini..."

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
26 Chapters
الفصل 1
" يا فتاة، من الأفضل أن تذهبي لزيارة قسم الطب النفسي. نحن جميعاً نعرف زوجة دكتور أمجد المهدي، لقد أنجبت طفلاً قبل شهرين فقط. أيتها الشابة لا تتوهمي، فلا أمل لك."قال ذلك وهو يفتح صورة جماعية على هاتفه.في الصورة، كان أمجد يرتدي معطفاً أبيض ويحمل طفلاً رضيعاً بين ذراعيه، وبجانبه تقف امرأة تبتسم وعيناها تلمعان.إنها سلمى العزيزي، "أخته بالتبني" التي يتحدث عنها دائماً.مع طنين في أذنيها، شعرت بسمة القيسي بأن عقلها أصبح فارغاً تماماً.لكن الطبيب قال إنها زوجة أمجد، وهذا طفلهما.تسارعت أنفاسها فجأة، واندفعت متعثرة نحو المصعد، تريد الصعود إلى الطابق الخامس عشر للبحث عن أمجد واستيضاح الأمر.بمجرد أن أُغلق باب المصعد، سُمع صوتان مألوفان.ربما لأنها كانت ترتدي ملابس تغطيها بالكامل اليوم وتضع قبعة على رأسها، لم يتعرف عليها الشخصان اللذان يقفان أمامها، فتحدثا دون تحفظ."أخي أمجد، ألا تخشى حقاً أن تكتشف بسمة الأمر؟ لماذا أصررت على استعادتها في البداية؟ لو كنت قد تزوجت سوسو مبكراً، لما اضطررت الآن لرؤية طفلك وكأنك لص."إنه صوت أشرف العزيزي.جاء صوت أمجد بارداً: "لن تكتشف ذلك. يا أشرف، احفظ لسانك، و
Read more
الفصل 2
الفصل 2‬‬‬‬توقفت الأنفاس على الطرف الآخر من الهاتف للحظة، ثم جاء صوت مروان العميق:"بعد نصف شهر، ستنتقل عائلة الدليمي، وسآتي لاصطحابك."ذُهلت بسمة لنصف ثانية، ثم انفجرت ضاحكة.لم تقل أي شيء بعد، لكن هذا الرجل كان واثقًا من أنها سترحل.ومن المفارقات أنه خمن بشكل صحيح."حسناً."بفضل قدرات مروان، بعد نصف شهر، حتى لو قلب أمجد الأرض رأسًا على عقب، فلن يتمكن من العثور عليها أبدًا.في ذلك اليوم وحتى وقت متأخر من الليل، لم ترد بسمة على أي من رسائل أمجد.كان أمجد قلقًا حقًا، فغادر العمل مبكرًا وغير رحلته إلى أقرب رحلة متاحة، ولكن عندما دفع باب المنزل ليفتحه، توقف فجأة في مكانه، وتلاشى معظم القلق من عينيه في لحظة.تحت الإضاءة الصفراء الدافئة في غرفة المعيشة، كانت بسمة تجلس على الأريكة تشاهد التلفاز."بوبو؟ كيف عدتِ؟" اندفع نحوها بخطوات سريعة، "لقد أرسلت الكثير من الرسائل..."قبل أن يكمل كلامه، مد ذراعيه وضمها إلى صدره، وأسند ذقنه على قمة رأسها وفركه بلطف، "الحمد لله أنكِ بخير. لقد خفت حقًا... بوبو، لا يمكنني العيش بدونكِ."الحب في عينيه لم يكن مزيفًا.كانت بسمة تعرف أيضًا أنه يحبها بصدق، لكنها
Read more
الفصل 3
عندما استيقظت بسمة، كان المنزل لا يزال فارغًا.كانت هناك رسالة على هاتفها من أمجد:"حبيبتي، المستشفى مزدحم جدًا اليوم، وقد أُلغيت إجازتي، فلا تغضبي. غدًا سأبقى معكِ مهما كنت مشغولًا، لقد جهزت لكِ هدية، انتظريني حتى أعود."وتحت رسالته هذه، كانت هناك صورة أرسلتها سلمى قبل ساعة.صورة تجمعهما معًا بجانب حوض الينابيع الساخنة، بابتسامات مستفزة للعين.كانت تمسك بهاتفها، وأطراف أصابعها تحترق، وكادت أن تتصل به لتسأله عما إذا كان مشغولًا بإجراء عملية جراحية، أم مشغولًا بمرافقة الخطيبة منذ الطفولة.لكن عندما تذكرت الخطة التي في قلبها، كتمت غضبها في النهاية، وردت بـ "حسنًا".من الجيد أنه لن يعود، فهذا يسهل عليها حزم أمتعتها.قامت بتعبئة جميع الملابس التي أهداها إياها أمجد، استعدادًا للتبرع بها للمناطق الجبلية.أنزلت الصورة المشتركة المعلقة على الحائط وألقتها في آلة تمزيق الورق. كما أخرجت البطاقات الصغيرة التي كتبت عليها مائة أمنية له، وأحرقتها في الشرفة حتى تحولت إلى رماد.لم تجرؤ على التخلص من أشياء كثيرة، خوفًا من أن يلاحظ أمجد شيئًا غريبًا عند عودته.في اليوم التالي، عاد أمجد أخيرًا.في اللحظة
Read more
الفصل 4
انعكس ظلان متداخلان على زجاج نافذة السيارة، التي لم يُترك فيها سوى شق بعرض إصبع.ثبّت أمجد سلمى على مقعد السائق، ومسّد جبهتها بأطراف أصابعه قائلاً: "هل آلمتك الضربة قبل قليل؟"رفعت سلمى رأسها لتلامس شفتيه، وعيناها تفيضان بابتسامة متملقة."لا تؤلمني. لم يكن يجدر بي المجيء لإزعاجك أنت وزوجتك، أستحق تلك الضربة."عقد أمجد حاجبيه، وعضّ على وجنتها عضة خفيفة."كفاكِ هراءً. أنتِ وهي كلتاكما عزيزتان على قلبي."قرص خصرها، وقال بنبرة يشوبها بعض المكر: "ما زلتِ قادرة على الثرثرة، يبدو أن الضربة لم تكن كافية."وقبل أن ينهي كلامه، أمسك خصرها بيد، وقبض على فكها باليد الأخرى، وقبّلها بقوة.قاومته سلمى قليلاً لتدفعه بعيداً، وقالت بنبرة ملؤها الغيرة: "هذه هي السيارة التي أهديتها لها، لا أريد أن نكون هنا...""كما أن أختي بسمة لا تزال تنتظرك في غرفة الاستراحة، لقد قلت إنك ستعود بعد بضع دقائق."أحكم أمجد قبضته على معصميها بيد واحدة وثبتهما فوق رأسها، بينما انزلقت يده الأخرى على طول خصرها، وقال بصوت أجش وعميق: "هل ما زلتِ تفكرين في شخص آخر الآن؟ للتعامل معكِ، بضع دقائق تكفي."ولم يمضِ وقت طويل حتى تسارعت أن
Read more
الفصل 5
تحملت بسمة الألم الشديد في ساقها، وحاولت جاهدة الرد على ذلك النداء:"أمجد... أنا هنا..."لكن لم يجب أحد.فتحت عينيها فجأة، وكانت رؤيتها مشوشة بسبب الدماء، ولم ترَ سوى السيارة فارغة.لم يبقَ سواها.ذلك الشخص الذي كان يصرخ باسمها للتو، لم ينقذها.في اللحظة التي غاب فيها وعيها، سقطت بسمة في حلم.حلمت بتلك السنة التي لحق بها أمجد إلى لوس أنجلوس.كان ناديها في ذلك الوقت يحتجزها ويرفض التخلي عنها، فاحمرت عيناه وأراد أن يراهن النادي في سباق سيارات، ليأخذها معه إذا فاز.في ذلك الوقت، كان قد حصل للتو على رخصة قيادة احترافية من أجلها، وتجرأ على القيادة في طريق جبلي متعرج في أول مرة يلمس فيها سيارة سباق. جلست هي في مقعد الراكب كمساعد سائق، ولكن مع ذلك وقع حادث. لم يتحكم في القوة جيدًا عند الانعطاف، فاخترقت السيارة الحاجز وتدحرجت أسفل الجرف.وسط الفوضى، خاطر بحياته لحمايتها بين ذراعيه، ولم يفلتها حتى عندما اصطدم رأسه ونزف دمًا، وفي النهاية استنفد كل قوته لرفعها إلى صخرة بارزة فوق سقف السيارة، وصرخ بصوت مبحوح "تمسكي جيدًا".أما هو فانزلق مع هيكل السيارة المشوه، وتدلى نصف جسده خارج الجرف، وكاد أن يت
Read more
الفصل 6
وضعت بسمة يدها فجأة على ساقها، ولامست أطراف أصابعها المحيط الصلب للجبيرة.ساقها لا تزال موجودة.ولكن في الثانية التالية، انقبض قلبها فجأة.فعندما ضغطت بأطراف أصابعها للأسفل، سواء بالفرك الخفيف أو بالقرص بقوة، لم تشعر تلك الساق بأي شيء، وكأنها قطعة غريبة مركبة في جسدها."مستحيل... مستحيل."تمتمت وهي تستند إلى ملاءة السرير محاولة الجلوس، وما إن رفعت جسدها قليلاً حتى ضعفت ساقها اليمنى فجأة، وسقطت بقوة على الأرض.في هذه اللحظة، جاء صوت أمجد القلق من عند الباب:"حسام، ألا توجد طريقة أخرى حقاً؟ إنها متسابقة سيارات...""هذا يعتمد على حالة التعافي." كان صوت الطبيب يحمل نبرة من العجز، "لكنني لا أنصح حقاً بالعودة إلى حلبة السباق. مع تلك الكثافة، إذا حدثت إصابة ثانية، ستكون العواقب وخيمة."بعد صمت قصير، جاء رد أمجد بصوت أجش: "حسناً، شكراً لك."كانت كل كلمة بمثابة مطرقة ثقيلة، حطمت آخر ذرة أمل لدى بسمة.لقد ولدت من أجل سباق السيارات.منذ المرة الأولى التي لمست فيها عجلة القيادة، عرفت أن حياتها مرتبطة بصوت المحرك.لكن الآن يخبرها أحدهم أنها لن تتمكن من قيادة سيارات السباق مرة أخرى.هذا جعلها تشعر ب
Read more
الفصل 7
عندما رآها تبتسم، تبددت الغيوم الكئيبة عن وجه أمجد في لحظة:"يا بوبو، اطمئني، ليس في قلبي سواكِ.""لقد كنتُ قاسيًا في كلامي ذلك اليوم، اطلبي ما شئتِ وسأنفذه لكِ، فقط لا تغضبي مني بعد الآن."اقترب منها قليلًا، وكان صوته حزينًا وكأنه على وشك البكاء.في الماضي، كانت بسمة تتأثر دائمًا بأسلوبه هذا، وكان ينجح دائمًا في استرضائها وتليين قلبها، لكنها الآن تشعر فقط أن الشخص الواقف أمامها غريب تمامًا، وقلبها هادئ كالجليد.نظرت بسمة إلى التوسل في عينيه، وابتسمت فجأة ابتسامة خفيفة."حسنًا، إذن اجعل سلمى تتزوج شخصًا آخر."تجمدت الابتسامة على وجه أمجد في الحال، وحاول جاهدًا لفترة قبل أن يرسم على شفتيه ابتسامة متكلفة."بوبو، كفاكِ مزاحًا."مد يده ليلمس وجهها، لكن بسمة أدارت رأسها لتتجنبه، "إنها بمثابة أختكِ، هل تغارين من هذا أيضًا؟ هل يمكنكِ تغيير طلبكِ؟ اطلبي ما تشائين وسأوافق على كل شيء."ضحكت بسمة بشدة أكبر.كانت تعلم ذلك، فبمجرد أن يتعلق الأمر بسلمى، تصبح وعوده المؤكدة هشة كالورق، تتمزق من مجرد لمسة."كنت أمزح." أخفت ضحكتها، وقالت بنبرة باردة: "افعلا ما شئتما، لا داعي لإخباري بذلك."عندما رأى أنه
Read more
الفصل 8
عندما فتحت بسمة عينيها مرة أخرى، وجدت نفسها محبوسة داخل السيارة.كان عنقها لا يزال يؤلمها بشدة، تلمست مطرقة الأمان في صندوق التخزين المجاور لمقعد السائق، وما إن قبضت عليها بيدها حتى فُتح باب السيارة.كان أمجد يقف خارج السيارة بوجه متجهّم: "إلى أين أنتِ ذاهبة؟"لم تعره بسمة أي اهتمام، وما إن همّت بالنزول حتى جذبها من ذراعها ورماها بقوة عائدة إلى المقعد.انحنى على باب السيارة، صاكاً على أسنانه بشدة، وعيناه حمراوان بشكل مخيف: "لقد قلتها، لن تذهبي إلى أي مكان، ستبقين بجانبي فقط."رفعت بسمة رأسها وحدقت فيه بغضب دون أن تنبس بكلمة.حدق بها أمجد، وفجأة مد يده ومزق ملابسها.تسلل الهواء البارد فجأة، فانتفض جسد بسمة بأكمله، "أمجد، ماذا تفعل؟!"لم يقل شيئاً، بل واصل نزع ملابسها بحركة عنيفة، ثم انقض عليها مقبلاً.انحدرت يده إلى الأسفل بقوة لا تقبل المقاومة.حينها فقط أدركت بسمة ما ينوي فعله، فقاومت باستماتة، لكنه ثبتها بقوة شديدة."أفلتني! سأكرهك طوال حياتي إن فعلت ذلك!"لكن أمجد بدا وكأنه لم يسمعها، ولم يتوقف مهما ركلته أو ضربته أو صرخت باكية، بل وحتى عندما عضت كتفه.في النهاية، خارت قوى بسمة، ولم
Read more
الفصل 9
اندلعت النيران في الفيلا، وعانقت ألسنة اللهب عنان السماء، واحترق كل شيء ولم يتبق منها شيء.احترقت تلك الجثة المزيفة داخل النيران بدلاً من بسمة.عندما بدأ الحريق للتو، تذكرت المربية أن بسمة لا تزال محبوسة في الغرفة. لكن أمجد حذرها خصيصًا قبل مغادرته من السماح لأي شخص بالاقتراب من تلك الغرفة.لكن النيران ازدادت اشتعالاً، ولم تجد المربية القلقة حلاً سوى الاتصال بأمجد في النهاية.في اللحظة التي تم فيها الرد على المكالمة، كادت أن تبكي قائلة: "أمجد، الفيلا تحترق! الآنسة بسمة لا تزال في الطابق العلوي...""ألو؟ حريق؟ كيف نشب الحريق؟"لكن الصوت الذي جاء من سماعة الهاتف كان صوت أشرف.ثم جاء صوت سلمى: "مكالمة من؟ ما الذي يحترق؟"شرح أشرف الأمر بجملتين، فازداد قلق صوت خالة زينب: "يا إلهي، الآنسة بسمة لا تزال في الغرفة بالطابق العلوي! ليس لدي مفتاح لفتح الباب، أسرع واطلب من السيد أمجد العودة فورًا!"كان أشرف على وشك الرد، لكن سلمى أمسكت بمعصمه فجأة."سأتحدث أنا.""خالة زينب، إنها أنا سوسو، سأخبر أخي أمجد الآن وأطلب منه العودة بسرعة. غادري المكان فورًا لكي لا تتأذي."وافقت خالة زينب على الفور، وغادر
Read more
الفصل 10
ومضت في عيني أمجد نظرة اعتذار: "سأعود إلى المنزل لبعض الوقت ثم آتي للبحث عنكِ."وكيف لسلمى أن تدعه يرحل.فبمجرد عودته، سينكشف كل شيء، ولن يكون لديها حتى الوقت لتدمير الأدلة.فزمّت شفتيها على الفور بتذمر: "هل أنت قلق على أختي بسمة؟ لكنني انتظرت هذا الزفاف، انتظرته لثمانية عشر عامًا."توقف أمجد عن السير، وما إن أراد أن يقول إنه سيأخذها معه، حتى أخرجت سلمى جهازًا لوحيًا وناولته إياه."ألا تريد فقط رؤية أختي بسمة؟ تفضل."كان على الجهاز اللوحي مقطع فيديو من كاميرا مراقبة.في المقطع، كانت بسمة مقيدة بالأصفاد في سريرها، متكورة على نفسها، وصوتها يختنق بالبكاء: "أمجد، أعلم أنني أخطأت، ولن أفكر في الرحيل مرة أخرى أبدًا."انفرجت أسارير أمجد في لحظة، وتبددت معظم الغيوم الداكنة التي كانت تجثم على صدره طوال الأيام الماضية، بل أصبح أكثر حرصًا على العودة إلى المنزل لرؤيتها.لكن سلمى أمسكت بمعصمه، وقالت بصوت ناعم: "أخي أمجد، أنت لا تفهم عقول النساء.""في مثل هذه الأوقات يجب أن تتجاهلها لبضعة أيام، حتى تدرك أهميتك. تعال وعش في منزلي هذين اليومين، حسنًا؟"فكر أمجد لثوانٍ، ثم أومأ برأسه.بصراحة، كان هو ال
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status