คลั่งรักยัยแว่นข้างห้อง

คลั่งรักยัยแว่นข้างห้อง

last update최신 업데이트 : 2024-10-22
언어: Thai
goodnovel18goodnovel
10
1 평가. 1 리뷰
30챕터
2.4K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

ความสัมพันธ์(รัก)ระหว่างเขากับเธอ เกิดสะดุด เมื่อเขามีตัวจริงที่ไม่ใช่เธอ

더 보기

1화

ตอนที่ 1 พบเจอ

"Papa, Shafa sakit sekali! Rasanya sudah mau mati .... Shafa sudah nggak bisa sembuh lagi ya? Shafa nggak mau sesakit ini lagi, nggak mau Papa habisin uang demi Shafa lagi."

"Papa bawa Shafa pulang saja ya? Shafa ingin pulang .... Shafa rindu rumah ...."

Di dalam ruangan ICU, terbaring seorang anak kecil. Wajah yang awalnya imut itu kini tampak pucat pasi. Hidung dan mulutnya terus meneteskan darah, dengan bercak-bercak yang memenuhi seluruh tubuhnya!

Dengan sisa kekuatannya, tangan kecil anak itu meraih tangan Afkar Rajendra. Sepasang matanya yang bundar sarat akan kerinduan yang mendalam terhadap ayahnya.

Afkar menatap anak itu dengan mata yang memerah. Hatinya terasa begitu sakit bagaikan ditusuk ribuan jarum. Rasa sakit itu bahkan puluhan ribu kali lipat melebih rasa sakit pada bekas luka di bagian ginjal kirinya.

"Shafa anak baik, Papa pasti akan cari cara untuk nyembuhin kamu. Setelah kamu sembuh nanti, Papa akan bawa Shafa pulang dan masakkin ayam goreng untuk Shafa ya?" ucap Afkar sembari memegang tangan kecil itu dengan suara menahan tangisan.

"Papa bohong, Shafa tahu Shafa nggak akan bisa sembuh lagi. Simpan saja uangnya. Setelah Shafa meninggal nanti, Papa masih harus melanjutkan hidup. Papa jangan habisin uang demi Shafa lagi ...."

Sambil berkata demikian, anak kecil itu mendongak dengan bersusah payah dan melepas sebuah giok berbentuk naga di lehernya. "Nggak ada gunanya lagi Shafa pakai giok ini. Papa yang pakai saja, biar giok ini lindungi Papa!"

Giok ini adalah peninggalan dari ayah Afkar. Konon, liontin ini merupakan benda yang diwariskan turun-temurun dari leluhur Keluarga Rajendra dan dikatakan memiliki kemampuan untuk mengusir penyakit dan menjauhkan malapetaka.

Setelah Shafa jatuh sakit, Afkar memberikan liontin itu kepada putrinya dengan harapan agar liontin ini bisa melindunginya. Namun sekarang, tampaknya semua cerita tentang mengusir penyakit dan menjauhkan malapetaka hanyalah angan-angan belaka!

Mendengar hal ini, Afkar merasa hatinya seperti ditusuk pisau. Tangannya menggenggam erat liontin giok yang masih hangat oleh suhu tubuh Shafa dan air matanya mengalir tiada hentinya. Shafa baru berusia 5 tahun, tetapi sifatnya begitu pengertian.

Hanya saja, semakin pengertian sifat si kecil, hati Afkar juga terasa semakin perih!

Dadanya terasa sesak, seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal dan tidak bisa dilepaskan. Perasaan ini membuatnya hampir gila! Memiliki ayah yang tidak berguna seperti dirinya ... Apakah putrinya benar-benar harus pergi begitu saja dari dunia ini sebelum menikmati kebahagiaan apa pun?

Tidak! Afkar rela mengorbankan nyawanya, harga dirinya, dan apa pun asalkan putrinya bisa terus hidup!

"Pak Afkar, biaya pengobatan yang kamu bayarkan terakhir kali sudah habis terpakai. Apa masih mau dilanjutkan pengobatannya? Dengan kondisi putrimu seperti ini, mungkin masih bisa bertahan beberapa hari kalau menggunakan obat khusus. Mungkin saja beberapa hari lagi bisa menemukan pendonor yang cocok," tanya dokter yang mengobati Shafa dengan ekspresi datar.

"Mau! Tentu saja mau lanjutin pengobatannya! Dok, tolong lanjutkan obat khususnya pada anakku! Kumohon! Shafa nggak boleh meninggal. Nggak boleh!" teriak Afkar sambil menarik lengan dokter.

"Diurus dulu saja pembayarannya ya," jawab dokter itu dengan tenang.

"Oke, aku akan kumpulin uangnya sekarang! Dok, tolong beri obatnya ke putriku dulu! Kumohon!" Sambil berkata demikian, Afkar bergegas keluar dari kamar pasien. Di belakangnya, terdengar bisikan dari dokter dan perawat dengan nada prihatin.

"Beri obatnya dulu? Mana mungkin? Haeh ...."

"Katanya orang itu baru jual salah satu ginjalnya demi mengobati putrinya?"

"Ya, hati orang tua memang paling mulia di dunia ini! Tapi kalau nggak ada uang, semuanya sia-sia saja ...."

Pada saat ini, Afkar telah berlari keluar dari rumah sakit. Namun, langkahnya terhenti saat tiba di depan pintu. Uang .... Saat ini, uang adalah nyawa bagi Shafa. Akan tetapi, mau ke mana lagi dia mencari uang?

Tadi dia hanya terus memikirkan untuk mengumpulkan uang. Namun, sekarang dia baru menyadari bahwa semua tempat yang bisa dipinjami uang sudah didatanginya.

Dengan tak berdaya, Afkar akhirnya menelepon sebuah nomor. Sampai pada titik ini, dia hanya bisa mencoba meminta bantuan darinya. Meskipun ini sangat memalukan dan membuatnya merasa tidak punya harga diri, apa artinya semua itu jika dibandingkan dengan nyawa Shafa?

"Ini siapa ya?" Terdengar suara merdu seorang wanita dari ujung telepon.

"Ini aku, Afkar."

"Kamu? Untuk apa kamu telepon aku? Kita sudah cerai!" Suara yang terdengar manja tadi, kini berubah menjadi ketus setelah mendengar orang yang meneleponnya adalah Afkar.

Jelas sekali, wanita itu adalah mantan istri Afkar dan ibu kandung Shafa, Freya!

Dulu, Afkar tidak semiskin sekarang. Di usia awal 20-an, dia sudah sukses menjalankan pabrik kecil miliknya sendiri dengan penghasilan tahunan mencapai miliaran.

Freya adalah teman sekelas Afkar di universitas dan dulu dia merupakan primadona di kampus yang menarik perhatian banyak orang. Pada suatu kali saat reuni, Freya mendekati dan merayu Afkar dengan kecantikannya hingga akhirnya mereka menjalin hubungan dan menikah.

Awalnya, pernikahan mereka berjalan cukup baik, Freya bahkan melahirkan seorang putri untuk Afkar. Namun sejak Shafa didiagnosis menderita leukemia mielositik, segalanya berubah.

Demi mengobati putrinya, Afkar menghabiskan seluruh tabungannya, bahkan menggadaikan dan menjual pabriknya. Afkar yang dulunya merupakan seorang kelas menengah, kini berubah telah jatuh miskin.

Setelah itu, Freya mulai menunjukkan sifat aslinya yang tamak dan tidak manusiawi. Dia bahkan berkali-kali menghalangi upaya Afkar untuk mengeluarkan uang demi pengobatan putri mereka.

Tak hanya itu, Freya mulai berselingkuh dengan seorang anak konglomerat bahkan sebelum mereka bercerai. Semua ini demi mempersiapkan jalan bagi dirinya sendiri. Akhirnya sebulan yang lalu, dia mengajukan gugatan cerai dan mengusir Afkar dan putrinya tanpa belas kasihan.

Sebagai ibu kandung, Freya tidak pernah menjenguk anaknya sekali pun selama sebulan penuh. Seolah-olah, dia telah melepaskan diri dari beban yang berat! Jika bukan karena keadaan yang sangat mendesak, Afkar tidak akan pernah menghubungi Freya terlebih dahulu.

"Freya, bisa nggak ... pinjamin aku sedikit uang?" tanya Afkar dengan kesulitan.

"Hah ... kamu mau pinjam uang dariku? Afkar, hebat sekali kamu. Kenapa kamu sampai begini sekarang? Bisa-bisanya dulu aku menikahimu? Untung saja aku cepat sadar. Cepat pergi sekarang juga. Dari mana nyalimu minjam uang dariku?" sindir Freya sambil tertawa sinis.

"Shafa sudah sekarat! Kalau nggak bayar biaya pengobatan, dia akan meninggal! Freya, demi putri kita, pinjamin aku 400 juta dulu ya? Nggak, 200 juta juga boleh! Aku pasti akan kembalikan uangnya! Pasti!" desak Afkar karena takut Freya akan menutup telepon.

Begitu ucapan itu dilontarkan, terdengar keheningan selama beberapa detik di ujung telepon.

"Maaf, kehidupanku dengan Kak Rafai sangat baik sekarang. Jangan ganggu aku! Leukimia nggak bakal bisa sembuh, yang ada hanya menghabiskan uang terus-menerus. Kamu juga menyerah saja ...."

Tut ... tut ... tut ....

Nada sambung yang dingin itu membuat hati Afkar membeku.

'Freya, kamu benar-benar kejam! Bagaimanapun, Shafa itu putri kandungmu. Kenapa kamu bisa tega nggak memedulikannya? Kenapa kamu bisa tega?' teriak Afkar dalam hati.

Afkar benar-benar membenci ketidakadilan di dunia ini! Dia benci dengan kekejaman Freya dan dirinya yang tidak berguna!

Mengingat sosok putrinya yang terbaring menderita sambil memegang tangan Afkar dan memanggilnya ayah, sorot mata Afkar yang putus asa tiba-tiba berubah menjadi tegas dan agak liar.

'Nggak! Papa nggak akan membiarkanmu mati! Papa pasti akan dapatkan uangnya, bahkan kalau harus pertaruhkan nyawa sekalipun!' ujar Afkar bertekad.

Dua puluh menit kemudian ....

Di pinggir jalan, terlihat sebuah Bentley Mulsanne melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan seluruh kekuatannya, Afkar tiba-tiba menerjang ke depan mobil tersebut.

'Maafkan aku! Siapa suruh kamu mengendarai Bentley? Kalau kamu menabrakku sampai mati, mungkin bisa mendapat ganti rugi yang cukup besar, 'kan?'

'Shafa, biarlah nyawa Papa yang memperpanjang hidupmu. Kalau pada akhirnya kamu tetap harus meninggalkan dunia ini, Papa akan menemanimu di akhirat. Papa memang nggak berguna, cuma ini yang bisa Papa lakukan! Sayang, Papa pergi duluan!'

Bam!

Seiring dengan suara benturan yang terdengar, tubuh Afkar langsung terlempar ke udara. Saat tubuhnya jatuh ke tanah, genangan darah yang mengerikan mulai menyebar di bawah tubuhnya.

Di tangannya, Afkar masih menggenggam erat liontin giok berbentuk naga. Seolah-olah benda yang sudah dikenakan putrinya selama beberapa tahun ini adalah harta yang paling berharga baginya.

Namun, ketika darah Afkar menyentuh liontin giok berbentuk naga di tangannya, sesuatu yang aneh terjadi ... darah itu justru diserap oleh liontin tersebut.

Cittt!

Tiba-tiba, mobil Bentley Mulsanne itu berhenti dan terlihat dua orang yang turun dengan tergesa-gesa. Seorang pria dan seorang wanita.

Pria itu tampak seperti pengawal atau sopir, sedangkan wanita cantik di sampingnya tampak seperti majikannya. Wanita itu terlihat sangat menawan, tubuhnya juga sangat ramping dan jenjang. Bahkan aktris sekalipun tidak bisa dibandingkan dengannya.

Wanita itu mengenakan setelan formal dengan aura yang dingin dan berwibawa.

"Mau sengaja nipu uang ya?" celetuk sopir saat melihat Afkar yang terbaring dalam genangan darah.

"Nipu uang dengan nyawa?" Wanita cantik itu mengerutkan alisnya, lalu berkata dengan nada dingin, "Pokoknya telepon ambulans saja dulu."

Pada saat ini, Afkar yang jatuh pingsan samar-samar mendengar suara dari dalam benaknya.

"Pecundang! Kenapa aku punya pewaris pecundang begini? Kalau nggak ada ginjal lagi, akan kuberi satu ginjal naga untukmu!"
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

리뷰

Jani Janistar
Jani Janistar
สนุกมากค่ะ นิยายฟิลกู๊ด ...
2024-10-23 23:45:26
1
0
30 챕터
ตอนที่ 1 พบเจอ
เรื่อง...คลั่งรักยัยแว่นข้างห้องคำโปรยความสัมพันธ์(รัก)ระหว่างเขากับเธอ เกิดสะดุด เมื่อเขามีตัวจริงที่ไม่ใช่เธอแนะนำตัวละครอิทธิพล (คุณอิท) อายุ 28 ปี สถาปนิกหนุ่มชื่อดังเขาหล่อ สายเปย์ ขี้แกล้ง อารมณ์ดี ถึงเขาจะเจ้าเล่ห์ แต่เขาก็จริงใจมัทนา (มาย) อายุ 21 ปี นักศึกษาปี 4 เธอสวย ขี้กลัว หัวใจที่ไม่เคยมอบให้ใครมาก่อน ต้องจำยอมต่อความดีที่เขามีให้@@@@@@นิยายเรื่องนี้ : โรมานซ์ ฟีลกู๊ด เหมือนเดิมนะคะตอนที่ 1 พบเจออิทธิพล สถาปนิกหนุ่มชื่อดัง เพิ่งสร้างเนื้อสร้างตัว มีบริษัทเล็กๆเป็นของตัวเอง รับออกแบบตกแต่งทั่วไป ตั้งแต่งานเล็กไปจนถึงงานขนาดกลาง ค่อนข้างมีชื่อเสียงอยู่ในขณะนี้“ไปคิดมาใหม่ ผมว่าแบบที่คุณทำมามันยังไม่สมบูรณ์เท่าที่ควร ผมคิดว่าคุณน่าจะทำได้ดีกว่านี้นะ” มาตรฐานเรื่องงานสำหรับเขาแล้วค่อนข้างสูง งานทุกชิ้นต้องออกมาดีที่สุด รายละเอียดผิดพลาดเล็กๆน้อยๆก็แทบไม่มีให้เห็น ลูกน้องที่นี่อาจจะทำงานลำบากหน่อย แต่เงินดีมาก“ครับ พรุ่งนี้ผมจะเอาแบบมาเสนอใหม่ครับ”“อือ...ได้เวลาเลิกงานแล้ว แยกย้ายกลับไปพักผ่อนกันเถอะ”“ครับ/ค่ะ” อิทธิพลเดินออกจากบริษัทฝ่ารถติดบนท้องถนน กว่าจะมาถ
더 보기
ตอนที่ 2 คู่หมั้น
ตอนที่ 2 คู่หมั้นเช้าวันรุ่งขึ้นเช้านี้มัทนาตื่นสายเธอจึงรีบสุดตัว รีบอาบน้ำแต่งตัวแล้วรีบออกจากห้อง กึ่งเดินกึ่งวิ่งท่าทางรีบร้อน เดินมาหยุดอยู่ที่หน้าลิฟต์ซึ่งตอนนี้มีผู้คนจำนวนมากกำลังยืนรอเข้าลิฟต์ตัวเดียวกัน หนึ่งในนั้นมีผู้ชายคนเดิมเมื่อวานยืนอยู่ด้วย วันนี้เขายังคงแต่งตัวดีเหมือนเดิม มัทนาแอบมองเขาด้วยหางตานิดหน่อย แล้วถอยหลังสองก้าว ไม่อยากอยู่ใกล้รอไม่นานประตูลิฟต์ก็ได้เปิดออก ทุกคนที่ยืนรออยู่เดินเข้าไปด้านในลิฟต์ มัทนาพยายามยืนก้มหน้านิ่ง เนื่องจากเธอเป็นคนขี้กลัวอยู่แล้ว ด้านในก็ค่อนข้างแออัดผู้คนเบียดเสียด ลิฟต์ตัวที่เธอขึ้นมาก็ยังต้องจอดรับชั้นระหว่างทางผ่านอีกด้วย“ขอไปด้วยคนนะคะ” เสียงผู้หญิงคนหนึ่งร้องขอ คนด้านในจึงช่วยขยับให้ จังหวะนี้ทำให้เธอโดนเบียดจนเซไปทางด้านหลัง เผลอไปพิงอยู่กับหน้าอกของผู้ชายคนหนึ่งเข้า แต่ที่มากกว่านั้นคือฝ่ามือของเขาดันมาประคองอยู่ที่เอวของเธอซะอย่างนั้น'เขาอาจจะไม่ได้ตั้งใจ!'“อุ๊ย! ขอโทษค่ะ” หันไปมองหน้าเขา แล้วรีบก้มหน้าหลบตาทันที เพราะเขาคือผู้ชายคนเมื่อวาน เธอกำลังจะขยับออกห่างแต่ด้วยความแออัดเธอจึงทำได้แค่ยืนนิ่งๆอยู่ที่เดิมความส
더 보기
ตอนที่ 3 สงสัยก็ต้องถาม
ตอนที่ 3 สงสัยก็ต้องถามหลายวันต่อมาช่วงเย็นของวันนี้ ทั้งสองก็ได้ใช้ลิฟต์ตัวเดียวกันอีกครั้ง แต่คนในลิฟต์หมดตั้งแต่ชั้นสามแล้ว เหลืออีกหกชั้น ถึงมันจะใช้เวลาแค่สักครู่เดียว แต่สำหรับคนขี้กลัวอย่างมัทนา เธอรู้สึกนานมากเธอยืนก้มหน้าหันหลังให้เขา มือกำสายกระเป๋าที่เธอกำลังสะพายเอาไว้แน่น ท่าทางแปลกๆ จนอิทธิพลอดที่จะคิดในใจไม่ได้ว่า...สงสัยเธอคงจะปวดท้องเข้าห้องน้ำ...ทนเอาหน่อยแล้วกัน!เมื่อประตูลิฟต์เปิดออก มัทนาก็รีบก้าวขาออกไป ขาเรียวสวยก้าวฉับๆด้วยความรวดเร็ว นั่นจึงทำให้อิทธิพลแอบนึกสงสาร...สงสัยจะอั้นมานานแล้วส่วนเขาก็เดินตามไปปกติ เขาใช้คีย์การ์ดเปิดประตู แล้วจึงเดินเข้าไปด้านในห้องเขาเดินไปหยิบผ้าเช็ดตัวที่ตากเอาไว้หลังห้อง บังเอิญเห็นคนที่รีบร้อนเดินเหมือนคนปวดท้องเมื่อสักครู่ ยืนบิดขี้เกียจท่าทางสบายใจอยู่หลังห้อง ซึ่งพื้นที่ตรงนั้นมันไม่มีพนังกั้นสามารถมองเห็นกันได้สบายอิทธิพลยืนมองเธออยู่อย่างนั้นอย่างนึกแปลกใจ...เธอไม่ได้ปวดท้อง! แต่แล้วก็เป็นจังหวะที่มัทนาบิดขี้เกียจเสร็จหันมาเจอเขาพอดี สายตาผสานกัน อิทธิพลมองหญิงสาวตรงหน้าด้วยสายตารู้สึกสงสัย...ที่เดินเร็วๆขนาดนั้นอย่า
더 보기
ตอนที่ 4 ดักรอหน้าห้อง
ตอนที่ 4 ดักรอหน้าห้องประตูหน้าห้องที่เปิดค้างเอาไว้ ทำให้อิทธิพลได้ยินเสียงคนคุยกัน เขาจึงเดินออกมาดู เห็นยัยแว่นข้างห้องเดินกลับเข้ามาพร้อมกับน้องสาวของเพื่อนสนิทที่มองแค่ใบหูเขาก็จำมันได้มดเป็นผู้หญิงอวบขั้นสุดท้าย ย้อนแย้งกับชื่อเล็กๆของเธออย่างสิ้นเชิง เพราะเหตุนี้เวลาที่อิทธิพลเจอกับมดจึงมีการแหย่และแซวกันอยู่บ่อยๆ แต่ก็ในฐานะพี่ชายกับน้องสาวเท่านั้น“พี่อิท!” มดไม่คิดว่าจะได้เจอคนรู้จักที่นี่ อย่าบอกนะว่า...พี่อิทคือไอ้โรคจิตที่ไอ้แว่นเล่าให้ฟัง“ไอ้มด มึงรู้จักพี่เขาด้วยเหรอ” มัทนาสะกิดเพื่อน พร้อมกับกระซิบกระซาบถาม“อือ...พี่อิทเป็นเพื่อนพี่กูเอง อย่าบอกนะว่าพี่อิทคือผู้ชายข้างห้อง คนที่เอาแว่นมึงไป” มัทนาพยักหน้าให้เพื่อน มดหันไปมองใบหน้าพี่อิทอีกครั้ง เห็นแว่นตาของเพื่อนเสียบอยู่ที่คอเสื้อของเขา...คนนิสัยไม่ดี!“พี่อิทแกล้งเพื่อนหนูทำไม” มดรีบต่อว่าอิทธิพลทันที มดรู้จักอิทธิพลมานานทำให้เธอรู้ว่าเขานั้นขี้แกล้งขนาดไหน“ไม่ได้แกล้ง แค่อยากคุยด้วยเฉยๆ” เขาตอบด้วยน้ำเสียงกวนประสาท มองไปที่หญิงสาวทั้งสองคน ที่กำลังยืนอยู่คู่กันแล้วก็อดที่จะนึกขำขึ้นมาไม่ได้“ขำอะไร...พี่อิท! เ
더 보기
ตอนที่ 5 แผนสูง
ตอนที่ 5 แผนสูง“ก๊อกๆๆ” เสียงเคาะประตูดังขึ้น มัทนาคิดว่าเป็นเพื่อนของเธอที่ย้อนกลับมา เธอจึงรีบเดินไปเปิดประตูให้“ไอ้มด ไหนบอกว่า...พี่อิท!” มัทนาเปิดประตูเห็นว่าไม่ใช่เพื่อนของเธอ เธอจึงทำท่าจะปิดประตูลง แต่ถูกมือใหญ่ผลักเอาไว้ไม่ยอมให้เธอปิดลงได้ง่ายๆ“เดี๋ยวสิ อย่าเพิ่งปิด” เขาใช้แรงแค่เพียงนิดเดียว แต่เธอใช้แรงทั้งหมดที่ตัวเองมี ก็ไม่สามารถสู้แรงของเขาได้“ปล่อยค่ะ เราไม่รู้จักกัน” เธอร้องบอกเขาเสียงดังอีกครั้ง นึกโมโหตัวเองทำไมไม่ดูให้ดีก่อนเปิด“เรารู้จักกันแล้ว” เขาเถียงกลับมา แล้วรีบแทรกตัวเข้ามายืนอยู่ด้านในห้องของเธอจนได้สำเร็จ“ออกไปนะคะ!” การกระทำของเขาทำให้เธอกลัว กลัวว่าเขาจะทำอะไรเธอเข้า อยู่กันในห้องสองต่อสองแบบนี้ด้วย มัทนาไม่ใช่คนโลกสวย สถานการณ์แบบนี้อันตรายจริงๆ“ไม่ต้องทำหน้าแบบนั้น พี่ยังไม่ได้คิดจะทำอะไรเราตอนนี้หรอกน่า” คำพูดของเขามันไม่น่าไว้ใจ เพราะฟังดูดีๆคิดแน่นอนพันเปอร์เซ็นต์“ขอร้อง ออกไปก่อนเถอะนะคะ”“ก็บอกว่าไม่ต้องกลัวไง ไม่ได้คิดจะทำอะไร แค่อยากคุยด้วยเฉยๆ”“ออกไปคุยกันข้างนอกดีกว่ามั้ยคะ” มัทนาเริ่มหาทางออกให้ตัวเอง“ก็ดีนะ กินข้าวหรือยัง” เขาถาม
더 보기
ตอนที่ 6 เจ้าเล่ห์ที่หนึ่ง
ตอนที่ 6 เจ้าเล่ห์ที่หนึ่งเมื่อขับรถมาถึงคอนโดและจอดสนิทที่ลานจอดรถ มัทนาปลดล็อคเข็มขัดนิรภัยได้ เธอกำลังจะเปิดประตูรถลงจากรถ แต่อิทธิพลกลับเอื้อมมือมาจับข้อมือของเธอเอาไว้ ยังไม่ยอมให้เธอลงไปง่ายๆ“พี่อิท...ปล่อยมือมายนะคะ” เผลอเป็นไม่ได้ ไม่ใช่ว่าเธอจะไม่รู้ เห็นเธอไม่ว่าอะไร ชักจะเอาใหญ่“ไม่ปล่อย...” เขาไม่ได้พูดเปล่า แต่แกล้งใช้นิ้วหัวแม่มือลูบเบาๆที่มือของเธอด้วย เด็กอะไรทำไมมือนุ่มจัง“ปล่อยนะคะ!” เธอสะบัดมือออกจากการจับของเขา เขาจึงยอมปล่อยให้ จีบยากจริงๆแฮะ!“เดี๋ยว...พี่แค่จะขอเบอร์” ท่ายากเยอะจริงๆ ทำเอาคนขี้กลัวทำตัวไม่ถูก ไม่รู้ว่าเขาจะมาไม้ไหนกันแน่ ตกลงไม่รู้ว่าอันไหนแกล้ง อันไหนจริง“ไม่ให้ค่ะ”“ไลน์ก็ได้”“ไม่ให้ค่ะ”“เฟซบุ๊กก็ได้”“ไม่ให้ค่ะ!”“ถ้าไม่ให้ก็อยู่มันในรถนี่แหละ” สายตาของเขาเริ่มสำรวจเรือนร่างสวยๆของเธออย่างไม่คิดที่จะปกปิด นั่นจึงทำให้มัทนายอม...“เอามือถือของพี่มาสิค่ะ” เขาหยิบมือถือขึ้นมาปลดล็อคหน้าจอให้ จากนั้นจึงส่งให้เธอ มัทนาให้เบอร์ไป บันทึกชื่อปุ๊บ ไลน์เด้งปั๊บ สีหน้าของคนที่นั่งอยู่ข้างๆท่าทางพอใจอย่างเห็นได้ชัด“จะปล่อยมายลงไปได้หรือยังคะ” เขา
더 보기
ตอนที่ 7 ของฝากแทนใจ
ตอนที่ 7 ของฝากแทนใจ@มหาวิทยาลัย“ไอ้มด...มึงรู้มั้ยว่าพี่ข้างห้องกูเขาหายไปไหน”“ใคร...พี่อิทน่ะเหรอ”“อือ”“เขาไม่ใช่พี่ชายกู บ้านก็ไม่ได้อยู่ติดกัน กูจะไปรู้ได้ยังไง” มดตอบแบบขอไปที แต่ก็แอบอมยิ้มเมื่อคิดว่าเพื่อนของเธอน่าจะมีใจให้พี่เขาบ้างแล้ว ไม่มากก็น้อยแหละน่า“ตั้งแต่วันที่พี่เขาเอาคีย์การ์ดมาคืนให้ กูไม่เจอหน้าพี่เขาเลย เหมือนไม่ได้อยู่ที่ห้องด้วย”“ทำไม...มึงคิดถึงเขาหรือไง” มดถามทีเล่นทีจริง“บ้า...กูแค่สงสัย”“กูโทรไปถามให้เอามั้ยล่ะ กูจะบอกเขาว่า...เพื่อนฝากมาถาม” มดพูดขึ้นด้วยน้ำเสียงขบขัน ในแบบขี้เล่นตามนิสัยของเธอ“อย่านะ! มึงไม่รู้ก็ช่างเถอะ ไม่อยู่ก็ดีกูรู้สึกปลอดภัยขึ้นตั้งเยอะ”“เขาไม่ทำอะไรมึงหรอกน่า...ถ้ามึงไม่ยอมซะอย่าง” จากที่มดรู้จักกับพี่อิทมา เขาไม่ใช่คนเลวร้ายอะไรขนาดนั้น“กูไม่ไว้ใจ”“ระวังใจตัวเองให้ดีแล้วกัน อยู่ห้องใกล้กันซะด้วย”“เออๆ เลิกพูดถึงเขาเถอะ ไปเรียนดีกว่าถึงเวลาแล้ว” เป็นจังหวะที่น้ำกับฟ้าเดินเข้ามาสมทบด้วยพอดี ทั้งสี่คนเดินเข้าห้องเรียนพร้อมกันช่วงเย็น มัทนาชวนน้ำเพื่อนของเธออีกคนมานอนที่ห้องด้วย ซึ่งปกติเพื่อนๆก็มักจะแวะมานอนด้วยแบบนี้เ
더 보기
ตอนที่ 8 เข้าห้องผิด
ตอนที่ 8 เข้าห้องผิดเช้าวันรุ่งขึ้น อิทธิพลตื่นขึ้นมาก็ไม่เจอหน้ามัทนาแล้ว ไม่รู้ว่าเธอหนีออกไปตั้งแต่เมื่อไหร่ ไปเคาะประตูเรียกที่ห้องก็เงียบไม่เห็นเธอเปิด เขาก็เลยเดาว่าเธอน่าจะออกจากห้องไปแล้วทางด้านมัทนา หลังจากที่เธอตื่นขึ้นมาบนเตียง แล้วเห็นว่าอิทธิพลย้ายตัวเองลงไปนอนอยู่ที่โซฟา ความคิดเมื่อก่อนที่เคยกลัวเขา ตอนนี้เธอไม่กลัวแล้วแต่กลับมีความรู้สึกดีๆให้แทน“ยิ้มอะไรไอ้แว่น” ในห้องเรียน น้ำสังเกตเห็นเพื่อนนั่งอมยิ้มมองสร้อยข้อมืออยู่ จึงเอ่ยแซวขึ้น“เปล่า...”“สร้อยข้อมืออะไรสวยจัง ไปซื้อมาจากที่ไหนเหรอ” น้ำลองจับๆดู ไม่เคยเห็นเพื่อนใส่มาก่อน ดูสวยเก๋แปลกตาดี“มีคนให้มา”“พี่อิทกลับมาแล้วเหรอ” น้ำถามอย่างรู้ทัน“รู้ได้ยังไงว่าเป็นเขา”“กูเดา พูดแบบนี้แสดงว่าใช่จริงๆด้วย” คนรอบๆตัวของมัทนามีอยู่แค่ไม่กี่คนหรอก ไม่ว่าเป็นใครก็เดาถูกทั้งนั้นนั่นแหละ“พวกมึง...เย็นนี้ไปสังสรรค์กันหน่อยดีมั้ย ไม่ได้ไปมาตั้งนานแล้ว กูอยากผ่อนคลาย” อยู่ๆฟ้าก็พูดขึ้นมาอย่างไม่มีปี่ไม่มีขลุ่ย ช่วงนี้เรียนหนักรู้สึกเบื่อจังเลย“ไปมั้ยไอ้แว่น” น้ำ“แล้วแต่ ไปก็ไป” มาย“ไอ้แว่นไปกูไป” มดสรุปทั้งสี่คนคืนนี
더 보기
ตอนที่ 9 เข้าห้องผิด Nc+
ตอนที่ 9 เข้าห้องผิด Nc+“พี่อิท จะทำอะไรมายคะ” เขาพาเธอนอนลงบนเตียงแล้วขึ้นมาอยู่ด้านบนตัวเธอ มองใบหน้าสวยด้วยสายตาอ่อนโยน แต่ยังไม่ได้ทาบทับลงไปโดนตัวของเธอ ห้องสว่างไปด้วยแสงไฟ ทำให้มัทนาเห็นใบหน้าของพี่อิทได้ชัดเจน เนื่องจากใบหน้าของเขาอยู่ตรงหน้าของเธอ ปลายจมูกโด่งของทั้งสองชนกันพอดิบพอดี“พี่อิทอย่านะ” สายตาของหญิงสาวใต้ล่าง บ่งบอกว่าเธอกลัวเขาอย่างชัดเจน อิทธิพลจึงทิ้งตัวนอนลงข้างเธอเพื่อปลอบประโลมเธอก่อน“ไม่ต้องกลัวพี่” น้ำเสียงแผ่วเบากับสายตาอ่อนโยนของเขาสบตากับเธอ พร้อมกับนิ้วมือเขี่ยหยอกเย้าอยู่ที่ริมฝีปากของเธอไปด้วย“...........” สายตาของเธอยังคงสั่นระริกเมื่อคิดว่าตัวเองไม่น่าจะรอด มัทนาไม่ใช่คนโลกสวย เธอรู้ว่าต่อไปจะเกิดอะไรขึ้น สถานการณ์ตอนนี้ทำให้เธอใจสั่นระรัวขึ้นมาอีกแล้ว“ปล่อยตัวตามสบาย ทำใจดีๆ มันไม่ได้น่ากลัวอย่างที่มายคิด เชื่อพี่นะ” เขาพยายามปลอบประโลมให้เธอใจเย็นลง และให้เธอยอมตกเป็นของเขาแต่โดยดี“...........” นิ้วมือที่กำลังเขี่ยอยู่ที่ริมฝีปากบางอย่างอ่อนโยน ทำให้เธอเผลอเผยอปากให้เขาเล็กน้อย อิทธิพลเห็นว่าเธอเริ่มนิ่งเขาจึงค่อยๆโน้มริมฝีปากลงไปจูบที่ริมฝี
더 보기
ตอนที่ 10 เข้าห้องผิด Nc+
ตอนที่ 10 เข้าห้องผิด Nc+สายตาขี้เล่นของเขามองใบหน้าของเธอด้วยรอยยิ้ม เขาหยอกเย้ายอดดอกบัวของเธอด้วยลิ้นอุ่นๆของเขาอีกนิด พรมจูบเต้าสวยด้วยริมฝีปากอุ่นจนเกิดเสียงอีกหน่อยอิทธิพลขยับตัวขึ้น แขนข้างหนึ่งของเขากลายเป็นหมอนให้เธอหนุน ใบหน้าแนบชิดสบตากับเธอ ฝ่ามือใหญ่ข้างที่ยังว่างเคล้นคลึงเต้าสวยไม่ให้เหงา ริมฝีปากอุ่นจูบลงไปที่ริมฝีปากบางของเธอ เขาขบเม้มเบาๆพอให้เธอได้ผ่อนคลายสายตาของเขายังคงจับจ้องมองใบหน้าของเธออยู่อย่างนั้น นิ้วหัวแม่มือวนเวียนหยอกเย้าอยู่ที่ยอดดอกบัวสีหวานอยู่สักครู่ พอเธอเผลอไผลเขาจึงรีบเลื่อนฝ่ามือลงต่ำทันทีมัทนารีบรั้งฝ่ามือข้างนั้นของเขาเอาไว้ ริมฝีปากอุ่นรีบกดจูบลงบนริมฝีปากบางทันที เพื่อเป็นการหลอกล่อให้เธอยอม“อื้อๆ” มัทนาทำท่าเหมือนจะร้องไห้แต่ไม่มีน้ำตา“มายต้องเชื่อใจพี่ มันไม่ได้น่ากลัวอย่างที่มายคิด” เขาจับมือของเธอข้างที่รั้งแขนของเขาเอาไว้ออก“อื้อๆ...” กระโปรงยีนสั้นถูกเขาถลกขึ้นมากองอยู่เหนือสะโพก แล้วรีบสอดมือเข้าไปในแพนตี้สีหวานของเธอทันที“อื้อๆ ไม่เอาค่ะ อย่านะพี่อิท” เธอร้องขอด้วยน้ำเสียงสั่นเครือ พยายามรั้งข้อมือของเขาเอาไว้ ไม่ให้สอดต่ำลงไป
더 보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status