LOGINฉันกับเพื่อนสนิททะลุมิติเข้าไปในนิยายตระกูลเศรษฐีสุดดราม่า พอภารกิจจบ ฉันก็เลือกที่จะจากไป แต่เขากลับตกหลุมรักนางเอกผู้หลงใหลและยึดติดในเรื่อง แล้วตัดสินใจจะอยู่ต่อเพื่ออยู่ข้างเธอ แปดปีต่อมา ระบบกลับบอกฉันว่า เขาถูกนางเอกส่งเข้าโรงพยาบาลจิตเวช และเหลือชีวิตอยู่ได้อีกเพียงสามวันเท่านั้น ตอนที่ฉันไปถึง เขาถูกมัดอยู่บนเตียงคนไข้ ดวงตาเหม่อลอย ปากก็พึมพำเรียกชื่อของฉันซ้ำไปซ้ำมา แต่ภรรยาประธานของเขากลับกำลังวางแผนจัดงานแต่งสุดอลังการกับพระเอกผู้เป็นรักแรกของเธอ ฉันมองดูมือคู่ที่เคยเล่นเปียโนของเพื่อนสนิท ตอนนี้กลับเหลือแต่รอยเข็มถี่ยิบเต็มไปหมด “นายมาจนได้ ฉันรู้ตั้งแต่แรกแล้วว่านายต้องมาแน่...” เขาใช้แรงเฮือกสุดท้ายมองมาที่ฉันแล้วพูดว่า “ฉันนี่มันโง่จริง ๆ นึกว่าการอยู่เคียงข้างคือคำสารภาพรักที่ยาวนานที่สุด” “แต่ไม่เคยคิดเลยว่า ที่แท้เธอแค่ต้องการบันไดให้เหยียบขึ้นไปเท่านั้นเอง” “พาฉันกลับบ้านเถอะ ฉันไม่อยากตายอยู่ที่นี่...”
View More"Ah! Damar, ternyata kamu nakal juga ya! Safira pasti nggak tahu kalau kelakuan kamu ternyata begini!"
Deg. Tubuhku meremang seketika. Aku mendengar suara rintihan perempuan juga laki-laki bersahutan. Bukankah kamar ini harusnya kosong? Aku mengendap lebih dekat. "Safira gak bisa buat aku seneng kayak kamu. Dia kuno dan bosenin. Beda sama kamu, Sayang!" Suara Damar! Di kamar! Kenapa dia ada di rumah ini? Dengan siapa? Jangan-jangan... Tanganku mengepal. Aku baru saja pulang pagi ini karena rapat sekolah yang harusnya selesai siang ternyata lebih cepat dari biasanya. Sekaligus berpamitan karena cuti sudah mulai turun jelang satu minggu pernikahan. Rumah biasanya memang sepi di jam-jam kerja seperti ini. Bapak masih di kelurahan. Sementara ibu ada urusan ke desa sebelah untuk menghadiri hajatan. Akhir-akhir ini memang banyak warga yang menggelar hajat. Namun saat aku akan masuk ke kamar, aku malah mendengar suara desahan yang tak biasa di kamar sebelah. Jadi ini sebabnya, Damar sering menghindar dan sering menjauh dengan alasan sibuk. Bahkan fitting baju untuk pernikahan saja, terpaksa harus tertunda hingga hari ini. Tanpa pikir panjang, kakiku menendang pintu yang tak terlalu rapat. Seketika mataku membelalak saat Damar ada di atas tubuh seseorang. Keduanya tanpa pakaian. Dasar hidung belang. Seminggu lagi akan menikah denganku, tapi dia malah tidur sama perempuan lain? Di rumahku lagi! "Safira?" "Meta?" Tubuhku seketika lemas. Dengan sadar, aku menekan tombol darurat ponsel yang masih ada di saku seragam. Tombol darurat yang menghubungkanku dengan Bapak. Selama ini aku berpikir, fitur itu tak ada manfaatnya. Ternyata, sekarang aku bisa menggunakannya. Meta yang kini ada di bawah tubuh Damar justru menatapku tanpa bersalah, sedangkan Damar tersentak, segera beranjak bangkit dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. "Safira, ini gak seperti yang kamu pikir. Aku dan Meta cuma...!" Damar mendekatiku dan berusaha meraih tanganku. "Cuma apa? Cuma latihan? Praktek? Atau apa?" Aku menatapnya dengan tatapan sinis dan mundur untuk menghindarinya. Sementara Meta hanya tersenyum miring dan bergulung dengan spreinya. Tangannya menahan kepala dengan tubuh miring. "Sudahlah Safira. Cukup. Jangan cari pekara. Anggap saja kau tak melihat semua ini. Aku akan tetap menikahimu, tak ada yang berubah. Kamu mau pernikahan kita batal?!" bentak Damar dengan gelagat paniknya. Damar mendorongku saat aku mencoba untuk mendekati Meta, ingin rasanya menjambak rambut dan mencakar wajahnya. Mendapat pembelaan Damar, senyum miring Meta semakin lebar. "Apa? Aku cari perkara? Kamu pikir aku buta?" Aku menatap Damar tak percaya. Bukannya merasa bersalah dan meminta maaf, Damar justru mengancamku. "Ya! Pernikahan kita batal kalau kau tak mau diam dan tetap mempermasalahkan ini! Tapi jika kau diam dan menerima, aku akan tetap menikahimu, dan Meta..." Aku melihat ujung mata Damar yang melirik Meta. "Aku akan putuskan Meta!" Aku mendengus mendengar jawaban Damar. Berani sekali dia mengancamku dan berpikir aku masih mau melanjutkan pernikahan ini, setelah apa yang mereka perbuat? Mimpi! "Apa maksudnya kamu akan putuskan Meta? Jadi selama ini kalian pacaran? Kalian memang sudah biasa melakukannya?" Aku sinis menatap mereka bergantian. Meskipun sebenarnya, hatiku sakit melihat pengkhianatan dari orang yang kupercayai. Apakah selama ini Damar memang cuma mempermainkanku? "Ayolah, Safira. Jangan keras kepala! Terima saja semuanya dan kita akan jalani seperti biasa!" Damar mengacak rambutnya. Aku menatapnya dengan tatapan terluka. “Aku sudah panggil Bapak.” Kulihat mata Damar yang membulat dengan panik. Meta di kasur juga mulai blingsatan mencari pakaiannya. Terdengar suara mobil berhenti di depan. Tepat dengan apa yang kuduga. Bapak segera meluncur pulang dengan sopirnya setelah mendapat telepon daruratku. Langkah-langkah kaki mulai mendekat. Damar dan Meta semakin pucat. "Ada apa, Safira...?" Bapak menghentikan kalimatnya saat melihat Meta dan Damar yang tergesa-gesa merapikan pakaiannya. "Damar, Meta? Apa yang kalian lakukan?" Bapak nanar melihat kami bergantian. Fatih, sopir Bapak, segera ikut masuk menyusul Bapak yang telah masuk lebih dulu. "Bapak lihat? Apa yang sudah mereka lakukan? Aku gak mau melanjutkan pernikahanku dengan Damar. Aku gak mau laki-laki bekas orang!" seruku, emosiku seketika pecah di hadapan Bapak. Bapak mengurut dada. "Kau bisa jelaskan, Damar?" Suara bariton Bapak menggelegar. Kemarahan yang tertahan justru membuat Bapak semakin menakutkan. Meta kini hanya bisa menunduk. Wajah jumawanya tak lagi terlihat seperti tadi. "Maaf, Pak. Saya khilaf. Saya cuma main-main dengan Meta. Saya gak ada maksud untuk menyakiti Safira. Saya...!" Damar menghentikan kata-katanya untuk melihat respon bapak. "Ini... Ini karena Safira selalu menolak saya, Pak. Lalu... Lalu meta mencoba menggoda saya!" "Lalu, kamu melakukannya? Di rumah ini? Dengan Meta?" Bapak mendekati Damar perlahan. Tangan Bapak terlihat mengepal. Sebagai kepala desa, bapak memang bukan orang yang mudah terpancing untuk marah. Tapi tentu saja, Bapak tidak akan tinggal diam saat anak perempuan satu-satunya disakiti. PLAK! Semua tersentak dan menatap Bapak dengan takut. "Bagaimana jika aku katakan hal ini pada orang tuamu?" "Jangan, Pak. Jangan! Saya... !" Damar tak lagi bisa berkata-kata. "Batalkan pernikahanmu dengan Safira!" tegas bapak. Akhirnya. "Tapi, Pak. Bagaimana dengan Safira? Apa Bapak tidak kasihan dengan Safira?" Suara panik Damar membuat Bapak memicingkan mata. “Safira pasti akan jadi bahan pergunjingan di desa karena batal menikah! Apa Bapak gak kasihan? Tolong, Pak! Biarkan kami menikah... Saya...!" Aku menggamit lengan bapak dengan mata berkaca-kaca. "Pak, tadi dia ancam aku. Katanya aku gak usah masalahin yang dia lakukan sama Meta. Kalau gak, dia gak mau nikahin aku, biar Bapak malu, katanya!" Mereka pikir cuma mereka yang bisa sandiwara? Aku juga bisa kan? Damar dan Meta melirik ke arahku dengan tatapan berang. Suara tegas Bapak terdengar lagi. "Selamanya aku tak akan mengijinkan kamu menikahi Safira! Aku akan menikahkannya dengan laki-laki lain, Damar!" Aku melongo, tidak menyangka ucapan bapak. "Bapak mau nikahin aku sama siapa?" Ulangku. Bapak menoleh ke belakang, ke arah sopirnya yang berdiri di belakang kami. "Dengan Fatih!" "Apa, Pak!" Seketika tubuhku luruh.ฉันไม่ได้สั่งให้ทหารรับจ้างฆ่าเสิ่นเยว่ซินฉันแค่ทำให้แขนขาของเธอพิการ แล้วก็โยนเธอเข้าไปในโรงพยาบาลจิตเวชแห่งนั้น เพื่อให้เธอได้เป็นเพื่อนบ้านกับรักแรกของเธอฉันจ่ายสินบนให้แพทย์และพยาบาลในนั้นเสิ่นเยว่ซินกับไป่เหรินเซวียน จะต้องอยู่ที่นั่น ทนรับการ “รักษา” ทุกอย่างที่จ้าวสวินเคยเผชิญ ซ้ำแล้วซ้ำเล่า วันแล้ววันเล่าอยากมีชีวิตก็อยู่ไม่ได้ อยากตายก็ทำไม่ได้นี่แหละคือการลงโทษที่ดีที่สุดสำหรับพวกเขาบริษัทเสิ่นซื่อกรุ๊ป ภายใต้การบริหารของเสิ่นหลี ค่อย ๆ กลับมามีเสถียรภาพอีกครั้งเขามีวิธีการที่เด็ดขาดและรุนแรง กำจัดพวกกาฝากในบริษัทออกไปอย่างรวดเร็ว และด้วยความรวดเร็วดุจสายฟ้า ก็สามารถยึดอำนาจควบคุมบริษัทไว้ได้อย่างสมบูรณ์หลังจากจัดการทุกอย่างเรียบร้อยแล้ว เขาก็นัดฉันออกมาเจอก็ยังเป็นคลับเดิมริมแม่น้ำหวงผู่แห่งนั้น“ตระกูลเสิ่น ตอนนี้เปลี่ยนมาใช้นามสกุลฝู่แล้ว แต่ก็ไม่ใช่ตระกูลเสิ่นแบบเมื่อก่อนอีกแล้ว”เขายื่นสัญญาโอนหุ้นมาให้ฉันหนึ่งฉบับ“นี่คือหุ้นร้อยละสามสิบของบริษัท เป็นสิ่งคุณจ้าวได้รับ”ฉันไม่ได้รับไว้“เอาหุ้นพวกนี้ไปตั้งเป็นมูลนิธิเถอะ”“ตั้งชื่อมูลนิธิตามชื่อจ้
ทหารรับจ้างกว่าหนึ่งโหลที่ถืออาวุธครบมือ แทรกซึมเข้ามาในอาคารอย่างเงียบงันราวกับภูตผีพวกเขาได้รับการฝึกมาอย่างเชี่ยวชาญ จัดการกับเจ้าหน้าที่รักษาความปลอดภัยทั้งหมดอย่างไร้เสียง แล้วมุ่งตรงขึ้นไปยังชั้นดาดฟ้าเสิ่นเยว่ซินเดินตามอยู่ด้านหลัง ดวงตาเต็มไปด้วยเส้นเลือดฝอยแดง ใบหน้าแสดงถึงความบ้าคลั่งอย่างคนเสียสติเธอสูญเสียทุกอย่างแล้ว ตอนนี้เธอแค่อยากจะใช้มือของตัวเองฆ่าฉัน ผู้ชายที่ทำลายทุกสิ่งของเธอ!ปัง——!ประตูดาดฟ้าถูกถีบเปิดออกอย่างแรงทหารรับจ้างกระจายตัวอย่างรวดเร็ว ปลายกระบอกปืนทั้งหมดเล็งไปยังร่างผอมสูงที่ยืนอยู่ริมขอบดาดฟ้าฉันค่อย ๆ หันกลับมา มองพวกเขาด้วยสีหน้าเรียบเฉยไร้อารมณ์“เสิ่นเยว่ซิน เธอนี่มันไร้ค่ากว่าที่ฉันคิดไว้ซะอีก”“มู่ฉิน!” เสิ่นเยว่ซินตะโกนลั่น เดินออกมาจากด้านหลังกลุ่มทหารรับจ้าง“คุณคิดว่าคุณชนะแล้วเหรอ? วันนี้ฉันจะส่งคุณกับจ้าวสวินคนนิสัยต่ำช้าไปพบกันที่นรก!”“อย่างงั้นเหรอ?” ฉันหัวเราะเบา ๆ เสียงหัวเราะนั้นแฝงไว้ทั้งความดูแคลนและความเวทนา“ยิง! ฆ่าเขาให้ตาย!” เสิ่นเยว่ซินคำรามอย่างบ้าคลั่งแต่ไม่มีใครมีท่าทีจะขยับตัวเลยทหารรับจ้างเหล่านั้นร
เสิ่นเยว่ซินบ้าไปจริง ๆ แล้วภายใต้การถูกครอบครัวทอดทิ้ง และถูกฉันบีบกดดันอย่างต่อเนื่อง บุคลิกของเธอก็เริ่มบิดเบี้ยวไปโดยสิ้นเชิงเธอไปติดต่อกับกลุ่มแฮ็กเกอร์ที่ฉาวโฉ่ที่สุดบนดาร์กเว็บ พร้อมสัญญาจะจ่ายค่าจ้างมหาศาล ให้พวกเขาโจมตีเครือข่ายของฉันและสืบหาตำแหน่งที่แท้จริงของฉันพร้อมกันนั้น เธอยังเริ่มขายหุ้นของตระกูลเสิ่นที่ตัวเองถืออยู่แบบบ้าคลั่ง ร่วมมือกับบรรดานักลงทุนยักษ์ใหญ่จากวอลล์สตรีต เพื่อเตรียมลงมือโจมตีบริษัทเสิ่นซื่อกรุ๊ปให้ถึงขั้นเสียหายร้ายแรงเธอตั้งใจจะทำลายทุกสิ่งทุกอย่าง แล้วให้ฉันกับเธอพินาศไปด้วยกันสงครามที่ไม่มีควันปืน ปะทุขึ้นพร้อมกันทั้งในโลกเสมือนและในตลาดการเงินหัวหน้ากลุ่มแฮ็กเกอร์ได้ลงประกาศศึกบนดาร์กเว็บ“ได้ยินมาว่าทิศตะวันออกมี ‘เทพแห่งเครือข่าย’ โผล่ขึ้นมาเหรอ? วันนี้ งั้นพวกเราจะมาจัดการคุณเอง”ชั่วพริบตาเดียว สายตาของเหล่าแฮ็กเกอร์ระดับแนวหน้าทั่วโลก ต่างจับจ้องมาที่ศึกครั้งนี้พร้อมกันทั้งหมดฉันนั่งอยู่หน้าจอ มองดูคลื่นข้อมูลการโจมตีที่ถาโถมเข้ามาไม่หยุดจากฝ่ายตรงข้าม แล้วแสยะยิ้มเย็นที่มุมปาก“แสงหิ่งห้อย ยังกล้าจะมาแข่งกับแสงจันทร์เหรอ?”
คลิปแฉเรื่องฉาวของไป่เหรินเซวียนแพร่สะพัดไปทั่วทั้งโลกออนไลน์ภายในชั่วข้ามคืนถ้าวิดีโอที่โรงพยาบาลจิตเวชครั้งก่อนทำให้ภาพลักษณ์เขาเสียหาย ครั้งนี้ก็เป็นการตรึงเขาไว้บนเสาอัปยศอย่างถาวรเลยภาพลักษณ์ “เจ้าชายผู้สูงศักดิ์และสะอาดบริสุทธิ์” ที่เขาสร้างไว้นั้น แท้จริงแล้วเป็นเพียงภาพลักษณ์ที่ถูกแต่งปั้นขึ้นมาอย่างประณีตเท่านั้นเองความจริงแล้ว เขาเหยียบไหล่ของคนอีกนับไม่ถ้วนเพื่อไต่เต้าขึ้นมา มือของเขาเปื้อนไปด้วยความสกปรกทั้งนั้นแฟนคลับที่เคยยกย่องเขาราวกับอยู่บนสวรรค์ กลับกลายเป็นคนที่เกลียดเขาที่สุดในชั่วข้ามคืน“ไสหัวออกไปจากวงการบันเทิงซะ!”“ผู้ชายอันตรายราวกับงูพิษ จิตใจมันชั่วร้ายเกินไปแล้ว!”“ขอโทษทุกคนที่คุณเคยทำร้ายไว้ซะ!”แบรนด์สินค้าที่เขาเป็นพรีเซนเตอร์ต่างพากันยกเลิกสัญญา ภาพยนตร์ที่กำลังถ่ายทำก็ลบชื่อเขาออก แม้แต่ผู้หนุนหลังรายใหญ่ที่สุดของเขา ยังออกมาประกาศตัดขาดความสัมพันธ์กับเขาอย่างสิ้นเชิงพอล้มแล้ว คนก็เหยียบซ้ำไป่เหรินเซวียนซ่อนตัวอยู่ในคอนโด มองดูคำด่าทอบนอินเทอร์เน็ตด้วยสภาพจิตใจที่แทบจะพังทลายเขาโทรหาเสิ่นเยว่ซินซ้ำแล้วซ้ำเล่า แต่ปลายสายมีเพียงเสียงสั






reviews