ログインยั่วเก่งฉิบหาย สักวันกูจะจับกระแทกเอาให้เดินไม่ได้ไปสักสามสี่วัน !
もっと見る“Astaga! Kenapa sih kau ini, Nona Isolde?!”
Seorang wanita muda berpakaian pelayan menyentak kesal. Ia kaget karena majikan mudanya tiba-tiba seperti orang kerasukan.
Sejak tadi majikan wanitanya itu tertunduk saja, tetapi tiba-tiba menyentak naik kepalanya, seperti terkesiap.
Wanita berparas mungil dengan rambut ikal kecoklatan itu adalah Isolde von Valmont. Putri pertama keluarga Valmont.
Mereka tengah berada di dalam kereta kuda, menuju istana Kaisar.
Tidak ada yang sadar bahwa Isolde baru saja meregang nyawanya. Padahal ini adalah kehidupan keduanya. Belum genap 1 hari, ia sudah mati kembali.
Sebenarnya, Isolde berhasil mengulang waktu. Namun ternyata ia tetap kembali di saat pernikahannya dengan Duke Devereux ditetapkan Kaisar.
Karena tidak bisa menggunakan sihir waktu lagi, Isolde pun memilih untuk menelan racun kematian. Namun, baru sekejap kehilangan nyawa, tiba-tiba ia hidup kembali.
Lagi, pelayan tidak sopan itu meracau. “Pantas saja keluarga Valmont membuangmu, Nona Isolde! Kau seperti orang gila!”
Sayang, Isolde yang ada dihadapannya baru saja kembali hidup dan tidak lagi memiliki ingatan sebagai Isolde von Valmont, tetapi ingatan milik Bianca Isolde Romano. Putri tunggal klan mafia di negara Vroshea yang mati dibunuh oleh orang kepercayaannya.
Karena itu, Isolde hanya bisa tertegun seperti orang bodoh.
‘Isolde? Siapa?’ batin Isolde seraya melihat ke sekeliling.
Namun, Isolde menyadari. Hanya ada dirinya dan perempuan muda tidak sopan itu di hadapannya.
‘Apa aku yang dia maksud Isolde? Tapi namaku Bianca Isolde Romano. Ada apa ini?’
Otaknya berputar keras, menilai keadaan yang terjadi. Seumur hidup, nama tengah Isolde itu tidak pernah disebut.
‘Harusnya aku sudah mati. Hebron sudah membunuhku. Kenapa aku masih hidup?’ batin Isolde penuh pertanyaan.
Gadis yang kini memiliki jiwa orang lain itu, menggeser pelan kain yang menutupi jendela, untuk mencari tahu di mana sekarang ia berada.
Namun, Isolde semakin tidak paham setelah mengamati pemandangan luar. ‘Ini bukan dunia yang kutahu!’
“Cih! Sekarang kau berani mengabaikanku, hm?!” Si pelayan tadi kembali mengoceh. “Jangan berpikir kau akan bahagia, Nona Isolde! Kau ini sudah dibuang!”
Tidak tahan dengan semua hal yang membingungkannya, Isolde akhirnya bertanya, “Sejak tadi kau memanggil nama Isolde, apa kau sedang bicara denganku?”
Sang pelayan terlihat keheranan, kemudian mendengus geli. “Apa kau sudah kehilangan otakmu setelah tahu akan menjadi piala untuk duke bengis itu?”
“Piala? Duke bengis? Siapa?” Isolde semakin tidak paham.
Isolde von Valmont sepertinya tidak tahu efek samping sihir waktu yang tidak digunakan dengan baik. Ternyata jika seseorang memutar waktu ke belakang dan langsung mati kurang dari 24 jam, maka kematian itu akan menyegel ingatannya.
Karena itulah, Isolde tidak ingat sama sekali mengenai kehidupannya di dunia ini.
“Astaga! Kurasa benar, kepalamu rusak! Dia itu—”
Tok! Tok!
Sebuah ketukan menghentikan percakapan mereka. Kemudian, suara keras mengikuti setelahnya. “Turunlah! Kita sudah sampai!”
“Ayo, turun! Nona Isolde!”
Raut wajah si pelayan langsung berubah ramah. Senyum manis penuh hormat pun terulas di wajahnya. Ia jelas tidak mau disalahkan, karena sudah bertingkah tidak sopan pada sang majikan.
“Tunggu dulu! Di mana ini? Mau apa kita di sini?” tanya Isolde panik. Ia mencoba membentengi diri.
Sang pelayan berusaha sabar menghadapi majikan yang tidak disukainya itu. “Tolong jangan menguji kesabaran saya, Nona. Setelah mengantar Anda ke dalam, saya akan langsung pulang!”
Tanpa memberi Isolde waktu untuk melontarkan protes, pelayan itu segera menarik tangannya menuju ke dalam aula istana.
Belum juga sempat bertanya-tanya, si penjaga pintu sudah meneriakkan namanya.
“Telah hadir! Nona Isolde von Valmont!”
Pintu terbuka lebar. Suasana mendadak sunyi sesaat, sementara banyak pasang mata menatap ke arah pintu. Lebih tepatnya, ke arah Isolde.
Seorang pria tua dengan pakaian mewah tiba-tiba muncul dan menawarkan lengannya. Dia adalah Duke Adrian von Valmont, ayah Isolde.
“Ayo, Sol. Kaisar dan calon suamimu sudah menunggu di depan. Ayah antar kamu!” ujar Adrian dengan wajah sumringah penuh kasih.
Isolde yang sekarang ini sama sekali tidak tahu perlakuan Adrian padanya di rumah. Jadi, ia memutuskan untuk mengikuti saja sementara mengamati situasi.
Sudah biasa bagi Isolde untuk berpura-pura. Seolah menurut, tetapi otaknya bekerja keras untuk mencari jalan keluar.
Sang ayah mengantarnya sampai ke barisan depan. Membuat Isolde berdiri berdampingan dekat lelaki menyeramkan dengan tatapan yang seolah bisa membunuh orang lain.
Di waktu bersamaan, seseorang yang berada di ujung ruangan menyerukan dengan lantang.
“Duke Devereux! Dengan ini Kaisar Thalric von Valtherion memberikan Lady Valmont. Sebagai hadiah kemenangan mutlak, untuk diperistri!”
Tepuk tangan riuh dengan seruan-seruan sopan yang menyatakan dukungan atas titah kaisar tersebut, memenuhi aula besar bangunan istana.
Seorang pria berambut hitam dengan pakaian serba hitam itu membungkuk penuh hormat, menerima titah tersebut.
Dia adalah Duke Bastiven von Devereux. Seorang bangsawan tertinggi di seluruh kerajaan Valtherion.
Namun, berbeda dengan reaksi Bastiven, Isolde justru tertegun di tempat. Ia ingat nama Devereux yang disebutkan tadi adalah nama tokoh yang ada di dalam sebuah novel khusus pria.
Anak buah yang membunuhnya di dunia nyata biasa membacakan novel itu untuk Bianca Isolde Romano.
Baru saja Duke Devereux ingin menegur Isolde karena tidak merespon titah kaisar, sebuah kalimat asing meluncur dari mulut wanita itu.
“Astaga, sialan! Devereux?!”
ก็คือหัวโจกของเทคนิคมีนบูรพาพวกเขาขึ้นชื่อเรื่องอะไร เชื่อเสียงเรียงนามถูกพูดต่อไปทางไหนทุกคนรู้ดีแต่ทว่าทุกอย่างที่เขาแสดงออกต่อเธอ ปฏิบัติต่อเธอมันเต็มไปด้วยความรัก ความอบอุ่น“ต้องขอบคุณหนูมากกว่าที่ยอมเปิดใจรักพี่สองคน”“ไม่รักได้ยังไงในเมื่อพี่แฝดแสนดีกับหนูขนาดนี้”ที่ผ่านมาสองแฝดทำให้เห็น ทำ
“หนูชอบไหมเชอรีน” เพราะเกรทไม่มั่นใจเลย ถึงพวกเขาจะตั้งใจมากแค่ไหนแต่ในใจกลับมีความกังวลกลัวว่าเชอรีนจะไม่ชอบ“หนูชอบมาก” แต่ทว่าคำตอบที่ได้รับกลับมาทำสองแฝดยกยิ้มด้วยความพอใจเพียงแค่เชอรีนชอบ มันก็มากพอแล้ว !“พี่ดีใจที่หนูชอบ” เกรฟเอ่ยออกมาด้วยความดีใจ ใบหน้าหล่อยกยิ้มอย่างปกปิดไม่มิด จะไม่ให้ดีใ
“บ้านของเรา” สองแฝดตอบกลับมาพร้อมกันและไม่ทันที่จะให้เชอรีนได้พูดอะไรต่อ แฝดพี่รับหน้าที่เปิดประตูบ้าน ส่วนแฝดน้องจับมือเชอรีนเดินตรงเข้ามาด้านในภายในบ้านหลังนี้ถูกตกแต่งไปด้วยเฟอร์นิเจอร์ครบครัน สายตาสวยสอดส่องไปทั่วก่อนจะพบกับรูปภาพใหญ่ที่เป็นภาพของพวกเขาสามคน“พี่แฝดที่บอกว่าบ้านของเราคืออะไรคะ”
“เชอรีนไลน์มาบอกให้ไปรับหกโมงเย็น มึงจัดลูกโป่งเสร็จยังเกรท” เกรฟเอ่ยถามขึ้นด้วยความร้อนรนเพราะอีกไม่กี่ชั่วโมงก็จะถึงเวลาหกโมงเย็นแต่ทว่าในตอนนี้สิ่งที่พวกเขาทำตรงหน้าดูไม่เป็นชิ้นเป็นอัน“ใกล้แล้ว จัดลูกโป่งเสร็จติดรูปแค่นี้ก็เสร็จแล้ว” เกรทตอบกลับมาตรง เขาติดลูกโป่งใบสุดท้ายไว้กับเพดานห้องก่อนจะต
レビュー