Masuk幼馴染として育っていた侯爵令嬢のクリスティーン=ウィリアムズとアーノルド王太子。だけど、成長するにつれて互いにすることが増え、遊んだりという事もなくなった。 そんなある日、王家主催の夜会にウィリアムズ侯爵家も招待された。本来ならばクリスティーンの父はクリスティーンの母をエスコートし、参加をするところだがクリスティーンの母は体調が優れず参加出来ないので、クリスティーンが参加をすることに。 クリスティーンは純粋に王太子アーノルドとの再会を楽しみにしていますが…。
Lihat lebih banyakSuara rintihan malam hari di sebuah jalanan yang gelap dengan jurang di salah satu sisi jalan tersebut membuat malam begitu mencekam.
"Bos ..." lirih pria yang memegangi lengan sebelah kanannya yang berdarah, pria itu bermandikan keringat malam dengan bau darah yang mengalih dari lengannya yang tertembak. "Tenanglah," ucap Arga mengikat kain putih di lengan asistennya, dia mengikatnya cukup kencang membuat asistennya yang bernama Domeng berteriak kesakitan, tapi hal itu dilakukan agar pendarahan di lengan Domeng tidak terlalu banyak. "Diamlah, atau kau akan kehabisan darah!" "Bos, tolong ... jangan tinggalkan aku." Domeng merintis seraya memegang lengan Arga yang hendak pergi setelah mengikat lengan Domeng. Wajahnya menunjukan permohonan dan juga ketakutan. Arga menepis tangan Domeng. "Jangan lemah!" Masalahnya mereka sedang berhadapan dengan seseorang yang berusaha membunuh mereka. Domeng berteriak seraya menangis melihat punggung bosnya semakin menjauh, meninggalkannya di balik semak-semak. "ITU DIA!" Dua orang pria langsung menoleh dan segera menodongkan pistol tapi Arga lebih dulu menembaki mereka. DOR DOR Setelah dua pria itu tumbang kini Arga menembak salah satu lengan musuhnya yang tengah merangkak untuk mengambil pistol setelah sebelumnya kaki pria itu berhasil di lumpuhkan oleh tendangan Arga. "Aaaargghh!" jeritan kesakitan sudah menjadi hal biasa ditelinga Arga. Bau darah yang masuk ke indra penciumannya bukan hal yang menganggu untuk pria bernama lengkap Maharga Robinson tersebut. Arga menghela nafas panjang, akhirnya, akhirnya dia berhasil membunuh kelima musuh yang mengikuti mobilnya tadi. Dia hanya menyisakan satu pria yang masih hidup dengan tangan dan kaki yang terluka. Sedetik kemudian, mobil berhenti di belakang Arga dan empat pria keluar dari mobil tersebut. Arga menoleh. "Bawa pria yang masih hidup itu dan bawa Domeng ke Rumah Sakit, dia ada di belakang semak-semak!" "Baik, Tuan," mereka menjawab kompak dan segera mengikuti perintah Tuan nya. **** Kejadian tadi seakan menjadi angin lalu, kini pria jangkung itu kini sedang bersantai, duduk di salah satu meja cafe bersama kakeknya. Dia sesekali meneguk minuman beralcohol di tangannya. "Apa kau akan bertemu dalam keadaan mabuk dengan gadis yang akan menjadi istrimu, Arga?" Arga acuh, tidak menjawab sama sekali, selain memalingkan wajah ke arah lain dengan meneguk minumannya. "Arga!" sang kakek berbicara tegas. Arga mendengus kasar dan menyimpan minumannya dengan kasar di meja. "Aku harus ke Rumah Sakit, Domeng terluka." "Apa Domeng lebih penting dari calon istrimu?" "Menurutmu?" Arga menarik ujung bibirnya tersenyum seraya menaikan satu alisnya. Hal itu membuat sang kakek yang bernama lengkap Federic Robinson salah paham, senyuman Arga membuat Federic ngeri, bagaimana jika ada hubungan khusus antara cucu kesayangannya dan Domeng? Asisten gila, menurut Federic. "J-jangan bilang kau dan Domeng --- Argaaa!!" Belum selesai bicara Federic diharuskan berteriak sebab Arga tiba-tiba pergi meninggalkannya. "ARGA KEMBALI KAU!" Federic sampai berdiri meneriaki cucunya, tapi punggung Arga semakin menjauh dan pergi membuat rahang kakek tua itu menegang kesal. Dia mengusap wajahnya gusar, mengatur nafasnya akibat amarah yang hampir meledak. Arga terlalu keras kepala untuk Federic. Baru saja hendak masuk ke dalam mobil, tangan Arga di pegang oleh seseorang dari belakang, dia pun menoleh. "Tuan, bisakah kau membantuku?" ucap seorang gadis dengan gaun berwarna pink di atas lutut, wajahnya di poles make up yang cukup tebal tapi wajah sedihnya tampak terlihat jelas. Arga langsung menghempaskan tangannya yang di pegang gadis itu. "Siapa kau?" "Tuan, namaku Cherry, aku kesini ---" "Aku tidak punya urusan denganmu!" potong Arga. "Ya, aku tau, tapi aku memohon untuk meminta bantuan." Gadis itu merapatkan kedua tangannya untuk serius memohon kepada Arga. "Bantu aku, aku tidak mau di ---" "Jika kau meminta bantuan agar pergi dari tempat ini, masuk ke mobil sekarang, karena aku tidak punya waktu lagi!" Setelah mengatakan itu pun Arga masuk ke balik kemudi dan gadis bernama Cherry pun segera mengitari mobil, masuk dan duduk di samping Arga. Arga mendengus kasar, kenapa gadis ini harus duduk di depan, kenapa tidak di belakang saja. Tapi karena terburu-buru akhirnya dia membiarkan gadis itu dan mobil pun melaju pergi. "Aku benar-benar berterimakasih kepadamu, Tuan. Aku tadi hendak bertemu dengan pria yang akan menjadi suamiku, aku sangat tidak menginginkan pernikahan ini, ini perjodohan yang tidak diinginkan. Sekarang aku bisa kembali ke rumah dan mengatakan jika pria itu juga tidak mau menikah denganku." Cherry bisa bernafas lega, setidaknya dia tidak bertemu dengan calon suaminya. Gawat jika tadi dia bertemu dan ternyata pria itu ingin menikahi Cherry dan setuju dengan perjodohan ini. Gadis itu mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan kepada kakeknya. Arga mengambil sebotol air di dashboard, dia membuka tutup botol air tersebut. "Siapa nama pria yang menjadi calon suamimu?" tanya Arga lalu meneguk air tersebut. "Maharga Robinson." Uhuk ... uhuk Arga langsung tersedak minumannya sendiri. Apa? Nama dirinya yang disebut? Tidak salahkah gadis ini? Maksud Arga, tidak salahkah kakeknya menjodohkan Arga dengan gadis bermake up tebal ini. "Tuan, apa kau baik-baik saja?" Cherry memberikan tissue kepada Arga, Arga mengambilnya dan membersihkan mulutnya. "Dimana rumahmu?" tanya Arga. "Komplek perumahan Indah kencana." "Aku akan mengantarmu sampai rumah dan katakan dengan jelas kepada kedua orang tuamu, jika Maharga Robinson menolak mentah-mentah perjodohan ini!" "Ya, aku memang akan mengatakan itu," jawab Cherry yang heran saat melihat wajah Arga. Mengapa Arga terlihat sangat kesal ketika mengatakan hal demikian seakan Arga juga tidak suka dengan perjodohan untuk Cherry. Si*l, bagaimana bisa aku menikah dengan gadis berwajah badut ini. Make upnya saja sangat tebal. Perjalanan mereka tidak lancar sama sekali, lagi dan lagi mobil Arga diikuti mobil asing di belakangnya. Cherry tidak sadar, dia bersikap biasa saja, asik menikmati pemandangan di luar mobil. Arga mendengus kasar melihat mobil di belakangnya dari spion. Dia akhirnya menginjak pedal gas dengan kuat membuat Cherry terkesiap kaget. "Eh ... eh ... kok ngebut." Cherry yang panik memegang seatbealtnya dengan erat. "Tuan, ada apa?" "Diamlah!" sentak Arga membuat Cherry terkesiap untuk yang kedua kalinya. Arga mencengkram stir dengan kuat, kedua alisnya mengerut dengan mata yang fokus pada jalanan di depan, suara decitan mobil akibat menyalip mobil yang lain terlalu keras membuat Cherry beberapa kali berteriak. Sangat gila, mobil ini seakan hendak mengantarkan Cherry ke akhirat. "Tuan, aku tidak mau mati." Cherry memohon dengan suara gemetar. "Aku juga bod*h!" sahut Arga. "Diamlah!" Cherry mengigit bibir bawahnya lalu mencoba melihat ke belakang. Sekarang, dia mengerti mengapa mobil ini melaju seperti sedang balapan. Cherry ingin bertanya, siapa yang mengikuti mereka, tapi dia terlalu takut untuk membuka suara. Alhasil dia hanya diam dalam ketakutan dan doa-doa yang dia panjatkan dalam hatinya, semoga dia masih bisa melihat matahari esok pagi. "Si*l!" gerutu Arga melihat seseorang di mobil itu menodongkan pistol, sepertinya dia hendak menembak ban mobil Arga agar oleng. Ciiittt. Semesta mendukung Arga malam ini, untungnya ketika peluru melesat dari mobil di belakang, ada belokan yang membuat Arga langsung membanting stir ke arah kanan dan menginjak pedal gas lebih kuat lagi. Mobil yang membuntuti Arga diisi dua orang pria. Mereka kebingungan, setelah mobil Arga berbelok, mengapa tiba-tiba mobilnya hilang. Pria di balik kemudi memukul stirnya dengan kesal. "Sial! Dia berhasil kabur!" "Harus kemana kita? Kiri, kanan atau lurus?" tanya pria yang lain melihat ada pertigaan di depan. "Kan ---" BRAKHHH Belum selesai pria itu berbicara dari arah kanan mobil Arga menabrak keras bagian kanan mobil musuh yang mengikutinya. Jangan tanya seberapa menjeritnya Cherry, gadis itu bahkan sampai tak sadarkan diri sekarang. Arga menghela nafas beberapa kali melihat mobil musuhnya sangat hancur padahal hanya di tabrak dari samping. Tidak sia-sia dia memodifikasi mobilnya di Amerika, mobilnya menjadi sangat kuat, bagian depannya hanya hancur sedikit. Kini Arga menoleh ke samping dan dia berdecak melihat gadis bermake up tebal itu tak sadarkan diri sekarang. #Bersambung.カイエイ王国の国王が謎の絵を額に入れているという噂はベルーナ王国にまで聞こえてきた。そこまで突飛な絵じゃないと思うんだけどなぁ。 ダミアンが王宮で生活するようになった頃、もうダミアンは10才を越えていたんだけど―――ダミアンの部屋の壁紙は犬の模様だった…。「俺はもうガキじゃないんだけどなぁ」 とか言ってたけど、私から見たらまだまだ子供。可愛らしい。ところで、王宮で生活をするようになり、私は王太子妃として生活をするようになったわけで……。 つまるところはダミアンの弟妹を妊娠しました! ダミアンにはいつ言おうかな?とドキドキしています。アーノルド様は早く伝えた方が喜ぶんじゃないか?って言ってるから、早い方がいいのかな?「ダミアン、あのね母さん」「‘母さん’じゃなく‘母上’だろ?」 ダミアンに言葉遣いを訂正されました。立派になったねダミアン。「ゴホンっ、母上は実はダミアンの弟か妹を妊娠しました!」「マジか?俺は今10才だから11才になったら産まれるのか?」「多分そうだろうってお医師様は言っているわよ?それにしても、言葉遣い悪いわねぇ」「仕方ないだろ?王宮生まれの王宮育ちじゃねーんだから。安心してよ、公の場ではちゃんとするから」 焦った時とか出るのよ、素の言葉遣いが……。 とか言ってるけど、皆王宮で生活できてるし、初恋も実り幸せです♡
「お帰り。クリス、ダミアン。変わりはないかい?」「うん」「ダミアンは元気だねぇ」「女将さん、ちょっとお話構いませんか?」 ダミアンは常連客さんと楽しく遊んでいる。その隙に女将さんに話をした。「えーと、まず。私はカイエイ王国の侯爵令嬢のクリスティーン=ウィリアムズです。本名が長いですよね」「やっぱりねぇ。そこらの女の所作とは違う気品みたいなものがあったからなんとなくわかったけど」 追求しないでいてくれた女将さん優しさが嬉しい。「それで…その…ダミアンなんですけど、カイエイ王国の王太子様との間の子でして」「ありゃまぁ、ダミアンは王子様だったのかい?これは驚きだねぇ。本人も知りません。教えたけど、わかってるのかな?って感じです」「まぁ、産まれながらの王宮育ちってわけじゃないからねぇ。ここで産まれたわけだしね!」「それで、この度カイエイ王国の王太子様にプロポーズをされまして、私一人なら即OKなんですけど、ダミアンの気持ちを尊重しようというカイエイの王家とも意見が一致しまして週末のみカイエイ王国の王太子様がここに滞在することとなりました」「それは光栄なことだね。女将さんには変わりなく接していただきたく思います。王太子様の名前はアーノルド様です」「そうだねぇ、‘ルド’とでも呼ぶかい?名前を呼ぶたびに寿命が縮む思いだけどね」「助かります。そのようにお願いします。少しずつアーノルド様とダミアンの距離を縮めていこうという意見です」「わかったよ」 女将さんが話の分かる人で助かった。とても気が軽くなった。 その後はいつものように『大喰らい』で働いた。「ダミアンはもう寝る時間でしょう?お部屋に一人で行ける?」「ひとりでいけるもん!」 寝つきもいいし、大丈夫よね。 その週末さっそくアーノルド様が『大喰らい』へとやって来た。「初めまして、女将さん。私の事はそうですね…‘ルド’とでもお呼びください」「私に敬語なんか使わないで下さいな」「…とおたん?とおたんがきたの?」「そうよ。週末だけ来てくれるって言ったでしょ?ちゃんと約束守ってくれるのよ」 アーノルド様はちゃっかりとダミアンに犬の縫いぐるみのお土産を持って来ていた。ダミアンは大興奮で喜んでいた。「こらこら、誰かに物を貰ったらキチンとお礼を言わなきゃダメでしょう?」「ありがとうございまち
「それがですね、先ほどアーノルド殿下よりプロポーズを受けまして……」「うーん。ダミアンを逃すのは惜しいが、王家からの申し出だからな。それにだ。二人が想い合っているのだろう?」 お父様にそう言われると、なんだか照れてしまいます。「かあたん、とおたんとけっこんちちゃうの?」 それをダミアンに言われると、正直困ります。「ダミアンは父さん嫌かなぁ?」と聞くと、照れたように頬を染めて首を左右に振るのです。 少しずつ慣れるってのはダメかな?いきなり王宮で生活するって困るよね?「それじゃあ、父さんに頼んで週末だけ一緒に過ごすことにしようか?残りの日は『大喰らい』でいつものように二人で過ごすの!どうかな?」「ちょれなら、がんばる!」 がんばる事なのかなぁ?アーノルド様と陛下に相談しましょう。 それから王宮に戻り、アーノルド様と陛下に相談しました。「やはり急にアーノルド様が父親と言っても受け入れるられないようで……。週末にアーノルド様が私達が暮らす『大喰らい』へやって来てもらえませんか?隣国となってしまうのが心苦しいのですが」「了解した。ベルーナ王国にはその旨の書状を送っておこう。アーノルドは心してダミアンに父親として慕ってもらうように!」 王命?「ダミアンは可愛い我が子ですからね。私も父親として慕ってもらいたく思います」「えーと、ダミアンは騎士様に憧れているのと猫派ではなく犬派です。犬が大好きです。犬のパンツにしたら汚したくなかったのかな?おねしょをしなくなりました」「「すごいな……」」 平民の暮らしがでしょうか?「おねしょなんて王宮だったら違う克服のさせ方でしょうね」「うむ、そうだな。アーノルドの時はなぁ……」「父上っ」「陛下だと言っておろうが、動揺しおって全く。その件についてはあとでじっくりクリスティーン嬢と語り合う事にしよう。他に何か問題はあるかな?」「今はありません」「では、週末はアーノルドがクリスティーン嬢の元へと通うようにしよう。慣れてきたら、その日にちを増やす方向でというのはどうだ?」「「それでお願いします」」 そのように決まった。「ダミアン、週末だけ父さんが『大喰らい』のところに来てくれるわよ!一緒に働きましょうね。ダミアンのカッコよく働く姿も見せないと!」「うん!」 アーノルド様を嫌っているわけじゃないみた
ついに王宮まで着いた。 ここまでの道のりは長かったけど、喉元過ぎれば熱さを忘れるというのかしら?ダミアンは王城の大きさに感動している。「おっきいね。きょじんさんがすんでるの?」「たくさん人がいるから、大きいのよ」 と、訂正しておいた。 謁見の間まで辿りついた。 国王はダミアンを見て、一目で「アーノルドの幼き頃にそっくりだ」と感動してらした。 そういえば、アーノルド様とはあの夜以来初めての対面となる。「ベルーナ王国のお食事処で給仕をしておりますクリスティーンとその息子のダミアンと申します。この度は招待にあずかり誠に光栄なことです」「よいよい。そのような挨拶は。ダミアンと申すのか。可愛いなぁ。じぃじだよぉ」 かなり驚いた。国王がいきなりダミアンに対してじぃじ発言。「久しいな、クリスティーン。元気だったか?」「食事処は元気でないとやってられませんからね。ダミアンも看板息子として頑張ってましたよ」 ダミアンは人見知りが発動しているようで、ちっとも口を開かない。「そういえば、クリスティーンは勘当を解かれたらしいから、家名を名乗ってもいいんじゃないか?」「ダミアンはウィリアムズ家の世継ぎとなるのでしょうか?私としてはこのまま伸び伸びと成長してほしいのです。知識は最小限でいいから。世継ぎとなれば、いろいろと勉強しなければならないでしょう?向いていないと思いますし」「かあたん、‘じぃじ’って何?」「えーと、まずこちらのアーノルド様がお父様なの。それで、お父様のお父様よ?」「とうたんのとうたん?」「そうよ。わかった?」「うん。かあたんはとうたんとけっこんしちゃうの?」「それはわかんないなぁ」「ぼくだけのかあたんだもん!」 ダミアンがヒシっと私にしがみつく。「クリスティーン、できるなら私と結婚してほしい。シャロンとの離縁も決定している私にもうためらう事は何もない。私の初恋の君」 ダミアンをつけたままの私にアーノルド様はプロポーズしてくれた。「クリスティーン嬢は勘当を解かれたわけだし、侯爵令嬢として申し訳分ない。アーノルド一途だったという貞淑さもある。あの女と違って」 ここまで言われると断れないじゃない!「では、その申し出お受けします。一度ウィリアムズ侯爵家に行ってもよいでしょうか?」「それなら構わんぞ。閣下もダミアンに会いた
「残念だが、貞淑ではないようなものに国母を任せるようなわけにはいかない。シャロン、アーノルドとの離縁を申し渡す」 アーノルドはホッとした。なんだか解放された気分だ。アルバートの方を見ると、全てを失ったような顔をしている。 アーノルドとシャロンの離縁、シャロンの産んだ子の父親についての情報など世界中を駆け巡った。「なんだい、カイエイ王国の王太子妃は尻軽女で御子の父親が誰かもわからないのかい」「ちりがるおんなってなにー?」「女将さん…。ダミアンは知りたがりの年齢なんで発言に気を付けて下さい」「あら、そうだった。お尻が軽くてプカプカ浮いちゃう女の人の事だよ」「ふーん、わかったー」
「隣国のカイエイ王国の王太子妃様が世継ぎをご懐妊したらしいよ。王国はお祭り騒ぎだって国を行き来する商人が言ってたよ」「……そうなんですか」 アーノルド様の御子。正式な婚約者様との間の御子。いいじゃないの。私は今更何を考えているの?「クリスちゃん、なんか元気ない?」「そんなことないわよ?」「かあたんげんきないの?」「元気よ?心配しないで、ダミアン」 そうよ、私にはこの子がいるのよ。「おっ、ダミアン。瞳の色がキレイだな。蒼緑っていうのか?自分じゃ見たことないか?今度鏡で見てみろよ」「かあたんのほうがきれいでちゅ!」「おっと、怒られちゃったか。でもそう思ったんだけどなぁ?クリス
「調べて参りました。この結果は陛下と共にお聞きになった方が良いのではと思います」 というので、私とこの男と陛下の3人で話を聞くこととした。「調べた結果、シャロン様はアーノルド様から閨のお誘いがちっともないと、結婚後2年で下町に出るようになりました。その間には専属の侍女を身代わりにして、自分は下町に出ていたようです。下町では王妃殿下に支給される予算から男娼を買い、遊んでいたようです。財務大臣から厳しく問われるようになると、実家の権力でその財務大臣を解雇させたようです。そして、ふらふらと夜の下町を歩き回っては好みの男性を買っていたようです」「まったくもってけしからんな。シャロンの実家カータ