Home / Fantasi / Kebangkitan Dewi Bunga / Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

Share

Kebangkitan Dewi Bunga
Kebangkitan Dewi Bunga
Author: Cristi Rottie

Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

Author: Cristi Rottie
last update publish date: 2026-01-12 18:54:26

Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.

Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.

Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.

“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.

Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.

Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.

“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.

Wuusshh!

Bukh! Bukh!

Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.

Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.

“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.

Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yang mengganggu kegiatan mereka.

“Kalian alam langit jangan ikut campur dengan urusan kami!”

“Berani berulah terhadap manusia di bawah mata kami, matilah kalian!”

“Manusia? Apa maksudmu?” sela seorang lelaki berwajah aneh, “kau bahkan tidak tahu siapa gadis yang ada di belakangmu—”

Perkataannya terhenti, para peri segera menyerang hingga membuat semua lelaki berwajah aneh terluka parah dan segera melarikan diri.

Namun baru saja kedua peri itu hendak berbalik, mereka telah diserang oleh seseorang.

Di balik cadar, bibir merah gadis itu melengkung beriring sorot mata tajam tertuju ke arah kedua peri.

“Si-siapa kau?!”

“Kalian bahkan tidak mengenaliku? Dasar bodoh!”

Sang gadis merubah penampilannya dengan cepat.

Seluruh tubuhnya memancarkan aura merah menyala bagaikan api.

Di telapak tangannya muncul bayangan bunga kematian yang berapi.

“Kau! Putri iblis!” kedua peri membelalak.

“Kalian alam langit telah menangkap sahabatku, sekarang katakan padaku di mana dia!”

Yingge mengulurkan tangan ke depan, dua akar bunga kematian dengan cepat melilit tubuh kedua peri.

“Siluman seperti kalian pantas mati! Begitu juga dengan temanmu!”

Yingge semakin geram, tatapan kejamnya mempererat cengkeraman akar yang melilit hingga kedua peri hancur berkeping-keping.

Wush!

Syuut!

“Siapa?!” Yingge segera berbalik setelah berhasil menghindari sebuah pedang yang menyerang dari arah belakangnya.

Sosok pemuda tampan berpakaian putih dengan corak naga emas berdiri di depannya.

“Siluman kecil sepertimu, terlalu berani!”

Yingge terdiam.

Menyadari kekuatan pemuda di depannya ia segera melarikan diri. Namun tindakan itu dihentikan oleh sebuah perisai yang mengelilingi sekitarnya.

Yingge berbalik, ia mencoba menghancurkan perisai penekan iblis seperti biasa yang ia lakukan saat para peri menggunakan untuk menangkapnya.

Namun kali ini tidak terjadi apa-apa.

“Penekan iblis yang sangat kuat!” gumam Yingge menatap pemuda yang perlahan berjalan mendekati.

“Berhentilah menyia-nyiakan kekuatan kecilmu!” ucap pemuda dengan wajah datar.

“Tidak ada satupun iblis atau siluman yang bisa terlepas dari penekan iblisku!”

Mata Yingge membulat besar saat tangan pemuda mendekati wajahnya.

Kedua pasang mata saling menatap dalam.

Syuuuh!

Angin bertiup kencang.

Sliing!

Seorang pria menyerang pemuda tampan hingga terenyak jauh.

Yingge mengembus napas lega. Hampir saja wajahnya dilihat pemuda itu.

Dengan wajah kesal pria berusia setengah paruh bayah menatap Yingge lalu menghancurkan perisai di tubuhnya.

Yingge dibawa oleh pria itu kembali—menghilang dari alam manusia.

Tak lama berteleportasi, Yingge dan pria itu muncul di suatu tempat.

“Aku—”

Belum sempat Yingge berucap, suara seorang lelaki menyela.

“Kau pikir dunia manusia adalah tempatmu bermain-main!?” bentak seorang lelaki berwatak garang yang duduk di atas singgasana.

Yingge menundukkan kepala, memasang wajah bersalah.

Di depannya duduk seorang lelaki berjubah hitam, menatap dengan wajah menahan geram.

“Lalu di mana lagi aku harus bermain? Aku terlalu bosan di alam iblis!” lanjut Yingge dengan suara pelan.

“Bosan katamu?!”

“Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan?!”

Raja iblis Mo Guang melirik ke arah pria yang menyelamatkan Yingge.

Pria itu menjelaskan semuanya. Setiap gerak-gerik Yingge diam-diam dipantau oleh kepercayaan raja Mo Guang.

“Hanya karena siluman kecil sepertinya, kau berani melanggar perintahku?!”

Yingge mendongak. Memasang wajah kesalnya.

“Dia adalah sahabatku!” bentak Yingge.

PLAK!

Wajah Yingge sontak terenyak ke samping.

“Kau berani membentakku?!”

Yingge terpaku. Kali ini dia benar-benar telah membuat ayahnya marah.

“Mingkun! Kurung putri Yingge di wilayah lautan iblis!”

“Tanpa perintahku, jangan biarkan dia keluar!”

Di depan lautan tak berbatas yang mengeluarkan aura hitam sepasang mata memandang dengan wajah pasrah.

Rencana yang telah ia susun selama beberapa tahun ini gagal.

Terakhir kali ia dihukum oleh ayahnya di wilayah lautan iblis memakan waktu hingga ratusan tahun.

Sekarang entah berapa lama lagi dia akan berada di lautan jiwa.

Semua pintu penjagaan di berbagai arah telah diperketat oleh penjagaan, bahkan diperisaikan oleh Mingkun.

Yingge berjalan hingga ke tepi laut, duduk di atas batu karang. Energi hitam yang berada di sekitar lautan mengelilingi tubuhnya.

Ia duduk bersila, memulai ritual, menyerap energi hitam yang mengelilinginya.

Beberapa minggu berdiam diri, akhirnya ia kehabisan kesabaran.

Ia pergi ke samping gerbang, mencoba untuk menghancurkan segel yang dipasang Mingkun.

Braak!

Sesuatu hal di luar pemikirannya terjadi!

Sebelumnya ia tak pernah berhasil menghancurkan segel penghalang Mingkun, tapi kali ini ia merasakan kekuatannya telah meningkat, segel penghalang sangat mudah dihancurkan.

“Putri Yingge, kau tak boleh keluar!”

“Raja iblis akan menghukum kami jika ia mengetahuinya!”

Yingge mengibaskan tangannya, membuat kedua penjaga pingsan.

Sebelumnya ia takut jika diketahui ayahnya, tapi saat mendengar pembicaraan kedua penjaga bahwa ayahnya terburu-buru keluar dari alam iblis, Yingge akhirnya menggunakan peluang ini.

“Tenang saja, kalian tidak akan dihukum. Aku akan kembali secepatnya!”

Akhirnya Yingge berhasil melewati perbatasan alam dan tiba di alam manusia.

Agar rencananya tidak dihalangi oleh para peri, ia berbaur, menyegel aura iblisnya sendiri dan menyamar seperti gadis yang berasal dari dunia manusia.

Keramaian di dunia manusia merupakan hal yang baru bagi Yingge.

Hingga hari telah malam, Yingge tidak juga menemukan jejak sahabatnya.

Jalanan semakin sunyi, tapi suara musik dan nyanyian menarik perhatiannya.

Penasaran akan hal itu Yingge segera menuju ke arah keramaian.

Di depannya berdiri bangunan tinggi yang dipenuhi dengan hiasan Bunga dan cahaya lampu.

Tanpa pikir panjang Yingge masuk ke dalam.

Pemandangan di dalam sana membuat mata Yingge berbinar.

“Eee, Nona sepertinya kau salah masuk tempat,” ucap seorang perempuan beriasan tebal dan berpakaian sedikit terbuka.

Yingge tak memedulikan perkataan perempuan itu, matanya sibuk mencari sesuatu.

Sementara wanita yang di depannya memperhatikan lebih dekat ke arah Yingge.

“Nona, kau mencari seseorang?”

“Benar!” spontan jawab Yingge, “dia sahabatku, kau pernah melihatnya?”

Dengan mata berbinar ia memperlihatkan selembar kertas lukisan wajah temannya.

“Aaah, ternyata dia sahabatmu? Ayo Nona, masuk ke dalam. Aku akan membawamu bertemu dengan sahabatmu.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lelaki Misterius

    Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Hancurnya Pohon Roh

    “Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pohon Roh

    Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dewi Penjaga

    Begitu tersadar kembali, Yingge telah terbaring di tempat tidur.Sepasang matanya memperhatikan sekeliling ruangan ia berada.Ruang yang dibangun dengan kayu dan berhiasan begitu banyak macam bunga mekar, menenangkan perasaan Yingge.Ia bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.Bayangan seorang wanita memantul di cermin.Terkejut dengan penampilannya, ia segera mendekatkan diri ke depan cermin.Bukan hanya pakaiannya yang berubah menjadi lebih anggun layaknya dewi dari alam langit, melainkan rambut yang dihias dengan ornamen bunga, serta riasan wajahnya benar-benar telah membuatnya memuji kecantikan diri sendiri.“Dewi, akhirnya kau sadar!” seru seorang gadis dari belakang.Yingge sontak terkejut dan membalikkan badannya.Sosok gadis berwajah setengah hewan dengan tanduk rusa di kepala tersenyum menatapnya.“Kau memanggilku apa tadi?” tanya Yingge dengan senyum aneh sambil mengarahkan telunjuknya sendiri ke depan wajah.“Benar! Kau adalah De

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Wilayah Tersembunyi

    Rooaarrr!Auman keras harimau putih tidak membuat Yingge berhenti melangkah.Ia berjongkok, memandang sepasang mata harimau itu.“Jangan takut,” ucap Yingge mendalamkan tatapan.“Aku tahu, tadi kau tidak berniat menyerang kami. Jika kau percaya padaku, aku akan membantumu,” lanjut Yingge memperhatikan tubuh harimau putih.Ia mengulurkan tangannya, mencoba memeriksa seluruh tubuh harimau, hingga akhirnya menemukan sesuatu.Ada pergerakkan di dalam perut tubuh harimau putih yang besar.“Kau akan melahirkan?!”Sepasang mata harimau berkedip seolah meminta bantuan Yingge.“Jangan khawatir, aku akan menyelamatkanmu dan anakmu,” lanjut Yingge mengelus pelan perut harimau.Gerakan dari dalam perut harimau putih terasa di telapak tangannya hingga membuat senyuman kecil terukir di bibir Yingge. Sayang sekali senyuman itu menghilang begitu saja.“Hei, dewa bodoh! Kemarilah!” kesal Yingge usai tindakannya terhenti oleh benang halus yang melingkar di pergelangan tangannya.“Ka-kau menyuruhku memb

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Harimau Putih Bertanduk

    Sayang sekali dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, ia masih harus menelan semua kegeraman itu, karena terakhir kali ia bertindak mengikuti emosinya tanpa memikirkan kemampuan diri justru membuatnya sekarat dan ayahnya terluka.“Ckckck!”Yingge berdecak menggelengkan kepala berkali-kali.Ia memandang jijik ke arah Long Zhen setelah mengetahui identitas asli lelaki yang berdiri di depannya.“Ternyata seorang putra kaisar langit yang menjadi panutan di alam langit, diam-diam menyembunyikan sifat aslinya.”“Apa lagi maksudmu?” Long Zhen memasang wajah bingung.Yingge kembali menatap kesal.“Kau bahkan tak mau mengakui apa yang kau lakukan terhadapku?!”Mendengar perkataan Yingge, wajah Long Zhen berubah menjadi kaku, gerakan tubuhnya menunjukkan kecanggungan.“Dengarkan!” seru Yingge sekeras mungkin, “anak dari kaisar langit, Long Zhen telah berbuat mesum terhadapku! Dia bahkan tak mau mengakui perbuatannya setelah merugikanku!”“Diam!” bentak Long Zhen memasang wajah serius.“Jika aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status