공유

Lizheng

작가: Cristi Rottie
last update 최신 업데이트: 2026-01-13 22:51:23

Kuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.

Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.

“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.

“Tidak sakit!”

“Nona, lakukan saja. Jangan pedulikan aku!” lanjut pemuda itu tersenyum.

Yingge semakin kesal. Tapi kali ini rasa kesal itu tidak berarti membenci sang pemuda, melainkan membenci dirinya yang entah mengapa tak bisa meneruskan tindakannya itu.

“Cih!” Yingge menarik kembali tangannya dari tubuh sang pemuda.

“Lupakan. Kali ini aku tidak punya selera memakan jantungmu.”

Sang pemuda kembali membuka matanya sembari menahan dada yang terluka.

“Masih saja berlagak kuat. Bukankah tadi kau bilang tidak sakit?”

“Nona, meski kau iblis, tapi aku tahu kau iblis yang baik. Jika aku mengatakan sakit, kau pasti tak tega untuk membunuhku.”

Perasaan aneh semakin membuatnya bingung. Ia pun mengulurkan telapak tangan ke depan dada sang pemuda.

Dalam sekejab goresan di dada pemuda menghiang.

“Jangan berpikir aku ini iblis yang baik! Aku mengobatimu karena mengingat kau telah menyelamatkanku.”

“Sekarang aku sudah tidak punya hutang denganmu lagi!”

Sang pemuda tersenyum menundukkan wajah.

“Kau menertawaiku?!”

Pemuda itu melambaikan kedua tangannya dengan cepat, “tidak-tidak! Aku hanya merasa lucu saja. Bukankah kau yang menyebabkannya, kau menyembuhkannya juga itu adalah tanggung jawabmu.”

“Kau berani mengejekku!?” Yingge mengangkat tangannya dengan wajah kesal.

“Akh!”

Belum sempat menyerang, pemuda itu telah merintih menahan sakit sambil memegang dadanya.

“Aku sudah menyembuhkanmu, kenapa masih sakit?”

“Nona, aku tidak berbohong.”

Penasaran akan hal itu, Yingge menarik tubuh sang pemuda dan mencoba membuka pakaiannya.

“Nona, kau mau apa?” tanya sang pemuda menahan pakaiannya.

“Tentu saja melihat lukamu!”

“Tidak boleh Nona!” bantah sang lelaki berusaha menguatkan tangannya pada pakaian.

“Tidak boleh apanya? Aku cuma melihatnya, lagipula kau telah melihat seluruh tubuhku, kenapa aku tidak boleh?”

Kesal dengan perlawanan sang pemuda, Yingge menggunakan kekuatannya sehingga berhasil membuka pakaian yang menutup bagian dada sang pemuda.

Tak menyangka apa yang dilihatnya justru membuat mata Yingge terpaku.

Bekas tusukan jari Yingge terukir di bidang dada sang pemuda.

“Kenapa bisa begini? Apa karena tubuhku belum pulih sehingga kemampuanku tidak sempurna?” gumamnya mengernyitkan kedua alis kening.

Plak!

Tamparan sedikit keras mengenai punggung tangan Yingge.

Pemuda itu bergerak cepat merapikan pakaiannya.

“No-nona, jangan pernah melakukan tindakan ini pada pria lain, jika tidak mereka akan merugikanmu!” kali ini suara sang pemuda terdengar tegas.

“Jadi aku hanya boleh melakukannya padamu?”

Ekspresi sang pemuda kembali berubah. Ia terdiam, mengabaikan Yingge lalu mengambil mangkuk berisi ramuan dan menyuguhkan ke depan.

“Cepat minum obatmu!”

Yingge memelototi sang pemuda.

Kali ini terdengar ada ketegasan di nada bicara sang pemuda.

“Kau memerintahku!?”

Perkataan Yingge sekali lagi diabaikan, pemuda itu menyodorkan mangkuk ramuan ke depan wajah Yingge.

“Kau harus cepat pulih dan kembali ke alammu.”

“Kau mengusirku!?”

“Bukan!”

Sang pemuda kembali menjelaskan maksud dari perkataannya.

Saat ini utusan alam langit berada dimana-mana. Pemuda itu hanya tak mau mereka menemukan Yingge yang belum pulih.

Jika sampai ditemukan dalam keadaan belum pulih sepenuhnya, meski sang pemuda mengorbankan diri takutnya Yingge tidak akan mampu melawan para utusan langit.

Mendengar hal itu, Yingge meminum ramuan obat dengan keadaan terpaksa.

Aroma hidangan juga tidak bisa ditolak lagi.

“Ternyata kau sangat pandai memasak, Tuan peno—”

“Lizheng,” sela pemuda, “kau bisa memanggilku Lizheng. Bagimana denganmu, Nona?”

Yingge terdiam sejenak.

“Aku? … Yi, Yinlin. Panggil saja linlin,” ucapnya menarik napas panjang.

“Nona Linlin, kau nikmati makananmu. Aku harus ke hutan.”

Mendengar nama sahabatnya disebut, Yingge terdiam menatap haru ke arah pemuda.

“Jika para utusan langit mendekat, bersembunyilah!”

Namun perkataan terakhir yang diucapkan Lizheng membuatnya mendapatkan kembali harapan untuk menemukan sahabatnya.

Belum lama setelah kepergian Lizheng, para utusan langit benar-benar mengunjungi kubuh tua itu.

Persembunyian Yingge pada akhirnya tetap saja terungkap.

Para utusan langit mencoba menangkapnya secara paksa.

“Iblis jahat! Jangan berpikir bisa lolos!”

Usai berucap para utusan langit mengelilingi Yingge.

Mereka melaksanakan ritual, menyudutkan Yingge yang telah berada di tengah-tengah mantra.

Pikir Yingge ia bisa melawan para utusan, tapi tak menyangka tubuhnya yang belum pulih membuatnya tak bisa menghancurkan mantra yang telah mengurungnya.

“Hentikan!”

Mata Yingge terpaku melihat ke asal suara itu.

Lizheng menerobos masuk ke dalam mantra dan berdiri di depan Yingge.

Tindakan Lizheng membuat para utusan menarik kembali mantra yang telah diaktifkan.

“Para utusan langit, ini hanya salah paham.”

“Meski Nona ini adalah siluman, tapi ia tidak seperti siluman lainnya,” ucap Lizheng memasang wajah permohonan.

“Kau?! Bagaimana seorang manusia biasa sepertimu bisa….” Perkataan salah satu utusan langit terhenti setelah beberapa detik menatap Lizheng.

“Aku bisa menjaminnya!” sosor Lizheng tegas.

Menyadari mantra telah menghilang, Yingge menggunakan kesempatan ini untuk kembali menyerang para utusan langit.

“Nona Linlin, tidak boleh!” seru Lizheng mencoba menghadang tindakan Yingge.

Namun Yingge mengabaikannya.

Ia menyerang satu persatu utusan langit, hingga pada akhirnya salah satu utusan langit berakhir dalam cengkeraman tangannya.

“Linlin, kau tidak boleh membunuhnya!” lagi Yizheng berseru.

“Jangan biarkan emosimu mempengaruhimu. Aku percaya kau adalah iblis yang baik!”

Tangan Yingge gemetar. Sorot matanya menyimpan dendam yang sangat besar.

“Baik katamu?” gumam Yingge tersenyum licik.

“Jika tidak membunuhnya, maka akan semakin banyak iblis dan siluman yang mereka bunuh!”

Kreek!

Bruukh!

Utusan langit terjatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa.

Tindakan Yingge memprovokasi para utusan lainnya.

Mereka serentak menyerang ke arah Yingge.

Pertarungan kali ini Yingge tak bisa bertahan lagi, ia mengambil peluang kesempatan dan membawa Lizheng melarikan diri.

“Lepaskan aku!” seru Yizheng mencoba melerai jemari tangan Yingge yang menarik tangannya—berlari bersama.

“Dasar bodoh! Kalau aku membiarkanmu, para utusan langit itu tidak akan membiarkan kau hidup!”

Yingge mengabaikan celoteh lelaki itu selama pelarian mereka.

Mereka berhasil meloloskan diri dan membaur ke dalam kerumunan manusia di tengah-tengah kota.

Namun tak menyangka para utusan langit lainnya ternyata berbaur di antara manusia.

Tak ada pilihan selain menginap di penginapan untuk sementara waktu.

“Apa kau mendengarkan semua yang kukatakan?”

Baru saja masuk ke dalam kamar penginapan, Lizheng menatap dalam ke arah Yingge.

Lizheng melepas kasar tangannya lalu duduk dengan napas terengah-engah.

“Nona Linlin, kau dengar apa yang kukatakan padamu?”

Yingge terdiam. Ia sama sekali tidak mendengarkan semua celoteh lelaki itu saat dalam pelarian hingga tiba di penginapan.

“Kau menyesal sekarang? Terlambat!” pungkas Yingge santai.

“Iblis sepertiku adalah buruan bagi utusan langit, jika tidak membunuh maka aku yang akan dibunuh!”

“Bukankah aku sudah melarangmu?!” Lizheng menaikkan nada bicaranya.

Kali ini amarah di wajah lelaki itu terlihat jelas.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ramuan Penyegel Kekuatan

    Yingge membuang pandangan. Ia mengacuhkan Lizheng, berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.“Lizheng bodoh! Kalau kau mau kembali, silahkan. Lagipula kau sudah terlibat denganku, jadi mereka tak akan melepaskanmu juga.”Kiik! Braakh!Beriring dengan bunyi pintu kamar tertutup, bayangan Lizheng menghilang dari ruang kamar.Pikir Yingge, Lizheng terlalu kesal dan meninggalkannya, tapi tak lama kemudian lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar.Dengan wajah kesal ia meletakkan semangkuk ramuan di atas meja yang berada di dekat tempat tidur.“Ulurkan tanganmu!” ucap Lizheng bernada kesal.Yingge mematuhi perintahnya sambil tersenyum kecil.Ia duduk dan mengulurkan tangan ke arah Lizheng.Meski masih terlihat kesal, tapi lelaki itu tetap saja memperhatikan kesehatannya.“Cepat minum obatnya sebelum dingin!”Perintah itu dituruti Yingge. Ia meneguk habis ramuan yang diberikan Lizheng.Setelah melihat Yingge menghabiskan ramuan, Lizheng berdiri sedikit menjauhinya.Tatapan ane

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lizheng

    Kuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.“Tidak sakit!”“Nona, lakukan saja. Jangan pedulikan aku!” lanjut pemuda itu tersenyum.Yingge semakin kesal. Tapi kali ini rasa kesal itu tidak berarti membenci sang pemuda, melainkan membenci dirinya yang entah mengapa tak bisa meneruskan tindakannya itu.“Cih!” Yingge menarik kembali tangannya dari tubuh sang pemuda.“Lupakan. Kali ini aku tidak punya selera memakan jantungmu.”Sang pemuda kembali membuka matanya sembari menahan dada yang terluka.“Masih saja berlagak kuat. Bukankah tadi kau bilang tidak sakit?”“Nona, meski kau iblis, tapi aku tahu kau iblis yang baik. Jika aku mengatakan sakit, kau pasti tak tega untuk membunuhku.”Perasaan aneh semakin membuatnya bingung. Ia pun mengulurkan telapak tangan ke depan dada sang pemuda.

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pemuda Misterius

    Setelah pertarungan dengan gadis utusan langit Yingge terluka berat. Ia bahkan tak punya kemampuan untuk kembali ke alam iblis.Terkatung-katung ia berjalan ke kedalaman hutan mencari tempat persembunyian.Sayangnya ia terlalu lemah untuk berjalan.Pandangan matanya menjadi kabur dan perlahan menggelap.Bruuukh!Pada akhirnya tubuh Yingge terbaring tak sadarkan diri di tengah hutan.Begitu membuka mata ia menyadari telah berada di tempat yang asing.“Di mana aku?”“Nona, kau sudah bangun?”Suara seorang lelaki menarik perhatiannya.Pemuda tampan berpenampilan lusuh masuk ke dalam ruangan sambil membawa semangkuk ramuan.Mata Yingge melotot.Pemuda itu dengan santainya duduk di sisi Yingge dan menyodorkan mangkuk ramuan ke arahnya.Yingge dengan cepat mengambil mangkuk itu.Praang!Ia memecahkannya dan menggunakan pecahan yang tajam ke leher sang pemuda.“No-nona.”Pemuda itu tak bergerak dan memasang wajah ketakutan, “no-nona, jangan salah paham, aku bukan orang jahat.”Yingge terdiam

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pagoda Ilahi

    Perbuatan Yingge di dunia manusia menyebabkan kemarahan besar alam langit.Tindakannya yang hendak membunuh para kelompok perampok digagalkan oleh utusan alam langit.“Kalian alam langit selalu saja mengganggu kesenanganku!”Yingge menoleh ke arah gadis cantik dan beberapa lelaki yang berdiri di belakangnya.“Iblis jahat! Selama ada aku di sini, tidak akan aku biarkan kau berulah lagi!”Syuuh!Gadis yang berdiri berbicara mulai menyerang Yingge.Serangan itu menyadarkan Yingge akan siapa yang kali ini dihadapinya.Dari sekian banyak utusan langit, baru kali ini ia berhadapan dengan seseorang yang kekuatannya hampir seimbang dengan pemuda tampan yang pernah ia temui.“Baik! Ternyata alam langit masih punya peri yang lumayan dibandingkan dengan sebelumnya!”“Peri katamu?” gadis itu tersenyum remeh, “kau pikir seorang peri bisa memiliki kekuatan sepertiku?!”Di depan Yingge, bayangan merak muncul di atas gadis itu.Wuussh!Buum!Serangan secepat kilat menuju ke arah Yingge.Jika tidak me

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dijual dan Bertemu Sahabat

    Tanpa bertanya Yingge dibawa oleh kedua gadis cantik ke lantai dua.Begitu masuk ke kamar, ia ditinggalkan di sana dalam keadaan pintu dikunci dari luar.Sambil mencari sesuatu Yingge melangkah lebih dalam, namun tak lama ia mulai merasakan sesuatu hal aneh terhadap tubuhnya.Pandangan mulai bergoyang, kepala terasa berat.Ia teringat dengan cerita sahabatnya tentang kelicikkan manusia yang menggunakan ramuan untuk menaklukkan wanita.“Beraninya mereka!”Yingge kesal! Upayanya untuk menghilangkan efek obat tak berhasil sebab kekuatannya telah disegel.Bruukh!Tubuh Yingge terjatuh ke lantai.Begitu tersadar, pemandangan di sekitar membuat matanya terbelalak.Puluhan lelaki duduk di kejauhan mengitari tempat ia berada.Cahaya terang terarah kepadanya.Ia semakin bingung saat melihat lima gadis cantik di dalam kurungan besi yang berada tak jauh darinya.Teng!Bunyi lonceng mengalihkan perhatian Yingge.Wanita cantik muncul ke tengah-tengah ruangan dan mengumumkan bahwa acara mereka tela

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

    Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.Wuusshh!Bukh! Bukh!Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status