LOGINKuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.
Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.
“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.
“Tidak sakit!”
“Nona, lakukan saja. Jangan pedulikan aku!” lanjut pemuda itu tersenyum.
Yingge semakin kesal. Tapi kali ini rasa kesal itu tidak berarti membenci sang pemuda, melainkan membenci dirinya yang entah mengapa tak bisa meneruskan tindakannya itu.
“Cih!” Yingge menarik kembali tangannya dari tubuh sang pemuda.
“Lupakan. Kali ini aku tidak punya selera memakan jantungmu.”
Sang pemuda kembali membuka matanya sembari menahan dada yang terluka.
“Masih saja berlagak kuat. Bukankah tadi kau bilang tidak sakit?”
“Nona, meski kau iblis, tapi aku tahu kau iblis yang baik. Jika aku mengatakan sakit, kau pasti tak tega untuk membunuhku.”
Perasaan aneh semakin membuatnya bingung. Ia pun mengulurkan telapak tangan ke depan dada sang pemuda.
Dalam sekejab goresan di dada pemuda menghiang.
“Jangan berpikir aku ini iblis yang baik! Aku mengobatimu karena mengingat kau telah menyelamatkanku.”
“Sekarang aku sudah tidak punya hutang denganmu lagi!”
Sang pemuda tersenyum menundukkan wajah.
“Kau menertawaiku?!”
Pemuda itu melambaikan kedua tangannya dengan cepat, “tidak-tidak! Aku hanya merasa lucu saja. Bukankah kau yang menyebabkannya, kau menyembuhkannya juga itu adalah tanggung jawabmu.”
“Kau berani mengejekku!?” Yingge mengangkat tangannya dengan wajah kesal.
“Akh!”
Belum sempat menyerang, pemuda itu telah merintih menahan sakit sambil memegang dadanya.
“Aku sudah menyembuhkanmu, kenapa masih sakit?”
“Nona, aku tidak berbohong.”
Penasaran akan hal itu, Yingge menarik tubuh sang pemuda dan mencoba membuka pakaiannya.
“Nona, kau mau apa?” tanya sang pemuda menahan pakaiannya.
“Tentu saja melihat lukamu!”
“Tidak boleh Nona!” bantah sang lelaki berusaha menguatkan tangannya pada pakaian.
“Tidak boleh apanya? Aku cuma melihatnya, lagipula kau telah melihat seluruh tubuhku, kenapa aku tidak boleh?”
Kesal dengan perlawanan sang pemuda, Yingge menggunakan kekuatannya sehingga berhasil membuka pakaian yang menutup bagian dada sang pemuda.
Tak menyangka apa yang dilihatnya justru membuat mata Yingge terpaku.
Bekas tusukan jari Yingge terukir di bidang dada sang pemuda.
“Kenapa bisa begini? Apa karena tubuhku belum pulih sehingga kemampuanku tidak sempurna?” gumamnya mengernyitkan kedua alis kening.
Plak!
Tamparan sedikit keras mengenai punggung tangan Yingge.
Pemuda itu bergerak cepat merapikan pakaiannya.
“No-nona, jangan pernah melakukan tindakan ini pada pria lain, jika tidak mereka akan merugikanmu!” kali ini suara sang pemuda terdengar tegas.
“Jadi aku hanya boleh melakukannya padamu?”
Ekspresi sang pemuda kembali berubah. Ia terdiam, mengabaikan Yingge lalu mengambil mangkuk berisi ramuan dan menyuguhkan ke depan.
“Cepat minum obatmu!”
Yingge memelototi sang pemuda.
Kali ini terdengar ada ketegasan di nada bicara sang pemuda.
“Kau memerintahku!?”
Perkataan Yingge sekali lagi diabaikan, pemuda itu menyodorkan mangkuk ramuan ke depan wajah Yingge.
“Kau harus cepat pulih dan kembali ke alammu.”
“Kau mengusirku!?”
“Bukan!”
Sang pemuda kembali menjelaskan maksud dari perkataannya.
Saat ini utusan alam langit berada dimana-mana. Pemuda itu hanya tak mau mereka menemukan Yingge yang belum pulih.
Jika sampai ditemukan dalam keadaan belum pulih sepenuhnya, meski sang pemuda mengorbankan diri takutnya Yingge tidak akan mampu melawan para utusan langit.
Mendengar hal itu, Yingge meminum ramuan obat dengan keadaan terpaksa.
Aroma hidangan juga tidak bisa ditolak lagi.
“Ternyata kau sangat pandai memasak, Tuan peno—”
“Lizheng,” sela pemuda, “kau bisa memanggilku Lizheng. Bagimana denganmu, Nona?”
Yingge terdiam sejenak.
“Aku? … Yi, Yinlin. Panggil saja linlin,” ucapnya menarik napas panjang.
“Nona Linlin, kau nikmati makananmu. Aku harus ke hutan.”
Mendengar nama sahabatnya disebut, Yingge terdiam menatap haru ke arah pemuda.
“Jika para utusan langit mendekat, bersembunyilah!”
Namun perkataan terakhir yang diucapkan Lizheng membuatnya mendapatkan kembali harapan untuk menemukan sahabatnya.
Belum lama setelah kepergian Lizheng, para utusan langit benar-benar mengunjungi kubuh tua itu.
Persembunyian Yingge pada akhirnya tetap saja terungkap.
Para utusan langit mencoba menangkapnya secara paksa.
“Iblis jahat! Jangan berpikir bisa lolos!”
Usai berucap para utusan langit mengelilingi Yingge.
Mereka melaksanakan ritual, menyudutkan Yingge yang telah berada di tengah-tengah mantra.
Pikir Yingge ia bisa melawan para utusan, tapi tak menyangka tubuhnya yang belum pulih membuatnya tak bisa menghancurkan mantra yang telah mengurungnya.
“Hentikan!”
Mata Yingge terpaku melihat ke asal suara itu.
Lizheng menerobos masuk ke dalam mantra dan berdiri di depan Yingge.
Tindakan Lizheng membuat para utusan menarik kembali mantra yang telah diaktifkan.
“Para utusan langit, ini hanya salah paham.”
“Meski Nona ini adalah siluman, tapi ia tidak seperti siluman lainnya,” ucap Lizheng memasang wajah permohonan.
“Kau?! Bagaimana seorang manusia biasa sepertimu bisa….” Perkataan salah satu utusan langit terhenti setelah beberapa detik menatap Lizheng.
“Aku bisa menjaminnya!” sosor Lizheng tegas.
Menyadari mantra telah menghilang, Yingge menggunakan kesempatan ini untuk kembali menyerang para utusan langit.
“Nona Linlin, tidak boleh!” seru Lizheng mencoba menghadang tindakan Yingge.
Namun Yingge mengabaikannya.
Ia menyerang satu persatu utusan langit, hingga pada akhirnya salah satu utusan langit berakhir dalam cengkeraman tangannya.
“Linlin, kau tidak boleh membunuhnya!” lagi Yizheng berseru.
“Jangan biarkan emosimu mempengaruhimu. Aku percaya kau adalah iblis yang baik!”
Tangan Yingge gemetar. Sorot matanya menyimpan dendam yang sangat besar.
“Baik katamu?” gumam Yingge tersenyum licik.
“Jika tidak membunuhnya, maka akan semakin banyak iblis dan siluman yang mereka bunuh!”
Kreek!
Bruukh!
Utusan langit terjatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa.
Tindakan Yingge memprovokasi para utusan lainnya.
Mereka serentak menyerang ke arah Yingge.
Pertarungan kali ini Yingge tak bisa bertahan lagi, ia mengambil peluang kesempatan dan membawa Lizheng melarikan diri.
“Lepaskan aku!” seru Yizheng mencoba melerai jemari tangan Yingge yang menarik tangannya—berlari bersama.
“Dasar bodoh! Kalau aku membiarkanmu, para utusan langit itu tidak akan membiarkan kau hidup!”
Yingge mengabaikan celoteh lelaki itu selama pelarian mereka.
Mereka berhasil meloloskan diri dan membaur ke dalam kerumunan manusia di tengah-tengah kota.
Namun tak menyangka para utusan langit lainnya ternyata berbaur di antara manusia.
Tak ada pilihan selain menginap di penginapan untuk sementara waktu.
“Apa kau mendengarkan semua yang kukatakan?”
Baru saja masuk ke dalam kamar penginapan, Lizheng menatap dalam ke arah Yingge.
Lizheng melepas kasar tangannya lalu duduk dengan napas terengah-engah.
“Nona Linlin, kau dengar apa yang kukatakan padamu?”
Yingge terdiam. Ia sama sekali tidak mendengarkan semua celoteh lelaki itu saat dalam pelarian hingga tiba di penginapan.
“Kau menyesal sekarang? Terlambat!” pungkas Yingge santai.
“Iblis sepertiku adalah buruan bagi utusan langit, jika tidak membunuh maka aku yang akan dibunuh!”
“Bukankah aku sudah melarangmu?!” Lizheng menaikkan nada bicaranya.
Kali ini amarah di wajah lelaki itu terlihat jelas.
Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia
“Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p
Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru
Begitu tersadar kembali, Yingge telah terbaring di tempat tidur.Sepasang matanya memperhatikan sekeliling ruangan ia berada.Ruang yang dibangun dengan kayu dan berhiasan begitu banyak macam bunga mekar, menenangkan perasaan Yingge.Ia bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.Bayangan seorang wanita memantul di cermin.Terkejut dengan penampilannya, ia segera mendekatkan diri ke depan cermin.Bukan hanya pakaiannya yang berubah menjadi lebih anggun layaknya dewi dari alam langit, melainkan rambut yang dihias dengan ornamen bunga, serta riasan wajahnya benar-benar telah membuatnya memuji kecantikan diri sendiri.“Dewi, akhirnya kau sadar!” seru seorang gadis dari belakang.Yingge sontak terkejut dan membalikkan badannya.Sosok gadis berwajah setengah hewan dengan tanduk rusa di kepala tersenyum menatapnya.“Kau memanggilku apa tadi?” tanya Yingge dengan senyum aneh sambil mengarahkan telunjuknya sendiri ke depan wajah.“Benar! Kau adalah De
Rooaarrr!Auman keras harimau putih tidak membuat Yingge berhenti melangkah.Ia berjongkok, memandang sepasang mata harimau itu.“Jangan takut,” ucap Yingge mendalamkan tatapan.“Aku tahu, tadi kau tidak berniat menyerang kami. Jika kau percaya padaku, aku akan membantumu,” lanjut Yingge memperhatikan tubuh harimau putih.Ia mengulurkan tangannya, mencoba memeriksa seluruh tubuh harimau, hingga akhirnya menemukan sesuatu.Ada pergerakkan di dalam perut tubuh harimau putih yang besar.“Kau akan melahirkan?!”Sepasang mata harimau berkedip seolah meminta bantuan Yingge.“Jangan khawatir, aku akan menyelamatkanmu dan anakmu,” lanjut Yingge mengelus pelan perut harimau.Gerakan dari dalam perut harimau putih terasa di telapak tangannya hingga membuat senyuman kecil terukir di bibir Yingge. Sayang sekali senyuman itu menghilang begitu saja.“Hei, dewa bodoh! Kemarilah!” kesal Yingge usai tindakannya terhenti oleh benang halus yang melingkar di pergelangan tangannya.“Ka-kau menyuruhku memb
Sayang sekali dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, ia masih harus menelan semua kegeraman itu, karena terakhir kali ia bertindak mengikuti emosinya tanpa memikirkan kemampuan diri justru membuatnya sekarat dan ayahnya terluka.“Ckckck!”Yingge berdecak menggelengkan kepala berkali-kali.Ia memandang jijik ke arah Long Zhen setelah mengetahui identitas asli lelaki yang berdiri di depannya.“Ternyata seorang putra kaisar langit yang menjadi panutan di alam langit, diam-diam menyembunyikan sifat aslinya.”“Apa lagi maksudmu?” Long Zhen memasang wajah bingung.Yingge kembali menatap kesal.“Kau bahkan tak mau mengakui apa yang kau lakukan terhadapku?!”Mendengar perkataan Yingge, wajah Long Zhen berubah menjadi kaku, gerakan tubuhnya menunjukkan kecanggungan.“Dengarkan!” seru Yingge sekeras mungkin, “anak dari kaisar langit, Long Zhen telah berbuat mesum terhadapku! Dia bahkan tak mau mengakui perbuatannya setelah merugikanku!”“Diam!” bentak Long Zhen memasang wajah serius.“Jika aku







