Setelah lelah menyusuri pantai, Danil dan Emili ikut bergabung dengan neneknya di salah satu vila mewah. Sebenarnya Danil tidak menikmati pantai. Ia hanya mengikuti Emili yang terlihat merindukan suasana pantai, sekaligus menyempurnakan aktingnya sebagai suami baik di mata neneknya. "Ah, seru sekali hari ini!" ucap Emili. Wajahnya putih kemerahan. Meski lelah, ia tampak senang. "Terima kasih ya, Nek. Ini pantai terbaik yang pernah aku kunjungi," lanjutnya. "Iya, Sayang, Nenek senang kalau kamu puas," balas Nenek Marita tersenyum. "Iya Nek, sangat puas malah." "Kalau begitu, besok saja pulangnya." Nenek seperti merencanakan sesuatu. "Nggak bisa," seru Danil. "Menginap saja, kata istrimu senang kok." Nenek Marita tidak mau mengalah. Ia lalu memanggil asistennya, "Mia! Pesan dua kamar ya. Kita menginap di sini malam ini." "Iya, Bu," jawab Mia hormat. "Nenek, beneran mau menginap?" Emili keberatan karena tidak persiapan. "Setelah dipikir-pikir, kayaknya lebih seru kal
Read more