Pendaran sinar matahari sore membiaskan warna keemasan di sepanjang jalan setapak menuju Desa Lembah Asri. Embusan angin sejuk membawa aroma harum bunga liar dan dedaunan basah, menyambut kepulangan rombongan Martis dari Kota Batu Berdarah. Di barisan depan, Martis melangkah dengan tenang. Di dalam pelukannya, Telur Binatang Dewa Suci berpendar hangat secara teratur, memancarkan garis-garis cahaya keemasan yang kian terang akibat pasokan energi Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang disuntikkan Martis secara halus di sepanjang perjalanan. Di sampingnya, dua raksasa setinggi tiga setengah meter, Estias dan Brakas berjalan seraya tertawa terbahak-bahak, saling menepuk bahu batu mereka hingga memicu dentuman-dentuman kecil yang menggetarkan tanah. "Hahaha! Brakas, nanti di desa aku akan mengenalkanmu pada daging panggang bumbu pedas buatan warga!" seru Estias penuh semangat, mata raksasanya berbinar konyol. "Tapi kau harus ingat, jangan makan dua porsi sekaligus seperti waktu kita di kot
اقرأ المزيد