All Chapters of Terperangkap Pesona Pria yang Kukira Lumpuh : Chapter 1 - Chapter 10
170 Chapters
1. PERNIKAHAN TANPA PENGANTIN 
Anna melihat pantulan dirinya di sebuah cermin besar yang berada di kamarnya. Tidak pernah menyangka bahwa dia bisa tampak begitu menawan seperti sekarang.Tangannya terangkat ke cermin, menyentuh pantulan wajahnya yang sudah dihias dengan riasan khas pengantin. Satu kata yang menggambarkan dirinya saat ini, cantik.Kemudian dia memegang dada yang malah terasa sesak. Anna sama sekali tidak merasakan bahagia ketika wanita di luar sana pasti sangat senang di hari seperti sekarang.Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya yang tersenyum ke arahnya. Wanita itu melangkah mendekati Anna kemudian memeluknya dengan erat. Wanita itu melepaskan pelukannya lalu memegang wajah Anna dengan kedua tangan. "Terimakasih," ucap wanita itu. Dia mengusap wajah Anna dan tersenyum penuh arti, "Tidak perlu bersedih dan mengkhawatirkan perusahaan lagi. Aku yakin bahwa ayahmu pasti sangat bangga dengan keputusanmu ini."Tanpa bisa dicegat, air matanya mengalir keluar. Anna tert
Read more
2. TERLIHAT SEPERTI BUTUH UANG
Pagi-pagi sekali Eric sudah rapi dengan setelan kerja, dia berbalik dan mengambil jas yang sudah disiapkan oleh sekretarisnya. "Bagaimana dengan yang sudah kuminta darimu sebelumnya?""Sudah disiapkan seperti yang Anda minta, Tuan. Hari ini akan ada orang yang langsung bertransaksi dengan ibu mertua Anda di rumahnya," ucap sang sekretaris melaporkan. Tatapan Eric menerawang, setelah terdiam beberapa saat, dia kembali bertanya, "Apakah Anna sudah bangun?""Sepertinya belum karena nyonya muda masih belum keluar dari kamar. Tapi saat ini Hellen sedang memeriksanya."Eric menganggukkan kepala kemudian melangkah pergi keluar walk in closet dan terus keluar dari kamar menuju ruang makan, menunggu Anna datang kepadanya. Sementara itu di kamar Anna, dia membuka mata dan seketika terkejut, segera melihat ke arah jam dinding. Dia semakin dibuat terkejut karena interior kamar yang tidak seperti biasa. Setelah beberapa saat berpikir, barulah Anna teringat bahwa dia sudah tidak tinggal lagi di
Read more
3. WANITA YANG TIDAK TAHU MALU
Eric menarik nafas panjang ketika Anna bertanya mengenai dirinya. Ia sebenarnya malas memperkalkan diri, karena itu akan membuat Anna pasti terkejut dan waktunya belum tepat baginya."Dia sudah pergi bekerja," jawab Eric ketus.Anna menganggukkan kepala. "Ternyata pria itu juga bekerja rupanya," ucap Anna dengan suara kecil. Dalam pikiran Anna, suaminya itu adalah seorang pria tidak sempurna yang hanya berpangku tangan dengan uang keluarganya. Tidak menyangka bahwa ternyata pria itu juga bekerja. Bukan bermaksud mengecilkan, tetapi dari kekayaan keluarga Shailendra sudah cukup membuat suaminya itu tidak perlu bekerja selama beberapa generasi ke depan."Maksud Anda apa berbicara seperti itu? Kau pikir suamimu itu pemalas?!" ucap Eric dongkol. Anna menolehkan kepala terkejut. Padahal dia yakin telah berbicara dengan suara yang kecil, tetapi ternyata pria itu masih bisa mendengar suaranya. Namun, melihat ekspresi wajah Eric, dia berpikir bahwa pria itu juga tidak terlalu jelas mendenga
Read more
4. PERTENGKARAN ADIK DAN KAKAK
Dua orang pria keluar dari rumah itu dan berjalan mendekati mobil Eric. Ketika mereka telah berhadapan, mereka membungkuk sebagai tanda menghormati. Eric hanya diam saja sampai salah seorang di antara mereka menyerahkan sebuah dokumen padanya. Dia menerima dan membaca isi dokumen tersebut. Senyum tipis di wajahnya mulai tercipta, dia pun mengangguk puas. "Bagus," ucapnya kemudian mengangkat kepala, melihat mereka. "Besok, kirimkan aku dokumen yang telah disahkan pengadilan," perintahnya. "Baik, Tuan."Eric menganggukan kepala, "Kalian boleh pergi."Setelah kedua orang itu pergi, seorang pria mendekati mobilnya. Memberikan sebuah tab yang siap dibaca oleh Eric. Eric menscroll tab tersebut seperti sedang membaca sebuah berita, dia menganggukan kepala lagi, merasa puas dengan hasil kerja para bawahannya. "Lihat apa yang terjadi nanti, Anna," Eric bergumam. Sekretaris tidak terlalu mendengar perkataan Eric, jadi bertanya, "Iya, Tuan?"Eric tanpa melihatnya berkata sembari mengembalik
Read more
5. WANITA YANG TIDAK TAKUT
Tubuh Anna menegang, dia khawatir pria ini akan mendengar pertengkarannya dengan Calista kemudian mengadukan pertengkaran itu pada suaminya. Sesaat lidahnya terasa kelu, tubuhnya membeku, Anna tidak bisa mendapatkan jawaban untuk pertanyaan pria itu. "Darimana saja kamu? Aku tadi menyuruhmu untuk masuk ke dalam, kenapa kau tidak melakukan perintahku?" Anna mengubah topik pembicaraan. "Apa urusan kamu bertanya-tanya seperti itu?"Anna terdiam sambil menatap pria angkuh di depannya dengan mengepalkan tangan. Ingin rasanya dia menyemburkan kekesalannya. Namun, ia langsung sadar jika ia hanya gadis penebus hutang keluarga itu.Sementara itu, Eric sebenarnya mendengar pertengkaran Anna sebelumnya. Tetapi dia memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu."Apakah kau sudah selesai?"Anna terdiam, mengira pria ini bisa dialihkan, namun kenyataannya dia masih mengingat pertanyaan sebelumnya. "Urusanmu ...," suara Eric menyadarkan Anna. Gadis itu menatapnya kebingungan. "Urusanmu di sini, apakah
Read more
6. PERTEMUAN DENGAN JASON
Kedua mata Eric melihatnya dengan kesal, Anna menyadari hal itu tetapi dia juga tidak terlalu diambil hati. Pria ini adalah bawahan suaminya, dia tidak berpikir harus berbicara formal padanya. Lagipula sejak tadi bawahan suaminya selalu bersikap menyebalkan, jadi Anna berpikir bahwa tidak apa-apa jika dia juga bertindak sama."Sepertinya kau benar-benar tidak mau namamu diketahui olehku, ya, Anak Mafia?"Eric melotot, melihat Anna yang tanpa merasa bersalah telah memanggilnya dengan panggilan seperti itu. "Kau itu sama sekali tidak takut padaku, ya! Kau-"Jari telunjuk Anna berada di depan bibir Eric, seketika membuat ucapan pria itu terhenti. Niat awal Anna adalah membuat pria di sampingnya ini berhenti berbicara, karena baginya sangat menyebalkan ketika mendengar suaranya. Namun, Anna sama sekali tidak menyangka bahwa yang dilakukannya sekarang malah membuat jantungnya berdetak dengan kencang. Pria ini dilihat dari dekat, ternyata memiliki paras yang tampan, tubuhnya juga sangat bag
Read more
7. LANGKAH KAKI MILIK SANG SUAMI
Jason berbalik dan melihat sang adik, tatapan itu sejak dulu, sama sekali tidak pernah berubah. Selalu saja sinis ketika sedang memandangnya. "Aku datang karena ada sesuatu yang ingin kulihat," Jason menjawabnya dengan santai, seakan dia tidak melihat rasa tidak suka Eric padanya. Kedua mata Eric menyipit, maksud sang kakak, dia sama sekali tidak mengerti. "Apa maksudmu?" Ketika dia masuk ke dalam rumah setelah meninggalkan Anna, Eric langsung mendapatkan panggilan untuk segera datang ke perusahaan. Tetapi dia enggan untuk bertemu dengan istrinya, karena yakin Anna masih berada di sana, akhirnya dia memutuskan untuk keluar melewati pintu yang lain. Namun, setelah sampai di garasi, dia malah bertemu dengan Jason, kakak tiri yang sangat membenci dirinya. Mendapatkan tamu yang tidak diundang, seketika membuat Eric merasa kesal. Dia sudah membayar mahal tim keamanan untuk mengamankan rumahnya, tetapi orang ini malah bisa masuk dengan mudah. Eric melirik ke arah Liam, "Siapa yang memb
Read more
8. TIDAK PERNAH MELIHAT WAJAH SUAMINYA
"Hellen, kemana tuanmu itu?" Dia bertanya pada Hellen, tetapi wanita itu tidak menjawab pertanyaannya. Anna terus melihat ke arah taman tetapi tidak ada seorangpun di sana yang datang. Keadaan semakin aneh ketika langkah kaki yang tiba-tiba berhenti di belakangnya. Anna berbalik dan seketika kedua matanya terbelalak.Eric melihat ke belakang Anna tetapi dia tidak menjumpai siapapun di sana. Kemudian dia melihat Anna dan berkata, "Apa yang sedang kau lihat di sana?"Anna melihat sekeliling dan tidak menjumpai Hellen di sana. Kapan wanita itu pergi? pikirnya.Sementara Hellen tentu saja dia sudah pergi setelah diinterupsi oleh tuannya. Dia diperintahkan untuk langsung pergi ketika Eric telah sampai di rumah.Anna menggelengkan kepala, "Hanya saja tadi kukira dia akan datang. Tapi ternyata bukan."Eric mengikuti arah pandang Anna dan tidak melihat siapapun di sana. "Siapa yang sedang kau tunggu?"Anna mengabaikannya, dia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya kembali berkata, "Apa yang
Read more
9. PERGI DARI HADAPANKU
Ditanya seperti itu seketika Anna tergugup. Dia beberapa kali mengerjapkan kelopak mata dengan cepat. Seketika lidahnya terasa kelu, Anna seakan tidak bisa memikirkan jawaban yang pas atas pertanyaan pria itu. "Kenapa? Kau tidak bisa menjawabnya? Atau kau membual perkara bisa mengenali suamimu?" Eric mencibir, gadis ini begitu berani dan sekarang malah tidak memiliki nyali."Ti-tidak! Hanya saja ...," Anna berpikir sejenak kemudian, "Lagipula ... untuk apa aku menjawab pertanyaanmu itu? Sudahlah! Lebih baik aku pergi saja daripada terus meladenimu yang tidak jelas!" Setelah mengatakan itu, Anna langsung pergi meninggalkan Eric yang tersenyum puas. Gadis ini, suatu saat dia akan membuatnya menyesal karena telah berani bersikap tidak sopan padanya. Keesokan paginya, Anna sudah bersiap dengan perlengkapannya. Dia merasa tidak mendapatkan apapun padahal sudah seharian penuh bekerja di depan laptopnya. Jadi, dia berniat untuk datang ke perusahaan. Setidaknya dia harus mencoba sehingga t
Read more
10. PRIA DI HATI ANNA
Sekretaris diusir seperti itu, dia menjadi terkejut. Anna yang merupakan gadis penurut seakan telah menghilang setelah menjadi istri seorang konglomerat.Kedua tangannya terkepal dengan arah di samping kanan dan kirinya, sekertaris sama sekali tidak gentar hanya dengan perubahan semalam. Wajah dan kedua matanya sudah merah akibat amarah. Sekretaris masih tidak melihat perubahan yang berarti di diri Anna. "Kau pikir, aku takut padamu?" Sekertaris sangat berani membentak balik. Baginya hanya Agatha dan Clarissa saja yang menjadi atasannya. Anna melihat bawa sekeras apapun dia mencoba, maka hasilnya akan percuma. Tetapi dia tidak akan menyerah hanya karena tidak diperbolehkan masuk ke ruang direktur utama. Anna melangkah mundur, sedikit menjauhi sekretaris, tetapi sebenarnya dia tidak benar-benar mundur, hanya sedang menunggu waktu yang tepat. "Kalau begitu," Anna mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dan memberikannya pada sekertaris. "Berikan map itu pada ibuku."Sekertaris ragu-
Read more
PREV
123456
...
17
DMCA.com Protection Status