Peter merasakan sesuatu yang aneh. Percival tidak menyerang secara fisik. Namun, aura di sekelilingnya berubah. Energi di seluruh aula mulai bergerak, mengikuti ritme napas Percival yang tenang dan teratur.Lalu Peter menyadarinya. Percival sedang membaca pola napasnya. Dia sedang membaca ritme aliran Qi Peter. Mencari celah, titik lemah, dalam pertahanan Peter yang selama ini ia jaga.Peter mengubah pola napasnya dengan sangat halus. Perubahan itu nyaris tidak kentara. Namun, itu cukup untuk mengacaukan prediksi Percival, membuatnya sulit ditebak.Percival tersenyum tipis. "Bagus. Kau mengerti," katanya, suaranya pelan namun penuh makna.Ia melemparkan ketiga jarum dengan gerakan yang sangat cepat. Tapi bukan ke arah Peter. Jarum-jarum itu menancap di lantai, membentuk segitiga sempurna di sekeliling Peter.Energi ungu gelap meledak dari jarum-jarum itu. Energi itu membentuk formasi yang sangat rumit dan kuno. Peter merasakan tekanan energi yang sangat besar menghimpitnya dari segala
Last Updated : 2026-01-09 Read more