Dinda tersenyum malu ketika Leo menarik selimutnya dan terlihat mahkota kewanitaannya. "Ah enggak, Sayang. Masih bagus kok, dia menggodaku," ledek Leo sembari tertawa kecil. "Tapi agak perih, Mas. Punyamu kan besar," balas Dinda masih dengan nada yang begitu manja. "Aku pengen, Sayang. Sudah tidak kuat, nih lihat udah berdiri." Leo menunjukan rudalnya yang memang sudah keras dan nampak berurat. "Ih kok bisa keras sih, Mas. Kan aku belum apa-apain?" Dinda menatap heran. "Iya bisa dong, Sayang. Karena melihat wajahmu aja, aku udah pengen, kamu itu cantik banget," ucap Leo menggoda. "Ah kamu bisa aja, Mas," balas Dinda tersipu malu.Tanpa basa-basi lagi, saat itu juga Leo langsung mencium bibir istrinya, tangannya bergerak liar menjamah setiap lekukan tubuh Dinda yang montok. Ketika menyentuh buah dadanya yang kenyal, Leo langsung saja meremas-remas bukit kembar istrinya yang ukurannya cukup besar. "Aaahh... Mas." Dinda mulai menggeliat merasakan kenikmatan dengan remasan tangan s
Terakhir Diperbarui : 2025-07-21 Baca selengkapnya