Keesokan paginya, Alesha sedang menikmati kopi di apartemennya ketika Arif menelepon. Nadanya dingin, formal, dan penuh perintah.“Datang ke kantorku sekarang, Alesha. Ada yang perlu Papa bicarakan.”Di sisi lain kota, di kantornya yang mewah, Arif duduk di kursinya, wajahnya muram. Di atas meja, ia meletakkan selembar foto. Itu adalah hasil cetakan dari pesan anonim yang ia terima.Foto itu buram, diambil dari jarak jauh, mungkin dari jendela kamar atau balkon. Foto itu menunjukkan Alesha dan Rayhan di rumah Rayhan, di ruang keluarga, dalam posisi yang sangat dekat—momen singkat di parkiran (meskipun itu tidak terlihat jelas di foto). Yang pasti, foto itu menunjukkan Rayhan dan Alesha berdua di rumah itu, di malam hari.Arif tahu betul, dari detail tata letak ruangan, bahwa itu diambil dari rumah Rayhan. Ia tahu itu adalah Alesha. Foto itu tidak menjabarkan kebohongan, tetapi menyiratkan keintiman yang tidak wajar antara seorang sahabat lama dan putri sahabatnya.Siapa yang meng
Last Updated : 2025-11-11 Read more