Bagi Shanaya, Arman adalah guru sekaligus sosok ayah.Dulu, kalau bukan karena Arman yang menerima Shanaya sebagai murid, Lucien mungkin tidak akan berani mengirimnya kembali ke kediaman Gayatri. Tempat di mana mereka akan terus dikendalikan orang lain. Jika begitu, nasibnya dan Shanaya kemungkinan besar tidak akan berakhir baik."Baik, baik, baik."Melani tahu Lucien sangat menghargai Shanaya, karena itu dia juga menghormati mereka. Dalam hati dia ikut senang untuk Shanaya, lalu berkata sambil tersenyum lebar, "Jangan berdiri saja, masuklah.""Baik."Shanaya menoleh ke arah Arman, membungkuk hendak membantunya. "Guru .…""Sudahlah."Arman buru-buru menghentikan mereka, menopang sandaran kursi goyang lalu berdiri dengan gesit. "Aku masih sangat muda, belum sampai harus dibantu seperti itu."Tua memang sudah, tetapi hatinya tetap tidak mau mengaku tua.Melani tidak bisa menahan diri untuk menyindir, "Iya, iya, kamu bahkan jauh lebih muda dari Shanaya dan yang lain."Shanaya dan Lucien p
Read more