Gubuk tua itu tampak ringkih dari luar, dengan atap rumbia yang sebagian besar sudah membusuk dan dinding kayu yang berlumut tebal. Namun, begitu kaki kiriku menginjak salah satu papan lantai yang sengaja dipasang sedikit miring, telingaku menangkap suara desis hidrolik yang sangat halus. Lantai kayu itu bergeser, menyingkap sebuah tangga beton yang menuju jauh ke bawah tanah, diterangi oleh lampu LED biru redup yang tertanam di dinding."Riko, saya sudah masuk. Posisi kalian di mana?" bisikku pada mikrofon di kerah baju."Kami menyisir ventilasi udara di sektor barat, Mas Bima. Hati-hati, pembacaan sensor menunjukkan ada konsentrasi gas kimia yang cukup tinggi di lorong utama. Gunakan masker taktis sekarang," suara Riko terdengar jernih namun penuh kewaspadaan.Aku segera mengenakan masker hitam yang menutupi separuh wajahku. Sambil menggenggam keris pusaka yang kini terasa hangat di telapak tangan, aku melangkah turun. Semakin dalam aku masuk, udara terasa semakin steril. Aroma
最終更新日 : 2026-04-02 続きを読む