Paginya di meja makan…Mamon senyum-senyum tengil saat melihat ada tanda merah kecil di leher ibunya, tapi anehnya mata ayahnya memerah, tanda kurang tidur."Begadang banget nih si papa, sampai merah begitu mata," batinnya menebak-nebak apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya.“Ngapain sih kamu dari tadi senyam senyum begitu? Ada yang lucu kah?” tegur Rahma sambil kautkan lauk buat anaknya.“Nggak kok mah, Mamon bahagia saja hari ini kita kembali kayak dulu, makan bertiga,” sahut Mamon diplomatis, tanda anak ini sangat cerdas bikin jawaban.“Lohh suara kamu…kok berat, eh sebentar usia kamu berapa sih, cepat banget kamu berubah Mon?” sela Rahma terkaget-kaget, suara Mamon sudah berat, tanda dia bukan lagi anak-anak, tapi sudah berubah jadi remaja tanggung.“Minggu depan dia 12 tahun sayang, aku juga dulu aqil baliqh belum genap 12 tahun,” potong Raymond, tidak kaget dengar suara anaknya mulai berat, layaknya orang dewasa begitu.“Hahh…ka-kamu sudah aqil baliqh, perasaan tadi malam su
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-10 อ่านเพิ่มเติม