Nadine kembali mengangguk, kali ini lebih mantap. “Iya, aku mau datang,” ucapnya pelan, tapi jelas. Dirga menatapnya beberapa detik, memastikan tidak ada keraguan di sana. Namun yang ia lihat justru keteguhan, meski masih dibalut sisa kesedihan. “Oke,” jawabnya akhirnya singkat. “Nanti kita ke sana sama-sama.” Nadine mengangguk kecil. Beberapa detik hening kembali mengisi ruang di antara mereka. Tapi kali ini tidak lagi seberat sebelumnya. Dirga melirik jam tangannya, lalu kembali menatap Nadine. “Sekarang kamu naik dulu,” ucapnya pelan. “Istirahat yang cukup ya. Kamu kelihatan capek.” Nadine sempat terdiam, lalu mengangguk lagi. “Hmp, aku juga mau bersih-bersih dulu.” Tangannya kembali meraih gagang pintu, tapi sebelum benar-benar keluar, Dirga memanggilnya. “Nad.” Nadine menoleh. “Kamu yakin nggak apa-apa sendirian?” tanyanya, nada suaranya lebih lembut. Ada sedikit kekhawatiran yang tidak ia sembunyikan. "Mau aku temenin nggak malam ini?" Nadine menatapnya sebentar, lalu
더 보기