Mata Aira yang sayu, hitam pekat, begitu berbeda dengan Lyra. Mereka memang kembar, namun tetap memiliki perbedaan yang tak bisa disangkal. Dan entah kenapa, Gavin sangat menyukai tatapan mata Aira. Gavin menghapus air mata yang masih menggenang di sana. Ada rasa bersalah karena telah membuat wanitanya menangis. Dia mengecup kelopak mata Aira dengan lembut, penuh kasih sayang, seakan benar-benar menyesal telah menjadi penyebab air mata itu. Pandangannya kemudian turun, menatap bibir merah merekah tanpa polesan apa pun milik Aira. Bibir yang menjadi candu. Bibir yang terus menghantuinya, membuatnya ingin kembali dan kembali merasakannya. "Tutup matamu," ucap Gavin pelan. Aira justru mengernyitkan alisnya, heran. Tanpa memberi waktu untuk bertanya, Gavin kembali mengecup bibir itu, membuat tubuh Aira menegang seketika. Gavin terkekeh pelan. Dia selalu menyukai reaksi Aira, polos, kikuk, seperti anak SMA yang baru pertama kali merasakan ci uman. Bahkan matanya masih memb
Last Updated : 2025-12-22 Read more