“Jadi kamu menyalahkan Mama?” suara Indah meninggi, sarat kejengkelan. “Harusnya kamu bersyukur! Karena semua ini kamu bisa tinggal di rumah orang kaya, makan dengan nyaman tanpa perlu bekerja keras, dan mendapatkan suami tampan, meski dia mantan tunangan dari kembaranmu sendiri.”Nada itu menusuk.Jujur, hingga kini Indah belum bisa melepaskan amarahnya pada Aira atas tragedi yang menimpa anak kesayangannya.Menurutnya, Aira seharusnya menerima karma, bukan justru hidup nyaman, bergelimang harta, dan mendapatkan perhatian penuh dari Gavin.Aira tidak membutuhkan semua itu jika pada akhirnya hanya terus terluka, batin Aira lirih menyahut.Lagipula, Aira masih bekerja. Dan kata hidup nyaman sama sekali tak pernah singgah dalam pikirannya. Yang ada justru rasa takut. Takut menjalani hari, takut membuat kesalahan, takut bernapas terlalu lega.Hidup tanpa dukungan orang tua membuat Aira tak punya tempat bersandar, tak punya bahu untuk berbagi. Semua ia telan sendiri, sendirian.Seandainy
最終更新日 : 2025-12-16 続きを読む