Share

Bab 105

Author: Jayden Carter
Begitu kata itu dilontarkan, Ramos langsung pucat seketika. Sambil menunduk dan gemetar, dia masih sempat berkata, "Isyana, kamu jangan takut. Begitu aku keluar, aku langsung telepon orang buat datang nyelamatin kamu!"

Setelah itu, dia menarik Arman dan kabur terbirit-birit. Tinggallah Isyana seorang diri.

Isyana benar-benar panik. Dua orang tadi datang dengan sombong, bilang ini cuma masalah kecil, sekarang malah lari duluan. Dia tahu, sekarang dia tidak bisa kabur lagi. Dia menelan ludah dan m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 998

    Axelo mencibir. "Master Arlo sudah bilang dari awal kalau Pil Jiwa nggak dijual. Aku juga nggak punya pilihan, jadi terpaksa minta seorang senior untuk turun tangan.""Siapa sangka Master Arlo memang nggak mau menjualnya, tapi bersedia memberikannya kepada keluarga-keluarga bangsawan seperti kami.""Bahkan ginseng ribuan tahun yang sudah disepakati sebagai barang barter pun nggak mau diterima. Sampai-sampai aku jadi merasa nggak enak hati. Benar begitu, Dokter Leonard?"Wajah Leonard langsung memerah. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjelaskan dari mana.Arlo mengangguk pelan. "Jadi, kamu memang nggak pernah menyerahkan ginseng ribuan tahun itu kepada Leonard?""Dokter Leonard sendiri yang bersikeras nggak mau menerimanya. Aku paham, sekarang kamu sudah punya beban sebagai seorang master. Nggak enak kalau terang-terangan kasih hadiah, jadi harus lewat perantara.""Benar begitu, Dokter Leonard?" Axelo sengaja berkata begitu. Barang yang di depan umum dikatakan tidak dijual, ternyata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 997

    Melihat Leonard terus-menerus memberi isyarat dengan mata, Kamil merasa bingung. Namun, dia tetap berkata kepada Arlo, "Pak Arlo, gimana kalau aku kenalin dulu ke pengurus yang lain?"Kali ini bukan hanya Arlo, bahkan Sheila dan Fellis pun merasakan ada sesuatu yang tidak beres.Arlo tersenyum tipis, tidak membongkarnya, lalu mengangguk setuju.Kamil berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Leonard mencari alasan untuk menariknya ke samping, lalu menceritakan soal Pil Jiwa yang dirampas."Ini gawat sekali. Aku tahu siapa Axelo itu, Tuan Muda Keluarga Prijaya dari ibu kota. Keluarga mereka memiliki hubungan pernikahan dengan Keluarga Kushanto di Kota Aramaya.""Jaringan di belakang Keluarga Prijaya sangat rumit. Kudengar mereka juga memiliki hubungan pernikahan dengan beberapa keluarga bangsawan besar di ibu kota. Mengusik satu pihak berarti mengguncang semuanya."Mendengar itu, kulit kepala Leonard langsung merinding. Pantas saja Bagas sampai merasa gentar setelah mendengarnya.Keluar

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 996

    Arlo memberi isyarat kepada kedua wanita itu agar tidak bersuara. Dia hanya memperhatikan pemuda yang sedang sesumbar itu dari belakang.Sean yang untuk sementara menjabat sebagai pengurus Sekte Vitalitas, bersama beberapa tokoh besar industri farmasi di sana, semuanya pernah menyaksikan langsung pertandingan di Konferensi Pengobatan Tradisional.Mereka semua telah melihat sendiri betapa keras dan tegasnya cara Arlo bertindak. Melihat ada orang yang berani berbicara sesombong itu, mereka semua menunjukkan ekspresi terkejut."Rupanya Pak Axelo!" kata Sean setelah mengenali pemuda yang berbicara. "Angin apa yang membawamu datang ke Kota Aramaya? Dengan statusmu, tentu nggak perlu takut pada siapa pun!"Axelo melangkah maju, lalu tersenyum bangga. "Kalian terlalu memuja Arlo. Dia cuma seorang ahli bela diri yang kebetulan menguasai sedikit ilmu pengobatan dan alkimia.""Aku nggak menyangkal dia memang punya kemampuan. Tapi, masa cuma karena itu, dia mau menginjak kepala kalian dan kalian

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 995

    Kedua wanita itu berpandangan dan sama-sama terdiam. Dalam hati, mereka merasa Arlo mulai gila. Bahkan Dewa Militer pun ingin dia pukul?Setelah keributan yang dibuat Ubaya, senyaman apa pun tempat peristirahatan itu, mereka tidak bisa lagi tinggal di sana. Ketiganya kembali ke lantai atas untuk membereskan barang-barang.Sheila kembali masuk ke kamar Arlo."Aku minta maaf. Urusanku malah menyeretmu ke masalah sebesar ini." Sheila menghela napas."Kalimat itu nggak terdengar seperti bisa keluar dari mulutmu." Arlo tertawa.Sheila terdiam sesaat, lalu tiba-tiba menerjang Arlo dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Dia langsung duduk di atas pinggang Arlo. Rambut panjang yang semula diikat dilepaskannya. Di wajahnya yang memikat terpancar senyum jahil."Kalau begini baru mirip aku, 'kan?" Usai berkata begitu, Sheila meninggalkan sederet bekas lipstik di wajah Arlo.Arlo menghela napas. "Nggak terlalu mirip juga. Malah terlihat seperti kamu lagi berakting.""Akting apa?" Sheila mengerucutkan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 994

    Yukara menurunkan kelopak matanya, seolah sedang menyindir. 'Bukannya kamu memang suka cari perhatian? Dengan kejadian ini, kurasa nggak akan ada lagi anak orang kaya di Kota Aramaya yang berani cari masalah denganmu.'Arlo mencibir. "Dewa Militer benar-benar melindungi anak-anak orang kaya ya!"Anak-anak orang kaya memang gemar membuat masalah. Saat mereka menindas rakyat biasa dan mengambil keuntungan seenaknya, tak ada seorang pun yang akan menghentikan.Namun, ketika mereka berhadapan dengan Arlo, Dewa Militer sengaja turun tangan. Mungkin dia khawatir Arlo marah, lalu memukul mati beberapa orang itu. Namun, tetap saja, pada akhirnya yang dilindungi adalah para anak orang kaya itu.Ini hanyalah cara "halus" untuk memberi tahu mereka bahwa Arlo adalah orang yang tidak boleh diusik.Yukara tidak menyangka Arlo bisa melihat semuanya dengan begitu jelas. Kalau orang lain yang mendapatkan perlindungan dari Dewa Militer, mereka pasti akan langsung dipenuhi kegembiraan dan kebanggaan.Pem

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 993

    Nyaris saja mereka tertipu. Melihat seseorang datang dengan pasukan sebanyak ini, mereka sempat mengira ada tokoh besar yang turun tangan.Namun, barusan Azriel mengatakan bahwa tidak ada garnisun di kota yang mengerahkan pasukan. Kalau begitu, orang-orang ini kemungkinan besar hanya pasukan palsu!"Apa kata Pak Azriel? Pak Azriel harus bantu kita!""Betul! Ahli bela diri nggak bisa semena-mena menindas orang biasa cuma karena lebih kuat!"Marlon dan beberapa anak orang kaya lainnya langsung mengerubungi Ubaya. Biasanya mereka yang menindas orang lain dengan kekuasaan mereka. Ini pertama kalinya mereka dipermalukan habis-habisan seperti ini, mana mungkin mereka tidak marah?Mereka mengelilingi Ubaya sambil berbicara, bahkan berharap bisa berbicara langsung dengan Azriel.Ubaya mengangkat tangan, memberi isyarat agar mereka diam. Kemudian, dia menyerahkan ponselnya kepada Yukara."Pak Azriel ingin bicara denganmu. Berani juga kamu menyamar sebagai orang militer. Tahu Pak Azriel, 'kan? N

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 396

    "Uang Keluarga Sriwandi, kekuasaan Keluarga Artika. Cukup dengan salah satu saja, seseorang sudah bisa berjalan seenaknya di Provinsi Hareast, apalagi kalau dua keluarga itu bersatu? Kamu kira bisnis barang antik ini murni cuma dikuasai Keluarga Sriwandi? Di dalamnya ada saham Keluarga Artika!""Kit

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 394

    Di samping, Zaem langsung ikut berteriak lantang, "Melihat token raja bela diri sama dengan raja bela diri datang langsung! Masih nggak berlutut memberi hormat kepada pemegang token?"Sekelompok orang Komite Bela Diri Provinsi Orlanis pun berdiri kacau diterpa angin. Mereka sejak pagi menempuh perja

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 375

    Omran mengepalkan tinjunya, menatap ring dengan mata tak berkedip.Wajah Faris memerah, seluruh tubuhnya tampak gelisah. Kalau Omran hancur, dia juga pasti ikut celaka!Sheila terlihat relatif tenang. Namun jika diperhatikan saksama, di balik sorot matanya tersimpan kegelisahan. "Entah kali ini dia

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 377

    "Arlo ternyata juga seorang ahli transformasi, bahkan sudah mencapai tingkat menyembunyikan aura sepenuhnya? Ya Tuhan!"Ahsan gemetar hebat.Sebelumnya, baik dia maupun Dikara sama sekali tidak merasakan sedikit pun aura seorang petarung dari Arlo. Baru setelah bertarung, dia menyadari bahwa Arlo te

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status