Ayu terdiam, berusaha mencerna semuanya. “Aku mau cerita ke kamu,” lanjut Lusi dengan suara bergetar. “Tapi aku bingung mulai dari mana. Aku takut kamu gak percaya atau kamu mikir aku halu. Atau lebih parah… kamu malah kena imbasnya. Maksudnya, aku maaih belum selesai sama teror itu." Ayu mengepalkan tangannya. “Aku gk marah soal itu, Lusi,” katanya lirih, “Tapi rasanya tau dari orang lain, gosip kantor, berita, dan bukan dari kamu bikin aku kecewa.” Lusi menelan ludah. “Aku minta maaf, Kak. Beneran.” Ayu tidak menjawab. Ia berdiri, mengambil tasnya. “Ayu... tunggu dulu, Kak Ayu,” Lusi ikut berdiri dan menahan lengannya refleks. “Aku perlu jelasin.” Ayu berhenti. “Kenapa lagi?” tanyanya dingin. “Bukannya kamu udah jadi istri bos? Ngakunya pulang kampung.” Kalimat itu menusuk dan dengan nada sinis. Namun Luei tau kalau Ayu tidak bermaksud demikian. “Iya,” Lusi mengangguk pelan. “Aku ngaku salah, gak seharusnya aku begini.” Ia menarik napas dalam-dalam, menahan
最終更新日 : 2025-12-27 続きを読む