Tuan Wijaya menatap pintu toko yang terkunci rapat itu dengan perasaan remuk. Di tangannya, ia menggenggam ponsel Arkan yang baru saja dikembalikan Luna. Ia tahu, di dalam sana, Luna sedang hancur. Namun, ia juga tahu bahwa memaksa Arkan mengingatnya saat ini hanya akan membahayakan nyawa cucunya. "Jaga dia dari jauh," perintah Tuan Wijaya kepada asistennya dengan suara parau. "Pastikan tokonya aman. Dan jangan biarkan Rina atau Alissa mengganggunya lagi." Sementara itu, di rumah sakit, Alissa sedang menikmati peran terbaik dalam hidupnya. Ia duduk di tepi ranjang Arkan, menyuapi pria itu buah dengan gerakan yang sangat lembut. "Alissa," panggil Arkan tiba-tiba. "Kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang? Maksudku... sebelum aku terbangun di sini, rasanya aku sedang mengejar sesuatu. Sesuatu yang sangat penting." Jantung Alissa berdegup kencang, namun ia tetap tenang. Ia meletakkan garpu buahnya dan menggenggam tangan Arkan. "Itu pasti pekerjaan, Sayang. Kamu kan tahu sendiri, ka
Last Updated : 2026-01-23 Read more