Malam pun jatuh dengan hawa yang jauh lebih dingin dari biasanya. Arkan mengunci diri di ruang kerja. Di kepalanya, suara Ferdy terus bergema: “Dia hanya mencari pelarian.” Kata-kata itu berputar-putar, merobek sisa-sisa kepercayaan yang ia miliki untuk Luna. Tok... Tok... Tok... Suara pintu diketuk pelan. Luna berdiri di sana. "Arkan, tolong dengarkan aku sebentar saja..." "Pergi," jawab Arkan dingin. "Pria itu... Ferdy... dia memang teman masa kecilku di panti. Tapi aku bersumpah, aku tidak pernah memintanya datang. Aku tidak tahu kenapa dia bicara seperti itu!" Luna mendekat, mencoba menyentuh lengan Arkan, namun Arkan segera menjauhkan tangannya. "Dia tahu namamu, dia tahu masa lalumu, dan dia berani memelukmu di rumahku!" Arkan berdiri, menatap Luna dengan sorot mata penuh kekecewaan "Bukan pelukan itu yang menyakitkan, Luna. Tapi kenyataan bahwa kamu membiarkannya," suara Arkan meninggi, bergetar karena emosi yang tertahan. "Kamu bilang dia masa lalu, tapi tata
최신 업데이트 : 2026-01-14 더 보기